Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung
Solidaritas Bagi Korban Bencana Banten dan Lampung

Tsunami telah menerjang Kabupaten Pandeglang Banten, Serang, dan Lampung Selatan

pada Sabtu, 22 Desember 2018. Bencana tersebut terjadi di pantai sekitar Selat Sunda setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi tsunami disebabkan oleh longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang tinggi akibat bulan purnama.

Adapun data yang tercatat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mencapai 426 orang meninggal dunia. Selain itu, korban yang mengalami luka-luka akibat sebanyak 7.202 orang dan 23 orang dinyatakan masih hilang.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengajak para Aparatur Sipil Negara

(ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk turut serta dalam menolong korban bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi di Halaman Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman, Kota Bandung, Senin 31 Desember 2018.

“Ini merupakan musibah kemanusiaan dan bencana alam yang dialami saudara-saudara kita sendiri. Kita doakan semoga korban dapat diampuni segala dosanya, menjadi manusia yang mulia, dan dimasukan ke dalam surga. Yang mengalami luka-luka segera dipulihkan dan keluarga yang hilang dapat ditemukan, sehingga kembali kepada keluarganya,” ujar Kadisdik Jabar.

Kadisdik Jabar juga mengatakan musibah tersebut dapat menjadi pelajaran dan diambil hikmahnya,

bahwa musibah dapat menimpa kepada siapapun. Selain itu, terdapat kekuasaan-kekuasaan dan ketentuan Tuhan yang dapat terlihat.

“Kali ini kita akan agendakan untuk meninjau langsung keadaan korban ke sana. Tentunya kita perlu menggalang dana sebagai bagian dari solidaritas peduli terhadap sesama. Kita perlu turut prihatin, mereka adalah saudara dekat kita,” ujar Kadisdik Jabar.***

 

Sumber :

https://solopellico3p.com/pengertian-shalat/

9 Komponen Lembaga Pendidikan Ideal

9 Komponen Lembaga Pendidikan Ideal

9 Komponen Lembaga Pendidikan Ideal

9 Komponen Lembaga Pendidikan Ideal
9 Komponen Lembaga Pendidikan Ideal

Di tengah krisis kepercayaan dan keprihatinan yang melanda bangsa ini terhadap  satuan-satuan / lembaga-lembaga  pendidikan , dari mulai tingkat PAUD, Sekolah Dasar/Madrsah Ibtidaiyah,  Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sampai dengan Perguruan Tinggi, baik Negeri maupun lembaga pendidikan yang dikelola swasta, setidaknya masih ada yang memiliki kualitas yang baik.

Terlihatnya mutu pendidikan itu sesuai dengan harapan tidak serta merta terjadi tapi bisa kita rasakan beberapa tahun mendatang. Keterpurukan pendidikan yang saat ini banyak dikeluhkan berbagai pihak merupakan implikasi dari kebijakan – kebijakan beberapa tahun kebelakang.

Agar terwujudnya suatu lembaga pendidikan yang kondusif  dan berkualitas ada beberapa komponen yang harus dimiliki oleh lembaga/satuan pendidikan, di antaranya :

  1. Memiliki otonomi tanpa ada campur tangan politik dan kepentingan birokrasi.
  2. Memiliki kurikulum yang sesuai dengan taraf perkembangan anak didik, kebutuhan, dan karakter bangsa
  3. Memiliki pendidik yang professional sesuai dengan kompetensinya masing-masing
  4. Memilki tenaga kependidikan yang professional sebagai penunjang terselenggaranya pendidikan
  5. Memilki sarana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat satuan pendidikan
  6. Memiliki modal yang cukup tidak mengandalkan subsidi dari pemerintah
  7. Memiliki visi yang jelas yang dijabarkan oleh misi dan strategi untuk meraihnya, bukan hanya sebagai slogan teoritis
  8. Memiliki manajemen yang baik dengan kontrol yang intensif
  9. Memiliki kontrol yang jelas dan intensif terhadap penyelenggaraan pendidikan

Jika melihat  komponen di atas, lembaga pendidikan swastalah yang berpeluang besar untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan yang berkualitas, namun tidak menutup kemungkinan lembaga pendidikan milik pemerintah (sekolah negeri) pun dapat melakukannya.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Sejarah Lahirnya PGRI

Sejarah Lahirnya PGRI

Sejarah Lahirnya PGRI

Sejarah Lahirnya PGRI
Sejarah Lahirnya PGRI
PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932.
Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.
Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.
Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan.  Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan  Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
1.    Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia;
2.    Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
3.    Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.
Semoga PGRI, guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

6 TIPS ANTI MALAS BELAJAR PADA ANAK

6 TIPS ANTI MALAS BELAJAR PADA ANAK

Biasanya, di antara penyebab kegelisahan paling utama pada orang tua ialah malas belajar pada anak. Bukan berarti si anak bebal atau membangkang, meskipun ada pun yang demikian. Namun, apa juga penyebabnya, rasa malas belajar bakal lebih tidak sedikit merugikan daripada menguntungkan anak.

Lalu, bagaimana menanggulangi rasa malas belajar pada anak? Apakah mesti langsung dengan teknik keras supaya mereka menurut? Agar tidak menjadi bumerang, jajaki dulu enam (6) tips anti malas belajar pada anak, supaya mereka kembali energik tanpa mesti dengan teknik kekerasan:

1. Orang tua mesti menjadi teladan dulu
Pernah mendengar saran ini? “Sebelum menyuruh, lebih baik memberi misal dahulu.” Kadang mengindikasikan dengan perilaku kita keseharian jauh lebih efektif daripada sekadar mengajak anak, lagipula sambil marah-marah. Bila anak menyaksikan sendiri orang tua mereka disiplin dan tertib, dengan sendirinya mereka bakal mengikuti.

Namun, bagaimana bila masih terdapat rasa malas belajar pada anak? Cobalah saran kedua ini:

2. Sediakan ruang eksklusif belajar yang nyaman dan menyenangkan
Agar tidak terkesan kaku, sediakan meja yang nyaman, kelas dengan warna-warna cerah, sampai peralatan belajar yang lengkap. Agar anak semakin kerasan dan motivasi belajar, bolehlah bila mereka hendak belajar sambil santap camilan dan minum.

3. Berusaha memenuhi keperluan anak supaya semangat belajar
Bukankah keperluan mereka telah terpenuhi dengan ruang eksklusif belajar? Selain menunaikan SPP sekolah, ajaklah anak belajar dan rajin berdoa. Tunjukkan bahwa di samping berusaha, berdoa pun penting. Secara spiritual, keperluan mental dan emosional anak bakal terpenuhi.

Bagaimana bila rasa malas belajar pada anak masih terjadi? Ajaklah mereka bicara tentang masalahnya. Apakah pelajarannya paling sulit dimengerti? Apakah gurunya galak di sekolah, sampai-sampai mengganggu motivasinya guna belajar? Salah satu keperluan anak yang tidak jarang terlupakan ialah didengar saat hendak bercerita.

4. Rajin bertanya, namun tanpa terkesan menginterogasi
Ada kalanya anak suka tak sempat atau perhatian mereka teralihkan hal-hal lain. Misalnya: lebih suka menyaksikan film di televisi, bermain online game, dan kegiatan-kegiatan di samping belajar. Rajinlah bertanya tanpa terkesan menginterogasi.

“Sudah belajar belum? Apakah terdapat PR yang mesti dikerjakan?” Ini hanyalah salah satu misal pertanyaan yang dapat ditanyakan secara harian. Bila anak terlihat agak mulai malas-malasan, bujuklah dengan janji akan menolong bila anak kendala belajar. Tidak butuh memarahi anak bila mereka mengaku kendala memahami pelajaran.

5. Berilah apresiasi bakal keberhasilan anak dan semangat supaya mereka lebih giat lagi
Tidak perlu menantikan anak guna belajar atau menuntaskan PR dengan sempurna. Justru, apresiasi keberhasilan mereka sekecil apa juga dapat meminimalisir rasa malas belajar pada anak. Jangan tak sempat berikan mereka semangat supaya lebih giat belajar lagi. Anda dapat menggunakan sistem reward and punishment.

Misalnya: kita memberikan tambahan waktu main sejam bila anak langsung inginkan belajar dan menuntaskan PR mereka. Di samping itu, tidak boleh lupa ceritakan tokoh-tokoh familiar yang tidak menyerah dalam belajar. Cara ini diinginkan dapat memberi anak inspirasi supaya tidak pernah berhenti belajar.

6. Jadikan kegagalan sebagai introspeksi diri pada anak, bukan celaan
Mungkin Anda putus asa sebagai orang tua, sebab anak sepertinya kendala memahami pelajaran. Daripada langsung membanding-bandingkan mereka dengan anak lain, jadikan kegagalan sebagai introspeksi diri. Kenali pola belajar anak supaya bisa merangkai strategi belajar lebih baik.

Berusaha menanggulangi masalah malas belajar pada anak memang susah-susah gampang. Tentu saja, seluruh perlu proses. Setiap anak punya keterampilan dan daya tangkap yang berbeda-beda. Dukunglah cocok dengan keterampilan mereka. Sumber : www.pelajaran.co.id/

Etika Profesi Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi
Etika Profesi Akuntansi

Abdullah (2006:4) menjelaskan arti kata etika berdasarkan etimologinya yang berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang bermakna kebiasaan atau adat-istiadat.

Bertens (1993:4) memaparkan pengertian etika dalam dalam bentuk jamak ta etha yang juga berarti adat kebiasaan.

Riady (2008:189) menjelaskan bahwa etika dalam bahasa Latin diartikan sebagai  Moralis yang berasal dari kata Mores dengan makna adat-istiadat yang realistis bukan teoritis.

Dra. Hj. Mimin Emi Suhaemi (2002:7) Etika adalah kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu. Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik dan dengan kewajiban moral.

Murtanto &  Marini   (2003:   240)   etika merupakan   filsafat   atau pemikiran  kritis  dan  mendasar  tentang  ajaran-ajaran dan  pandangan  moral. Kamus Besar Bahasa Indonesia   mendefinisikan etika sebagai  ilmu mengenai apa yang baik dan  apa  yang  buruk  dan  tentang  hak  dan  kewajiban   moral (akhlak).

Etika Mahasiswa

            Etika dalam mahasiswa, sebagai mahasiswa kita harus menjaga sikap dan harus sopan santun terhadap dosen, ketika dosen menerangkan perkuliahan mahasiswa harus memiliki etika yang baik seperti menghargai penjelasan dosen yang berikan, berbicara kepada dosen itu harus memiliki etika dala berbicara dengan menggunakan bahasa yang sopan, dan di dalam area kampus mahasiswa harus mematuhi peraturan kampus seperti berpakaian yang rapih dan sopan supaya kita terlihat memiliki etika dan perilaku yang baik.

Etika Anggota Keluarga

            Etika dalam anggota keluarga, di dalam keluarga kita harus memiliki etika seperti berperilaku yang baik terhadap orang tua dan jangan sekali-kali melawan kepada orang tua, karena itu akan membuat hati orang tua sakit, ketika kita mau pergi main maupun ke kampus kita harus berpamitan terlebih dahulu karena itu perilaku yang baik dan ketika berbicara terhadap orang tua nada suara kita harus sopan dan jangan memakai nada suara yang tinggi.

Etika Anggota Masyarakat

            Etika dalam anggota masyarakat itu contohnya seperti kita berada di lingkungan rumah kita harus bertegur sapa dengan tetangga dan berperilaku baik, bertingkah laku baik dengan tetangga, dengan cara menghargai dan sopan terhadap tetangga, itu akan membuat etika kita dalam anggota masyarakat terlihat baik

Etika Sebagai Akuntan Publik

            Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Sumber : https://merkbagus.id/

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah
Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Bank Mutiara tidak akan membayar sepeserpun kepada 27 nasabah yang menggugat melalui Pengadilan Negeri Surakarta ataupun nasabah lainnya dalam kasus pembelian reksadana Antaboga. Bank Mutiara berpegang pada hasil putusan Mahkamah Agung (MA) dalam perkara gugatan Wahyudi Prasetio terhadap PT Bank Century, Tbk yang kini bernama PT Bank Mutiara, Tbk.

“Kami tidak akan membayar sepeserpun karena mereka bukan nasabah Bank Century, melainkan PT Antaboga Delta Securitas Indonesia. Tidak perlu menagih-nagih lagi karena tidak akan kami bayar. Kami pakai dasar kasus di Surabaya, MA memutuskan Bank Mutiara tidak perlu membayar gugatan nasabah,” papar kuasa hukum Bank Mutiara, Mahendradatta, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2012).

Mahendradatta didampingi Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara Rohan Hafas. Menurut Mahendradatta, pihaknya akan mengajukan permohonan penundaan eksekusi kepada Pengadilan Negara (PN) Surakarta. Surat permohonan rencananya akan disampaikan hari Senin pekan depan.

Salah satu nasabah, Sutrisno, yang tergabung dalam Forum Nasabah Bank Century, mengatakan, pihaknya telah mengajukan sita eksekusi kepada PN Surakarta karena Bank Mutiara dinilai tidak beritikad baik memenuhi putusan hukum untuk membayar nasabah. “Soal nasabah Antaboga yang dikatakan bukan nasabah Century itu lagu lama. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Surakarta itu terbantahkan,” tutur Sutrisno.

Kuasa hukum Forum Nasabah Bank Century Solo, Herkus Wijayadi, mengatakan, upaya peninjauan kembali tidak menghalangi sita eksekusi, terlebih hanya surat permohonan penundaan sita eksekusi. “Apa yang terjadi di Surabaya tidak bisa dijadikan yurisprudensi untuk kasus nasabah di kota lain karena kasusnya tidak persis sama. Kalau dikatakan ada nasabah yang tanda tangan perjanjian dengan kop PT Antaboga, di Solo tidak terjadi demikian dan itu sudah terbukti di pengadilan,” ungkap Herkus.

Pendapat :

Menurut kelompok kami ini merupakan pelanggaran kode etik dalam akuntansi karena bank mutiara tidak beritikad baik dalam kasus ini maka hak-hak dari nasabah atau konsumen yang tidak terpenuhi yang disebabkan bank mutiara tidak memenuhi putusan hukum untuk membayar gugatan nasabah. Oleh karena itu banyak nasabah yang dirugikan dalam kasus ini.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa
Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode mindfulness diyakini dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar.

Metode ini merupakan sebuah metode atau program yang dilakukan untuk melatih siswa atau seseorang untuk menyadari pikiran dan tingkat emosi.

Dari penelitian, kemampuan konsentrasi anak-anak milenial saat ini, khususnya terkait dengan pembelajaran terjadi penurunan. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode yang harus dilakukan dan dikembangkan sekolah untuk meningkatkan kembali daya konsentrasi siswa, khususnya saat proses belajar di sekolah.

“Anak-anak milenial ini kemampuan konsentrasinya pendek. Dengan program mindfulness

yang kita lakukan, dapat mengajarkan anak untuk kembali meningkatkan daya konsentrasi belajar mereka,” kata Direktur Sekolah Global Sevilla Robertus Budi Setiono, Selasa (20/11) di Jakarta.

Selain dapat meningkatkan daya konsentrasi, metode mindfulness juga diyakini dapat menekan tingkat stress pada siswa. Robertus mengakui, pihaknya telah menjalankan metode itu selama empat tahun terakhir di sekolahnya.

“Melalui mindfulness, siswa dapat menyeimbangkan emosi dalam situasi dan kondisi apapun. Salah satunya anak-anak tidak menjadi reaktif terhadap sesuatu,” ungkapnya.

Saat ini, metode yang sama juga telah dikembangkan dan dijalankan banyak sekolah di luar negeri

. Di Indonesia juga tengah membuat semacam kurikulum berbasis mindfulness yang digunakan secara internal.

Namun demikian, metode pembelajaran yang disampaikan oleh para guru tentu tetap mempengaruhi penerimaan siswa akan materi ajar. Untuk itu, perlu juga dikembangkan pola pembelajaran di sekolah yang menarik. Dengan demikian, siswa tidak memiliki rasa jenuh. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para guru.

“Maka semua guru harus mampu mengajar secara kreatif. Karena sudah bukan zamannya lagi siswa hanya mencatat saat di kelas,” ujar Robertus. [Y-7]

 

Baca Juga :

 

 

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis
Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, kembali mengunjungi wilayah

terdampak gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (17/11).

Muhadjir mengatakan, kunjungan kerja kali ini dilakukan untuk memastikan dan percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar (KBM) di provinsi tersebut, serta menyerahkan bantuan 40.000 paket alat-alat sekolah, yang terdiri dari tas, seragam sekolah, dan alat tulis untuk semua jenjang.

“Semoga Sulteng kembali bangkit,” kata Muhadjir pada saat Melepas Armada Truk Bantuan Kemdikbud

, di kantor Gubernur Sulteng, Sabtu (17/11).

Muhadjir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemdikbud, Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam penanganan dampak bencana gempa dan tsunami.

“Mari kita teruskan kerja keras kita untuk Palu Bangkit. Kita harus bergerak bersama-sama

ntuk kebangkitan dan kemajuan Sulteng. Sulteng Bangkit Lebih Hebat,” ucapnya.

Sekolah Darurat

Sebelum melakukan apel Gerakan Kembali ke Sekolah, Mendikbud dan rombongan mengunjungi siswa SDN 21 Palu dan SDI Boya Oge Palu, Sulawesi Tengah yang sedang melaksanakan (KBM) di sekolah darurat dan Tenda Darurat Unicef.

Muhadjir sempat berdialog langsung dengan siswa dan memberi motivasi untuk tetap semangat belajar meski berada di tenda ataupun kelas darurat.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa
Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ingin menggandeng generasi milenial

untuk membangun karakter bangsa.

Ketua Panitia Nasional HUT Korpri ke-47, Ukus Kuswara menjelaskan. milenial perlu dilibatkan untuk menentukan karakter bangsa. Sebab. saat ini mereka jauh lebih melek terhadap laju perkembangan teknologi.

“Pada era sekarang ini, pelayanan semua sudah berbasis teknologi. Untuk itu kami mengajak

generasi milenial ini untuk dapat berkontribusi menyampaikan informasi dengan tepat lewat sosial media,” ujar Ukus, Kamis (15/11).

Menurut Ukus, pernyataan tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden No 12/3016 bahwa Korpri ingin bersinergi dengan milenial dalam membentuk karakter bangsa yang memiliki integritas, etos kerja dan gotong royong.

Dalam rangka menyambut HUT Korpri ke-47, pihaknya juga telah menyusun serangkaian kegiatan

yang diperuntukkan untuk anak muda, di antaranya lomba fotografi bertemakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja melayani dan menyatukan bangsa. Ada pula lomba foto dan video antihoax oleh Kemkominfo.

Akan diselenggarakan pula Pasar Rakyat pada 24 hingga 29 November 2018 di Plaza Timur Senayan, Jakarta.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa
E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika

(UBSI), melakukan sosialisasi perkuliahan e-learning, serta program magang mandiri dan magang bersertifikat, kepada mahasiswa dan mahasiswi UBSI, di kampus UBSI Margonda, Depok, Jawa Barat.

Wakil Rektor UBSI Bidang Akademik, Diah Puspitasari, memaparkan, acara ini dihadiri dan diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi UBSI kampus Margonda dan UBSI kampus Fatmawati. Kegaiatan ini bertujuan mensosilisasikan proses belajar mengajar dengan sistem perkuliahan e-learning, sekaligus meningkatkan kualitas dari proses belajar mengajar.

“Sosialisasi e-learning ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswi,

di mana proses pembelajaran jarak jauh saat ini sedang gencar di sosialisasikan di tingkat perguruan tinggi. Konsep e-learning juga memudahkan interaksi antara dosen dan mahasiswa,” jelas Diah Puspitasari, Kamis (15/8/2019)

Diah menambahkan, e-learning merupakan media yang dapat digunakan sebagai penghubung antara mahasiswa dengan sumber belajar (database matakuliah) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan, namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi.

“Proses pembelajaran e-learning yang ada di UBSI dilakukan secara formal dengan menggunakan kurikulum, silabus, dan materi perkuliahan yang disajikan dalam setiap pertemuan,” ujar Diah Puspitasari.

Selain itu, Diah menambahkan, dalam sistem e-learning UBSI juga telah terdapat forum

diskusi dan live chat yang dapat dilakukan secara langsung apabila mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan dengan cara bertanya melalui media forum atau live chat tersebut.

“Sistem e-learning UBSI sejauh ini terus berupaya mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih interaktif untuk dosen dan mahasiswanya. Dan hal ini merupakan upaya UBSI dalam mewujudkan perkuliahan jarak jauh dengan kualitas yang baik,” kata  Ketua Bagian (Pendidikan) PJJ dan e-learning UBSI, Elin Panca Saputra.

Selain mensosialisasikan e-learning, jelas Istianti, UBSI juga membahas mengenai program magang mandiri dan magang bersertifikat mahasiswa.

“Mahasiswa diarahkan mengenai alur magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) mulai dari penyusunan proposal magang, proses magang, sampai pembuatan laporan PKL,” kata Istianti.

 

Baca Juga :