M Nuh Prihatin Jam Belajar Bahasa Indonesia Kurang

M Nuh Prihatin Jam Belajar Bahasa Indonesia Kurang

M Nuh Prihatin Jam Belajar Bahasa Indonesia Kurang

M Nuh Prihatin Jam Belajar Bahasa Indonesia Kurang
M Nuh Prihatin Jam Belajar Bahasa Indonesia Kurang

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh

mengatakan, sudah menambah jam belajar di sekolah beberapa mata pelajaran, termasuk pelajaran Bahasa Indonesia.

“PPKN ini kita tambah jam, supaya kita ingin menyatu

menjadi warga negara yang efektif, bahasa Indonesia kita tambah,” kata M Nuh saat memaparkan program kerjanya di Koran SINDO, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2014).

M Nuh merasa prihatin, di sekolah pelajaran bahasa Indonesia mendapatkan porsi kurang, dibandingkan pelajaran bahasa yang lain.

Siapa yang enggak ngenes, bahasa Inggris empat jam

, bahasa Indonesia dua jam, iki opo-opoan ini (ini apa-apaan), terus sopo yang menghargai bahasa kita, dengan dua jam tidak ada lagi, masa bahasa lain sampai bisa sekian jam,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, guru juga mempunyai tanggung jawab dalam hal itu. Dia merasa prihatin kadang penggunaan kata sudah mulai susah dibedakan.

“Kawan media, kadang tidak bisa (membedakan) meninggal dunia karena kecelakaan, peperangan, pembunuhan, semuanya dianggap tewas, padahal mestinya karena sakit, telah meninggal dunia, semua di-running teks tewas,” tukasnya.
(maf)

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/pengertian-dan-contoh-seni-rupa-murni-daerah/