Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia
Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Kamis (12/10) menjadi hari istimewa bagi Musyaffa. Bagaimana tidak, kandidat doktor ushul fiqh

Universitas Islam Madinah pertama dari Indonesia bahkan Asia Tenggara itu berhasil menamatkan studi doktoralnya dengan predikat summa cum laude.

Disertasinya yang berjudul “Metodologi Ulama Syafi’iyah Dalam Mengklasifikan Dalil, Dan Cara Mentarjih Dalil-Dalil Yang Bertentangan” -studi teori dan penerapannya- berhasil dia pertahankan pada sidang yang berlangsung di Auditorium Munaqosyah Fakultas Hadist UIM.

’’Setelah melaksanakan sidang yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.30 siang

. Lajnah Munaqosyah memutuskan untuk menerima disertasi yang diajukan serta memberikannya gelar doktor dengan predikat mumtaz ma’a martabati syarofil ‘ula (summa cum laude),” ujar Syaikh Prof. Dr. Tarhib Ad-Duwaisiry.

Musyaffa atau yang lebih dikenal dengan nama Musyaffa Ad-Dariny,

pria kelahiran Jepara, 29 Juni 1982 ini menamatkan SMA-nya di tahun 2000. Setamat SMA dia melanjutkan studinya di UNISMA Malang, hanya bertahan dua semester di sana karena namanya masuk ke dalam daftar mahasisawa yang diterima di Universitas Islam Madinah.

Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah ini memulai studinya di Universitas Islam Madinah dari jenjang persiapan bahasa selama dua semester. Selanjutnya ia memilih kuliah Syariah di jenjang S-1nya. Dan di S2 dia masuk di jurusan ushul fiqh fakultas syariah UIM.

Gelar magister dia dapatkan dengan predikat summa cum laude. Sedangkan untuk S3nya, bapak empat anak ini memilih untuk tetap mengambil jurusan yang sama, dan Musyaffa resmi menyandang gelar doktor. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/apa-itu-frase.html