Pembangunan SMPN 6 Lembang Ditunda

Pembangunan SMPN 6 Lembang Ditunda

Pembangunan SMPN 6 Lembang Ditunda

Pembangunan SMPN 6 Lembang Ditunda
Pembangunan SMPN 6 Lembang Ditunda

NGAMPRAH – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bandung Barat

menunda pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Lembang. Rencananya, pembangunan sekolah tersebut akan dibangun tahun depan. Menurut Kadisdikpora Bandung Barat Agustina Piryanti, pada tahun 2016 tidak adanya penunjuk teknis dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan sekolah.

”Rencananya pembangunan SMPN 6 Lembang ini akan dibangun di tahun ini. Namun, akibat tidak ada petunjuk teknis kemungkinan besar akan dibangun di tahun depan,” Jelas Agustina kepada wartawan di Ngamprah, Jumat (5/8).

Dia menerangkan, untuk pembangunan SMPN 6 Lembang ini ternyata tidak ada juklak

dan juknis di tahun ini. Sehingga, Pembangunan baru bisa dilakukan di tahun depan.

Sebenarnya, lanjut dia, sudah dialokasikan dari dana pendamping DAK. Besarnya yaitu Rp 900 juta. ‪Namun dalam juklak dan juknis DAK Pendidikan Dasar dan Menengah tahun ini, hanya tercantum pembangunan SD.

”Jadi, kami tidak bisa menggunakan anggaran ini untuk pembangunan SMP,” katanya.

‪Namun dana yang sudah ada, akan tetap dialokasikan untuk pembangunan SMPN 6 Lembang

. Namun, anggaran tersebut harus dialokasikan kembali dalam pos anggaran non-DAK. Dia mengatakan harus dilelangkan terlebih dahulu. Pihaknya akan melihat, apabila prosesnya bisa selesai tahun ini, pembangunan bisa langsung dimulai.

”Kita upayakan di tahun depan itu sekolah yang masih bergabung di sekolah lain bisa berdiri sekolah baru,” terangnya.

‪Untuk diketahui, ratusan siswa SMPN 6 Lembang sudah bertahun-tahun tidak memiliki bangunan sendiri. Untuk kegiatan sekolah, para siswa menumpang di SMPN 2 Lembang. Namun sejak tahun ajaran baru ini, kegiatan sekolah dipindahkan ke SD Merdeka, Lembang.

Lebih jauh Agustina menuturkan, pembangunan SMPN 6 Lembang di Desa Gudangkahuripan, Lembang itu dibutuhkan untuk menampung lulusan SD dari desa setempat dan sekitarnya. Sebab, di sana belum ada bangunan SMP.

 

Baca Juga :