Macam-Macam Destilasi

Macam-Macam Destilasi

Macam-Macam Destilasi

Macam-Macam Destilasi
Macam-Macam Destilasi

Adapun macam-macam jenis destilasi, diantaranya:

Destilasi Sederhana

Destilasi biasa atau Destilasi sederhana ini umumnya dengan menaikan suhu, tekanan uapnya berada diluar cairan atau tekanan atmosfer atau titik didih normal.

Pada destilasi biasa atau destilasi sederhana, dasar pemisahannya yaitu perbedaan titik didih yang jauh atau salah satu komponen bersifat volatil. Apabila adonan dipanaskan maka komponen yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguapa terlebuh dulu. Selain perbedaan titik didih, namun juga perbedaan kevolatilan yaitu kecendrungan sebuah substansi menjadi gas. Destilasi ini dilakukan pada tekanan atmosfer. Distilasi ini dipakai untuk memisahkan adonan air dan alkohol.

Berikut ini susunan rangkaian alat destilasi biasa atau sederhana yaitu:

Keterangan:

1. Wadah air
2. Labu distilasi
3. Sambungan
4. Termometer
5. Kondensor
6. Aliran masuk air dingin
7. Aliran keluar air dingin
8. Labu distilat
9. Lubang udara
10. Tempat keluarnya distilat
13. Penangas
14. Air penangas
15. Larutan zat
16. Wadah labu distilat

Destilasi Bertingkat

Fungsi destilasi fraksionasi atau destilasi bertingkat atau destilasi berfraksi ini yaitu memisahkan komponen cair, dua atau lebih dari suatu larutan menurut perbedaan titik didihnya. Destilasi juga bisa dipakai untuk adonan dengan perbedaan titik didih kurang dari 20°C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Pengaplikasian teknik destilasi ini yaitu di industri minyak mentah yaitu untuk memisahkan komponen yang ada dalam minyak mentah. (http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/pancasila-sebagai-dasar-ideologi-negara-dan-fungsinya/)

Perbedaan antara destilasi fraksionasi dan destilasi biasa yaitu adanya kolom fraksionasi. Pada kolom tersebut terjadi pemanasan secara sedikit demi sedikit dengan suhu yang berbeda pada setiap platnya, Pemanasan yang berbeda bertujuan untuk memurnikan distilat yang lebih dari plat dibawahnya.

Destilasi Uap

estilasi ini dipakai pada adonan senyawa dengan titik didih 200°C atau lebih.Destilasi ini bisa menguapkan senyawa dengan suhu mendekati 100°C dalam tekanan atmosfer dengan uap atau air mendidih.

Sifat mendasar destilasi ini yaitu sanggup mendistilasi adonan senyawa di bawah titih didih di tiap-tiap senyawa campuran. Selain itu, distilasi ini juga bisa dipakai untuk adonan yang tida terlarut dalam air di semua temperatur, namun bisa didistilasi dengan air. Pengaplikasian distilasi uap yaitu untuk mengekstrak beberapa produk alami ibarat minyak sitrus dari jeruk atau lemon, minyak ecalyptus dari ecaluyptus dan minyak parfum dari tumbuhan.

adonan dipanaskan melalui uap air yang dialirkan ke dalam adonan dan mungkin ditambahkan dengan pemanasan. Uap dari adonan akan naik ke atas menuju kondensor dan akibatnya masuk ke labu distilat.

Destilasi Vakum

Destilasi vakum biasanya dipakai apabila senyawa yang ingin didistilasi tidak stabil dengan pengertian bisa terdekomposisi sebelum dan mendekati titik didihnya atau adonan bertitik didih diatas 150°C. Metode inidigunakan tidak bisa dipakai pada pelarut dengan titik didih yang rendah apabila kondensornya memakai air cuek alasannya yaitu komponen yang menguap tidak bisa dikondensasi air. Untuk mengurangi tekanan dipakai pompa vakum atau aspirator berfungsi sebagai penurun tekanan pada sistem distilasi ini.

Destilasi Azetrop

Destilasi ini yaitu jenis destilasi yang menguapkan zat cair tanpa perubahan komposisi.