10 Teknologi Canggih Ini Banyak Diinginkan Penggunanya

10 Teknologi Canggih Ini Banyak Diinginkan Penggunanya

10 Teknologi Canggih Ini Banyak Diinginkan Penggunanya

10 Teknologi Canggih Ini Banyak Diinginkan Penggunanya
10 Teknologi Canggih Ini Banyak Diinginkan Penggunanya

Dengan tajuk Hot Consumer Trends 2019, Ericsson melakukan survei terhadap lima ribu responsen di beberapa negara, seperti London, Inggris Jepang dan Rusia.

Survei yang dilakukan ini mengenai perangkat yang diinginkan ada di perangkat serta sejumlah kekhawatiran mereka tentang teknologi di masa depan.

Thomas Vidorrekto, Manajer Pemasaran Pelanggan Ericsson Indonesia menjelaskan, semakin canggih teknologi yang dikembangkan, konsumen juga mengharapkan perangkat mereka dapat melakukan pekerjaan yang lebih kompleks dalam kegiatan sehari-hari mereka.

“Misalnya ponsel pintar yang secara otomatis akan berpindah ke mode silent (diam) ketika penggunanya sedang sibuk,” kata Thomas Vidorrekto, di Jakarta (20/12/18).

Berikut ini hal-hal yang diinginkan konsumen ada tentang teknologi di masa depan.

1. Awarables

Lebih dari 60 persen pengguna asisten virtual percaya bahwa perangkat bisa memahami suasana hati akan menjadi mainstream dalam waktu tiga tahun ke depan.

2.Smart quarreles

Lebih dari 65 persen pennguna asisten virtual percaya bahwa smart speakers akan terlibat perdebatan antara anggota keluarga dalam tiga tahun ke depan.

3. Spying apps

Lebih dari 45 persen konsumen mempercayai aplikasi yang mereka pakai tetap mengumpulkan data meski pun sedang tidak digunakan. 59 persen konsumen berpendapat mereka membutuhkan undang-undang mengenai perlindungan data.

4. Enforced agreement

Ketika ingin mengunduh sebuah aplikasi, konsumen biasanya diminta untuk menyetujui syarat dan ketentuan dengan memberi tanda di kolom persetujuan atau agreement. Seringkali, karena terlalu panjang atau tidak memahami, konsumen langsung saja mengklik setuju tanpa membacanya.

51 persen konsumen merasa terganggu dengan cara seperti itu dan 46 persen berpendapat cara seperti itu sia-sia.

5. Internet of skills

Lebih dari 50 persen pengguna augmented reality (AR) dan virtual reality

(VR) menginginkan aplikasi atau peralatan seperti kacamata dan sarung tangan yang bisa memberi panduan virtual, misalnya memasak.

6. Zero-touch consumption

Banyak responden yang ingin asisten virtual secara otomatis dapat memperpanjang tagihan atau langganan mereka. Ada juga yang menginginkan peralatan rumah tangga mereka memiliki kemampuan untuk mendeteksi kebutuhan sehari-hari apa saja yag sudah habis dan secara otomatis memesannya ke toko langganan mereka.

7. Mental obesity

Jika sekarang ini banyak yang mengalami kegemukan atau badan kurang bugar karena

kurang beraktivitas fisik akibat terlalu banyak memakai gawai, di masa depan, konsumen khawatir mereka mengalami obesitas mental karena kurang berpikir. Terlalu banyak kegiatan yang secara otomatis dapat dilakukan oleh mesin membuat mereka jarang menggunakan kemampuan berpikir sehingga mereka perlu mendatangi mind gym alias pusat kebugaran pikiran.

8. Eco me

39 persen konsumen ingin jam tangan pintar ramah lingkungan yang dapat mengukur jejak karbon mereka di muka bumi.

9. My digital twin

48 konsumen memimpikan teknologi AR atau VR yang dapat membuat avatar online

yang dapat menirukan ekspresi mereka sehingga seolah-olah mereka dapat melakukan kegiatan di tempat berbeda.

Misalnya, saat mengadakan rapat dan kita tidak bisa hadir langsung di lokasi, avatar tersebut dapat “mewakili” kehadiran kita di tempat itu.

10. 5G automates society

20 persen pengguna ponsel pintar yakin jaringan 5G akan lebih baik dalam menghubungkan perankat internet of things (IoT).

 

Baca Juga :

Ini Tugas dan Kewenangan Baru BRTI

Ini Tugas dan Kewenangan Baru BRTI

Ini Tugas dan Kewenangan Baru BRTI

Ini Tugas dan Kewenangan Baru BRTI
Ini Tugas dan Kewenangan Baru BRTI

Anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi

(KRT-BRTI) Periode 2018 – 2022 baru saja dilantik di Gedung Kementeriaan Komunikasi dan Informatika, Jakarta (19/12/18).

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menyebutkan, sejalan dengan hadirnya era internet bahwa fokus BRTI bukan lagi hanya telekomunikasi saja, tetapi harus beradaptasi dengan internet.

“Bagaimana kita akan menatanya, itulah tantangan kita kedepan.

Berubahnya teknologi mengakibatkan regulasi juga berubah dan arahnya ke IT base sekarang dan internet protocol,”jelas Rudiantara

Dengan begitu, Diharapkan BRTI juga mengambil peran dalam membuat regulasi penyedia layanan internet over the top (OTT) yang mencakup konten dan pemberitaan di lini masa.

“Itu bisa dilihat dari sisi telekomunikasinya bisa juga dari UU ITE. Itu nanti kalau berat UU ITE-nya nanti dibawa ke Aptika, tapi kalau berat di telekomunikasinya bisa dibawa ke BRTI,” kata Rudiantara.

Rudiantara juga mengatakan kini BRTI bisa lebih fokus yang berkaitan dengan pelangganan.

 

Salah satu regulasi yang telah dijalankan adalah masa registrasi kartu SIM Prabayar. Akan tetapi pemberlakukan registrasi kartu SIM masih kedapatan kasus penipuan dan spam. Untuk itu, Rudiantara ingin membuka layanan pusat aduan guna mempercepat prosedur penindakan aduan dari masyarakat.

“Artinya lebih mudah menindak sms spam, saya gak bisa cegah tapi memprosesnya lebih cepat.Sangat ingin coba bukan hanya call center bukan hanya lewat twitter tapi semua kanal dibuka jadi kita melayani masyarakat lebih cepat lagi,” tambahnya

Di sisi lain, I Ketut Prihadi Kresna anggota dari unsur masyarakat mengatakan langkah pertama pekerjaan BRTI adalah konsolidasi internal. Dengan begitu, tiga direktorat yang memiliki prioritas akan saling bersinergi. Kemudian hasil konsolidasi tersebut akan dibawa ke pihak komisioner.

 

Sumber :

https://iway.rosemont.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Organization_of_African_American_Students/Home.jnz?portlet=Discussion_Board&screen=PostView&screenType=change&id=802730da-abde-43f0-8bbd-01bd8537cd36

Sst… Ini Nama Anggota KRT BRTI Terpilih Periode 2018 – 2022

Sst… Ini Nama Anggota KRT BRTI Terpilih Periode 2018 – 2022

Sst… Ini Nama Anggota KRT BRTI Terpilih Periode 2018 – 2022

Sst… Ini Nama Anggota KRT BRTI Terpilih Periode 2018 – 2022
Sst… Ini Nama Anggota KRT BRTI Terpilih Periode 2018 – 2022

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI hari ini (19/12/2018) akan melantik anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi (KRT-BRTI) Periode 2018 – 2022.

Dalam agenda tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika

(Menkominfo) RI, Rudiantara akan melantik enam orang anggota KRT BRTI dari unsur masyarakat pada pukul 12.00 WIB di Ruang Serbaguna Kemkominfo, Jl Merdeka Barat No 9 Jakarta Pusat.

Berdasarkan bocoran informasi yang berhasil didapat Selular,

Anggota KRT-BRTI Unsur Masyarakat terpilih adalah:

1. Agung Harsoyo
2. Bambang Priantono
3. I Ketut Prihadi Kresna Murti
4. Johny Siswadi
5. Rolly Rochmad Purnomo
6. Setyardi Widodo

Jika melihat formasi tersebut, terdapat tiga nama yang merupakan petahana,

yakni Agung Harsoyo, I Ketut Prihadi Kresna Murti dan Rolly Rochmad Purnomo.

Sementara itu, nama-nama calon anggota yang belakangan ramai dibicarakan terkait afiliasinya dengan operator, hanya muncul nama Bambang Priantono, karyawan yang masih aktif di Indosat yang pernah menjabat sebagai Network and Operations Director at PT Aplikanusa Lintasarta (anak usaha Indosat).

Apakah formasi tersebut benar adanya? Kepastiannya kita tunggu hasil pelantikan siang nanti melalui SelularID.

 

 

Sumber :

https://campusweb.franklinpierce.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/Sustainability_Council/Sustainability_Council%27s_Page.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=57b0d4b0-c90c-4283-bdec-e8712594ea5a

Managed SD-WAN dari Indosat Ooredoo Hemat Biaya Hingga 80%

Managed SD-WAN dari Indosat Ooredoo Hemat Biaya Hingga 80%

Managed SD-WAN dari Indosat Ooredoo Hemat Biaya Hingga 80%

Managed SD-WAN dari Indosat Ooredoo Hemat Biaya Hingga 80%
Managed SD-WAN dari Indosat Ooredoo Hemat Biaya Hingga 80%

Indosat Ooredoo Business meluncurkan layanan Managed SD-WAN melengkapi portfolio penyedia jasa managed service. Layanan Managed SD-WAN dapat digunakan pelanggan korporasi dalam mengoptimalisasi jaringan, meningkatkan performansi aplikasi dan efisiensi biaya operasional.

SD-WAN merupakan bentuk aplikasi spesifik dari teknologi software-defined networking (SDN) yang diaplikasian pada koneksi WAN (wide area network). SD-WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan perusahaan termasuk kantor-kantor cabang dan data center yang memiliki jarak geografis luas.

“Indosat Ooredoo Business menegaskan komitmen sebagai preferensi utama korporasi

pada solusi end-to-end dengan melengkapi jasa managed service lewat layanan Managed SD-WAN. Kami berharap layanan managed service yang kini sudah dilengkapi dengan Managed SD-WAN dapat membantu korporasi pada operasional jaringan dengan biaya yang lebih efisien sehingga bisa lebih fokus pada transformasi bisnis,” ujar Chief Business Officer Indosat Ooredoo, Intan Abdams Katoppo melalui keterangan tertulisnya.

Baca juga : Mengenal CEO Baru Indosat Ooredoo

Layanan ini dapat membantu meringankan biaya operasional,

dengan pilihan link yang fleksibel (MPLS dan Internet Access), penggabungan link (link aggregration) dan dukungan pembagian beban link (load balancing support). Dengan begitu, perusahaan tidak lagi menggunakan MPLS untuk backup link. Selain itu juga mampu mengeliminasi kompleksitas, dengan zero touch provisioning yang dapat mengatasi resiko human error.

Advanced SD-WAN didukung sejumlah fitur andalan seperti fitur NGFW, fitur Intrusion Prevention System dan fitur Antivus/Anti-spam. Fitur NGFW merupakan firewall generasi ke-3 yang mengkombinasi tradisional firewall dan fungsi security lainnya.

Baca juga : Dirut Indosat Dijabat Asing, Saham Dwi Warna Tak Berlaku?

Fitur Intrusion Prevention System dapat mendeteksi ancaman dengan respon cepat.

Sementara fitur Antivus/Anti-spam dapat mengurangi resiko potensi terserang virus dan malware.

“Managed SD-WAN juga dapat mengurangi biaya bandwidth per Mbps sampai dengan 80%, meningkatkan performansi Office 365 sampai dengan 5x dan peningkatan waktu control terhadap perubahan policy pada multi-branch site sampai dengan 12x,” tutup Intan.

 

Baca Juga :

Mengenal CEO Baru Indosat Ooredoo

Mengenal CEO Baru Indosat Ooredoo

Mengenal CEO Baru Indosat Ooredoo

Mengenal CEO Baru Indosat Ooredoo
Mengenal CEO Baru Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo resmi mengumumkan perubahan jajaran pimpinan perusahaan.

Ahmad Abdulaziz Al Neama telah ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo pada tanggal 3 Mei 2019. Ahmad Abdulaziz Al Neama menggantikan Chris Kanter yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Indosat Ooredoo.

Ahmad Al Neama sendiri telah bekerja di Ooredoo selama kurang lebih 9 tahun. Sejak bergabung di Ooredoo Group pada tahun 2010 lalu, Ahmad Al Neama telah menduduki berbagai posisi strategis.

Baca juga : Indosat Ooredoo Tunjuk CEO Baru Gantikan Chris Kanter

Selama 9 tahun, rekam jejak Ahmad Al Neama sudah tidak diragukan lagi.

Ini terbukti dengan kemampuan Ahmad dalam hal pengelolaan yang efektif, kemampuan memimpin tim, pengelolaan proyek, serta pengembangan bisnis dan strategi. Berkat kemampuan dan prestasi yang ditorehkan, Ahmad akhirnya diajak bergabung di manajemen Inodsat Ooredoo.

Ahmad Abdulaziz Al Neama

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan 17 Oktober 2018 lalu, Ahmad Al Neama ditunjuk sebagai Komisaris Indosat Ooredoo. Saat ini Ahmad masih menjabat sebagai Anggota Dewan Direksi Ooredoo Myanmar sejak Mei 2018.

Sejak Mei 2018, Ahmad dinobatkan sebagai Dewan Direksi Ooredoo Tunisie.

Di tahun 2017, Ahmad terpilih sebagai Chief Technology & Information Officer (CTO) di Ooredoo Group sejak 2017.

Baca juga : Dirut Indosat Dijabat Asing, Saham Dwi Warna Tak Berlaku?

Ahmad pernah menjabat sebagai Chief Sales & Service Officer Ooredoo Qatar sejak 2015. Dia juga pernah memangku jabatan sebagai Dewan Direksi Ooredoo Oman sejak Maret 2014.

Beragam pencapaian dan posisi jabatan yang diduki Ahmad Al Neama di Indosat Ooredoo tidak lepas dari latar belakang pendidikan yang dienyam olehnya. Ahmad meraih gelar di bidang Teknik Elektro dan Elektronika di University of Colorado, Denver, Amerika Serikat pada 2002-2003.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/

Jebolan NextDev Wakili Indonesia di Future Makers 2019

Jebolan NextDev Wakili Indonesia di Future Makers 2019

Jebolan NextDev Wakili Indonesia di Future Makers 2019

Jebolan NextDev Wakili Indonesia di Future Makers 2019
Jebolan NextDev Wakili Indonesia di Future Makers 2019

Telkomsel mengumumkan dua start-up dari The NextDev Academy yang akan mewakili Indonesia

di kompetisi prestisius level regional Asia-Pasifik yang diadakan oleh Singtel Group, yaitu Future Makers. Kedua start-up tersebut adalah FishGo dan DiffaGo, yang terpilih melalui tahapan assessment danbootcamp di program The NextDev Academy 2019.

FishGo berhasil mencuri perhatian dengan aplikasi yang mengkombinasikan teknologi penginderaan jauh dan sistem inovasi geografis sebagai penyedia sumber data bagi nelayan. Start-up ini membantu nelayan untuk mengetahui area mana yang memiliki lebih banyak ikan dan meningkatkan jumlah tangkapan mereka.

Sedangkan DiffaGo merupakan media crowdfunding yang dikembangkan untuk

menjadi problem solver bagi masalah yang dialami penderita disabilitas, terutama dalam bidang mobilitas, pendidikan, dan kesempatan untuk bekerja. Melalui Diffago, siapa pun bisa mendonasikan uangnya untuk membantu kaum disabilitas dalam berbagai proyek sosial, mulai dari pengadaan kaki palsu, hingga mendirikan sekolah khusus untuk anak dengan autism.

Denny Abidin GM External Corporate Communications Telkomsel mengatakan, start-up terpilih ini dapat membuktikan bahwa karya anak bangsa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memberikan kemanfaatan bahkan untuk masyarakat global, sekaligus semakin mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

GM External Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin

Denny kemudian menambahkan bahwa dengan terpilih menjadi wakil Indonesia di Future Makers,

kedua start-up tersebut memiliki kesempatan sangat berharga karena kompetisi regional ini dapat menjadi ajang untuk memperluas network dan membuka peluang kolaborasi yang sangat luas.

“Bukan tak mungkin, mereka juga bisa mendapatkan peluang kolaborasi dengan start-up lain serta operator-operator yang tergabung dalam aliansi Singtel Group di Asia Pasifik”, ujar Denny.

Singtel Group Future Makers 2019 akan dilaksanakan di Singapura pada 24-28 Juni 2019, bersamaan dengan Asian Venture Philanthropy Network (AVPN) Conference 2019. Kompetisi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara, yang dipilih melalui kompetisi lokal yang diselenggarakan oleh seluruh operator telekomunikasi di bawah aliansi Singtel Group, yaitu Telkomsel (Indonesia), Optus (Australia), Singtel (Singapura), Globe (Filipina), AIS (Thailand), Airtel (India).

Start-up terpilih akan mendapatkan dana pengembangan dengan nilai hingga SGD1.000.000.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/

Google Pixel 4 Akan Usung Motion Sense

Google Pixel 4 Akan Usung Motion Sense

Google Pixel 4 Akan Usung Motion Sense

Google Pixel 4 Akan Usung Motion Sense
Google Pixel 4 Akan Usung Motion Sense

Google dikabarkan sedang menyiapkan generasi smartphone seri pixel terbaru

. Google Pixel 4 XL disinyalir akan mengusung desain yang berbeda dengan Pixel generasi pendahulunya dan di luar kebiasaan, baru-baru ini mereka memamerkan desain ponselnya.

Dilaporkan Forbes, Pixel 4 akan dilengkapi sensor gerakan dan pembuka kunci wajah. Fitur-fitur ini akan menjadi bagian dari sesuatu yang oleh Google disebut “Motion Sense” dan ditenagai oleh chip Soli.

Fitur Face Unlock bukan hal baru dan hampir semua pembuat smartphone menawarkannya, namun Google mengatakan bahwa versinya akan menjadi yang tercepat dan teraman dari yang pernah ada,

Untuk langkah keamanan, Google akan menggunakan chip Titan M.

Sehingga pengguna smartphone Pixel 4, tidak perlu khawatir tentang keamanan. Data wajah akan disimpan dalam chip itu dan tidak pernah online, sehingga tidak dapat diakses oleh orang lain.

Google mengonfirmasi sedang melakukan penelitian lapangan. Tim riset turun ke jalan dan memberikan voucher $ 5 sebagai ganti memindai wajah responden.

Melihat cara Google habis-habisan untuk fitur “Motion Sense” ini,

tampaknya fitur tersebut akan menjadi nilai jual utama Pixel 4.

Selain fokus pada fitur keamanan, Google 4 akan memiliki konfigurasi RAM lebih besar dari pendahulunya, Google Pixel 3.

Ponsel Pixel memang terkenal sedikit ‘pelit’ pada spesifikasi, terutama dengan RAM. Untuk diketahu, RAM paling besar milik ponsel Google saat ini hanya mecapai RAM 4GB.

Pixel 4 dan Pixel 4 XL akhirnya akan membuat lompatan ke RAM 6GB. Google juga dilaporkan akan meningkatkan resolusi layar menjadi 2280 × 1080 dan 3040 × 1440 untuk Pixel 4 dan 4 XL.

 

Baca Juga :

Smartfren Aplikasikan Teknologi eSIM

Smartfren Aplikasikan Teknologi eSIM

Smartfren Aplikasikan Teknologi eSIM

Smartfren Aplikasikan Teknologi eSIM
Smartfren Aplikasikan Teknologi eSIM

Untuk menambah flexibilitas bagi pelanggan dalam mengatur  preferensi data

, voice dan SMS serta menikmati paket data yang menarik,  Smartfren mengumumkan secara resmi hadirnya teknologi terbaru dalam dunia telekomunikasi yaitu eSIM.

Jelasnya, dengan eSIM pelanggan dapat menggunakan layanan 4G LTE Smartfren tanpa menggunakan SIM Card berbentuk fisik. Hal ini tentu menambah flexibilitas bagi pelanggan untuk mengatur sendiri preferensi data, voice dan SMS serta menikmati paket data yang menarik dari Smartfren.

Amith Sethi, Sub Grup Head Device and Innovation, mengatakan bagi pelanggan Smartfren yang ingin menggunakan eSIM, pertama tama harus mendapatkan eSIM QR code yang bisa didapatkan di galeri Smartfren.

“Setelah mendapatkan QR code, pelanggan harus memindai QR

dengan memastikan perangkatnya terhubung dengan internet. Setelah melakukan pemindaian pada QR code, profil pengguna SIM secara otomatis akan terpasang di perangkat pelanggan,”ujar Amith Sethi.

Menurut Amith Sethi, teknologi eSIM baru ditetapkan untuk menjadi gamechanger dalam telekomunikasi, menawarkan tingkat fleksibilitas baru bagi konsumen dan operator.

,”Dengan perangkat berkemampuan eSIM, konsumen menikmati konektivitas out-of-the-box tanpa harus membeli kartu SIM secara terpisah,”kata dia lagi.

Dikatakan Amith Sethi,Smartfren merupakan salah satu dari  operator 4G pertama di Indonesia

yang mengaplikasikan eSIM. Dengan memberikan solusi telekomunikasi alternatif diharapkan pengguna Smartfren dapat tetap terhubung dengan lebih baik dalam menjalankan aktivitasnya.

Untuk saat ini eSIM dapat diperoleh di Galeri Sabang Jakarta, Galeri Mall Ambassador Jakarta, Galeri Smartfren BEC Bandung, Galeri A Yani Semarang, Galeri WTC Surabaya, Galeri Pulau Kawe Bali, Galeri Urip Sumoharjo Makassar dan Galeri Adam Malik Medan.

 

Sumber :

https://dolanyok.com/

Shopee dan Samsung Electronics Meresmikan Kerja Sama Regional

Shopee dan Samsung Electronics Meresmikan Kerja Sama Regional

Shopee dan Samsung Electronics Meresmikan Kerja Sama Regional

Shopee dan Samsung Electronics Meresmikan Kerja Sama Regional
Shopee dan Samsung Electronics Meresmikan Kerja Sama Regional

Platform e-commerce Shopee mengumumkan kerja sama regional

dengan Samsung Electronics untuk memperkuat posisi dalam pasar Asia Tenggara. Melalui kerja sama ini, Samsung akan memperluas jangkauan dagangnya untuk pembeli online.

Kedua perusahaan memperkuat komitmen dengan memberikan kenyamanan berbelanja online dan meningkatkan akses terhadap produk berkualitas.

“Samsung senang melihat pertumbuhan progresif di pasar Asia Tenggara

melalui kerjasama dengan Shopee Regional,” kata Grace Yi, Regional Head of Online Business, Samsung Electronics, Southeast Asia and Oceania.”Di Samsung, kami terus menghadirkan cara – cara inovatif untuk berinteraksi dan memberikan pelayanan terbaik untuk konsumen kami. Melalui kerjasama ini, kami berharap dapat menawarkan produk – produk terbaru dan pengalaman berbelanja untuk melayani konsumen dengan cara baru yang lebih baik.” Lanjutnya.

Ian Ho, Regional Managing Director, Shopee mengatakan

, “Kami sangat senang dapat memperkuat kemitraan kami dengan Samsung melalui kerja sama regional ini. Penjualan produk Samsung di Shopee sangat meningkat hingga lebih dari empat kali lipat dalam setahun terakhir ini, membuktikan bahwa Samsung adalah brand yang dipercaya oleh konsumen di seluruh wilayah. Kerja sama ini menunjukkan komitmen kami untuk membantu Samsung tersedia dengan mudah sehingga dapat meningkatkan pengalaman berbelanja para pengguna kami.”

 

Sumber :

https://dunebuggyforsale.org/

Xiaomi dan Redmi Ingin Mendominasi Pasar Smartphone

Xiaomi dan Redmi Ingin Mendominasi Pasar Smartphone

Xiaomi dan Redmi Ingin Mendominasi Pasar Smartphone

Xiaomi dan Redmi Ingin Mendominasi Pasar Smartphone
Xiaomi dan Redmi Ingin Mendominasi Pasar Smartphone

Pada laporan riset pasar terbaru Q1 2019 oleh Gartner

, Xiaomi tidak masuk dalam lima besar vendor smartphone dunia. Sepertinya perusahaan tengah mengatur strategi baru guna mengubah keadaan.

Pasar internasional menjadi semakin penting bagi Xiaomi. Dalam sebuah wawancara dengan Sina Tech, CEO Redmi (sub-bran Xiaomi) Lu Weibing secara terbuka merinci rencana perusahaan untuk mendominasi global.

Weibing menunjukkan, di India, Xiaomi dan Redmi telah memimpin pasar

smartphone selama tujuh kuartal terakhir. Mereka memegang pangsa pasar 10%, memimpin di tempat kedua setelah Samsung. Tetapi melalui investasi lebih lanjut, Xiaomi ingin membawa semuanya ke tingkat baru dengan mencapai 50% pangsa pasar.

Perusahaan Cina dan sub-brandnya saat ini menyumbang 29% dari pengiriman India, jadi tujuannya tentu saja optimis. Tapi itu tidak mustahil.

Karena 7 dari 10 smartphone terlaris di India baru-baru ini adalah merek Xiaomi.

Juga, hanya beberapa minggu yang lalu diumumkan lebih dari 2 juta unit Redmi Note 7 telah dikirim hanya dalam dua bulan.
Xiaomi Mi A2

Di luar Asia, Xiaomi dan Redmi juga berharap untuk melanjutkan ekspansi mereka tahun ini. Di Eropa, perusahaan berada di urutan keempat di belakang Samsung, Apple, dan Huawei, tetapi melalui investasi lebih lanjut Redmi berharap untuk secara bertahap menutup kesenjangan.

Juga, dengan harapan meningkatkan pengiriman secara global, 2019 akan melihat peluncuran Redmi di Amerika Latin bersama pasar Afrika Timur, Afrika Tengah, dan Afrika Barat. Perusahaan berencana untuk melanjutkan fokusnya pada e-commerce dan value for money, yang artinya menekan margin keuntungan.

 

Baca Juga :