Mendikbud: Anggaran Pendidikan 20% Masih Belum Cukup

Mendikbud Anggaran Pendidikan 20% Masih Belum Cukup

Mendikbud: Anggaran Pendidikan 20% Masih Belum Cukup

Mendikbud Anggaran Pendidikan 20% Masih Belum Cukup
Mendikbud Anggaran Pendidikan 20% Masih Belum Cukup

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, anggaran pendidikan Indonesia

sebesar 20% dalam APBN belum berdasarkan postur kebutuhan. Penganggaran masih berdasar pada tuntutan undang-undang. Benarkah demikian? Lantas, bagaimana seharusnya?

Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara Seminar Nasional Profesionalisme Guru Abad 21, di UNY, Sabtu (28/4).

“Sebagian besar anggaran pendidikan terserap untuk membayar gaji dan tunjangan guru-dosen,” katanya.

Muhadjir juga menyebut, tidak ada satu provinsi di Indonesia yang sudah memiliki 20%

anggaran pendidikan dari APBD murni. Pada umumnya provinsi menggunakan dana transfer dari pemerintah pusat untuk menggenapi 20%
anggaran pendidikan daerah.

“Anggaran transfer ke daerah pada APBN 2018 sebesar Rp 279,3 T tahun 2018 Rp 440,9 T, ” imbuh Muhadjir.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga menyinggung tentang penerapan HOTS

dalam soal UN tahun ini. “Kemendikbud akan semakin gencar melatih guru agar semakin memahamai soal HOTS. Harapannya tahun depan penguasaan siswa tentang soal HOT makin meningkat,” jelasnya.

Mendikbud juga membantah soal HOTS yang diterapkan tahun ini telah memberatkan siswa peserta UN. Karena menurutnya siswa yang mengaku keberatan dengan soal HOTS persentasinya masih kecil.  (Andi)

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/