Pengertian Sistem Respirasi

Pengertian Sistem Respirasi

Pengertian Sistem Respirasi

Pengertian Sistem Respirasi
Pengertian Sistem Respirasi

Respirasi adalah

suatu sistem yang sangat pentimg, dengan mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbondioksida ke udara ( Waluyo, 2006 : 257 ).

Pernapasan (respirasi) adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung O2 (oksigen) ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2 (karbondioksida) sebagai sisa dari oksidasi keluar tubuh. Penghisapan ini disebut inspirasi dan menghembuskan disebut ekspirasi(Syaifuddin, 2006: 192)
Sistem respirasi terdiri atas organ-organ yang berfungsi dalam aktivitas metabolisme khususnya produksi atau perubahan dari energi kimia yang terikat dalam materi organik menjadi energi siap pakai ( ATP ) dalam sel.

Hewan umumnya memiliki memiliki organ respirasi yang bermacam-macam tergantung pada habitat dan pola habitatnya. Selain itu, tingkatan evolusi juga menentukan macam organ respirasinya ( Tim Dosen Pembina, 2013 : 29 ) Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh (Yatim, 1990: 170).

Peran sistem respirasi adalah

untuk mengelola pertukaran oksigen dan karbondioksida antara udara dan darah. Untuk melakukan pertukaran gas, sistem kardiovaskular dan sistem respirasi harus bekerja sama. Sistem kardiovaskular bertanggung jawab untuk perfusi darah melalui paru-paru sedangkan sistem pernapasan melakukan dua fungsi terpisah yaitu ventilasi dan respirasi (Handoko, 2001: 30).

Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas :

· Rongga Hidung
Rongga hidung memiliki banyak kapiler darah dan selalu lembab dengan adanya lendir yang dihasilkan mukosa.di dalam hidung udara disaring dari benda-benda asing yang tidak berupa gas,agar tidak masuk ke paru-paru.

· Faring
Ruang di belakangrongga hidung, jalan masuknya udara dari rongga hidung,diruang tersebut terdapat klep (epiglotis) yang bertugas mengatur pergantian jalannya udara pernafasan dan makanan.· Laring
Pangkal batang tenggorokan, terdiri atas tulang rawan, yaitu jakun, epiglotis dan trikoid

· Trakea
Batang tenggorokan merupakan pita yang tersusun atas otot polos dan tulang rawan berbentuk huruf”c” pada jarak yang sangat teratur. Dinding trakea tersusun atas tiga lapisan epitel yang dapat menghasilkan lendir yang berguna untuk menangkap dan mengembalikan benda asing kehulu saluran pernafasan sebelum masuk ke paru-paru bersama udara.

· Bronkus
Cabang batang tenggorokan yang jumlahnya sepasang yang satu menuju ke paru-paru kiri dan yang satu menuju paru-paru kanan.

· Bronkiolus
Cabang dari bronkus,cabang-cabang halus berdinding tipis

· Alveolus
Saluran akhir pernafasan berupa gelembung-gelembung udar, adanya alveolus memungkinkan terjadinya luasnya daerah permukaan yang berperan penting dalam pernukaran gas ( waluyo. 2010:235-238).

· Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah.

Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura). Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah (Yatim, 1990).

Respirasi dapat di bedakan atas dua jenis, yaitu :

1) Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara oksigen dan karbondioksida antara darah dan udara.
2) Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran oksigen dan karbondioksida dari aliran darah ke sel-sel tubuh.
Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen yang diperlukan pun menjaid berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kali lipat.ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan di sesuaikan dengan besar kecil tekanan udara (Bevelander, 1979).

Spirometri, merupakan suatu metode sederhana yang dapat mengukur sebagian terbesar volume dan kapasitas paru- paru. Spirometri merekam secara grafis atau digital volume ekspirasi paksa dan kapasitas vital paksa. Volume Ekspirasi Paksa atau Forced Expiratory Volume (FEV) adalah volume dari udara yg dihembuskan dari paru- paru setelah inspirasi maksimum dengan usaha paksa minimum, diukur pada jangka waktu tertentu. Biasanya diukur dalam 1 detik (FEV1) .

Kapasitas Vital paksa atau Forced Vital Capacity (FVC) adalah volume total dari udara yg dihembuskan dari paru- paru setelah inspirasi maksimum yang diikuti oleh ekspirasi paksa minimum. Pemeriksaan dengan spirometer ini penting untuk pengkajian fungsi ventilasi paru secara lebih mendalam. Jenis gangguan fungsi paru dapat digolongkan menjadi dua yaitu gangguan fungsi paru obstruktif (hambatan aliran udara) dan restriktif (hambatan pengembangan paru).

Seseorang dianggap mempunyai gangguan fungsi paru obstruktif bila nilai FEV1 kurang dari 75% dan menderita gangguan fungsi paru restriktif bila nilai kapasitas vital kurang dari 80% dibanding dengan nilai standar (Algasaff, 2005: 44).

Sumber : https://dosen.co.id/