OnePlus Bakal Pakai Sensor Optik untuk Fingerprint OnePlus 6T

OnePlus Bakal Pakai Sensor Optik untuk Fingerprint OnePlus 6T

OnePlus Bakal Pakai Sensor Optik untuk Fingerprint OnePlus 6T

OnePlus Bakal Pakai Sensor Optik untuk Fingerprint OnePlus 6T
OnePlus Bakal Pakai Sensor Optik untuk Fingerprint OnePlus 6T

Fitur menonjol dari OnePlus 6T dan tidak lagi diragukan bakal

da di dalam smartphone tersebut adalah pemindai sidik jari di dalam layar. Namun tak sedikit yang bertanya-tanya, apakah nantinya pemindai sidik jari yang ada di smartphone ini lebih cepat dibandingkan dengan yang sudah ada.

Selain itu, ada juga yang mempertanyakan bagaimana dengan kecepatan pemindaiannya dibandingkan dengan sensor sidik jari konvensional. Untuk menghapus beberapa kebingungan sejumlah orang soal itu, OnePlus menegaskan bahwa OnePlus 6T akan menggunakan jenis pembaca sidik jari optik.

Tentu saja ini sebuah penegasan yang cukup mengejutkan

. Sebab tak sedikit orang menyebutkan abhwa pembaca sidik jari ultrasonik lebih akurat daripada optik. Hal sangat beralasan karena sensor pemindaian ultrasonik dapat membaca pori-pori membentuk gambar 3D yang lebih lengkap dari ujung jari.

Namun jika dilakukan dengan benar, sidik jari optik juga memiliki kecepatan pemindaian yang sama dengan ultrasonik. Jangan terlalu banyak berharap. Seperti yang kita tahu, OnePlus adalah bagian dari BBK Electronic, perusahaan yang juga memasarkan smartphone OPPO dan Vivo.

Tak tertutup kemungkinan ketiga perusahaan ini saling berbagi teknologi

dan perangkat keras. Sehingga hal ini memungkinkan kita bisa berasumsi bahwa pemindai sidik jari optik yang ada di dalam OnePlus 6T akan meminjam dari Vivo NEX S.

 

Baca Juga :

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro Resmi Guncang Dunia

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro Resmi Guncang Dunia

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro Resmi Guncang Dunia

Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro Resmi Guncang Dunia
Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro Resmi Guncang Dunia

Setelah beberapa bulan belakangan ini bocorannya menghiasi internet

, Huawei akhirnya secara resmi telah meluncurkan dua smartphone flagship yang dikembangkannya, Mate 20 Pro dan Mate 20. Keduanya datang dengan dukungan otak terbaru, yakni Kirin 980.
Huawei Mate 20 Pro

Huawei Mate 20 Pro datang dengan layar dan dukungan kamera yang lebih canggih. Layarnya sudah mengadopsi teknologi OLED melengkung yang memiliki bentang ukuran 6,39 inci dengan resolusi 1.440 piksel. Tak hanya itu, Huawei juga membenamkan dukungan HDR.

Seperti yang pernah diungkap dari sejumlah bocoran yang bergulir

, ada tiga kamera belakang yang dimuat oleh Huawei ke dalam flagship buatannya ini. Ketiga kamera yang dibenamkan memiliki resolusi 40 MP Quad Bayer + 20 MP + 8 MP.

Dijabarkan lebih jauh, kamera 40 MP Quad Bayer berfungsi sebagai lensa wide-angle yang ditopang aperture f/1.8. Sedangkan sensor 20 MP merupakan lensa ultra-wide dengan aperture f2.2 dan kamera 8 MP yang memiliki aperture f/2.2 berfungsi sebagai lensa telefoto.

Ada hal yang menarik dari kemampuan tiga kamera yang dimiliki

oleh Mate 20 Pro, yakni dapat melakukan pemotretan makro dari jarak 2,5 cm. Selain itu, untuk urusan video, kameranya mendapat dukungan dari AI Cinema Mode yang dapat menyesuaikan warna, saturasi dan kecerahan.

 

sumber :

https://profilesinterror.com/pengertian-bahasa/

 

Inilah 10 Smartphone Tercepat September 2018 Versi AnTuTu

Inilah 10 Smartphone Tercepat September 2018 Versi AnTuTu

Inilah 10 Smartphone Tercepat September 2018 Versi AnTuTu

Inilah 10 Smartphone Tercepat September 2018 Versi AnTuTu
Inilah 10 Smartphone Tercepat September 2018 Versi AnTuTu

Mau tahu, smartphone apakah yang paling tercepat kinerjanya di bulan September 2018? Lagi dan lagi, AnTuTu mencatat bahwa smartphone yang memiliki kinerja terbaik di bulan September 2018 lalu adalah Black Shark, smartphone gaming yang diracik oleh Xiaomi.

Tak main-main, AnTuTu mendaulat Black Shark di posisi paling atas dengan skor pengujian mencapai 293.009 poin. Ya! Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari skor yang dicapai pada bulan sebelumnya. Skor ini pun sekaligus menegaskan kinerja Snapdragon 845 yang dipadukan dengan RAM 8 GB.

Selain itu, dukungan sistem pendingin liquid yang ada di

dalam smartphone ini juga disebut-sebut ikut mempengaruhi sehingga Black Shark bisa mencapai skor tertinggi. Tentu saja ini juga sebuah keberhasilan yang membuat Xiaomi bisa begitu bangga dengan smartphone gaming buatannya tersebut.

Di posisi kedua, AnTuTu menempatkan Meizu 16. Tercatat, smartphone yang sudah diboyong ke pasar Indonesia ini mampu meraih skor hingga 292.000 poin. Kembali berada di posisi kedua untuk dua bulan berturut-turut, skor yang diraih juga ikut mengalami peningkatan.

Untuk bulan September 2018 ini, ASUS pun pantas untuk bergembira. Pasalnya pabrikan teknologi asal Taiwan tersebut mampu menempatkan ASUS ROG Phone ke dalam jajaran smartphone yang memiliki kinerja tercepat. Tercatat, skor yang diraih ROG Phone mencapai 291.217 poin.

ASUS ROG Phone berhasil menyisihkan Smartisan Nut R1

yang hanya mampu mencetak skor 290.827 sehingga harus puas berada di posisi keempat. Vivo NEX berada di posisi kelima dengan skor 287.971 dan Mi 8 Pro berada di posisi keenam dengan skor pengujian mencapai 286.636 poin.

Sedangkan Mi 8 Explorer Edition yang didukung RAM 8 GB

kembali tembus di posisi ketujuh dengan skor 286.143 poin dan OnePlus 6 harus puas berada di posisi kedelapan dengan skor pengujian mencapai 286.006 poin.

 

sumber :

https://profilesinterror.com/draw-rider-apk/

Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-6 Sukses Digelar

Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-6 Sukses Digelar

Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-6 Sukses Digelar

Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-6 Sukses Digelar
Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-6 Sukses Digelar

Akhir bulan Maret lalu, atau tepatnya 26 Maret 2019, Smart City Summit & Expo (SCSE) ke-6 sukses digelar di Taipe, Taiwan. Acara pameran dagang yang digelar selama empat hari ini mempertemukan sekitar 50 perusahaan berbasiskan AI dan 300 perusahaan teknologi.

Tidak hanya itu, SCSE 2019 ini juga dihadiri beberapa pemimpin kota dari dalam dan luar negeri. Ya! Ini sekaligus menjadikan mereka di garda terdepan dalam hal transformasi serta inovasi kota pintar yang diharapkan oleh banyak warga atau masyarakat modern.

Pameran dagang kota pintar tahunan terbesar di Asia

ini juga memiliki tujuan untuk mempercepat teknologi AI di berbagai bidang. Tidak hanya di bidang transportasi dan kesehatan, tetapi juga menyasar pendidikan, efesiensi dan keberlanjutan energi, serta desain arsitektur.

Yu Cheng selaku Head of the Taiwan Smart City Solutions Alliance (TSSA), yang juga penyelenggara acara ini menegaskan bahwa SCSE 2019 turut diramaikan oleh lebih dari 1.700 profesional internasional dari 107 kota dan 42 negara di seluruh dunia.

Chairman Chunghwa Telecom Co. ini juga mengatakan bahwa

para profesional itu termasuk para tamu, pengunjung dan delegasi bisnis asosiasi industri informasi dari Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Myanmar, Indonesia, India, dan beberapa negara lainnya.

Ada lebih dari 2.000 pengunjung internasional. Tercatat, ini ada peningkatan sebesar 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Delegasi dari 128 perwakilan dan pemimpin kota juga turut ambil bagian dalam acara Smart City Mayor’s Summit serta peluncuran Global Organization of Smart Cities (GO SMART).

SCSE 2019 sendiri mencakup empat sub-pameran profesional

, yang terdiri dari Smart Healthcare Expo (SHE), Smart Education Expo (SEE), Intelligent Building Expo (IBE ), dan Intelligent Transportation System Expo (ITSE). Sub-pameran terakhir yang disebutkan baru ditambahkan di tahun ini.

 

Baca Juga :

Tiga Monitor Sangar ASUS ROG Terbaru Melenggang di Indonesia

Tiga Monitor Sangar ASUS ROG Terbaru Melenggang di Indonesia

Tiga Monitor Sangar ASUS ROG Terbaru Melenggang di Indonesia

Tiga Monitor Sangar ASUS ROG Terbaru Melenggang di Indonesia
Tiga Monitor Sangar ASUS ROG Terbaru Melenggang di Indonesia

Di pasar gaming Indonesia, nama ASUS ROG sudah begitu dikenal oleh banyak gamer. Tak hanya memiliki jajaran notebook gaming yang bertenaga, ASUS juga punya rangkaian monitor gaming ROG yang memiliki desain ciamik sehingga enak dipandang mata.

Terkait dengan hal itu, baru-baru ini ASUS lagi dan lagi membuat gebrakan dengan memperkenalkan serangkaian monitor gaming terbarunya. Diboyong di awal tahun ini, seluruh rangkaian monitor gaming terbaru ini pun sudah bisa kalian beli.

“Pada tahun 2018, ASUS telah mencatatkan prestasi sebagai penguasa market share secara global, khususnya untuk monitor gaming,” jelas jelas Willy Halim, Country Manager Open Platform Business Group ASUS Indonesia.

ROG Strix XG49VQ

Lebih jauh Willy Halim dihadapan sejumlah media di Jakarta

, (2/4) menegaskan bahwa ASUS sudah berkali-kali memperkenalkan monitor gaming yang tidak hanya bertenaga, tetapi juga punya desain menarik sehingga disukai oleh banyak kalangan gamer profesional.

ASUS mulai memperkenalkan tipe monitor gaming di tahun 2006, yakni PG191 dan menjadi monitor pertama yang terintegrasi dengan subwoofer. Selanjutnya, pada tahun 2012, ASUS juga memperkenalkan monitor 144Hz pertama di dunia, yakni ASUS VG248QE.

Tak berhenti sampai di situ, pada tahun 2014 ASUS

juga memperkenalkan monitor ASUS ROG pertama, yakni ROG Swift PG278Q dengan dukungan G-Sync. ASUS juga tercatat sebagai brand monitor yang sudah mendapatkan sertifikasi G-Sync Compatible dengan jumlah tipe paling banyak.

Tentunya ASUS terus berinovasi dan di awal tahun ini

, mereka pun juga memboyong banyak monitor gaming ke pasar Indonesia. Untuk jajaran monitor gaming ASUS ROG terbaru yang mereka boyong adalah ROG Strix XG49VQ, ROG Swift PG27UQ dan ROG Strix XG32VQR.

 

sumber :

https://ekonomija.org/robot-assassin-apk/

 

Dijual Rp2 Jutaan, Vivo Y95 Ramaikan Pasar Entry-level

Dijual Rp2 Jutaan, Vivo Y95 Ramaikan Pasar Entry-level

Dijual Rp2 Jutaan, Vivo Y95 Ramaikan Pasar Entry-level

Dijual Rp2 Jutaan, Vivo Y95 Ramaikan Pasar Entry-level
Dijual Rp2 Jutaan, Vivo Y95 Ramaikan Pasar Entry-level

Vivo diam-diam kembali membuat kejutan di pasar smartphone Indonesia. Ya! Pabrikan smartphone asal Cina ini kembali ingin meramaikan pasar smartphone Rp2 jutaan di Tanah Air dengan memboyong Vivo Y95. Smartphone ini pun sudah mulai dipasarkan, salah satunya bisa kalian beli lewat Erafone.

Lalu, apa saja yang ditawarkan oleh Vivo terhadap smartphone

yang dibanderol dengan harga Rp2.599.000 ini? Tidak lain dan tidak bukan, smartphone ini datang dengan membawa dua keunggulan, yakni dukungan RAM yang besar serta baterai berkapasitas jumbo.

Ya! Vivo Y95 datang dengan RAM sebesar 4 GB yang sudah dipadukan dengan internal storage berkapasitas 64 GB. Pengguna pun tidak perlu khawatir, sebab smartphone ini juga sudah dibekali dengan baterai berkapasitas 4.030 mAh.

Sayangnya, Vivo hanya menyebutkan bahwa smartphone barunya ini diperkuat dengan SoC besutan Qualcomm dengan CPU Octa-core. Namun jika mengacu pada GSMArena, smartphone ini telah dibekali chipset Snapdragon 439 dengan fabrikasi 12 nm.

Bagaimana dengan dukungan kameranya? Smartphone

yang memiliki layar berukuran 6,22 inci dengan resolusi HD+ ini telah dibekali dual-camera di bagian belakang. Ada pun konfigurasi dual-camera yang disematkan adalah 13 MP dengan aperture f/2.2 + 2 MP dengan aperture f/2.4.

Sedangkan untuk memanjakan penyuka foto selfie, Vivo Y95

juga sudah dibekali kamera depan dengan resolusi 20 MP ditambah aperture f/2.0. Tidak ketinggalan, Vivo juga sudah memperkaya seluruh kameranya dengan beragam fitur menarik, salah satunya AI Scene Recognition dan Portrait Mode.

 

sumber :

https://ekonomija.org/digital-marketing/

 

Sony Rilis Xperia 8, Pakai Chipset Snapdragon 630

Sony Rilis Xperia 8, Pakai Chipset Snapdragon 630

Sony Rilis Xperia 8, Pakai Chipset Snapdragon 630

Sony Rilis Xperia 8, Pakai Chipset Snapdragon 630
Sony Rilis Xperia 8, Pakai Chipset Snapdragon 630

Diam-diam Sony kembali membuat kejutan dengan mengumumkan kehadiran smartphone baru.

Ya! Smartphone tersebut adalah Sony Xperia 8 dan sementara ini hanya dipasarkan di Jepang. Jika melihat desainnya, smartphone ini mirip dengan Sony Xperia 10 yang diresmikan di MWC 2019.

Dikatakan, Xperia 8 datang dengan kemampuan sertifikasi IPX5/X8 alias anti air dan IPX6 yang memiliki kemampuan tahan debu. Dimensi smartphone ini berukuran 158 x 59 x 8,1 mm dan beratnya sekitar 170 gram. Sisi depan dan belakang ponsel pintar ini telah diproteksi Corning Gorilla Glass 6.

Layanya menggunakan panel LCD IPS Trilumnous dengan ukuran 6,0 inci yang menawarkan resolusi FullHD+

. Tidak berbeda dengan kebanyakan smartphone Sony lainnya, aspek rasio Xperia 8 adalah 21:9. Smartphone ini juga sudah berjalan dengan antarmuka Xperia UI berbasiskan Android 9 Pie.

Meski punya ukuran layar 6,0 inci, Sony mengklaim bahwa smartphone ini nyaman ketika dioperasikan dengan satu tangan. Selain itu, punya layar yang tinggi, memungkinkan pengguna untuk melihat dua aplikasi secara mulus melalui mode layar yang terbagi. Bilah Side Sense juga dapat diakses dengan mengetuk dua kali tepi layar.

Cangkang belakang ponsel pintar ini memiliki pengaturan dual-camera yang diposisikan secara horizontal. Lensa utamanya memilik sensor 12 MP dengan aperture f/1.8 dan kamera kedua adalah sensor 8 MP sebagai lensa kedalaman yang ditopang aperture f/2.4.

Dual-camera yang disematkan menawarkan berbagai fitur menarik di dalamnya, seperti 2x optical zoom,

13 tipe scene recognition, video recording dengan resolusi 4K plus EIS serta video slow-mo 120fps. Lensa dengan sensor 8 MP plus aperture f/2.0 di bagian depan perangkat dapat memotret gambar yang ndah melalui fitur Portrait Selfie.

Nah! Untuk dapur pacunya, Xperia 8 telah dibekali dengan chipset Snapdragon 630 yang dipasangkan dengan RAM sebesar 4 GB. Sementara untuk penyimpanan internalnya, smartphone ini telah disematkan ROM berkapasitas 64 GB serta baterai berkapasitas 2.760 mAh.

Satu hal yang menarik, smartphone ini telah dijebloskan fitur NFC ke dalam bodinya. Selain itu, ada juga dukungan USB Type-C, Bluetooth 5.0, jack audio 3.5mm dan DSEE HX Digital Audio. Nah! Smartphone ini dibanderol dengan harga 54.000 Yen atau sekitar Rp7 jutaan.

 

Baca Juga :

Alvin Tse Kasih Bocoran SoC Redmi Note 8 Pro yang Rilis di Indonesia

Alvin Tse Kasih Bocoran SoC Redmi Note 8 Pro yang Rilis di Indonesia

Alvin Tse Kasih Bocoran SoC Redmi Note 8 Pro yang Rilis di Indonesia

Alvin Tse Kasih Bocoran SoC Redmi Note 8 Pro yang Rilis di Indonesia
Alvin Tse Kasih Bocoran SoC Redmi Note 8 Pro yang Rilis di Indonesia

Pamerkan keunggulan chipset kelas atasnya, Helio G90T, MediaTek menggelar acara MediaTek Tech Forum di Jakarta,(15/10). Namun ada yang menarik, MediaTek memberi kesempatan pada Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia untuk memberikan sambutan dalam acara ini.

Ya! Terbilang pantas jika Alvin Tse yang baru didapuk sebagai orang nomor satu Xiaomi

di Indonesia menyambut gembira acara MediaTek Tech Forum ini. Pasalnya, chipset Helio G90T yang dijabarkan oleh MediaTek di hadapan sejumlah media dan tech reviewer adalah otak dari Redmi Note 8 Pro.

Seperti yang sudah kita tahu bersama, Xiaomi yang juga menjadi payung besar dari Redmi

akan memboyong Redmi Note 8 Pro ke Indonesia. Ya! Smartphone yang punya empat kamera belakang dengan sensor 64 MP itu akan diperkenalkan pada tanggal 17 Oktober 2019 nanti.

“Kami tentunya menyambut gembira dengan acara yang digelar oleh MediaTek dan dihadiri oleh rekan-rekan media serta tech reviewer. Di sini, mereka akan mengupas tuntas keunggulan dari Helio G90T yang nantinya kinerja chipset tersebut bisa kita rasakan bersama pada Redmi Note 8 Pro,” ungkap Alvin Tse.

Lebih jauh, Alvin Tse juga menambahkan bahwa chipset kelas unggulan yang dirancang oleh MediaTek ini menawarkan performa lebih baik dibandingkan dengan chipset sekelasnya. Tentu saja, datang sebagai SoC gaming, Helio G90T dijamin mampu melahap aplikasi atau game-game berat yang populer dimainkan saat ini.

Redmi Note 8 Pro sendiri juga akan memakai GPU Mali-G76 MC4 yang sudah terintegrasi

ke dalam Helio G90T. Sementara untuk mendongkrak kinerjanya, smartphone ini juga akan dilengkapi dengan RAM hingga 8 GB serta internal storage berkapasitas hingga 128 GB dengan teknologi UFS 2.1.

Seperti yang telah disinggung, Redmi Note 8 Pro datang dengan dukungan empat kamera belakang. Ya! Kamera utamanya memiliki lensa 64 MP dengan sensor ISOCELL Bright GW1 mlik Samsung. Ini sekaligus jadi smartphone resmi pertama di Indonesia yang punya sensor 64 MP.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

Huawei Boyong Watch GT 2 ke Pasar Indonesia, Dijual Rp2 Jutaan

Huawei Boyong Watch GT 2 ke Pasar Indonesia, Dijual Rp2 Jutaan

Huawei Boyong Watch GT 2 ke Pasar Indonesia, Dijual Rp2 Jutaan

Huawei Boyong Watch GT 2 ke Pasar Indonesia, Dijual Rp2 Jutaan
Huawei Boyong Watch GT 2 ke Pasar Indonesia, Dijual Rp2 Jutaan

Tidak hanya memboyong Huawei Band 4, Huawei juga membawa smartwatch barunya ke Indonesia, Huawei Watch GT 2. Smartwatch ini punya tampilan desain yang lebih menawan dan baterai tahan lama, yakni dua pekan. Ya! Smarwatch ini juga cocok untuk menunjang gaya hidup sehat penggunanya.

“Kami melihat dari tahun ke tahun, tingkat kesadaran masyarakat Indonesia untuk hidup lebih sehat semakin meningkat. Untuk itulah Huawei percaya diri memboyong Watch GT 2 ke pasar Indonesia,” ucap Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei CBG Indonesia.

Seperti diketahui banyak pihak, Watch GT generasi sebelumnya sangat disukai oleh pengguna. Hal ini karena smarwatch tersebut punya daya tahan baterai yang mengesankan. Nah! Lo Khing Sheng mengklaim bahwa Watch GT 2 kali ini dilengkapi dengan spesifikasi yang lebih baik.

Untuk otaknya, Huawei telah membekali Watch GT 2 dengan SoC Kirin A1. Dibekali SoC seperti itu

, daya tahan baterai smartwatch ini pun turut meningkat. Dikatakan, baterai yang bercokol di dalam Watch GT 2 bisa bertahan hingga dua pekan alias 14 hari, meskipun fitur pemantauan detak jantung turut diaktifkan.

Watch GT 2 juga memiliki fitur “smart partner”. Dengan koneksi Bluetooth yang disematkan, pengguna dapat mengoneksikan perangkat dengan smartphone. Dan, tetap mendapatkan notifikasi, panggilan telepon dan menjawabnya, mendengarkan musik, juga fitur Find Phone untuk mecari lokasi smartphone pengguna.

Smartwatch ini juga mendukung fungsionalitas buku telepon sehingga pengguna dapat

menyimpan daftar kontak ke dalam Watch GT 2 dan mengaksesnya dengan mudah. Ya! Ini karena Watch GT 2 telah dilengkapi dengan kapasitas penyimpanan yang besar, hingga bisa menampung 500 lagu dalam format MP3.

Dari sisi desain, Watch GT 2 punya tampilan kalsik yang tak lekang oleh waktu.

Mewarisi tampilan klasik dari generasi sebelumnya, smartwatch tampil dengan estetika layar penuh dan tanpa batas. Permukaan kaca 3D all-in-one menampilkan tampilan bernuansa yang lebih luas.

Jam tangan pintar yang memiliki diameter 46mm ini mengadopsi teknik pemahatan miring dan pemrosesan batu permata untuk membuat kaca melengkung 3D. Selain itu, Huawei juga menerapkan ukiran individual dengan bintik-bintik cekung pada pelat untuk tampilan yang lebih jelas.

 

Sumber :

https://viewsflow.com/

Pamit dari Kabinet Jokowi, Muhadjir: Kinerja Pendidikan Tidak Juga Jelek

Pamit dari Kabinet Jokowi, Muhadjir Kinerja Pendidikan Tidak Juga Jelek

Pamit dari Kabinet Jokowi, Muhadjir: Kinerja Pendidikan Tidak Juga Jelek

Pamit dari Kabinet Jokowi, Muhadjir Kinerja Pendidikan Tidak Juga Jelek
Pamit dari Kabinet Jokowi, Muhadjir Kinerja Pendidikan Tidak Juga Jelek

Sebentar lagi masa pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla

atau Jokowi-JK akan berakhir. Pekerjaan para pembantu kepala negara di jajaran menteri kabinet kerja jiid pun akan selesai.

Salah satunya, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menyatakan pamit untuk menjadi pembantu Jokowi di kabinet kerja.

“Secara saya formal pamit karena kan tinggal hari ini sampe besok saya jadi mendikbud, setelah itu ada pelantikan presiden dan wapres, praktis sebetulnya tak ada kewenangan dari menteri mengeluarkan kebijakan strategia paling hanya menunggu siapan yang akan mengganti,” kata Muhadjir dam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (17/10/2019).

Muhadjir pun merasa puas dengan kinerja jajarannya

untuk memajukan pendidikan dan melestarikan budaya Indonesia.

Adapun, selama tiga tahun memimpin mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang telah menelurkan beberapa kebijakan.

Salah satunya, yaitu mengubah sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi sistem zonasi.

“Yang jelas saya terima kasih setelah hasil survei menunjukkan

memang kinerja pendidikan termasuk yang sangat baik tidak, tapi tidak jelek. Kalau enggak salah ada yang memasukkan ada 4 kinerja kementerian yang tertinggi,” tutur dia.

 

Baca Juga :