Pihak Bocimi Sanggupi Relokasi 24 Oktober

Pihak Bocimi Sanggupi Relokasi 24 Oktober

Pihak Bocimi Sanggupi Relokasi 24 Oktober

Pihak Bocimi Sanggupi Relokasi 24 Oktober

PDAM Kota Bogor

Pengerjaan tahap II koneksi relokasi pipa milik PDAM Kota Bogor terdampak pembangunan tol Bocimi di Kampung Tengek, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor kemungkinan besar dilaksanakan pada Selasa (24/10/2017). Meski demikian, pihak PDAM masih terus memantau progres pengerjaannya untuk menghindari gangguan pelayanan yang parah.

Direktur Teknik

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Ade Syaban Maulana mengatakan, berdasarkan pertemuan dan notulen rapat antara PDAM dengan pengembang tol Bocimi pekan lalu, pengerjaan relokasi pipa AC 600 mm ke HDPE 600 mm dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober. Meski demikian dia mengingatkan pengerjaannya harus benar-benar siap.

“Memang mereka (pengembang Bocimi) menyanggupi pengerjaan koneksi dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober. Tapi itu harus benar-benar siap. Jangan sampai pada hari H-nya, ternyata mereka belum siap, seperti yang terjadi pada koneksi tahap pertama lalu. Akhirnya yang rugi pelanggan PDAM, karena gangguannya bisa sampai seminggu,” kata Ade Syaban, Minggu (22/10/2017).

Subbagian Pengaliran dan Jaringan

Ade telah menginstrusikan Subbagian Pengaliran dan Jaringan untuk terus memantau perkembangan persiapan pihak Bocimi hingga Senin (23/10/2017) sore. Jika memang kondisi di lapangan belum memungkinkan, dia tidak mengizinkan koneksi dikerjakan pada Selasa (24/10/2017).

“Saya minta teman-teman untuk memantau di lapangan sore ini sampai besok (23/10/2017) sore. Kalau oke, silakan dikerjakan pada hari Selasa. Kalau belum siap, sebaiknya jangan. Kasihan pelanggan nanti,” katanya.

Bagaimana dengan koneksi pipa HDPE di daerah Bojongkoneng?

Syaban mengatakan, PDAM menginginkan pengerjaannya berbarengan dengan koneksi di area pembangunan tol Bocimi. Ini untuk menghindari gangguan pengaliran yang akan dialami pelanggan. “Sebaiknya memang harus berbarengan. Kalau wakturnya terpisah, pelayanan akan terus  terjadi,” ujar Ade.

PDAM sendiri sejak Sabtu (21/10/2017) telah mensosialisasikan rencana koneksi pada Selasa (24/10/2017). Adapun daerah-daerah di zona 1 yang akan mengalami gangguan pengaliran di antaranya  Jalan Raya Ciawi-Sukabumi, Jalan Wangun, Jl tajur, Jl Rulita, Kompleks Kehutanan tajur, Jl Muarasari, Jl Anshari Jaya, Perumahan Mutiara Bogor Raya.

Kemudian Kelurahan Katulampa

Kelurahan Bojongkerta, Jl Warung Nangka, Jl Raya Dekeng, Kelurahan Kertamaya, Perumahan Rivela Park, Kelurahan Rancamaya, Perumahan Monte Carlo, Perumahan Pakuan Hill, Perumahan Royal Tajur, Lawanggintung, perumahan Pakuan 1 dan 2, Sindangsari, Sindangrasa, Harjasari, dan Cipaku.

Ade menyarankan pelanggan di wilayah terdampak gangguan untuk menyiapkan diri dengan menampung air saat masih mengalir. PDAM, lanjutnya, sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyiagakan armada tangki air dan Tangki Air Hydran Umum (TAHU) di beberapa titik untuk membantu kebutuhan air bersih saat terjadi gangguan.

Artikel terkait :