Mekanisme Pernapasan Dibedakan Atas Dua Macam

Mekanisme Pernapasan Dibedakan Atas Dua Macam

Mekanisme Pernapasan Dibedakan Atas Dua Macam

Mekanisme Pernapasan Dibedakan Atas Dua Macam
Mekanisme Pernapasan Dibedakan Atas Dua Macam

Mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk.

Fase inspirasi.

Fase ini berupa berkontraksinya otot antar tulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan diluar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

Fase ekspirasi.

Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.

Fase Inspirasi.

Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.

Fase Ekspirasi.

Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisisemula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar,akibatnya udara keluar dari paru-paru (Pearce, 2008).

Volume Udara Pernafasan

Dalam keadaan normal, volume udara paru-paru manusia mencapai 4500 cc. Udara ini dikenal sebagai kapasitas total udara pernapasan manusia. Besarnya volume udara pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,antara lain ukuran alat pernapasan, kemampuan dan kebiasaan bernapas, serta kondisi kesehatan(Bevelander, 1979).

 

Metode Penelitian

Alat dan Bahan

Alat
a. Bak besar
b. Botol besar bervolume 5 liter
c. Pipa plastik
d. Papan bedah
e.
f. Skalpel
g. Gelas ukur
h. Jarum pentul
i. Timbangan berat badan
j. Alat ukur (mit line)
4.1.2 Bahan
a. Kapas sterils
b. Air secukupnya

Baca Juga :