PENGHENTIAN DAN PELEPASAN

PENGHENTIAN DAN PELEPASAN

Table of Contents

PENGHENTIAN DAN PELEPASAN

PENGHENTIAN DAN PELEPASAN
PENGHENTIAN DAN PELEPASAN
Aset tak berwujud dihentikan pengakuannya jika :
  • Dilepas
  • Ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.

 

Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tak berwujud merupakan perbedaan antara nilai neto pelepasan dan jumlah tercatat aset. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan laba rugi pada saat penghentian pengakuan. Kecuali PSAK 30 (revisi 2007): sewa mensyaratkan sebaliknya dalam jual dan sewa balik, keuntungan tidak diakui sebagai pendapatan.
G. PENGUNGKAPAN
Entitas mengungkapkan hal berikut untuk setiap kelompok aset takberwujud, dipisahkan antara aset tak berwujud yang dihasilkan secara internal dan aset tak berwujud lain:
  1. Umur manfaat tidak terbatas atau terbatas dan, jika umur manfaat terbatas diungkapkan, tingkat amortisasi yang digunakan atau umur manfaatnya.
  2. Metode amortisasi yang digunakan untuk aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas.
  3. Jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi (secara agregat dengan akumulasi rugi penurunan nilai) pada awal dan akhir periode.
  4. Pos dalam laporan laba rugi komprehensif yang mana amortisasi aset tak berwujud termasuk didalamnya.
  5. Rekonsiliasi atas jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan :

 

  • Penambahan, yang secara terpisah mengindikasikan aset tak berwujud dari pengembangan internal, diperoleh secara terpisah, dan diperoleh melalui kombinasi bisnis.
  • Aset yang dikelompokkan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual atau termasuk dalam kelompok aset lepasan yang dikelompokkan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai PSAK 58 (revisi 2009), Aset Tidak Lancar Yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi Yang Dihentikan, dan pelepasan lain.
  • Peningkatan atau penurunan selama periode yang berasal dari revaluasi dan dari pengakuan rugi penurunan nilai atau pembalikan di pendapatan komprehensif lain sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009) : Penurunan Nilai Aset, jika ada.
  • Rugi penurunan nilai yang diakui dalam laporan laba rugi selama periode sesuai PSAK 48 (revisi 2009).
  • Rugi penurunan nilai yang dibalik dalam laporan laba rugi selama periode sesuai dengan PSAK 48 (revisi 2009).
  • Setiap amortisasi yang diakui selama periode.
  • Selisih kurs neto yang timbul dari nilai penjabaran laporan keuangan ke mata uang penyajian, dan penjabaran operasi luar negeri ke mata uang penyajian yang digunakan entitas, dan
  • Perubahan nilai pada jumlah tercatat aset tersebut selama periode.

 

Entitas juga mengungkapkan :
a) Untuk aset tak berwujud yang dinilai dengan umur manfaat tidak terbatas, jumlah tercatat aset dan alasan yang mendukung penilaian umur manfaat tidak terbatas tersebut. Dalam memberi alasan, entitas menjelaskan faktor signifikan dalam menentukan aset yang dimiliki memiliki umur tak terbatas.
b) Penjelasan, jumlah tercatat, dan sisa periode amortisasi dari setiap aset tak berwujud yang material terhadap laporan keuangan entitas.
c) Untuk aset tak berujud yang diperoleh melalui hibah pemerintah dan awalnya diakui pada nilai wajar:
  • Nilai wajar pada pengakuan awal atas aset tersebut
  • Jumlah tercatatnya, dan
  • Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan model biaya atau model revaluasi.

 

d) Keberadaan dan jumlah tercatat aset tak berwujud yang kepemilikannya dibatasi dan jumlah tercatat aset tak berwujud yang menjadi jaminan untuk liabilitas.
e) Nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi aset tak berwujud.
Jika aset tak berwujud dicatat pada nilai revaluasian, maka entitas mengungkapkan hal-hal berikut :
(a) Berdasarkan kelompok aset tak berwujud :
1. Tanggal efektif revaluasi
2. Jumlah tercatat aset tak berwujud yang direvaluasi
3. Jumlah tercatat yang akan diakui jika aset tak berwujud diukur dengan model biaya setelah pengakuan awal
(b) Jumlah surplus revaluasi aset tak berwujud pada awal dan akhir periode, mengindikasikan perubahan selama periode dan pembatasan apapun dalam pendistribusian saldo (surplus) kepada pemegang saham, dan
(c) Metode asumsi signifikan dalam mengestimasi nilai wajar aset tersebut.
Entitas dianjurkan, namun tidak diharuskan untuk mengungkapkan informasi berikut :
a) Penjelasan mengenai aset tak berwujud yang telah diamortisasi seluruhnya tetapi masih digunakan.
b) Penjelasan mengenai aset tak berwujud signifikan yang dikendalikan entitas namun tidak diakui sebagai aset karena tidak memenuhi kriteria pengakuan karena aset tersebut diperoleh atau dihasilkan sebelum PSAK 19 : Aset Tidak Berwujud efektif diberlakukan.