RUANG

RUANG

RUANG

RUANG
RUANG

Ada sebuah ruang, kosong, gelap dan sepi. Hanya aku sendiri yang ada di ruang yang luas namun sepi ini.
Namun, dia datang,
dan bertanya,
‘bolehkah ku mengisi sebagian ruang kosong ini?’
Sambil tersenyum ku menjawab
‘iya, ’
Di dalam ruang yang kosong ini ia menaruh berbagai macam hal. Banyak yang ia letakkan, ia pun juga membaginya dengan ruang ku. Agar terlihat lebih nyata untuk sebuah ruang maka ku bangunlah sebuah dinding. Ku bangun sebuah dinding, dari yang rapuh hingga akhirnya dapat berdiri kokoh, utuh.
Ia pun demikian, ia juga membangun sebuah dinding di ruangnya. Walaupun ku pun tak begitu tahu apakah dinding itu telah selesai di bangun dan apakah sekokoh dindingku.

Hari demi hari ruang itu terlihat semakin nyata. Banyak ukiran dan hiasan dengan berbagai macam warna tertoreh. Kadang merah, hijau bahkan hitam pun tertoreh disana.
Dia pun terlihat semakin cerah, walau kadang kelam. Tapi ku yakin adanya dia, ruang ini akan tetap ada dan semakin nyata adanya.
Tak setiap hari ruang kami itu terlihat hidup, kadang juga terlihat hampa.
Tapi dinding yang ku bangun itu tetap ada, tetap utuh, dengan segala curahan ku.
Bahagiaku adanya dia dan ruang ini.

Sampai suatu ketika, dia MENGHANCURKAN dinding itu sampai hampir tak bersisa. Ruangku pun di porak parandakannya. Semua terlihat kacau.
Dengan mudahnya menghilangkan suatu hal hanya karena ternyata dinding yang ia bangun tak kunjung utuh.
‘mengapa kau hancurkan?’
‘karena dinding yang ku bangun tak kunjung utuh, tak seperti dindingmu dan aku merasa lelah untuk membuatnya kokoh’

Menangisku di sudut ruang, SENDIRI. Tak ada yang tahu betapa pedih yang kurasakan. Dinding yang ku bangun dengan segala usahaku, hancur dengan sekejap saja. Tak seorang pun tahu akan hancurnya dindingku dan bagaimana bisa hancur.
Hanya aku,
Aku sendiri yang tahu.
Aku sendiri yang merasakan.

Ku bertanya-tanya,
‘apa yang ku lakukan, hingga ia tak sanggup untuk membangun dindingnya?’
‘apa aku kurang memberikan ruang untuknya?’
‘apa?’
‘apa salahku?’

Sekarang, ruang itu terlihat kembali kosong. Walau ada beberapa hal yang tersisa, dan dinding itupun masih ada meskipun hampir hilang.
Namun, ia kembali datang,

‘aku ingin membangun kembali dinding itu, dengan usahaku. Semampuku’
‘dan akan ku buat dinding itu dengan hiasan, ukiran dan warna yang lebih cerah’
‘berilah ku kesempatan! jika aku gagal, kau boleh lakukan apapun terhadapku’
‘percayalah padaku!’

Walau pedih masih terasa, ku biarkan ia untuk membangun kembali dindingnya itu, ku letakkan kembali hal-hal yang tadinya ada di ruang itu, sambil ku mencoba untuk membangun kembali dindingku. Ku bangun sedikit demi sedikit .. tapi ..
Sedikit demi sedikit pula ia kembali mengikisnya,

Ku biarkan … Ku bertahan sampai tiba saatnya untuk menghilangkan ruangku.
Terus menerus ku coba bangun kembali dinding itu, tapi tak kunjung utuh.
Selalu ada yang terkikis.

Kadang, ku tengok ke ruangnya dan dindingnya.
Apa yang ia tuliskan disana, apa warna yang ia torehkan.
Namun, tak kunjung terlihat olehku.
‘apa?’
‘mengapa?’
Tapi tak pernah ada jawaban.

Andai ia tahu, betapa sulitnya untuk membangun kembali sesuatu yang telah hancur.

Sambil melihat ruangku dan merasakan dindingku,
Ku bertanya dalam hati,
‘kapan dinding ini akan kembali utuh?’

Baca Juga :

Sepasang Burung Dengan Sebelah Sayap

Sepasang Burung Dengan Sebelah Sayap

Sepasang Burung Dengan Sebelah Sayap

Sepasang Burung Dengan Sebelah Sayap
Sepasang Burung Dengan Sebelah Sayap

Seorang teman dengan potensi tinggi, mengeluh berat setelah pindah-pindah kerja di lebih dari lima tempat. Tadinya, saya fikir ia mencari penghasilan yang lebih tinggi. Setelah mendengarkan dengan penuh empati, rekan ini rupanya mengalami kesulitan dengan lingkungan kerja. Di semua tempat kerja sebelumnya, dia selalu bertemu dengan orang yang tidak cocok. Di sini tidak cocok dengan atasan, di situ bentrok dengan rekan sejawat, di tempat lain malah diprotes bawahan.

Kalau rekan di atas berhobi pindah-pindah kerja, seorang sahabat saya yang lain punya pengalaman yang lain lagi. Setelah berganti istri sejumlah tiga kali, dengan berbagai alasan yang berbau tidak cocok, ia kemudian merasa capek dengan kegiatan berganti-ganti pasangan ini. Seorang pengusaha berhasil punya pengalaman lain lagi. Setiap kali menerima orang baru sebagai pimpinan puncak, ia senantiasa semangat dan penuh optimis. Seolah-olah orang baru yang datang pasti bisa menyelesaikan semua masalah. Akan tetapi, begitu orang baru ini berumur kerja lebih dari satu tahun, maka mulailah kelihatan busuk-busuknya. Dan iapun mulai capek dengan kegiatan berganti-ganti pimpinan puncak ini.

Digabung menjadi satu, seluruh cerita ini menunjukkan bahwa kalau motif kita mencari pasangan – entah pasangan hidup maupun pasangan kerja – adalah mencari orang yang cocok di semua bidang, sebaiknya dilupakan saja. Bercermin dari semua inilah, maka sering kali saya ungkapkan di depan lebih dari ratusan forum, bahwa fundamen paling dasar dari manajemen sumber daya manusia adalah manajemen perbedaan. Yang mencakup dua hal mendasar :

menerima perbedaan dan mentransformasikan perbedaan sebagai kekayaan. Sayangnya, kendati idenya sederhana, namun implementasinya memerlukan upaya yang tidak kecil. Ini bisa terjadi, karena tidak sedikit dari kita yang menganggap diri seperti burung yang bersayap lengkap. Bisa terbang (baca : hidup dan bekerja ) sendiri tanpa ketergantungan pada orang lain. Padahal, meminjam apa yang pernah ditulis Luciano de Crescendo, kita semua sebenarnya lebih mirip dengan burung yang bersayap sebelah. Dan hanya bisa terbang kalau mau berpelukan erat-erat bersama orang lain. Anda boleh berpendapat lain, namun pengalaman, pergaulan dan bacaan saya menunjukkan dukungan yang amat kuat terhadap pengandaian burung bersayap sebelah terakhir. Di perusahaan, hampir tidak pernah saya bertemu pemimpin berhasil tanpa kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Di keluarga, tidak pernah saya temukan keluarga bahagia tanpa kesediaan sengaja untuk ‘berpelukan’ dengan anggota keluarga yang lain. Di tingkat pemimpin negara, orang sehebat Nelson Mandela dan Kim Dae Jung bahkan mau berpelukan bersama orang yang dulu pernah menyiksanya.

Lebih-lebih kalau kegiatan berpelukan ini dilakukan dengan penuh cinta. Ia tidak saja merubah sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, mentransformasikan kegagalan menjadi keberhasilan, namun juga membuat semuanya tampak indah dan menyenangkan. Makanya, penulis buku Chicken Soup For The Couple Soul mengemukakan, cinta adalah rahmat Tuhan yang terbesar.

Demikian besarnya makna dan dampak cinta, sampai-sampai ia tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Rugi besarlah manusia yang selama hidupnya tidak pernah mengenal cinta. Ia seperti pendaki gunung yang tidak pernah sampai di puncak gunung. Capek, lelah, penuh perjuangan namun sia-sia. Ini semua, mendidik saya untuk hidup dengan pelukan cinta. Di pagi hari ketika baru bangun dan membuka jendela, saya senantiasa berterimakasih akan pagi yang indah. Dan mencari-cari lambang cinta yang bisa saya peluk. Entah itu pohon bonsai di halaman rumah, ikan koi di kolam, atau suara anak yang rajin menonton film kartun. Begitu keluar dari kamar tidur, akan indah sekali hidup ini rasanya kalau saya mencium anak, atau istri. Melihat burung gereja yang memakan nasi yang sengaja diletakkam di pinggir kali, juga menghasilkan pelukan cinta tersendiri. Demikian juga dengan di kantor, godaan memang ada banyak sekali. Dari marah, stres, frustrasi, egois sampai dengan nafsu untuk memecat orang. Namun, begitu saya ingat karyawan dan karyawati bawah yang bekerja penuh ketulusan, dan menghitung jumlah perut yang tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan, energi pelukan cinta entah datang dari mana.

Kembali ke pengandaian awal tentang burung dengan sebelah sayap, Tuhan memang tidak pernah melahirkan manusia yang sempurna. Kita selalu lebih di sini dan kurang di situ. Atau sebaliknya. Kesombongan atau keyakinan berlebihan yang menganggap kita bisa sukses sendiri tanpa bantuan orang lain, hanya akan membuat kita bernasib sama dengan burung yang bersayap sebelah, namun memaksa diri untuk terbang. Sepintar dan sehebat apapun kita, tetap kita hanya akan memiliki sebelah sayap. Mau belajar, berjuang, berdoa, bermeditasi atau sebesar dan sehebat apapun usaha kita, semuanya akan diakhiri dengan jumlah sayap yang hanya sebelah. Oleh karena alasan inilah, saya selalu ingat pesan seorang rekan untuk memulai kehidupan setiap hari dengan pelukan. Entah itu memeluk anak, memeluk istri, memeluk kehidupan, memeluk alam semesta, memeluk Tuhan atau di kantor memulai kerja dengan ‘memeluk’ orang lain.

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Pasangan Hidup

Pasangan Hidup

Pasangan Hidup

Pasangan Hidup
Pasangan Hidup

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak. Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.

Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya. Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian. Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit.

Berbeda halnya dengan istri yang pertama, sang pedagang, tak begitu mencintainya. Meskipun istri pertama ini begitu sayang padanya dan sangat setia. Dia yang selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarga ini, serta Dialah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami. Namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya.

Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal. Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. “Saat ini, aku punya 4 orang istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri.”

Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. “Kaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku?” Ia terdiam. “Tentu saja tidak” jawab istri keempat, dan pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi. Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.

Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. “Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku?” Istrinya menjawab “Hidup begitu indah disini. Aku akan menikah lagi jika kau mati”. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.

Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. “Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku?” Sang istri menjawab pelan. “Maafkan aku,” ujarnya “Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu”. Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa.

Tiba-tiba terdengar sebuah suara. “Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu”. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku.”

Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini. Istri yang keempat, adalah tubuh kita. Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya.

Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya.

Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya. Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita.

Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah jiwa dan amal kita. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi

kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah.

Hanya amal yang mampu menolong kita di akhirat kelak. Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan

Sumber : https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/

Rektor UNIKU: KKN Tematik Kewirausahaan Dongkrak Indek Daya Beli Masyarakat Kuningan

Rektor UNIKU KKN Tematik Kewirausahaan Dongkrak Indek Daya Beli Masyarakat Kuningan

Rektor UNIKU: KKN Tematik Kewirausahaan Dongkrak Indek Daya Beli Masyarakat Kuningan

Rektor UNIKU KKN Tematik Kewirausahaan Dongkrak Indek Daya Beli Masyarakat Kuningan
Rektor UNIKU KKN Tematik Kewirausahaan Dongkrak Indek Daya Beli Masyarakat Kuningan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan kerjasama USAID-Kemenristekdikti-

Universitas Kuningan yang akan berlangsung selama 3 tahun berturut-turut di sejumlah lokasi di Kuningan harus mampu mendongkrak indeks daya beli masyarakat Kuningan. Bila daya beli meningkat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kuningan akan meningkat pula.

Demikian ditegaskan Rektor Universitas Kuningan, Dr. H. Dikdik Harjadi, M.Si. pada Rapat Koordinasi KKN Uniku Tahun Akademik 2018/2019 yang berlangsung di Student Center Iman Hidayat, Senin (1/7/2019).

Dikdik mengungkapkan, indeks pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Kuningan

sudah cukup bagus. Namun, indeks daya beli masih rendah.

“Melalui KKN Tematik Kewirausahaan, kita harus membantu Pemda Kuningan untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Bila usaha masyarakat bisa berlangsung secara mandiri dan berkesinambungan, multi-years, dibina dan dimonitor secara terencana insya Allah akan berdampak pada penguatan daya beli masyarakat,” ujar Dikdik.

Ia menegaskan, keberhasilan KKN bila dilakukan secara berkelanjutan dari tahun pertama hingga ketiga, diharapkan berlangsung di lokasi yang sama sehingga keberhasilannya terukur dengan baik.

“Semoga tahun pertama KKN Tematik Kewirausahaan berlangsung dengan lancar.

Tahun kedua dan ketiga akan berlanjut di lokasi yang sama sehingga berkesinambungan. Jadi, tidak dimulai dari awal lagi,” ujar Dikdik.

Demi kesuksesan KKN tahun ini, Dikdik menghimbau seluruh panitia agar melakukan koordinasi dengan baik dengan Pemda dan berbagai stakeholder serta memfasilitasi para peserta KKN dengan sebaik-baiknya.

Ketua LPPM Uniku, Drs. Oding Syafruddin, M.M., mengungkapkan KKN Tematik Kewirausahaan tahun pertama ini diikuti oleh 1187 mahasiswa yang tersebar di 61 desa di Kabupaten Kuningan.

“49 kelompok yang masing-masing terdiri dari 20-22 mahasiswa reguler akan disebar di kawasan perbatasan dan 12 kelompok mahasiswa kelas karyawan disebar di kawasan perkotaan,” jelas Oding.

Lebih jauh, Oding menjelaskan pelaksanaan KKN di lokasi akan dilaksanakan pd tanggal 23 juli sampai dengan 23 Agustus 2019 dan akan diakhiri dengan expo KKN pada tanggal 24-25 Agustus 2019. (ruz/sep)

 

Baca Juga :

SPM Uniku Gelar Pelatihan Calon Auditor AMI Uniku Tahun 2019

SPM Uniku Gelar Pelatihan Calon Auditor AMI Uniku Tahun 2019

SPM Uniku Gelar Pelatihan Calon Auditor AMI Uniku Tahun 2019

SPM Uniku Gelar Pelatihan Calon Auditor AMI Uniku Tahun 2019
SPM Uniku Gelar Pelatihan Calon Auditor AMI Uniku Tahun 2019

Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Kuningan (Uniku) menggelar Pelatihan Calon Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Uniku Tahun 2019 yang diikuti oleh 30 orang calon auditor yang berasal dari lima fakultas di Uniku. Pelatihan ini akan digelar selama 3 (tiga) hari, Selasa-Kamis, 13-15 Agustus 2019 bertempat di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan.

Kepala SPM Uniku, Asep Jejen Jaelani, M.Pd., dalam laporannya mengungkapkan Pelatihan Calon Auditor AMI ini digelar dengan maksud untuk memperbaiki sistem mutu dan menggali peluang perbaikan standar mutu akademik Uniku.

“Pelatihan ini digelar dengan maksud untuk memperbaiki sistem mutu

dan implementasinya pada kegiatan akademik serta mengetahui peluang untuk perbaikan standar mutu akademik agar lebih efektif dalam implementasinya,” jelas Jejen.

Selanjutnya, Jejen mengungkapkan pelatihan ini salah satunya bertujuan untuk mencetak calon auditor AMI yang mampu melaksanakan audit mutu internal secara profesional.

“Setelah melakukan pelatihan ini, diharapkan peserta mampu melaksanakan audit mutu internal secara profesional, independen, dan objektif. Selain itu, diharapkan pula peserta mampu mengidentifikasi kesesuaian, kecukupan, dan efektivitas sistem mutu terkait kegiatan akademik serta mampu mengidentifikasi lingkup perbaikan dan mengembangkan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Disisi lain, Rektor Universitas Kuningan, Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si

., dalam sambutannya mengungkapkan Pelatihan Calon Auditor AMI ini digelar sebagai salah satu realisasi kerjasama antara Universitas Kuningan dengan Universitas Jenderal Soedirman.

“Alhamdulillah, pelatihan yang sudah kita rancang sejak tahun 2018 ini akhirnya bisa terlaksana. Perlu diketahui, pelatihan ini merupakan salah satu realisasi kerjasama antara Uniku dengan Unsoed yang sudah terjalin sejak tahun lalu. Karenanya, kami mendatangkan kepala SPM Unsoed berserta jajarannya untuk menjadi narasumber dalam pelatihan ini,” ujar Dikdik.

Selanjutnya, Dikdik menekankan bahwa sistem penjaminan mutu Uniku harus mulai memberikan perhatian yang lebih terhadap sistem penjaminan mutu internal karena sistem penjaminan mutu eksternal akan tercermin dari sistem penjaminan mutu internalnya.

“Kita paham betul bahwa Uniku dengan usia yang masih relatif muda akan

mampu bersaing dan berkompetisi dengan universitas lain. Selama ini, kita mungkin seringkali terjebak dengan pemikiran bahwa penjaminan mutu itu lebih banyak berorientasi pada eksternal. Namun, sebetulnya ada hal-hal yang menurut kami tidak boleh dilupakan yaitu sistem penjaminan mutu internal karena bagaimanapun sistem penjaminan mutu eksternal akan bisa tercermin dari sistem penjaminan mutu internal,” jelasnya

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

 

Hima PBI Studi Banding ke EDSA Unsil Tasikmalaya

Hima PBI Studi Banding ke EDSA Unsil Tasikmalaya

Hima PBI Studi Banding ke EDSA Unsil Tasikmalaya

Hima PBI Studi Banding ke EDSA Unsil Tasikmalaya
Hima PBI Studi Banding ke EDSA Unsil Tasikmalaya

Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

(FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) melakukan kegiatan studi banding ke EDSA Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya hari Minggu 01 September 2019 kemarin.

Ketua HIMA PBI FKIP Uniku Adi Abdul Rohmat saat dimintai keterangannya, Senin (02/09/2019), mengungkapkan, studi banding yang dilakukan oleh HIMA PBI FKIP Uniku ke EDSA UNSIL Tasikmalaya itu, bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan persaudaraan yang lebih erat lagi serta membangun relasi yang baik antar Himpunan Mahasiswa (Hima).

“Studi banding HIMA PBI ke EDSA UNSIL, dilakukan sebagai ajang silaturahmi

dan membangun relasi yang baik antar Himpunan Mahasiswa,” ungkap Adi sapaan akrabnya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, sambung Adi menjelaskan, studi banding ini juga dilakukan sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu dan informasi terkait kegiatan berorganisasi.

“Selain jadi ajang silaturahmi, kegiatan studi banding ini juga kami manfaatkan sebagai wadah untuk saling berbagi ilmu, informasi dan kegiatan berorganisasi, baik di HIMA PBI Uniku maupun di EDSA UNSIL. Jadi, kami bisa saling berbagi informasi (sharing) terkait kegiatan apa saja yang bisa dilakukan kedepannya,” jelasnya.

Lebih jauh, Adi menambahkan, acara studi banding tersebut dilepas secara resmi oleh Ketua Program Studi

(Prodi) PBI yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Prodi Muhammad Aprianto Budie Nugroho, M.Pd., di Halaman Parkir Depan Gedung FKIP Uniku Minggu pagi kemarin.

“Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan ajang pembelajaran untuk Hima PBI agar kedepannya Hima bisa lebih baik, lebih maju dan tumbuh berkembang,” pesan Pak Anto sapaan akrabnya saat melepas rombongan Hima PBI studi banding ke EDSA Unsil Tasikmalaya hari Minggu pagi 01 September 2019. (Rul/Sep)

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

Kembali Ke Landasan, Penumpang Ditampung di Ruang Tunggu

Kembali Ke Landasan, Penumpang Ditampung di Ruang Tunggu

Kembali Ke Landasan, Penumpang Ditampung di Ruang Tunggu

Kembali Ke Landasan, Penumpang Ditampung di Ruang Tunggu
Kembali Ke Landasan, Penumpang Ditampung di Ruang Tunggu

Pesawat Garuda Indonesia GA 214 dari Jakarta tujuan Yogya, terpaksa kembali ke Jakarta atau return to base (RTB). Para penumpang pun terpaksa ditampung di ruang tunggu.

“Para penumpang saat ini ditampung di ruang tunggu, menunggu pesawat pengganti yang akan mengangkut para penumpang,” ujar Assisten Office In Charge (OIC) Bandara Soekarno Hatta, Suprapto saat dihubungi detikcom, Senin (24/5/2010).

Pesawat dengan nomor penerbangan GA 214 terpaksa return to base dan kini berada di remote 72 (tempat parkir pesawat) dan sedang dilakukan pengecekkan terhadapnya.

“Biasanya kalau RTB karena ada masalah teknis atau kendala cuaca di bandara tujuan,” terang Suprapto.

Hingga saat ini OIC belum mendapatkan keterangan resmi gagal terbangnya pesawat Garuda Indonesia tersebut. “Baru itu data yang kita miliki, dari Garuda belum ada info lagi,” tutupnya.

Baca Juga :

Makam Kuno Mesir Ditemukan

Makam Kuno Mesir Ditemukan

Makam Kuno Mesir Ditemukan

Makam Kuno Mesir Ditemukan
Makam Kuno Mesir Ditemukan

VIVAnews – Sebanyak 57 makam kuno Mesir ditemukan. Sebagian besar berupa peti mayat dari kayu berhias corak dengan mumi di dalamnya.Seperti diberitakan Associated Press (AP) edisi Minggu 23 Mei 2010, penemuan ini memberi pengetahuan baru khazanah kepercayaan kuno Mesir.Penemuan arkeolog itu disampaikan Dewan Tertinggi Barang Antik Mesir. Dewan menjelaskan, kuburan paling tua bertanggal sekitar 2750 tahun sebelum masehi.
Pada periode itu diperkirakan pada masa dinasti pertama dan kedua Mesir. Sebanyak 12 diantaranya diketahui merupakan makam penguasa dinasti ke-18 yang memerintah Mesir pada abad Kedua sebelum masehi.Kepala Arkeologi Mesir Zahi Hawass mengatakan, mumi-mumi yang berasal dari dinasti ke-18 ditutupi dalam linen bertuliskan mantra dari Kitab Kematian. Mumi-mumi itu juga diberi gambar sosok dewa-dewa kuno Mesir.
Abdel Rahman El-Aydi, kepala misi penemuan arkeologi mengatakan hal serupa. Bahwa makam-makam itu dihiasi dengan teks religius. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, teks itu akan membantu arwah agar tidak tersesat ke alam neraka.Pada 31 kuburan bertanggal antara 2030-1840 sebelum masehi, arkeolog menemukan gambar dewa-dewa kuno Mesir yang berbeda. Dewa-dewa itu seperti Horus, Hathor, Khnum, dan Amun, sebagai hiasan.
Dewan juga mengatakan penemuan ini didapat dari penggalian di Lahoun, Fayoum. Lokasinya, berjarak sekitar 70 mil atau sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kairo. Tahun lalu, sebanyak 53 makam batu dengan beragam tanggal masa-masa kuno juga ditemukan di wilayah itu. (jn)

Sumber : https://freemattandgrace.com/

Telkom-SK Telecom Patungan Bikin Perusahaan

Telkom-SK Telecom Patungan Bikin Perusahaan

Telkom-SK Telecom Patungan Bikin Perusahaan

Telkom-SK Telecom Patungan Bikin Perusahaan
Telkom-SK Telecom Patungan Bikin Perusahaan

Telkom-SK Telecom Patungan Bikin Perusahaan Konten Digital

Telkom bersama South Korea Telecom (SK Telecom) sepakat mendirikan perusahaan patungan atau Joint Venture (JV) untuk menggarap bisnis konten digital. Perusahaan ini akan menjadi hub distribusi konten di Indonesia.
“Kami sepakat membentuk JV dengan SK Telecom yang dituangkan dalam Memorandum Of Understanding (MOU). Investasi untuk JV sebesar Rp 100 miliar dibagi atas 51% Telkom dan 49% SK Telecom,” papar Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo di Jakarta, Senin (24/5/2010).Untuk tahap awal, bidang usaha dari perusahaan patungan ini adalah menggeluti Digital Content Exchange Hub (DCEH) untuk industri fulltrack music download.

“SK Telecom punya platform digital musik dengan bisnis model yang sudah terbukti di dunia. Kedua, mereka punya master license bank hampir dua juta lagu. Sementara label lokal baru sekitar 10-15 ribu lagu. Inilah alasan Telkom menggandeng perusahaan Korea itu,” jelasnya.

VP Public Relations And Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menambahkan, tujuan dibentuknya JV untuk mengembangkan bisnis Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment (TIME) yang jadi visi Telkom mulai tahun ini.

“Nama dari JV belum ditentukan karena ini masih MoU. Telkom menggunakan anak usaha Metra untuk membentuk JV ini,” katanya. Eddy menandaskan, kerjasama ini berpotensi dikembangkan lebih luas jika berjalan baik.

Jadi Dosen Tamu, Menag: UIN Maliki Malang Al Azharnya Indonesia

Jadi Dosen Tamu, Menag UIN Maliki Malang Al Azharnya Indonesia

Jadi Dosen Tamu, Menag: UIN Maliki Malang Al Azharnya Indonesia

Jadi Dosen Tamu, Menag UIN Maliki Malang Al Azharnya Indonesia
Jadi Dosen Tamu, Menag UIN Maliki Malang Al Azharnya Indonesia

Menteri Agama RI, Fachrul Razi mengisi kuliah tamu di Kampus UIN

Maulana Malik Ibrahim Malang. Kuliah Tamu bersama Menag dihadiri ratusan mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan mengusung tema ‘Mengukuhkan Nilai Nilai Agama dan Kebangsaan Dalam Menangkal Radikalisme Menuju Indonesia Maju’.

Di hadapan ratusan mahasiswa, civitas akademika

, para ulama dan undangan yang hadir, Menag mengatakan, bahwa UIN Maliki Malang merupakan universitas yang luar biasa. Tidak hanya itu, pesatnya kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyematkan kampus ini sebagai Al Azharnya Indonesia.

“Sejak menjadi UIN pada 2014 lalu banyak mahasiswa asing yang menimba ilmu di sini. Tercatat saat ini terdapat lebih 400 mahasiswa asing yang berasal dari 32 negara di UIN Maliki Malang,” kata Menag diikuti aplaus ratusan mahasiswa.

“Di mata saya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini

adalah Al Azharnya Indonesia,” lanjutnya.

Kuliah tamu Menag Fachrul Razi di kampus UIN Maliki Malang untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi segenap civitas akedemika dalam mengukuhkan nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam menangkal radikalisme menuju Indonesia Maju.

 

Baca Juga :