Hukum II Newton

Hukum II Newton

Table of Contents

Hukum II Newton

Hukum II Newton
Hukum II Newton

Pada saat kita akan mengendarai motor, setelah mesin digas maka motor yang semula diam menjadi bergerak. Apabila gas diperbesar maka motor akan melaju semakin cepat. Apabila motor direm maka laju akan semakin lambat bahkan berhenti. Motor yang digas atau direm ini dikatakan mengalami perubahan gerak (perubahan kecepatan). Perubahan gerak ini terjadi karena adanya gaya.

Apabila sebuah benda mendapat sebuah atau beberapa gaya yang resultannya tidak nol, maka benda akan mengalami perubahan gerak. Perubahan gerak ini ditunjukkan dengan adanya perubahan kecepatan (timbul percepatan). Pengaruh gaya terhadap percepatan ini dirumuskan dalam hukum II Newton. Perubahan dari gerak selalu berbanding lurus terhadap gaya yang bekerja, dan memiliki arah yang sama dengan garis normal dari titik singgung gaya dan benda.” Besarnya percepatan benda sebanding dengan resultan gaya yang menimbulkannya. Percepatan (Perubahan dari kecepatan) gerak benda selalu berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja pada suatu benda dan selalu berbanding terbalik dengan massa benda. Secara matematis ditulis ∑F = m x adimana ∑F = resultan gaya (N); m = Massa Benda (Kg) dan a = percepatan (m/s2).

Seperti yang dijelaskan di hukum I Newton. Bahwa kita bergerak karena dipengaruhi oleh gaya. Nah, suatu benda yang bergerak dapat diubah dengan suatu gaya yang besarnya setara dengan massa x percepatan. Hukum II Newton secara tersirat mengajarkan bahwa dalam kehidupan kita harus pintar dalam memilih teman dengan baik. Ketika kita bergaul dengan lingkungan dimana banyak orang-orangnya yang berperangai buruk maka hal itu akan membuat sikap kita berubah menjadi buruk pula, terlebih apabila gaya hidup keseharian kita memang tidak berpancang pada prinsip yang kuat. Mau tak mau, sikap kita akan dipengaruhi lingkungan sekitar. Karena banyak orang (dengan massa yang besar) x percepatan (yang dipengaruhi arah gerak dan sikap) akan memberikan dorongan atau tarikan gaya yang besar kepada kita. Semakin besar dan banyak sikap-sikap yang ada dilingkungan kita maka akan semakin berpengaruh terhadap perkembangan dan gaya hidup kita. Singkatnya, lingkungan yang memiliki budaya konsumtif akan mempengaruhi perilaku konsumtif kita, lingkungan yang memiliki budaya disiplin akan menjadikan kita menjadi disiplin dsb.

Sudah menjadi rahasia umum apabila orang-orang sukses berteman dengan orang sukses. Orang-orang pintar lebih senang bergaul dengan orang pintar. Dan begitupun sebaliknya, para penjahat bergaul juga dengan para penjahat. Maka, bergaulah dengan orang sholeh, bergabunglah dengan lingkungan yang baik, jauhilah lingkungan yang penuh dengan maksiat. Namun, jika gaya yang kita miliki sangat kuat, massa kita lebih besar dan percepatan kita lebih cepat maka tak mustahil justru kitalah yang dapat mengubah lingkungan tak baik menjadi lebih baik.

Dari hukum II Newton dapat diturunkan juga menjadi hukum gravitasi yang terkenal, dimana Gaya gravitasi (F) dirumuskan sebagai massa (m) dikali percepatan gravitasi bumi (g). (F=mxg). Dimanapun berpijak selama masih di planet bumi maka kita akan terpengaruh oleh percepatan gravitasi bumi. Rumus ini mengingatkan kita, meskipun dalam keadaan sangat senang dan melompat tinggi karena kegirangan, kita akan tetap ditarik kembali ke bumi. Setinggi apapun kita di muka bumi, kita tetap menginjakkan kaki dan tertarik gravitasi. Maka rendah hatilah dalam keadaan apapun, sebab sehebat apapun kita, setinggi apapun, akan tetap juga berpijak dan tersungkur dimuka bumi.

 

Hukum III Newton

Hukum III Newton berbunyi: Untuk setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah; atau gaya dari dua benda pada satu sama lain selalu sama besar dan berlawanan arah. Secara matematis dituliskan sebagai ∑FAKSI = -∑FREAKSIArtinya, setiap benda akan berinteraksi apabila ada yang memberikan gaya padanya, bentuk pewujudan dari interaksi tersebut adalah dengan membalas gaya yang diberikan ke arah sebaliknya.

Sebenarnya setiap gaya selalu bekerja pada dua benda, tidak pernah pada satu benda, jadi setiap gaya selalu memiliki dua ujung, satu ujungnya ke benda pertama, dan ujung lainnya ke benda kedua. Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah. Menganggu atau menyakiti orang lain, konsekuensinya juga bakal disakiti. Sebaliknya, memberikan kebaikan, Insya Allah juga bakal mendapat kebaikan. Selain di akhirat, pahala dan dosa itu sesungguhnya berlaku juga di dunia. Maka hati-hatilah dalam melakukan suatu aksi.

 

Bagaimana menurut anda dengan makna hukum-hukum tersebut dalam kehidupan? Apa sudah tepat? Atau mungkin Anda memiliki pendapat yang lain? Silahkan membaginya dikolom komentar. Terima kasih…

Baca Juga :