PLN Cocokan Data 4 juta Rumah Berdaya 900 VA

PLN Cocokan Data 4 juta Rumah Berdaya 900 VA

PLN Cocokan Data 4 juta Rumah Berdaya 900 VA
PLN Cocokan Data 4 juta Rumah Berdaya 900 VA

BANDUNG-Mulai Senin (18/1), secara bertahap PLN

akan mendata 4 juta pelanggan rumah tangga miskin dan rentan yang menggunakan daya 900 VA, yang merupakan penugasan dari Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. Pendataan ini dilakukan dengan mencocokkan data pelanggan dengan data rumah tangga pada Basis Data Terpadu (BDT).

BDT adalah basis data yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), yang berisi data 40% rumah tangga dengan kesejahteraan sosial ekonomi terendah di Indonesia. Data yang diserahkan oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan kepada PLN pada pertengahan Desember 2015 tersebut belum memiliki Nomor Identitas Pelanggan (IDPEL). Untuk itu, perlu dilakukan pencocokkan dengan data pelanggan, khususnya pelanggan dengan daya 900 VA. Hal ini ditujukan agar subsidi listrik yang diberikan Pemerintah tepat sasaran, yaitu untuk rumah tangga miskin dan rentan.

“Mulai Senin sampai pertengahan Maret 2016,

tugas kita adalah mendata pelanggan yang benar-benar kurang mampu berdasarkan data BDT yang dikelola oleh TNP2K. Kita temukan IDPEL untuk Rumah Tangga Sasaran (RTS) tersebut. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan bahwa rumah tangga penerima subsidi adalah yang benar-benar berhak,” jelas Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun.

Pemilahan data tahap awal dilakukan berbasis Web Based Intranet dengan menggunakan aplikasi yang memuat semua data elektronis rumah tangga kurang mampu berdasarkan pemutakhiran data BDT yang dikelola TNP2K. Selanjutnya, PLN akan melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah pelanggan untuk mengetahui IDPEL.

Untuk diketahui, saat ini Pemerintah berupaya

menerapkan pemberian subsidi listrik tepat sasaran, yaitu hanya bagi rumah tangga miskin dan rentan. Oleh karena itu, Pemerintah menugaskan PLN untuk memastikan data pelanggan rumah tangga golongan tarif R1/450 VA dan R1/900 VA adalah rumah tangga yang benar-benar berhak disubsidi sesuai data BDT. Pada 2016, perbaikan data pelanggan tarif bersubsidi diprioritaskan pada pelanggan dengan daya 900 VA.

Untuk wilayah Jawa Barat, jumlah pelanggan PLN tarif rumah tangga daya 900 VA yang harus dicocokkan datanya dengan BDT dari TNP2K adalah sekitar 416 ribu pelanggan. Jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436557/apa-itu-tabel-periodik-unsur/

Pendidikan untuk Masa Depan

Pendidikan untuk Masa Depan

Pendidikan untuk era depan – Hallo teman akrab matrapendidikan.com, kali ini dapat dikemukan sebuah opini berkenaan prospek pendidikan untuk era depan.

Semua orang mengetahui dan mengetahui bahwa pendidikan itu memiliki tujuan untuk menyongsong era depan anak khususnya, era depan bangsa terhadap umumnya.

Tak mampu dipungkiri bahwa negara maju di dunia tetap berorientasi kepada sektor pendidikan didalam tiap-tiap gerak cara kebijakan pemerintahnya. Masyarakatnya menolong penuh tiap-tiap upaya memajukan pendidikan.

Bagaimana pemerintah dan masyarakat negeri kami sendiri? Benarkah pemerintah lebih menekankan pembangunan pendidikan? Benarkah masyarakat Indonesia tetap menolong kebijakan pemerintah didalam pendidikan? Pertanyaan ini sepertinya terlalu lazim agar potensial menimbulkan aneka ragam opini.

Kalau begitu tak usah jauh-jauh. Bagaimana di lingkungan area tinggal kami sendiri? Pemerintah daerah, apakah memprioritaskan sektor pendidikan secara ril ? Dan yang mutlak kembali dipertanyakan adalah, kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak.

Keterbatasan sarana pendidikan di instansi sekolah merupakan jawaban untuk menyatakan keseriusan pemerintah area didalam memajukan dunia pendidikan. Begitu pula penanganan masalah dukungan operasional sekolah yang tetap harus pembenahan terutama masalah pas sasaran dan pas guna. Baca : Paradigma Pendidikan Murah

Budaya konsumtif sejumlah keluarga khusus jadi pemandangan lazim di lingkungan kami sehari-hari. Promosi beragam product kebutuhan sehari-hari terlalu menggoda dan menarik selera masyarakat untuk memilikinya. Konon, mempunyai produk-produk khusus tersebut jadi kebanggaan tersendiri di tengah masyarakat.

Lain kembali cerita keluarga menengah ke bawah. Pola hidup sederhana terlalu diterapkan mengingat situasi perekonomian keluarga yang tak kunjung membaik. Kadang-kadang harus mengukur “bayang-bayang”, apakah selama badan atau tidak. Perlu menelaah pada kebutuhan dan keinginan.

Keinginan kadang kala harus mengalahkan kebutuhan. Barang-barang yang belum mendesak dibutuhkan ternyata oleh permohonan harus dimiliki. Katanya demi gengsi di tengah masyarakat.

Untuk membayar beragam kredit tiap bulan harus diusahakan. Namun untuk biaya dan kebutuhan pendidikan agak tersendat. Semestinya, orang tua tidak melewatkan pendidikan anaknya.

Orang tua harus memikirkan bagaimana kelangsungan pendidikan anak terjamin cocok program harus belajar 9 th. dan 12 tahun. Baca juga: Kelangsungan Pendidikan Anak

Kepedulian pemerintah dan dukungan orang tua terhadap pendidikan memiliki tujuan untuk menyongsong era depan anak yang lebih cerah. Cerahnya era depan anak pilih cerahnya era depan bangsa.

Demikianlah sharing artikel opini pendidikan untuk era depan semoga jadi bahan gagasan bagi teman akrab pengunjung.

Sumber : https://www.lele.co.id/panduan-lengkap-7-cara-menanam-hidroponik-sederhana-di-pekarangan/

Quo Vadis Pendidikan Indonesia

Quo Vadis Pendidikan Indonesia

Quo vadis pendidikan Indonesia – Sungguh menarik untuk dicermati diskusi perihal pendidikan Indonesia yang disiarkan TVRI lebih dari satu pas lalu. Temanya adalah quo vadis pendidikan Indonesia.

Secara umum, rancangan pendidikan di negeri ini sudah disusun sedemikian rupa supaya terbentuklah muka pendidikan sekarang ini. Sudah banyak perangkat peraturan perundang-undangan yang ditelurkan mengakomodasi rancangan dan pedoman pelaksanaan pendidikan.

Pendidikan itu memanusiakan manusia. Mengubah sikap dan tingkah laku manusia Indonesia ke arah yang lebih baik. Pendidikan yang bermutu akan meningkatkan mutu sumberdaya manusia Indonesia. Hal ini memperlihatkan relevansi mutu pendidikan dengan mutu sumberdaya manusia.

Pendidikan dijadikan sebagai keliru satu beberapa syarat di dalam penentuan indek pembangunan manusia (IPM) oleh badan dunia UNDP. Sampai pas ini peringkat IPM Indonesia tetap jauh tertinggal oleh negara lain, terutama di asia tenggara. Fakta ini berikan tanda bahwa rancangan dan pelaksanaan pendidikan haruslah dibenahi sesegera mungkin.

Perangkat perundang-undangan yang menyesuaikan pendidikan sudah lumayan banyak tetapi belum menjamin tercapainya pendidikan yang berkualitas. Saking banyaknya, rancangan hakiki perundang-undangan itu tambah tidak jelas.

Bahkan pelaksana undang-undang dan peraturan itu sendiri tambah kebingungan untuk menerapkannya. Akibatnya, pelaksanaan pendidikan tetap mengfungsikan pola lama yang diberi label baru.

Secara global, hasil pendidikan di negeri ini belum cocok dengan keinginan dan keperluan bangsa ini. Di tingkat lembaga pendidikan sekolah misalnya, tetap mengedepankan masalah hasil belajar. Ada semacam kecenderungan menjadikan nilai evaluasi murni (NEM) sebagai primadona.

Padahal, NEM hanyalah sebagai tolok ukur mutu pendidikan di Indonesia. Jika NEM dijadikan sebagai seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya, itu cuma sebagai wadah sesaat.

Pendidikan belum berorientasi kepada bagaimana sistem studi yang dijalankan. Maka pantaslah, anak yang diakui berkemampuan tinggi gara-gara NEM-nya tinggi tidak sanggup berbuat apa-apa kala terjun ke tengah masyarakat. Mereka pandai di otak tetapi tetap lemah di dalam keterampilan dan keahlian di dalam hidup (lifes-klill)

Lalu, quo vadis pendidikan Indonesia? Mau dibawa kemana pendidikan Indonesia? Kita sudah maklum jawabannya! Pendidikan Indonesia kudu dibawa ke nuansa yang sanggup mendongkrak mutu sumberdaya manusia.

Pendidikan di negeri ini haruslah mengedepankan faktor humanisme dan pendidikan berkarakter. Namun di dalam pelaksanaannya mengedepankan terhadap rancangan pendidikan tidak mahal dan jauh dari intervensi keperluan politik kelompok tertentu, steril dari korupsi dan nepotisme.

Sumber : https://www.ruangguru.co.id/download-contoh-surat-penawaran-harga-yang-benar/

Proses Pengolahan Nilai Rapor Siswa

Proses Pengolahan Nilai Rapor Siswa

Proses pengolahan nilai rapor – Pada anggota artikel terdahulu sudah dikemukakan perihal membaca buku rapor siswa. Bagi kawan dekat siswa dan orang tua siswa yang menghendaki mengetahui bagaimana sistem pengolahan nilai rapor, berikut ini uraiannya.

Nilai yang tertera pada buku rapor adalah nilai akhir berasal dari sistem pembelajaran sepanjang satu semester. Nilai berikut diperoleh berasal dari aktivitas ulangan harian dan tugas yang disebut nilai harian(NH). Kemudian tersedia lagi ulangan tengah semester (UTS) dan ulangan semester(US). Ketiga aktivitas ini diolah dengan gunakan formulasi berikut ini:

Keterangan:
NR : nilai rapor
NH : nilai harian
UTS : ulangan tengah semester
US : ulangan semester
x, y dan z : prosentase indeks yang ditetapkan oleh tiap-tiap sekolah. Misalnya 70 persen untuk NH, 10% UTS dan 20% untuk US.

Sekadar semisal penerapan. Sekolah sudah laksanakan ketiga sistem penilaian sepanjang satu semester. Siswa A mendapatkan nilai ulangan harian dan tugas dengan umumnya 75 pada mata pelajaran IPA. Ujian tengah semester mendapat nilai 70 dan ujian semester mendapatkan angka 65. KKM mata pelajaran IPA 70 dan prosentase nilai 70% NH, 10% UTS dan juga 20% US. Berapakah nilai rapor siswa? Apakah siswa A menggapai nilai KKM?

Kita dapat memasukkan nilai siswa ke didalam formula penilaian:
=(70%) x 75) + (10%) x 70) + (20%) x 65)
= 52.5 + 7 + 13 = 72.5

Jadi, siswa A berikut mendapat nilai pada rapornya 72.50 dan sudah tuntas (KKM=70) pada mata pelajaran IPA. Demikian lebih kurang sistem mengolah nilai untuk raport siswasehingga diperoleh nilai layaknya yang tertera pada buku rapor siswa.

Baca Juga :

Lima BUMN hadir di BALT MILITARY Expo 2016

Lima BUMN hadir di BALT MILITARY Expo 2016

Lima BUMN hadir di BALT MILITARY Expo 2016

Lima BUMN hadir di BALT MILITARY Expo 2016
Lima BUMN hadir di BALT MILITARY Expo 2016

BANDUNG-Dalam rangka meningkatkan peluang export

dan kerjasama di wilaya eropa, kementerian BUMN mengikutsertakan lima BUMN industri pertahanan dan High Technology yaitu PT Len Industri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana pada Balt Military Expo ke 14 tahun 2016 yang diselenggrakan di Amber Expo Exhibition and Convention Centre, Gdanks Polandia dari tanggal 20 sampai 22 juni thn 2016.

Dalam rilis PT Len Induustri, Rabu (22/6) menyebutkan

, pameran selama 3 hari ini oleh penyelenggara difokuskan pada maritime safety and security, the latest defence systems, sea and land rescue, dimana kedeputian BUMN bidang PISM (pertambangan, industri startegi, dan media) yang membawahi cluster National Defence dan High Technology menggunakan kesempatan ini untuk mendorong 5 BUMN yang hadir bersinergi untuk memperkenalkan produk yang dimiliki dan lebih jauhnya dapat menangkap peluang pasar dan kerja sama dengan industri yang sejenis dan turut hadir dipameran ini.

PT Dirgantara Indonesia menghadirkan 3 produk

utamanya termasuk pesawat N219, disamping portofolio bisnis lainnya dibidang aircraft aervices dan aerostructure. Sementara PT PAL siap mempromosikan produk Fast Attack Missile (FAM). PT Pindad menampilkan produk kendaraan tempur Anoa dan komodo, senjata senapan serbu SS2 serta Pistol G2 – Amunisi Kaliber kecil dan Kaliber besar serta Bomb Udara, PT Dahana memperkenalkan explosive untuk defense dan juga sektor lainnya, dan PT Len Industri menampilkan Combat Management System yang terintegrasi dengan kapal perang, Tactical Data Link dan Radio komunikasi HF dan VHF yang merupakan radio komunikasi secure terintegrasi pertama di indonesia. (Pun)

 

Baca Juga :

 

 

PT KAI Berbagi dengan Anak Yatim.

PT KAI Berbagi dengan Anak Yatim.

PT KAI Berbagi dengan Anak Yatim.

PT KAI Berbagi dengan Anak Yatim.
PT KAI Berbagi dengan Anak Yatim.

BANDUNG – PT Kereta Api Indonesia (KAI)

untuk berbagi kebahagiaan Ramadan dengan menyantuni anak yatim bekerjasama dengan Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid.

PT KAI bersama Dompet Peduli Umat (DPU) Daarut Taihiid, lembaga BUMN itu menyantuni ratusan anak yatim dan dhuafa, termasuk tuna netra, asal 25 yayasan se-Bandung dan sekitarnya. “Jumlahnya sekitar 600 orang. Tahun lalu, sebanyak 500 orang, Bantuan itu berupa uang santunan, kaos, tas, serta peralatan sekolah.” tandas Direktur SDM, Umum, dan TI M. Kuncoro Wibowo.

Dalam acara di Auditorium PT KAI dan bertema

“Kereta Apiku, Sahabatku” itu, Kuncoro mengatakan melalui unit Corporate Social Responsibility (CSR) disalurkan bantuan bernilai Rp 243 juta, yang secara simbolis, penyerahannya kepada Direktur Utama DPU Daarut Tauhiid, H. Herman.

“Ini merupakan wujud ungkapan rasa syukur

kami sekaligus menyambut hajatan akbar tahunan, Angkutan Lebaran 2016. Harapannya, melalui keberkahan berbagi pada Ramadan, perjalanan KA senantiasa berlangsung aman, lancar, dan terkendali,” ungkapnya. jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/gambar-jaring-jaring-balok

Komisi V DPR RI Pantau Kesiapan Infrastruktur Mudik

Komisi V DPR RI Pantau Kesiapan Infrastruktur Mudik

Komisi V DPR RI Pantau Kesiapan Infrastruktur Mudik

Komisi V DPR RI Pantau Kesiapan Infrastruktur Mudik
Komisi V DPR RI Pantau Kesiapan Infrastruktur Mudik

Jakarta (23/6) – Komisi V DPR RI, menjelang pelaksanaan mudik Lebaran memantau kesiapan infrastruktur mudik di sejumlah lokasi, diantaranya Pantura.

Dari beberapa pemantauan ada hal yang menjadi kritisi Komisi V DPR RI. Hal demikian, mengemuka dalam release yang diterima Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Yudi Widiana, dalam release yang diterima, Jum’at (24/6).

Menurut Yudi Widiana setelah mengamati secara langsung

infrastruktur mudik, pemerintah diminta dapat lebih mengantisipasi arus kendaraan yang melalui jalan tol. Hal itu agar kemacetan parah di Tol Cipali tidak terulang kembali seperti tahun-tahun sebelumnya.Pihak pengelola tol diminta membuat rekayasa pengaturan untuk mempercepat transaksi di gerbang tol.

Selain itu pengaturan keluar masuk kendaraan di rest area maupun parkirnya perlu diperbaiki. Selama ini saat arus kendaraan tinggi, persoalan di rest area menjadi sumber kemacetan.

Sementara itu untuk ruas tol baru Pejagan – Brebes, pengelola jalan tol diminta mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM), agar kenyamanan dan keamanan terlayani dengan baik, baik selama arus mudik maupun arus balik.Oleh karena itu, faktor keamanan dan kenyamanan di jalur mudik sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan.

“Aspek pengawasan dari pihak regulator

dan penegak hukum pada angkutan umum juga jangan sampai menurun agar faktor keamanan dan kenyamanan pemudik terjaga.

Yudi, dalam bagian lain keterangannya memaparkan potensi banjir rob akibat limpasan air laut ke darat di sepanjang jalur pantura, patut diwaspadai . Antisipasinya, harus ada skenario pengalihan lalu lintas jika Rob menggenangi jalan yang bisa membuat jalur Pantura lumpuh.

“Pengalaman menunjukkan, fenomena alam seperti Rob tidak mampu diantisipasi dengan baik. Bahkan pernah jalur Pantura lumpuh selama beberapa hari. Ini harus diwaspadai”.

Dalam hal penggunaan sepeda motor

selama mudik, diharapkan ada upaya minimilasir akan hal tersebut karena terkait faktor keselamatan selama di perjalanan. Oleh karena itu, pemerintah diminta lebih gencar mensosialisasikan kelebihan pengangkutan motor dengan kereta dan truk.

Yudi, dalam bagian lain keterangannya memaparkan masyarakat jangan memaksakan diri untuk mudik dengan sepeda motor, di satu sisi mengabaikan soal keselamatan.“Selama ini pengguna sepeda motor di jalan saat mudik cukup mendominasi. Setiap gelaran mudik Lebaran, sepeda motor terus menjadi alternatif transportasi,”

Oleh karena itu, diharapkan angkutan mudik gratis semestinya bisa mengurangi jumlah pengguna sepeda motor, bukan malah membuat operator bus umum kehilangan penumpangnya. “Pemerintah harus mengatur keberadaan penyelenggaraan mudik gratis,” pungkas Yudi. (NR)

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/jangka-sorong

Lalu Lintas Jembatan Cisomang KM 100+700 Dibatasi

Lalu Lintas Jembatan Cisomang KM 100+700 Dibatasi

Lalu Lintas Jembatan Cisomang KM 100+700 Dibatasi

Lalu Lintas Jembatan Cisomang KM 100+700 Dibatasi
Lalu Lintas Jembatan Cisomang KM 100+700 Dibatasi

BANDUNG-Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ)

merekomendasikan adanya pembatasan lalu lintas kendaraan yang melintasi Jembatan Cisomang KM 100+700 Jalan Tol Purbaleunyi.

Dari hasil presentasi, PT. Jasa Marga tentang deformasi yang terjadi pada pilar kedua (P2) ditemukan bahwa besarnya pergeseran pada puncak pilar P2 telah melebihi toleransi yang disyaratkan walaupun vibrasi jembatan masih dalam ambang batas aman.

Berdasarkan kondisi ini, KKJTJ melaporkan kepada Menteri PUPR bahwa kondisi keamanan jembatan perlu evaluasi serius dan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Dengan pertimbangan KKJTJ tersebut di atas, Menteri PUPR menyetujui saran KKJTJ agar beban lalu lintas yang diizinkan melalui Jembatan Cisomang dibatasi.

Menindaklanjuti arahan dari Menteri PUPR, Direktur

Jenderal Bina Marga meminta kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai regulator jalan tol dan PT. Jasa Marga sebagai operator jalan tol untuk segera menerapkan pembatasan lalu lintas di Jembatan Cisomang hanya untuk golongan I saja. BPJT dan PT. Jasa Marga juga diminta untuk segera melakukan monitoring pergerakan pilar-pilar Jembatan Cisomang serta melaksanakan perkuatan terhadap struktur jembatan untuk mencegah pergeseran lebih lanjut dan menjamin kapasitas struktur jembatan berada pada kondisi aman untuk pengguna lalu lintas.

Sebagai tindakan preventif, KKJTJ juga meminta BPJT dan PT. Jasa Marga untuk menempatkan petugas di jembatan tersebut agar apabila kondisi jembatan tidak aman, petugas tersebut yang bekerja penuh dan dapat segera menghentikan lalu lintas melewati jembatan tersebut.

“Untuk pengguna jalan tol di luar golongan I dari arah Jakarta

menuju Bandung dipersilakan untuk keluar di gerbang tol Jatiluhur KM 84 dan menggunakan jalan nasional menuju Padalarang. Untuk pengguna jalan tol di luar golongan I dari arah Bandung menuju Jakarta dipersilakan untuk keluar di gerbang tol Cikamuning KM 116 dan menggunakan jalan nasional kemudian dapat masuk kembali ke jalan tol di gerbang tol Jatiluhur KM 84,” demikian rilis dari KKJTJ.

BPJT dan PT. Jasa Marga berkoordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan dalam pengaturan lalu lintas agar pembatasan lalu lintas di Jembatan Cisomang tidak berdampak pada kemacetan yang berlebihan.

Berkaitan dengan pembatasan lalu lintas ini, Menteri PUPR menyatakan bahwa pembatasan ini dilakukan untuk melindungi keselamatan pengguna jalan sebagai prioritas utama. jo

 

Baca Juga :

 

 

Komisi IX DPR RI Buat Roadmap Ketenagakerjaan

Komisi IX DPR RI Buat Roadmap Ketenagakerjaan

Komisi IX DPR RI Buat Roadmap Ketenagakerjaan

Komisi IX DPR RI Buat Roadmap Ketenagakerjaan
Komisi IX DPR RI Buat Roadmap Ketenagakerjaan

BANDUNG-Dalam catatan Komisi IX DPR RI, hingga saat ini

banyak persoalan yang menyangkut ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk merespon masalah tersebut, Komisi IX DPR RI sudah membuat roadmap ketenagakerjaan.

Hal demikian, diungkapkan Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf,

dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (26/12).

Dede, lebih lanjut memaparkan persoalan ketenagakerjaan pertama, tingginya penyerapan naker di sektor transportasi. Di sektor ini banyak masyarakat akibat PHK menjadi pengemudi berbasis online seperti gojek.

Fenomena ini, menunjukkan penciptaan lapangan kerja lebih didominasi partisipasi pihak masyarakat, bukan pemerintah. Seharusnya, seiring dengan investasi yang berkembang yang didominasi infrastruktur, pembangunan infrastruktur lebih banyak menyerap lapangan kerja.

Persoalan kedua, banyaknya naker asing yang masuk ke Indonesia,

yang jumlahnya tenaga kerja asing informal tercatat sebanyak 21.000 orang. Sementara tingkat SDM naker dari angkatan kerja di Indonesia sebanyak 60% merupakan tamatan sekolah SMP dan SD.

Atas persoalan tersebut, roadmap ketenagakerjaan yang disiapkan pihak Komisi IX DPR RI, meliputi : peningkatan produktivitas melalui training atau magang serta untuk masyarakat berpendidikan rendah dibuat konsep link and match, ujar Dede mengakhiri keterangannya. (NR)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702911/sejarah-bahasa-indonesia/

Perempuan Berdaya Secara Mandiri

Perempuan Berdaya Secara Mandiri

Perempuan Berdaya Secara Mandiri

Perempuan Berdaya Secara Mandiri
Perempuan Berdaya Secara Mandiri

BANDUNG- Walikota Bandung, Ridwan Kamil memberikan apresiasi kepada para perempuan

yang saat ini mulai mampu menunjukkan kapabilitas untuk terlibat dalam pembangunan negara.

Menurut Walikota, jumlah perempuan dan anak di Indonesia saat ini mencapai 80 persen dari total penduduk Indonesia dimana keduanya merupakan sumber daya potensial dalam pembangunan.

“Semangat kesetaraan gender semakin digaungkan untuk mencapai target dunia

dimana komposisi perempuan dan laki-laki menjadi 50:50 pada tahun 2030,” ucap Walikota dalam acara peringatan Hari Ibu tingkat Kota Bandung di Plaza Balai Kota Bandung Selasa (27/12).

Dalam sambutannya, walikota juga menyebutkan pencapaian Indonesia yang telah menjadi satu-satunya negara yang memiliki jumlah menteri perempuan terbanyak, yaitu berjumlah 9 menteri.

“Ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki hak dan kemampuan yang sama untuk berada pada level tinggi dalam pembangunan,” kata Walikota, saat membacakan Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Meskipun demikian menurut Walikota, bukan berarti demi ketercapaian target

perempuan harus dipilih tanpa melihat kualitas dan kemampuannya.

“Saya mengharapkan agar perempuan lainnya juga dapat turut menunjukkan kemampuannya agar terpilih oleh sistem untuk berperan serta dalam meningkatkan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702875/sejarah-bpupki/