Pembiasaan-pembiasaan dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Pembiasaan-pembiasaan dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Pembiasaan-pembiasaan dalam Penguatan Pendidikan Karakter

 

Pembiasaan-pembiasaan dalam Penguatan Pendidikan Karakter

Pendidikan adalah proses pembiasaan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi. Hadadi mengatakan dalam menggencarkan penguatan pendidikan karakter sebagai tujuan dari program Jabar Masagi, pembiasaan merupakan kuncinya.

Jabar Masagi merupakan program Gubernur Jawa Barat

Ridwan Kamil untuk meningkatkan mutu pendidikan di Jawa Barat. kurikulum Pendidikan Masagi mencakup empat hal, yaitu materi tentang bela agama, bela negara, bela budaya sunda dan cinta lingkungan. Masagi yang dimaksud adalah sempurna pendidikan dalam berbagai aspek, siswa tidak hanya memiliki kemampuan atau keahlian, akan tetapi memiliki karakter yang baik.

Sesuai dengan program tersebut, Hadadi menjelaskan pembiasaan yang dilakukan siswa dalam pembentukan karakter contohnya pembiasaan peduli akan lingkungan.  Kesadaran akan dilngkungan harus dibiasakan, mulai dari diri sendiri, di rumah, di sekolah dan di lingkungan masyarakat.

“Inilah kesadaran yang harus dibangun

Walaupun untuk membangun kesadaran itu sulit, membangun kesadaran harus dibangun dari sekarang, membangun kesadaran tersebut harus dibangun dari diri sendiri. Pendidikan adalah proses pembiasaan. Dimulai dari hal kecil, termasuk di sekolah dan di rumah,” ujar Hadadi pada Senin, 12 Noveber 2018.

Hadadi mencontohkan tentang pendidikan karakter di Jepang

Di jepang para siswa meluangkan waktu 15 menit untuk cleaning time atau membersihkan kelas bersama. Di sana para siswa menyapu, mengepel, dan membersihkan sekolah bersama-sama.

“Para siswa meluangkan 15 menit untuk waktu kebersihan

Dan itu tidak menggangu pelajaran. Justru ini adalah cara membangun karakter siswa. Bagaimana sikap kita terhadap sampah. Kalau sekarang dengan enaknya orang membuang sampah, dengan menerapkan sikap disiplin, maka jika sudah pro lingkungan, kita bisa menekan biaya pengelolaan lingkungan dan masyarakat akan sejahtera,” ujar Hadadi.

 

Aratikel Terkait: