Pengertian, Definisi Aset Tetap

Pengertian, Definisi Aset Tetap 

Pengertian, Definisi Aset Tetap

Pengertian, Definisi Aset Tetap 
Pengertian, Definisi Aset Tetap

 

Pengertian, Definisi Aset Tetap Menurut Para Ahli 

Setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya tentu harus memiliki aset tetap. Keberadaan aset tetap diharapkan dapat memberikan sumbangan pendapatan bagi perusahaan di masa sekarang dan masa mendatang, misalnya bangunan, mesin atau kendaraaan yang biasanya mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun atau satu periode akuntansi.

 

Pengertian aset tetap menurut IAI, PSAK (2007 : 16.2) adalah :

Aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.

Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso, and Paul D. Kimmel (2004) menyatakan: “Plant assets are tangible resources, that are used in the operations ot the business and not intended for sale to customer.” (p. 408)

Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa aset tetap adalah aset berwujud yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, bernilai material, digunakan dalam operasi normal perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual.

Sedangkan pengertian aset tetap berupa tanah menurut IAI, PSAK (2007 : 47.2) adalah :

Tanah adalah aset berwujud yang diperoleh siap pakai atau diperoleh lalu disempurnakan sampai siap pakai dalam operasi entitas dengan manfaat ekonomis lebih dari setahun, dan tidak dimaksud untuk diperjualbelikan dalam kegiatan operasi normal entitas.

 

Karakteristik Aset Tetap

Menurut Hendriksen yang diterjemahkan oleh Widjadjanto (2002 : 339), karakteristik dari aset tetap adalah :

  1. Aset tetap merupakan barang fisik yang dimiliki untuk memperlancar atau mempermudah produksi barang-barang lain dalam kegiatan normal perusahaan.
  2. Semua aset tetap mempunyai umur terbatas dan pada akhir umurnya harus dibuang atau diganti. Umur ini dapat merupakan estimasi jumlah tahun yang didasarkan pada pemakaian dan keausan yang ditimbulkan oleh unsur-unsurnya atau dapat bersifat variabel tergantung pada jumlah penggunaan dan pemeliharaannya.
  3. Nilai aset tetap berasal dari kemampuannya untuk mengesampingkan pihak lain dalam mendapatkan hak-hak yang sah atas penggunaannya dan bukan dari pemaksaan suatu kontrak.
  4. Aset tetap seluruhnya bersifat non moneter, manfaatnya diterima dari penjualan jasa-jasa dan bukan dari pengubahannya menjadi sejumlah uang tertentu.
  5. Pada umumnya jasa yang diterima dari aset tetap ini meliputi suatu periode yang lebih panjang dari satu tahun atau satu siklus operasi perusahaan.

Terdapat tiga karakteristik aset tetap yang dikemukakan oleh Kieso, Weygandt dan Warfield :

They acquired for use in operation and not for sale.

Only assets used in normal business operation should be classified as property, plant, and equipment. An idle building is more appropriately classified separately as an investment ;land held by land developers or subdividers is classified as inventory.

 

They are long term in nature and usually subject to depreciation.

Property, land and equipment yield services over a number of years the investment in these assets is assigned to future periods through periodic depreciation charges. The exception is land, which is not depreciated unless a material decrease in value occurs, such as a loss in fertility of agriculture land because of poor crop rotation, drought, or soil erosion.

They posses physical substance.

Property, plant and equipment are characterized by physical existence of substance and thus are differentiated from intangible assets, such as patents or goodwill. Unlike raw material, however property, plant and equipment do not physically because part of product held for resale. (Kieso, Weygandt and Warfield, 2004 : 470).

Karakteristik aset tetap menurut IAI, PSAK (2007 : 16.2) :

  1. Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas;
  2. Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.

 

Klasifikasi Aset Tetap

Aset tetap yang dimiliki oleh suatu perusahaan dapat diklasifikasikan berdasarkan umurnya, substansinya, cara penyusutan/ depresiasinya dan jenis fisiknya. Secara akuntansi, aset tetap harus diklasifikasikan berdasarkan pada karakteristik fisik mereka. Aset tertentu dengan karakteristik yang sama dapat digabungkan ke dalam satu akun saja (single account).

Menurut Harahap (2002 : 22) aset tetap dapat dikelompokkan dalam berbagai cara, antara lain :

Berdasarkan umurnya aset tetap dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Berdasarkan umurnya aset tetap dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Limited  Life  Plant  Equipment  adalah  seluruh  Plant  Equipment  yang
memiliki umur terbatas misalnya bangunan, mesin, peralatan dan lain-
lain. Karena Plant Equipment ini memiliki umur terbatas maka pada tiap
akhir     periode     atau     pada    penutupan     buku     haruslah     dihitung
penyusutannya, sehingga sering disebut Depreciated Plant Equipment.
b. Unlimited Life Plant Equipment adalah Plant Equipment yang memiliki
umur tidak terbatas, misalnya tanah. Sebagaimana diketahui bahwa tanah
dapat dipakai dalam jangka waktu yang tidak terbatas sehingga tidak
perlu disusutkan, karena itu sering disebut dengan Non Depreciated Plant

assets.

2. Berdasarkan tinjauan substansi dapat dibedakan menjadi:
a. Tangible Assets atau aset berwujud berupa tanah, mesin, gedung dan
peralatan.
b. Intangible Assets atau aset yang tidak berwujud berupa goodwill, hak
patent, hak cipta, copyright, hak guna usaha dan lain-lain.
3. Aset tetap berdasarkan jenisnya dapat dibedakan menjadi:
a. Tanah merupakan harta yang dimiliki dan dipergunakan selama kegiatan
masih berlangsung, dapat dikatakan masa pemakaian tidak terbatas dan
biasanya dijadikan sebagai tempat pendirian bangunan, mempunyai nilai
harga pokok yang dibayarkan kepada sipenjual ditambah dengan biaya-
biaya yang bersangkutan terhadap jual beli tanah.
b. Gedung   merupakan   bangunan   yang   dipakai   untuk   kegiatan   usaha
perusahaan.  Adapun  beban  biaya  yang  ditanggung  perusahaan  dalam
rangka memperoleh gedung dan dipakai dalam operasi perusahaan adalah
total nilai beli ditambah biaya-biaya lain yang timbul dalam perolehan.
c. Mesin  adalah  semua  peralatan  yang  digunakan  untuk  menjalankan
operasi    perusahaan,    termasuk    didalamnya    bagian-bagian    ataupun
peralatan yang menjadi bagian dari mesin yang bersangkutan.
d. Kendaraan merupakan semua jenis kendaraan yang dimiliki perusahaan
sebagai alat angkutan yang dapat menunjang operasional dari kegiatan
perusahaan.
e. Perlengkapan kantor merupakan perlengkapan kantor yang dipergunakan
untuk  mempercepat  dan  mempermudah  semua  kegiatan  pencatatan
ataupun mempermudah komunikasi antara satu kegiatan dengan bagian
laiannya,  maupun  antara  perusahaan  dengan  pihak  lain,  contohnya
komputer, telepon.
f. Peralatan kantor yaitu semua peralatan yang ada dikantor dan digunakan

untuk melaksanakan semua kegiatan yang dilaksanakan di kantor.

4. Berdasarkan tinjauan disusutkan atau tidak, dibagi menjadi:
a. Depreciated    Plant    Assets,    seperti    gedung,   peralatan,    mesin,    dan
sebagainya.
b. Undepreciated Plant Assets, seperti tanah.

Sumber : https://kidblog.org/class/kelas-biologi-online/posts/7he7ner6kijj0sdxh8pca05bc?fbclid