PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR

PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR

PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR
PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR

Pendahuluan

Dewasa ini, banyak kita temui orang yang menjadi guru seperti pilihan profesi terakhir. Dengan kata lain, kalau sudah mendesak tidak ada pekerjaan lain atau sebuah status sosial yang lekat  dengan kemarginalan, gaji kecil, tidak sejahtera malah di bawah garis kemiskinan. Bahkan ada guru yang dipilih asal pilih yang penting ada yang mengajar. Sehingga sebagian besar peserta didik di negeri ini tidak mempunyai minat yang tinggi dalam belajar. Sekolah hanya sekedar waktu kosong atau ikut-ikutan, setelah itu pulang. Apalagi harus  mendengarkan materi pelajaran yang monoton. Sangat disyukuri bila guru tidak masuk. anak-anak bersorai gembira karena tidak terbebani hari itu. Sehingga yang menyebabkan semua ini terjadi adalah hilangnya kreatifitas guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang sempurna sehingga mempengaruhi atas peningkatan mutu kualitas belajar mengajar itu sendiri.
Dalam manajemen sumber daya manusia, menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Dalam hal ini, termasuk guru saat ini harus profesional. Sebab guru adalah pihak ujung tombak dalam proses belajar mengajar. Untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi, tentu berawal dari seorang guru yang memberikan ilmu kepada mereka. Guru saat ini masih sangat sedikit yang antusias untuk menambah ilmunya sendiri. Juga masih rendah minat guru untuk membaca dan membeli buku.
Padahal semua itu adalah sumber pengetahuan yang bisa mereka aplikasikan untuk mereka para peserta didik di dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kualifikasi dan latar belakang pendidikan guru tidak sesuai dengan bidang tugas. Di lapangan banyak di antara guru yang mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya. Sehingga semua itu jelas nantinya akan berdampak buruk pada kualitas (mutu) belajar mengajar di kelas, bahkan berdampak buruk pada potensi dan masa depan siswa.
Parkey (1998: 3) mengemukakan bahwa guru tidak hanya sekedar sebagai guru di depan kelas, akan tetapi juga sebagai bagian dari organisasi yang turut serta menentukan kemajuan sekolah bahkan di masyarakat. Sehingga bila disimpulkan dari pendapat tadi, maka kita dapat menemukan beberapa faktor yang menyebabkan semakin tingginya tuntutan terhadap keprofesionalan yang harus dimiliki oleh guru. Faktor pertama adalah karena cepatnya perkembangan dan perubahan yang terjadi saat ini terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi.
Implikasi bagi guru adalah dimana guru harus memiliki keterampilan-keterampilan yang cukup untuk mampu memilih topik, aktivitas, dan cara kerja dari berbagai kemungkinan yang ada.
Faktor kedua adalah terjadinya perubahan pandangan dalam masyarakat yang memiliki implikasi pada upaya-upaya pengembangan terhadap siswa. Sebagai contoh, banyak guru yang memberikan motivasi seperti mendorong anak-anak bekerja keras di sekolah agar nanti mereka memperoleh suatu pekerjaan yang baik, tidak lagi menarik bagi mereka. Faktor ketiga adalah perkembangan teknologi baru yang mampu menyajikan berbagai informasi yang lebih cepat dan menarik. Perkembangan-perkembangan ini menguji fleksibilitas dan adaptabilitas guru untuk memodifikasi gaya mengajar mereka dalam mengakomodasi sekurang-sekurangnya sebagian dari perkembangan baru tersebut yang memiliki suatu potensi untuk meningkatkan proses pembelajaran.
Berdasarkan hal di atas, maka pentingnya keprofesionalan guru ini sangat berpengaruh terhadap meningkatnya (mutu) kualitas belajar mengajar. Seorang guru harus mengetahui apa yang dilakukannya di dalam proses itu dan menciptakan berbagai pengajaran-pengajaran yang memungkinkan membangkitkan minat siswa untuk belajar. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan membahas secara umum tentang kompetensi guru yang profesional dalam proses belajar mengajar.

Guru Profesional

Kata profesional berasal dari bahasa Inggris yang berarti ahli, pakar, mampu dalam bidang yang digeluti. Menjadi profesional berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan tetapi, tidak semua ahli dapat menjadi berkualitas karena menjadi berkualitas bukan hanya menjadi persoalan ahli. Tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personaliti. Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, mejadi profesional adalah satu kesatuan antara konsep personaliti dan integritas yang yang dipadupadankan dengan skil atau keahliannya. Menjadi profesional adalah tuntutan setiap profesi yang telah familiar di tengah masyarakat.
Dalam kaitannya dengan guru, maka guru juga jelas sebuah profesi yang idealis dan membutuhkan keprofesionalannya dalam menjalani profesi tersebut. Kalau mengacu pada konsep di atas, menjadi profesional adalah meramu kualitas dengan integritas menjadi guru profesional adalah keniscayaan. Namun demikian, profesi guru juga sangat lekat dengan peran psikologis, humanis, bahkan identik dengan citra kemanusiaan. Ibarat sebuah laboratorium, seorang guru seperti ilmuwan yang sedang bereksperimen terhadap nasib anak manusia dan juga suatu bangsa. Guru merupakan tokoh sentral dalam dunia pendidikan yang sangat menentukan ke arah mana sebuah bangsa menuju tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, menjadi guru yang memiliki keahlian dalam mendidik atau mengajar perlu pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang memadai. Sementara itu, menurut Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran. Oleh karena itu, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran.
Dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar, guru profesional harus menjadikan siswanya sebagai fokus utama dalam proses tersebut terkait dengan materi yang diajarkan, disamping guru juga harus menguasai materi yang diajarkannya. Hal ini berkaitan dengan kompetensi profesional yang harus dimiliki guru dalam PP RI No. 19/2005 yang merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Pengajar harus lebih memperhatikan minat, bakat, dan kebutuhan pelajar ketimbang dengan target-target untuk menyelesaikan kurikulum yang sebagian mungkin tidak relevan dengan minat, bakat, dan kebutuhan pelajar setempat. Guru profesional juga harus memperhatikan dan memfasilitasi proses-proses aktualisasi potensi, bakat, dan talenta murid-muridnya. Di samping itu masih banyak beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru yang profesional dalam meningkatkan mutu (kualitas) belajar mengajar yang berikut ini akan dibahas satu persatu mengenai hal tersebut.

Personaliti Guru

Peran guru sangat identik dengan peran mendidik seperti membimbing, membina, mengasuh ataupun mengajar. Reece dan Walker (1997:92) mempertegas pernyataannya bahwa afektif adalah daerah yang paling sulit dan relatif kurang literatur menyangkut sikap. Sikap dapat diajarkan melalui pemberian contoh, misalnya bilamana guru sering terlambat, maka siswa pun akan berbuat sama. Dalam hal ini, siswa menjadikan guru sebagai “lukisan” yang akan ditiru oleh anak didiknya. Baik buruk hasil lukisan tersebut tergantung contohnya. Guru (digugu dan ditiru) otomatis menjadi teladan. Melihat peran tersebut, sudah menjadi kemutlakkan bahwa guru harus memiliki integritas dan personaliti yang baik dan benar. Hal sangat mendasar, karena tugas guru bukan hanya mengajar (transfer knowledge) tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar dari bangun karakter atau akhlak anak.
Pembelajaran yang baik tidak dapat dipahami terutama hanya dari sebuah pengetahuan dan keterampilan-keterampilan, sebab sentral dari pembelajaran tersebut mencakup tindakan-tindakan moral dalam konteks yang bersifat khusus. Oleh sebab itu menurut Shulman dan Socket, guru yang baik harus menggunakan penilaian terhadap tindakan situasi kelas secara khusus. Penilaian dan tindakan-tindakan guru  terhadap situasi haris mencakup tindakan-tindakan siswa sebagai sumber-sumber (agen) moral.

Di samping itu, personaliti guru ini juga menyangkut kepribadian seorang guru sebagaimana dalam PP RI No. 19/2005 menetapkan 4 kompetensi yang harus dimiliki guru, salah satunya yaitu kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Memiliki kepribadian yang stabil dan mantap dimaksudkan guru harus bangga sebagai pendidik dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. Memiliki kepribadian yang dewasa dimaksudkan agar guru menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik. Memiliki kepribadian yang arif dimakduskan agar guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Memiliki kepribadian yang berwibawa agar guru memiliki perilaku yang berpengaruh yang positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan, guru bertindak sesuai dengan norma (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. Oleh karena itu, jika personaliti guru ini tidak mencerminkan sesuatu yang baik maka akan berpengaruh kepada proses belajar mengajar.Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

Tips Tingkatkan Kemampuan Membaca pada Anak

Membaca adalah salah satu kegiatan atau pun aktifitas yang sangat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat anak Anda masuk taman kanak-kanak, dia nantinya juga akan mulai banyak membaca dan juga menulis.

Tips Tingkatkan Kemampuan Membaca pada Anak
Tips Tingkatkan Kemampuan Membaca pada Anak

Akan tetapi, tak ada yang salah jika Anda ingin ajarkan pada sih kecil sedari dini. Nah, di bawah ini ada beberapa tips jitu yang bisa anda lakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan baca bagi anak-anak.

Tips tingkatkan kemampuan membaca pada anak

Sisihkan waktu untuk baca bagi anak di setiap harinya

Riset telah menunjukkan bahwasannya membaca dengan suara yang lantang  seperti ini dan dilakukan secara rutin pada anak nantinya akan menghasilkan keuntungan yang sangat signifikan, seperti halnya pemahaman membaca dan juga kosa kata anak yang meningkat.

Kelilingi anak dengan  buku bacaan

Mungkin saja anak tak akan langsung suka membaca begitu saja. Untuk bisa mensiasati hal tersebut Anda bisa meletakkan buku di setiap sudut ruangan dalam rumah Anda, sehingga mau tidak mau dia nantinya akan mengambil buku tersebut lalu membacanya. Atau pun Anda juga bisa lakukan aktifitas membaca di depan sih kecil, walaupun terkadang anak Anda sedang tak membaca atau pun bermain, dengan melihat anak lagi membaca, anak Anda pun akan terinspirasi untuk lakukan hal yang sama.

Buat acara membaca bersama-sama keluarga

Silakan Anda sediakan waktu di setiap harinya, kurang lebih selama 15 hingga 30 menit untuk membaca bersama dengan anak-anak. Walaupun hanya 15 menit saja akan tetapi yang demikian ini jika dilakukan secara rutin maka bisa meningkatkan minat membaca pada anak Anda.

Mendorong berbagai kegiatan atau aktifitas membaca

Silakan Anda jadikan membaca sebagai salah satu bagian dari kehidupan anak Anda. Pada saat sedang berjalan bersama anak, minta dia untuk membaca tanda-tanda yang ada di tepian jalan, membaca menu, atau yang lainnya, selain hal tersebut pastikan anak Anda untuk selalu memiliki sesuatu untuk bisa dia baca di waktu luangnya, contohnya saja pada saat dia sedang menunggu teman atau pun mengendarai mobil.

Membiasakan pergi ke perpustakaan

Jangan sampai anak Anda jadi bosan dengan kegiatan atau aktifitas membaca yang monoton. Ajak anak Anda untuk pergi ke perpuastakaan di setiap beberapa minggu sekali, supaya dia bisa mendapatkan bahan bacaan yang baru juga.

Menggunakan berbagai alat bantu

Untuk bisa bantu mengembangkan kemampuan baca anak Anda, maka Anda dapat menggunakan buku, video, program komputer, dna lain-lain. game juga bisa jadi pilihan terbaik sebab anak tak akan merasa sednag belajar.

Demikian informasi tentang tips tingkatkan kemampuan membaca pada anak yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat. referensi  https://www.sekolahbahasainggris.com/

Tips Mendidik Anak Berkelakuan yang Baik

Mendidik anak untuk mempunyai kebiasaan yang baik seperti ini merupakan salah satu tugas bagi setiap orangtua. Terkadang mudah dan tak jarang juga terasa cukup sulit. Anak-anak akan belajar dari melihat orang yang ada di sekitarnya, khususnya orangtua mereka.

Tips Mendidik Anak Berkelakuan yang Baik
Tips Mendidik Anak Berkelakuan yang Baik

Bila Anda menggunakakan sopan santun serta contoh yang baik, maka Anda sudah mengajarkan kepada anak Anda untuk bersikap yang serupa. Contoh yang baik dari orangtua nantinya akan hasilkan generasi yang tidak hanya cerdas akan tetapi juga bermental yang sehat.

Tips mendidik anak berkelakuan yang baik

  • Anak akan melakukan apa yang Anda lakukan. Anak nantinya akan lihat sikap Anda untuk memperoleh petunjuk tentang bagaimana cara dalam bersikap. Anda merupakan model, maka silakan gunakan sikap Anda untuk mendidik atau pun membimbingnya. Apa yang telah Anda lakukan tersebut jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang telah Anda katakana.
  • Menunjukan apa yang Anda rasakan. Katakan saja dengan jujur bagaimana sikapnya pengaruhi perasaan Anda. Ini nantinya akan membantu anak untuk lihat perasaannya sendiri pada Anda. Selain itu, yang demikian ini umumnya yang disebut dengan empati. Di usia anak sekitar 3 tahun, anak sudah bisa tunjukkan rasa empatinya.
  • Berikan pujian untuk sikap baik anak Anda. Pada saat anak Anda bersikap baik seperti yang telah Anda harapkan. Maka Anda yang terlalu pelit untuk memberikan pujian dan juga menyemangatinya untuk terus bersikap yang baik. pujian yang cukup dan juga wajar nantinya akan menajdikan dirinya merasa diperhatikan. Ingat, bila anak memiliki pilihan antara tidak mendapat perhatian atau pun perhatian negative, maka dia akan pilih mendapat perhatian lewat cara negative.
  • Aktif untuk mendengarkan nantinya akan membantu anak memahami emosinya sendiri dan juga terhindar dari perasaan frustasi. Ulangi saja perkaaan mereka untuk bisa pahami apa yang telah merasak rasa dan inginkan. Cara yang satu ini nantinya akan kurangi perasaan tegang yang dirasa oleh anak-anak.
  • Tepati janji. Anda di sini juga harus berpegang kepada apa yang sudah pernah Anda ucapkan atau pun janjikan. Pada saat Anda selalu tepati ucapan Anda, maka anak Anda juga akan belajar untuk mempercayai dan juga menghormati Anda.
  • Kurangi godaan. Barang-barang miliki orang tua atau orang dewasa memang sering sekali memancing rasa keingin tahuan anak, kurangi resiko mereka untuk menemukan dan juga merusaknya dengan cara menyimpan benda tersebut di tempat yang aman dan juga tidak mudah dia jangkau.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan mengenai tips mendidik anak berkelakuan yang baik. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi. sumber : www.dosenpendidikan.com

Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini

Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini

Perlu Anda tahu bahwasannya di masa usia dini (0 – 5 tahun) merupakan masa golden age bagi anak. Pendidikan di usia dini ini memang bisa dibilang cukup penting sekali, sebab stimulasi yang telah diberikan pada anak bisa memberi hasil yang lebih optimal.

Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini
Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini

Nah, sebagai aset yang memiliki peranan cukup penting sekali untuk kemajuan Negara, pendidikan harus diajarkan sejak anak masih usia dini. Apabila dulunya pendidikan hanya akan diperkenalkan oleh para orangtua, kini sudah ada banyak sekali sekolah khusus untuk pendidikan anak usia dini atau PAUD, yang merupakan salah satu upaya dari bentuk pembinaan yang telah ditujukan untuk anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.

Pendidikan anak usia dini ini juga mempunyai tujuan untuk kembangkan berbagai potensi anak sejak usia dini, sebagai persiapan untuk bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang ada di sekitar dan lingkungan sekolahnya nanti. Selain hal tersebut, di bawah ini ada beberapa alasan terpenting bagi orangtua untuk bisa mempertimbangkan apa pendidikan anak usia dini adalah salah satu pilihan yang paling tepat bagi sih kecil.

Alasan pentingnya pendidikan anak di usia dini

  • Pendidikan anak usia dini ini mempunyai metode yang cukup baik sekali di dalam melatih kemampuan motorik atau pun fisik sih anak itu sendiri. Perkembangan fisik bagi anak ini, sepetri motorik kasar dan juga halus, biasanya akan terlatih dengan sangat baik sekali di usia dini.
  • Anak Anda nantinya juga akan diajarkan mengenai bagaimana hidup di dalam lingkungannya, menghadapi sebuah masalah, sekaligus menemukan solusinya.
  • Anak juga akan diajarkan tentang cara beriteraksi dengan orang lain yang baik, sehingga nanti kemampuan sosialnya pun juga bertambah.
  • Lewat belajar dan juga bermain di pendidikan anak usia dini atau PAUD ini, maka sih kecil juga bisa belajar berkomunikasi dengan orang lain dan juga belajar mengenai bagaimana cara mengekspresikan imajinasi, emosi, dan juga pemikirannya lewat tutur bahasa yang baik.

Untuk bisa membantu tumbuh kembang anak yang lebih optimal lagi, Anda juga harus lebih rajin lagi dalam membantunya dengan mengulang materi yang telah diberikan dalam sekolah PAUD tersebut secara rutin di rumah. Tujuan hal ini adalah untuk membiasakan anak dengan materi yang telah diajarkan oleh pendidik. Tapi, harus Anda ingat juga, jangan sampai menjadikan anak Anda kelelahan dan bosan. Sebab ketahanan emosi dan juga fisiknya harus tetap dijaga, apalagi kemampuan anak dalam belajar serta berkomunikasi cenderung berbeda.

Demikianlah alasan pentingnya mendidik anak di usia dini yang bisa kami informasikan untuk Anda semuanya. Semoga saja bermanfaat. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/