Upaya Revitalisasi SMK Negeri 12 Bandung

Upaya Revitalisasi SMK Negeri 12 Bandung

Upaya Revitalisasi SMK Negeri 12 Bandung

 

Upaya Revitalisasi SMK Negeri 12 Bandung

Salah satu upaya SMK Negeri 12 Bandung untuk meningkatkan kompetensi guru adalah mengadakan program praktik kerja industri khusus untuk guru. Hal itu disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 12 Bandung, Slamet Heriyadi. Slamet mengatakan program praktik kerja industri guru ini nantinya akan diikuti oleh guru-guru honorer.

“Latar belakangnya, saat ini banyak guru-guru yang akan memasuki masa pensiun

Pada 2019, ada sekitar enam orang, pada 2020-2021 juga tidak sedikit . Sehingga perlu ada revitalisasi, pemenuhan guru-guru, khususnya guru produktif atau kejuruan yang mengisi pembelajaran untuk C1, C2 dan C3,” ujar Slamet saat ditemui di SMKN 12 Bandung, Jalan Pajajaran Kota Bandung.

Pemerintah sebenarnya memiliki program keahlian gand

Pemerintah sebenarnya memiliki program keahlian ganda untuk memenuhi kekurangan guru di beberapa sekolah. Akan tetapi, Slamet mengatakan, sayangnya tidak ada program keahlian ganda untuk program keahlian udara seperti di SMKN 12 Bandung. Slamet melakukan beberapa upaya lain agar kekurangan guru tersebut dapat terpenuhi.

“Kami berupaya untuk melakukan rekrutmen guru-guru honorer ataupun mereka yang fresh graduate yang berkaitan dengan jurusan yang ada di sini, yaitu permesinan pesawat udara, kerangka badan pesawat udara dan lainnya. Guru-guru tersebut berlatar belakang umum, mesin umum misalnya, karena UPI sendiri sekarang tidak menyediakan lulusan dari program pesawat udara,” ujar Slamet.

Program praktik kerja industri ini, nantinya dilaksanakan oleh guru honorer layaknya praktik kerja pada siswa yaitu tiga bulan. Slamet mengatakan, untuk waktu praktik kerja akan disesuaikan dengan jam mengajar guru, atau menggunakan sistem blok.

“Kalau siswa praktik kerja setiap hari

Kalau guru akan disesuaikan dengan jam mengajar di sini, atau nanti kita coba suatu upaya lain. Seperti sistem blok, berapa hari di sekolah dan berapa hari di industri,” ucap Slamet.

Dengan program ini

diharapkan guru tersebut akan memiliki budaya kerja industri yang sesuai dengan kompetensi. “Ini semua adalah upaya kami, dalam rangka revitalisasi, ataupun mencoba jangan sampai guru-guru senior yang pensiun tidak ada yang menggantikan,” ujar Slamet.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/