Mendagri Minta PNS Netral di Pilkada

Mendagri Minta PNS Netral di Pilkada

Mendagri Minta PNS Netral di Pilkada

Mendagri Minta PNS Netral di Pilkada

Menteri Dalam Negeri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersikap netral selama proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang.

Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri

Hal tersebut dikatakan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Soni Sumarsono membacakan sambutan Mendagri Tjahjo Kumolo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dalam Rangka Pilkada Serentak Tahun 2018 di Hotel Kartika Chandra, jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Ia mengatakan, pihaknya sudah membentuk regulasi pelaksana pilkada di daerah dan meminimalisir terjadinya kecurangan, termasuk program-program sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

“Bagi kepala daerah silahkan menggelar acara seminar atau pelatihan agar warga dapat mengikuti pilkada nanti, tapi bukan dalam bentuk dukungan. Artinya ini untuk mensukseskan pilkada,” terangnya.

Dia menekankan, pemerintah pusat akan memonitor seluruh daerah yang menyelenggarakan pilkada. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran, sementara itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara harus dapat meningkatkan partisipasi pemilih. “Silahkan berkoordinasi dengan Menpan RB dan Mendagri untuk menjaga netralitas PNS,” ujarnya.

Kemendagri

Kemendagri juga akan menegakkan sanksi bagi ASN yang terlibat kecurangan pilkada langsung, bahkan hingga pemberhentian pegawai. Ia juga menekankan, larangan fasilitas pemerintah daerah untuk kampanye. “Silahkan sebarluaskan aturan larangan ini bagi ASN tekait netralitasnya di pilkada serentak di setiap daerah,” pungkasnya.

Sekedar informasi

Rakornas ini diikuti sebanyak 600 peserta yang terdiri dari KPU, Bawaslu, Kepala Daerah (Gubernur, Wakil Gubernur, Walikota/Bupati).

 

Sumber : https://pakdosen.co.id/

Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

 

Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Jelang Pilkada

Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya mengajak seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah menjaga kondusifitas menjelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2018 mendatang.

Pilkada Serentak Tahun 2018

“Tentunya diharapkan pilkada nanti dapat terlaksana dengan baik dan lancar, serta didukung situasi keamanan dan ketertiban yang tetap kondusif,” kata Bima seusai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dalam Rangka Pilkada Serentak Tahun 2018 di Hotel Kartika Chandra, jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Dalam Rangka Pilkada Serentak Tahun 2018

Ia menilai rakornas Dalam Rangka Pilkada Serentak Tahun 2018 ini merupakan salah satu cara untuk menjaga kondusifitas terhadap tingkat kepercayaan publik menjelang pilkada. “Jadi bagaimana pun konstelasi politiknya, siapapun kandidatnya menurut saya netralitas harus dilakukan dan saya jamin birokrasi itu ada,” jelasnya.

Seluruh lapisan masyarakat

Untuk itu ia berharap seluruh lapisan masyarakat menjunjung tinggi kondusifitas pelaksanaan pesta demokrasi tersebut. “Semua rambu-rambunya (aturan, red) sudah ada, tinggal kita antisipasi terjadinya konflik horizontal. Jadi semua aparat juga harus netral,” pungkasnya.

 

Sumber : https://solopellico3p.com/

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

PENTINGNYA SARAPAN PAGI
PENTINGNYA SARAPAN PAGI

Orang dewasa yang secara teratur sarapan sehat setiap pagi, lebih mungkin mengonsumsi cukup vitamin dan mineral, mengontrol berat badan, dan hanya sedikit makan lemak dan kolesterol. Sedangkan sarapan sehat yang dilakukan secara rutin oleh anak-anak bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka, menjaga berat badan yang sehat, berkonsentrasi lebih baik, serta membuat anak jarang absen di sekolah.

 

Berbagai Macam Manfaat yang Didapatkan

Anda disarankan untuk selalu menyempatkan diri menyantap sarapan setiap hari. Sebab, sarapan pagi bisa memberikan beragam manfaat sarapan seperti:

 

Membantu melindungi tubuh dari penyakit

Menurut sebuah studi, kadar kolesterol jahat (LDL) pada wanita sehat yang tidak sarapan cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan. Mereka yang membiasakan diri untuk sarapan juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan.

Manfaat yang bisa diperoleh dari sarapan pagi tak hanya itu saja. Risiko terkena penyakit diabetes dan penyakit jantung akan semakin rendah dengan membiasakan diri sarapan pagi setiap hari.

Lebih fokus

Kebiasaan sarapan pagi juga bisa membuat Anda lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan di kantor ataupun sekolah karena perut sudah diisi. Jika Anda tidak sarapan pagi, kemungkinan daya pikir Anda bisa menurun.

Membantu menurunkan berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dengan menu yang sehat dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, Anda tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan. Ketika Anda melewatkan sarapan pagi, maka Anda akan lebih mudah untuk tergoda mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalori namun tidak mengenyangkan.

 

Meningkatkan mood

Jika hari ini Anda merasa lebih mudah kesal atau marah, coba cek apakah Anda sudah sarapan atau belum? Jika belum, bisa jadi ini disebabkan karena perut lapar. Agar ini tidak terjadi, biasakan untuk memulai hari dengan sarapan, agar suasana hati lebih baik dan stres di pagi hari dapat diatasi.

 

Memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh

Tidak sarapan membuat kebutuhan harian tubuh akan vitamin dan nutrisi sulit untuk terpenuhi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizinya secara menyeluruh, baik itu asupan serat, kalsium, vitamin A, B, C dan vitamin lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga : 

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA

GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA
GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA

Grafik Komputer

Suatu proses pembuatan, penyimpanan dan manipulasi model dan citra. Model berasal dari beberapa bidang seperti fisik, matematik, artistik dan bahkan struktur abstrak.

Istilah ”Grafik Komputer”ditemukan tahun 1960 oleh William Fetter : pembentukan disain model cockpit (Boeing) dengan menggunakan pen plotter dan referensi model tubuh

 

Manusia 3 Dimensi

Grafika Komputer bertujuan menghasilkan citra (lebih tepat disebut grafik ataupicture) dengan primitif-primitif geometri seperti garis, lingkaran, dan sebagainya. Primitif-primitif geometri tersebut memerlukan data deskriptif untuk melukis elemen-elemen gambar. Contoh data deskriptif adalah koordinat titik, panjang garis, jari-jari lingkaran, tebal garis, warna, dan sebagainya. Grafika komputer memainkan peranan penting dalam visualisasi dan virtual reality.

 

Aplikasi-aplikasi yang menggunakan komputer grafis:

  1. Computer-Aided Design (CAD)
    CAD adalah alat bantu berbasis komputer yang digunakan dalam proses analisis dam desain, khusunya

    untuk sistem arsitektural dan engineering. CAD banyak digunakan dalam mendesain bagunan, mobil,

    pesawat, komputer, alat-alat elektronik, peralatan rumah tangga, dan berbagai produk lainnya. Contoh

    aplikasinya: AutoCAD.

  1. Computer-Aided Sofware Engineering (CASE)
    CASE mirip dengan CAD tetapi digunakan dalam bidang sofware engineering. CASE digunakan

    Dalam memodelkan user requirement, pemodelan basisdata, workflow dalam proses bisnis, struktur

    program, dan sebagainya. Contoh aplikasi: Rational Rose, SyBase Power Designer.

  1. Virtual Reality
    Virtual Reality adalah lingkungan virtual yang seakan-akan begitu nyata di mana user dapat

     Berinteraksi dengan objek-objek dalam suasana atau lingkungan 3 dimensi. Perangkat keras khusus

     digunakan untuk memberikan efek pemadangan 3 dimensi dan memampukan user beriteraksi dengan

     objek-objek yang ada dalam lingkungan. Contoh: aplikasi VR parachute trainer yang digunakan oleh

     U.S. Navy untuk latihan terjun payung. Aplikasi ini dapat memberikan keutungan berupa mengurangi

     resiko cedera selama latihan, mengurangi biaya penerbangan, melatih perwira sebelum melakukan

     terjun payung sesungguhnya.

Visualisasi Data

    Visualisasi Data adalah teknik-teknik membuat image, diagram, atau animasi untuk

    Mengkomunikasikan pesan. Visualisasi telah menjadi cara yang efektif dalam mengkomunikasikan

    baik data atau ide abstrak maupun nyata sejak permulaan manusia. Contoh: visualisasi dari struktur

    protein, strutur suatu website, visualisasi hasil data mining.

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Mengenai Apa Itu Rekonsiliasi

Mengenai Apa Itu Rekonsiliasi

Mengenai Apa Itu Rekonsiliasi

Mengenai Apa Itu Rekonsiliasi
Mengenai Apa Itu Rekonsiliasi

Rekonsiliasi

berarti : perbuatan memulihkan pada keadaan semula, atau perbuatan memperbarui seperti semula. Tetapi perkembangan selanjutnya, ada istilah2 yang mengikuti kata rekonsiliasi, seperti : rekonsiliasi nasional, rekonsiliasi keuangan (bank), dll.

1. Dalam bidang Keuangan, 

Rekonsiliasi adalah proses pencocokan data transaksi keuangan yang diproses dengan beberapa sistem/subsistem yang berbeda berdasarkan dokumen sumber yang sama
Dasar Hukum :

  • UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
  • UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawal Keuangan Negara
  • PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
  • PMK 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat
  • Perdirjen Perbendaharaan Nomor 36/PB/2009 tentang Pedoman Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Kuasa Bendahara Umum Negara

Rekonsiliasi UAKPA dilampiri :

  1. Register Pengiriman
  2. Neraca
  3. Laporan Realisasi Anggaran Belanja
  4. Laporan Realisasi Anggaran Pengembalian Belanja
  5. Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan Negara dan Hibah
  6. Laporan Realisasi Anggaran Pengembalian Pendapatan Negara dan Hibah
  7. Rekening koran
  8. Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran sesuai Surat Kepala KPPN Jakarta I No S-6258/WPB.11/KP.0140/2009 Tgl 1 Oktober 2009
  9. SSPB/SSBP (dilegalisir) jika setoran dibayarkan melalui bank/persepsi KPPN lain

informasi :

  • Pelayanan rekonsiliasi melalui loket 16, 17, 18, 19.
  • LRA tetap dicetak dan dilampirkan pada saat rekon di loket meskipun tidak ada transaksi (kosong)
  • Harap diteliti terlebih dahulu bahwa LRA Belanja tidak dibenarkan terdapat pagu minus atau pengembalian belanja tanpa pagu;
  • Harap penyetoran sisa UP/TUP dibayarkan melalui bank/pos persepsi KPPN Jakarta I;
  • Akun penyetoran sisa UP/TUP TA berjalan menggunakan 815111 (RM) atau 815113 (PNBP) sedangkan TA yang lalu menggunakan akun 815114;
  • Pengembalian belanja TA berjalan menggunakan form SSPB dengan kode fungsi, subfungsi, program, kegiatan, subkegiatan dan akun dan yang sama dengan kode pada DIPA (pagunya) sedangkan untuk TA yang lalu menggunakan form SSBP dengan kode akun 423911 (Belanja Pegawai) akun 423913 (Belanja non pegawai);
  • Apabila setoran dibayarkan melalui bank/pos persepsi KPPN lain, maka lampirkan fotocopy setoran setelah dikonfirmasi/legalisir terlebih dahulu;
  • Apabila terdapat kesalahan pengisian SSBP/SSPB, segera lakukan perbaikan data (kode) tersebut menggunakan form yang baku sesuai SE-35/PB/2009;
  • Berita Acara Rekonsiliasi dapat dicetak sendiri dengan mengosongkan nomor BAR dan menyesuaikan tanggal BAR dengan tanggal kedatangan diloket pelayanan untuk mendapatkan nomor BAR tersebut;
  • untuk penyamaan data (prarekon) sampai dengan tanggal 15 dapat dilakukan melalui email dengan mengirimkan file (ADK) rekon ke alamat vera018@perbendaharaan.go.id atau rekonvera.jakarta1@gmail.com silahkan pilih alamat email salah satu saja. Balasan email berbentuk file dengan format pdf.
  • Agar mengantisipasi kerusakan sarana komputer dan aplikasi dengan melakukan backup SAKPA;

Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Bendahara dapat dilakukan bersamaan dengan rekonsiliasi di atas dengan dilampiri rekening koran

 

2. Dalam Perpajakan

Rekonsiliasi fiskal pada hakikatnya adalah merupakan proses untuk mendapatkan angka laba fiskal atau laba kena pajak dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap laba komersial atau laporan rugi laba. Proses rekonsiliasi fiskal ini umumnya dilakukan oleh Wajib Pajak yang berbentuk perusahaan.
Sebagai bahan baku dalam proses rekonsiliasi fiskal ini adalah laporan rugi laba komersial yang biasanya disusun berdasarkan standar akuntansi. Perusahaan-perusahaan besar biasanya memiliki laporan keuangan yang diaudit oleh Akuntan Publik.
Dua unsur utama dalam perhitungan rugi laba adalah penghasilan dan biaya. Penghasilan bisa berupa penghasilan usaha maupun penghasilan dari luar usaha. Begitu pula biaya, ada biaya-biaya untuk melakukan usaha ada juga biaya-biaya di luar usaha. Dalam konteks Pajak Penghasilan, unsur dalam penghitungan laba fiskal juga terdiri dari penghasilan dan biaya, baik penghasilan dan biaya usaha maupun penghasilan dan biaya di luar usaha.
Namun demikian, tidak semua penghasilan dalam rugi laga komersial merupakan objek pajak dalam penghitungan Pajak Penghasilan. Begitu pula, tidak semua biaya dalam rugi laba komersial dapat dikurangkan dalam rangka menghitung Pajak Penghasilan. Perbedaan-perbedaan seperti ini disebabkan karena Pajak Penghasilan tunduk kepada ketentuan dalam Undang-undang Pajak Penghasilan. Nah, karena perbedaan seperti inilah maka perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian.
Beberapa penyebab utama perbedaan laba komersial dan laba fiskal yang banyak ditemui di lapangan adalah sebagai berikut :
  1. Adanya penghasilan yang bukan objek pajak menurut fiskal (non taxable income),
  2. Adanya penghasilan yang dikenakan PPh Final sehingga tidak perlu lagi dihitung dalam SPT Tahunan,
  3. Adanya biaya-biaya yang menurut ketentuan fiskal tidak boleh dikurangkan (non deductible expenses), dan
  4. Adanya perbedaan waktu pengakuan biaya seperti biaya penyusutan dan amortisasi.

Baca Artikel Lainnya:

Mengenai Pendekatan Pembelajaran

Mengenai Pendekatan Pembelajaran

Mengenai Pendekatan Pembelajaran

Mengenai Pendekatan Pembelajaran
Mengenai Pendekatan PembelajaranMengenai Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan pembelajaran

dapat diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) Pendekatan yang bersifat metodelogik dan (2) pendekatan yang bersifat materi.

Pendekatan Metodelogik berkenaan dengan cara siswa mengadaptasi konsep yang disajikan ke dalam struktur kognitifnya, yang sejalan dengan cara guru menyajikan bahan tersebut. Pendekatan Metodelogik diantaranya adalah pendekatan intuitif, analitik, sintetik, spiral, induktif, deduktif, tematik, realistik, dan heuristik. 

Sedangkan pedekatan material adalah pendekatan pembelajaran matematika dimana dalam menyajikan konsep matematika melalui konsep matematika lain yang telah dimiliki siswa.

  1. Strategi Pembelajaran

Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu:

1)  exposition-discovery learning

2)  group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008).

Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:

  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.

Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).

  1. Metode Pembelajaran

Metode Pembelajaran adalah cara menyajikan materi yang bersifat umum. Metode pembelajaran dapat diartikan juga sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

D. Teknik Pembelajaran

Teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.

Mengenai Metode Pembelajaran

Mengenai Metode Pembelajaran

Mengenai Metode Pembelajaran

Mengenai Metode Pembelajaran
Mengenai Metode Pembelajaran
  1. Metode ceramah

Metode ceramah adalah metode penyampaian bahan pelajaran secara lisan. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yang menggunakan metode ceramah terdapat unsur paksaan.

Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dari guru yang selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapat mekanisme psikologis yang memungkinkannya untuk menolak disamping menerima informasi dari guru. Inilah yang disebut kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan diri.

  1. Metode tanya jawab

Metode tanya jawab dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengan mengajukan pertanyaan yang terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapat terdeteksi ketika menjawab pertanyaan.

Metode ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yang akan dibahas.

  1. Metode diskusi

Metode diskusi adalah cara pembelajaran dengan memunculkan masalah. Dalam diskusi terjadi tukar menukar gagasan atau pendapat untuk memperoleh kesamaan pendapat. Dengan metode diskusi keberanian dan kreativitas siswa dalam mengemukakan gagasan menjadi terangsang, siswa terbiasa bertukar pikiran dengan teman, menghargai dan menerima pendapat orang lain, dan yang lebih penting melalui diskusi mereka akan belajar bertanggung jawab terhadap hasil pemikiran bersama.

  1. Metode belajar kooperatif

Dalam metode ini terjadi interaksi antar anggota kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang. Semua anggota harus turut terlibat karena keberhasilan kelompok ditunjang oleh aktivitas anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu. Model belajar kooperatif yang sering diperbincangkan yaitu belajar kooperatif model jigsaw yakni tiap anggota kelompok mempelajari materi yang berbeda untuk disampaikan atau diajarkan pada teman sekelompoknya.

  1. Metode demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan memeragakan suatu proses kejadian. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yang paling pokok adalah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yang multi proses. Dengan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapat menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain.

  1. Metode ekspositori atau pameran

Metode ekspositori adalah suatu penyajian visual dengan menggunakan benda dua dimensi atau tiga dimensi, dengan maksud mengemukakan gagasan atau sebagai alat untuk membantu menyampaikan informasi yang diperlukan.

  1. Metode penugasan

Metode ini berarti guru memberi tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini dapat mengembangkan kemandirian siswa, meransang untuk belajar lebih banyak, membina disiplin dan tanggung jawab siswa, dan membina kebiasaan mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi dlam metode ini sulit mengawasi mengenai kemungkinan siswa tidak bekerja secara mandiri.

  1. Metode eksperimen

Metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dengan menggunakan percobaan. Dengan melakukan eksperimen, siswa menjadi akan lebih yakin atas suatu hal daripada hanya menerima dari guru dan buku, dapat memperkaya pengalaman, mengembangkan sikap ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih lama dalam ingatan siswa. Metode ini paling tepat apabila digunakan untuk merealisasikan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri atau pendekatan penemuan.

 

(Sumber: https://balad.org/)

Len Industri Tanam 15.000 Pohon Kopi Gambung

Len Industri Tanam 15.000 Pohon Kopi Gambung

Len Industri Tanam 15.000 Pohon Kopi Gambung

Len Industri Tanam 15.000 Pohon Kopi Gambung
Len Industri Tanam 15.000 Pohon Kopi Gambung

Wakil Bupati Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan dan Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri Priadi Ekatama Sahari, bersama jajaran manajemen Len Incorporated secara simbolis melakukan penanaman 15.000 bibit Pohon Kopi Gambung di Desa Mekasari Gambung, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, pada Jumat (22/3/2019).

“Kegiatan seperti ini diyakini akan meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus mengenalkan, mengembangkan, dan melestarikan produk hasil bumi daerah Mekarsari, khususnya Kopi Gambung. Kegiatan-kegiatan CSR (tanggung jawab sosial perusahaan) kita programkan agar dapat memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi masyarakat maupun lingkungan hidup setempat,” kata Eka.

Lebih jauh lagi, Desa Mekarsari bisa menjadi Desa Binaan PT Len Industri sebagai salah satu pelaksanaan Program PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan). Desa ini dinilai memiliki potensi yang dapat lebih dikembangkan lagi.

Ketua LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Mekarsari, Nana Wiharna mengatakan kurang lebih 380 KK disini punya mata pencaharian sebagai petani dan buruh tani kopi dan teh. Di sini termasuk lahan hutan lindung Perhutani, dimana Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) dan LMDH setempat sudah melakukan NKK (Naskah Kesepakatan Kerjasama) untuk pertanian kopi. Pengolahan lahan dilakukan masyarakat dan kemudian akan bagi hasil 15% dari hasil panen kepada pemilik lahan.

Kopi hasil perkebunan Desa Mekarsari dikenal dengan nama merek Kopi Kerkhoven. Nama tersebut diambil dari nama tokoh Rudolph Eduard Kerkhoven, seorang perintis dan pembangun Perkebunan Teh Gambung pada masa kolonial Belanda. Produk lain dari desa yang terletak di Gunung Tilu ini yakni teh Gambung, air mineral kemasan Gambung dan keripik daun teh Sam Sam Chips yang sudah di jual hingga ke luar Pulau Jawa. Selama ini usaha pemasaran dilakukan secara online melalui social media.

CSR PT Len Industri yang mengusung tagline “Go Green, Go Smart, Go Welfare” dengan visinya “Maju Bersama Masyarakat Mewujudkan Kehidupan Harmonis dan Sejahtera”, merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya agar menjadi komitmen dan tanggung jawab perusahaan dalam menerapkan kebijakan usaha.

 

Baca Juga :

 

 

Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat bagi Warga Bogor

Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat bagi Warga Bogor

Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat bagi Warga Bogor

Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat bagi Warga Bogor
Presiden Jokowi Serahkan 5.000 Sertifikat bagi Warga Bogor

Presiden Joko Widodo menyerahkan 5.000 sertifikat hak atas tanah bagi warga di Kota

dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penyerahan sertifikat ini berlangsung di lapangan parkir Bogor Nirwana Residence, pada Kamis, 21 Maret 2019.

Presiden, dalam sambutannya, mengatakan bahwa sebanyak kurang lebih 80 juta bidang tanah pada tahun 2015 lalu belum memiliki sertifikat. Banyak pula masyarakat yang belum mengurus atau memperoleh sertifikat. Akibatnya, konflik pertanahan sering terjadi di banyak wilayah.

“Kenapa belum pegang ini? Karena dulu-dulu mengurusnya ruwet,” ucapnya.

Dari release Biro Pers Setneg, oleh karenanya, Presiden Joko Widodo

beserta jajaran terkait mengupayakan agar proses penerbitan dan pengurusan sertifikat ini menjadi lebih mudah. Presiden bahkan menetapkan target yang sangat tinggi yang harus dipenuhi jajarannya dalam menerbitkan sertifikat untuk masyarakat.

“Setahun di seluruh Indonesia ini sebelumnya hanya diproduksi 500 ribu sertifikat. Inilah sekarang kenapa kita percepat sertifikat supaya tidak ada sengketa,” kata Presiden.

Sementara, dalam sambutannya di kesempatan yang sama, Menteri Agraria

dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebut bahwa seluruh bidang tanah yang ada di Kota Bogor pada tahun 2019 ini akan terdaftar dan bersertifikat.

“Kota Bogor insyaAllah tahun ini seratus persen tanahnya kita daftarkan,” ujarnya.

Adapun untuk Kabupaten Bogor, Sofyan Djalil menyampaikan komitmen jajarannya agar paling lambat pada tahun 2025 mendatang seluruh bidang tanah yang ada di wilayah itu juga sudah bersertifikat. (Pun)

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/habitat-tumbuhan-paku/

Regal Springs Rambah Pasar Jabar

Regal Springs Rambah Pasar Jabar

Regal Springs Rambah Pasar Jabar

Regal Springs Rambah Pasar Jabar
Regal Springs Rambah Pasar Jabar

Provinsi Jawa Barat selain terkenal dengan keindahan alamnya, kerajinannya serta kulinernya

merupakan pangsa yang sangat besar bagi perusahaan-perusahaan maupun industri yang bergerak dalam penyedia olahan ikan.

Halnya yang dilakukan Regal Springs Group yang datang ke Jawa Barar khususnya ke Kota Bandung dengan menyediakan fillet Ikan Tilampia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat, industri kuliner serta produsen maupun suparmerkat yang ada di Bandung.

Marketing Manager Regal Springs Indonesia, Ratna Yudythia menyatakan

, bahwa pangsa pasar di Jawa Barat khususnya Kota Bandung sangat besar sehingga Bandung menjadi target market yang sangat menjanjikan selain kota-kota besar lain di Indonesia.

“Untuk memperkenalkan dan mendekatkan produk kepada masyarakat, kita undang berbagai profesi bidang kuliner dalam peluncuran Tilapia Fillet,” kata Ratna, di acara Regal Springs Fillet Tilapia Launch di Hotel Aston Pasteur Bandung, Kamis (21/03).

Bisnis ikan tilapia Regal Springs ini berkembang pesat di perairan air bersih di Jawa

dan Sumatra Utara, sehingga mampu untuk memenuhi permintaan pasar di Amerika Serikat dan Eropa.

Di tahun 2019 ini Regal Springs berkomitmen untuk melayani pasar domestik di Indonesia dengan kualitas produk yang sama dengan produk yang diekspor ke Amerika Serikat, Eropa dan Australia.

Produk fillet Tilapia ini dikirim dari pabrik Regal Springs di Semarang dalam bentuk beku dan kondisi terbaik sehingga sampai di tangan konsumen di Bandung dan sekitarnya dengan harapan industri Food Service (Hotel, Restauran, Cafe dan Catering) khususnya di Bandung, dan kedepannya konsumen penikmat ikan di seluruh Indonesia dapat menikmati kelezatan ikan Tilapia Regal Springs dengan kondisi terbaiknya.

 

Sumber :

https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/anatomi-kulit/