Persoalan Drainase Karena Perkembangan Kota

Persoalan Drainase Karena Perkembangan Kota

Seluruh kota di Indonesia memiliki permasalahan dengan drainase yang berdampak bencana alam, hal itu disebabkan karena perkembangan kota yang sangat cepat. Untuk perubahan dari sistem irigasi menuju Urban Drainase System perlu adanya perencanaan pembangunan yang sangat serius.

Wali Kota Bogor Bima Arya

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bogor Bima Arya usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Sumber Daya Air di Kota Bogor di ruang Paseban Sri Bima Balaikota Bogor, Jumat (17/03/17).

Bima menyebut

Permasalahan drainase terjadi di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Bogor dan Surabaya. Sementara itu, untuk pembangunan drainase dibutuhkan anggaran yang sangat besar. “Kota Bogor sendiri membutuhkan anggaran sekitar Rp.1 triliun, pelaksanaanya dicicil dan dilakukan secara bertahap,” kata Bima.

Lulusan Magister Studi Pembangunan, Monash University Melbourne Australia itu menambahkan,  anggaran yang besar ini bukan hanya untuk sekarang, tetapi jangka panjang. Namun hal itu dapat disiasati dengan melakukan kerjasama dengan Universitas atau pihak lainnya, terutama dalam hal pembiayaan master plan.

Pemkot Bogor,

Dia mencontohkan kerjasama Pemkot Bogor, seperti pembuatan master plan penanganan sampah Kota Bogor yang tidak mengeluarkan uang dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD), tetapi anggarannya bantuan dari Jepang. “Begitupun untuk mempercepat master plan drainase ini, kami akan membicarakan lebih lanjut dengan pihak lain,” pungkasnya.

 

Artikel terkait :