Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa
Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode mindfulness diyakini dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar.

Metode ini merupakan sebuah metode atau program yang dilakukan untuk melatih siswa atau seseorang untuk menyadari pikiran dan tingkat emosi.

Dari penelitian, kemampuan konsentrasi anak-anak milenial saat ini, khususnya terkait dengan pembelajaran terjadi penurunan. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode yang harus dilakukan dan dikembangkan sekolah untuk meningkatkan kembali daya konsentrasi siswa, khususnya saat proses belajar di sekolah.

“Anak-anak milenial ini kemampuan konsentrasinya pendek. Dengan program mindfulness

yang kita lakukan, dapat mengajarkan anak untuk kembali meningkatkan daya konsentrasi belajar mereka,” kata Direktur Sekolah Global Sevilla Robertus Budi Setiono, Selasa (20/11) di Jakarta.

Selain dapat meningkatkan daya konsentrasi, metode mindfulness juga diyakini dapat menekan tingkat stress pada siswa. Robertus mengakui, pihaknya telah menjalankan metode itu selama empat tahun terakhir di sekolahnya.

“Melalui mindfulness, siswa dapat menyeimbangkan emosi dalam situasi dan kondisi apapun. Salah satunya anak-anak tidak menjadi reaktif terhadap sesuatu,” ungkapnya.

Saat ini, metode yang sama juga telah dikembangkan dan dijalankan banyak sekolah di luar negeri

. Di Indonesia juga tengah membuat semacam kurikulum berbasis mindfulness yang digunakan secara internal.

Namun demikian, metode pembelajaran yang disampaikan oleh para guru tentu tetap mempengaruhi penerimaan siswa akan materi ajar. Untuk itu, perlu juga dikembangkan pola pembelajaran di sekolah yang menarik. Dengan demikian, siswa tidak memiliki rasa jenuh. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para guru.

“Maka semua guru harus mampu mengajar secara kreatif. Karena sudah bukan zamannya lagi siswa hanya mencatat saat di kelas,” ujar Robertus. [Y-7]

 

Baca Juga :