Pengertian Penduduk Warga Negara Indonesia

Pengertian Penduduk Warga Negara Indonesia

Pengertian Penduduk Warga Negara Indonesia

Pengertian Penduduk Warga Negara Indonesia
Pengertian Penduduk Warga Negara Indonesia

 

Pengertian Rakyat Negara

Rakyat pada suatu Negara meliputi semua orang yang bertempat tinggal di dalam wilayah kekuasaan Negara dan tunduk pada kekuasaan Negara itu.

Pada permulaan rakyat dari suatu negara hanya terdiri dari orang-orang dari satu keturunan yang berasal dari satu nenek-moyang. Dalam hal ini factor yang terpenting adalah pertalian darah. Akan tetapi wilayah Negara itu didatangi oleh orang-orang dari Negara lain yang mempunyai nenek-moyang lain pula. Selain itu, factor tempat tinggal bersama turut menentukan, apakah seseorang termasuk dalam pengertian rakyat dari Negara itu.

Adapun orang-orang yang berada di wilayah suatu Negara dapat dibagi atas: penduduk dan bukan penduduk.

Pengertian Penduduk

Penduduk ialah mereka yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu yang ditetapkan untuk sementara waktu dan yang tidak bermaksud bertempat tinggal di wilayah Negara itu. Penduduk ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia [Pasal 26 ayat 2, UUD 1945 (amandemen ke-2)].
Penduduk dapat dibagi atas:

  1. Penduduk warga Negara, dengan singkat disebut “warga Negara,” dan
  2. Penduduk bukan warga Negara yang disebut “orang asing”.

Pengertian Warga Negara

Setiap Negara biasanya menentukan dalam UU Kewarganegaraan siapa yang menjadi warga Negara dan siapa yang dianggap orang asing. Warga Negara adalah seseorang yang telah memenuhi syarat-syarat sebagai warga Negara, di Indonesia kewarganegaraan itu diatur dalam UU No. 62 tahun 1958. Dalam UUD 1945 pasal 26 dinyatakan:

  • Yang menjadi warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang bangsa lain yang disahkan dengan UU sebagai warga Negara.
  • Penduduk ialah warga Negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia (amandemen ke-2).
  • Hal-hal mengenai warga Negara dan penduduk diatur dalam undang-undang.

Sedangkan menurut Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia (UUKI) 2006, yang dimaksud dengan warga Negara adalah warga suatu Negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan. Menurut UUKI 2006 (Pasal 4, 5, dan 6) mereka yang dinyatakan sebagai warga Negara Indonesia adalah:

  • Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang-undangan dan/atau berdasarkaan perjanjian pemerintah Republik Indonesia dengan lain sebelum undang-undang ini berlaku sudah menjadi warga Negara Indonesia (WNI).
  • Anak yang lahir dari perkawinan Yang sah dari seorang ayah dan ibu warga negara Indonesia.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga Negara Indonesia dan ibu warga Negara asing.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga Negara asing dan ibu warga Negara Indonesia.
  • Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu warga Negara Indonesia, tetapi ayahnya tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum Negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut.
  • Anak yang lahir dalam tenggang waktu tiga ratus (300) hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga Negara Indonesia.
  • Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga Negara Indonesia
  • Anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga Negara asing yang diakui oleh seorang ayah warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin.
  • Anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  • Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah Negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui.
  • Anak yang lahir di wilayah Negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya.
  • Anak yang lahir di luar wilayah Negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari Negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan.
  • Anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selanjutnya, Pasal 5 UUKI 2006 tentang Status Anak Warga Negara Indonesia menyatakan:

  1. Anak warga Negara Indonesia yang lahir di luar perkawinan yang sah, sebelum berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkwarganegaraan asing tetap diakui sebagai warga Negara Indonesia.
  2. Anak warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga Negara asing berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai warga Negara Indonesia.

Sedangkan tentang pilihan menjadi warga Negara bagi anak yang dimaksud pada pasal-pasal sebelumnya dijelaskan dalam Pasal 6 UUKI 2006, sebagai berikut:

  1. Dalam hal status kewarganegaraan Republik Indonesia terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c, huruf d, huruf h, huruf I, dan Pasal 5 berakibat anak berkwarganegaraan ganda, setelah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.
  2. Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dibuat secara tertulis dan disampaikan kepada pejabat dengan melampirkan dokumen sebagaimana ditentukan di dalam peraturan perundang-undangan.
  3. Pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) disampaikan dalam waktu paling lambat tiga (3) tahun setelah anak berusia delapan belas (18) tahun atau sudah kawin.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

Peran dan Tantangan Bagi Pemuda Yang Hidup di Era Generasi Milenial

Peran dan Tantangan Bagi Pemuda Yang Hidup di Era Generasi Milenial

Kata “pemuda” biasanya di-identik-kan dengan kumpulan anak muda yang masih “bau kencur” alias belum berpengalaman, belum matang dalam beranggapan dan belum stabil secara emosi. Dan karenanya secara umum orang tidak terlampau memperhitungkan kumpulan pemuda ini karena dirasakan pola berpikirnya ingin idealis tidak realistis dan sering memungut keputusan dengan menurut emosi perasaan belaka.

Namun sebetulnya dalam hidup ini yang namanya “idealisme’, sebuah pemikiran mengenai dunia utopia, adalahhal urgen yang membuat insan tetap memiliki semangat dan harapan guna tetap hidup dan berusaha demi dunia yang lebih baik. Dunia utopia memang laksana mimpi. Tapi saya percaya bahwa mimpi yang terukur dan digabungkan  dengan pemikiran serta motivasi positif dapat mengolah dunia. Pada ketika kita berhenti bermimpi, anda berhenti berusaha, maka anda akan mati.

Disinilah peran pemuda, sebagai sosok yang muda, yang dinamis, yang sarat energi, yang optimis, diinginkan untuk bisa menjadi agen evolusi yang bergerak dan berjuang untuk sedekat barangkali dengan dunia utopia itu. Pemuda, diharapkan dapat membawa ide-ide segar, pemikiran-pemikiran kreatif dengan cara thinking out of the box yang inovatif, sampai-sampai dunia tidak melulu melulu dihadapkan pada hal-hal jaman old yang tersebut itu saja dan tidak pernah berkembang. Dengan kata beda pemuda diinginkan menjadi pemimpin masa mendatang yang lebih baik dari pemimpin masa kini. Pemuda diinginkan untuk menjadi change agent, yakni pihak yang mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik melewati efektifitas, perbaikan dan pengembangan.

Pemuda Sebagai Change Agent

Dari hasil baca-baca saya, minimal ada lima ciri khas pemimpin yang baik yang mesti terdapat dalam diri seorang Change Agent. Yang kesatu, visi yang jernih. Sebagai pemimpin, seseorang mesti mempunyai target yang jelas sampai-sampai program kerja dapat dibentuk dengan baik dan dengan langkah yang berkesinambungan sebab arah yang dituju jelas. Pemimpin yang baik mesti dapat menjelaskan gagasan dan konsep yang terdapat dalam pemikirannya secara bening kepada orang beda dan terutama untuk anggota kesebelasan kerjanya. Saya pikir Albert Einsten benar, “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”. Yang kedua, mempunyai kegigihan untuk menjangkau target. Yang ketiga, bersikap kritis dan analitis. Dengan kata lain, pemimpin yang baik mesti tidak jarang kali bernalar dan memakai akal sehatnya. Tidak ada urusan yang ditelan bulat-bulat tanpa memahami substansinya. Yang keempat, penuh akan pengetahuan dan memimpin dengan menyerahkan contoh, tidak saja dengan instruksi. Yang kelima, membina hubungan yang powerful dengan orang-orang sekitarnya dengan membina kepercayaan. Dengan kata lain, pemimpin yang baik mesti mempunyai integritas supaya dapat dipercaya.

Pemuda dan semangatnya diperlukan sebagai change agent dalam sekian banyak  sektor, tergolong sektor politik. Selama masih terdapat yang namanya “negara”, politik pun akan tidak jarang kali ada. Masalahnya, politik telah terlalu lama terasosiasi sebagai sebuah hal yang kotor dan karenanya dihindari tidak sedikit orang. Kata “politik” nyaris identik dengan “perebutan dominasi demi jabatan dan uang”. Akibatnya, tidak sedikit anak muda berpotensi menghindari dan tidak peduli dengan politik. Namun sikap ini tanpa disadari secara tidak langsung membuat situasi politik menjadi semakin buruk sebab level of competition, baik dari segi kemampuan maupun integritas, menjadi rendah guna seseorang menempati posisi strategis dalam lembaga-lembaga negara. Akibatnya orang-orang yang memegang dominasi dalam negara bukanlah orang-orang terbaik yang terdapat di negara tersebut, tetapi orang-orang yang memang dari mula masuk ke dalam politik dengan niat guna semata-mata mendapat  jabatan dan dominasi demi duit atau kepentingan individu lainnya. Pada ketika kancah politik dan lembaga negara dikuasai oleh orang-orang yang tidak berbobot, berkualitas ini, semakin orang-orang yang berbobot, berkualitas menjauhi lokasi tersebut. Hal ini terjadi terus menerus dan menjadi lingkaran setan.

Generasi milenial mesti bisa beraksi sebagai change agent dan memutus lingkaran setan tersebut. Pemuda mesti tetap optimis dan tidak berhenti mengerjakan langkah-langkah perbaikan, tergolong dalam sektor politik. Pemuda mesti inginkan peduli dengan kualitas politik negaranya dan berani terjun ke dalamnya. Karena perbaikan politik melulu akan terjadi pada ketika orang-orang baik, profesional dan berintegritas masuk ke dalam politik.

Tidak dapat dibantah bahwa politik telah terlalu lama disalahgunakan oleh orang-orang opportunist demi jabatan, dominasi dan duit semata. Tapi bahwasannya ada dimensi beda dari politik, yaitu pelajaran.id/ sebuah alat dahsyat yang dapat menyerahkan kesejahteraan untuk rakyat. Apabila anda berpolitik dengan baik dan benar, maka saya dan anda bisa menjadikan dunia ini menjadi lebih baik. Seperti yang disebutkan Mahatma Gandi, “Be the change you wish to see in the world “. Jangan mengandalkan orang beda untuk mengerjakan perbaikan, tapi anda harus inginkan turun tangan untuk mengerjakan perbaikan yang anda inginkan.

Tantangan Untuk Generasi Milenial

Generasi milenial ialah generasi yang paling mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki tidak sedikit peluang untuk dapat berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya. Namun sayangnya, dari sejumlah statistik yang saya baca, disebutkan bahwa generasi milenial ingin lebih tidak peduli terhadap suasana sosial, tergolong politik dan ekonomi. Mereka ingin lebih konsentrasi kepada pola hidup kemerdekaan dan hedonisme. Mereka ingin mengingkan urusan yang instant dan tidak menghargai proses.

Di era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat didapatkan dimana saja dan dari siapa saja. Generasi masa sekarang harus berjuang dan dapat menjadi arif terutama dalam pemakaian media sosial. Media sosial ini serupa dengan politik, tergantung bagaimana anda menggunakannya. Kita bisa bermanfaat dan meningkat pintar bilamana menggunakan media sosial dengan benar, tapi anda juga dapat menjadi penyebar hoax dan menjadi bodoh bilamana kita memakai media sosial dengan tidak benar.

Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan pun semakin tinggi. Kualitas dan kinerja manusia pun dituntut menjadi semakin tinggi. Generasi masa sekarang harus dapat beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik dengan cepat serta mengerjakan navigasi yang lincah dan tepat guna dapat memecahkan masing-masing masalah. Kreatifitas dan Apabila tidak, dalam sejumlah tahun ke depan barangkali posisi kita telah digantikan oleh robot atau program komputer.

Di Indonesia, ada selama 81 juta warga yang tergolong dalam generasi milenial. Berarti sekitar nyaris 32% dari total populasi di Indonesia. Pertanyaannya: Mampukah kumpulan 32% ini menjadi change agent guna Indonesia? Siapkah mereka untuk membina dan meneruskan Indonesia? Ini yang menjadi kendala terbesar untuk generasi milenial Indonesia.

Metode Pembelajaran dalam Perspektif Islam

Metode Pembelajaran dalam Perspektif Islam

Metode Pembelajaran dalam Perspektif Islam
Metode Pembelajaran dalam Perspektif Islam

Pendahuluan

Dalam kegiatan pembelajaran ada dua kata yang populer digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu didaktik dan metodik. Didaktik adalah ilmu mengajar yang didasarkan atas prinsip kegiatan penyampaian bahan pelajaran sehingga bahan pelajaran itu dimiliki oleh anak didik.

Agar anak didik itu dapat mengetahui pelajarannya, maka seorang guru diharapkan mengajukan bahan pelajaran itu dengan baik, yakni apakah penyajian itu dapat menarik minat, motivasi atau mengaktifkan anak didik atau tidak? Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan hendak mempengaruhi anak didik, itulah sasaran utama didaktik.

Untuk menciptakan proses belajar bagi siswa, maka diperlukan adanya pendekatan atau metode. Pertama ekspositori, metode mengajar yang biasa digunakan dalam pengajaran ekspositori adalah metode ceramah dan demonstrasi. Kedua, pembelajaran dengan mengaktifkan siswa. Dalam metode ini siswa lebih banyak aktif, namun tidak berarti guru tinggal diam. Guru memberikan petunjuk, mengarahkan anak didik tentang apa yang harus dilakukan. Metode yang banyak digunakan dalam pembelajaran siswa aktif sebagai berikut:


1)  Tanya jawab
2)  Diskusi
3)  Pengamatan dan percobaan
4)  Pemecahan masalah
5)  Pemberian tugas.

  1. Metode Pembelajaran dalam Perpektif Islam
    Dalam perspektif Islam, masih ditemukan lagi metode lain di samping yang telah disebutkan di atas. Metode belajar mengajar dalam perspektif Islam yang dimaksud adalah;
  2. Metode Dialog Qur’āni dan Nabawi
    Metode dialog qur’āni dan nabawi adalah metode pendidikan dengan cara berdiskusi sebagaimana yang digunakan oleh Alquran dan atau hadis-hadis nabi. Metode ini, disebut pula metode khiwār yang meliputi dialog khitābi dan ta’abbudi (bertanya dan lalu menjawab); dialog deksriftif dan dialog naratif (menggambarkan dan lalu mencermati); dialog argumentatif (berdiskusi lalu mengemukakan alasan kuat); dan dialog Nabawi (menanamkan rasa percaya diri, lalu beriman). Untuk yang terakhir ini, (dialog Nabawi) sering dipraktekkan oleh sahabat ketika mereka bertanya sesuatu kepada Nabi saw.

Dialog qur’āni-nabawi merupakan jembatan yang dapat menghubungkan pemikiran seseorang dengan orang lain sehingga mempunyai dampak terhadap jiwa peserta didik. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yakni;

  1. permasalahan yang disajikan secara dinamis
    b. peserta dialog tertarik untuk terus mengikuti jalannya percakapan itu
    c. dapat membangkitkan perasaan dan menimbulkan kesan dalam jiwa
    d. topik pembciraan yang disajikan secara realistis dan manusiawi

Dapat dirumuskan bahwa dialog qur’āni-nabawi adalah metode pendidikan Islam yang sangat efektif dalam upaya menanamkan iman pada diri seseorang, sehingga sikap dan perilakunya senantiasa terkontrol dengan baik.

  1. Metode Kisah Qur’āni dan Nabawi
    Metode kisah disebut pula metode “cerita” yakni cara mendidik dengan mengandalkan bahasa, baik lisan maupun tertulis dengan menyampaikan pesan dari sumber pokok sejarah Islam, yakni al-Qur’an dan Hadis.

Salah satu metode yang digunakan al-Qur’an untuk mengarahkan manusia ke arah yang dikehendakinya adalah dengan menggunakan cerita (kisah). Setiap kisah menunjang materi yang disajikan, baik kisah tersebut benar-benar terjadi maupun kisah simbolik.


Dalam al-Qur’an dijumpai banyak kisah, terutama yang berkenaan dengan misi kerasulan dan umat masa lampau. Muhammad Qutb berpendapat bahwa kisah-kisah yang ada dalam al-Qur’an dikategorikan ke dalam tiga bagian; pertama, kisah yang menunjukkan tempat, tokoh dan gambaran peristiwa; kedua, kisah yang menunjukkan peristiwa dan keadaan tertentu tanpa menyebut nama dan tempat kejadian; ketiga, kisah dalam bentuk dialog yang terkadang tidak disebutkan pelakunya dan dimana tempat kejadiannya.

Pentingnya metode kisah diterapkan dalam dunia pendidi-kan karena dengan metode ini, akan memberikan kekuatan psikologis kepada peserta didik, dalam artian bahwa; dengan mengemukakan kisah-kisah nabi  kepada peserta didik, mereka secara psikologis terdorong untuk menjadikan nabi-nabi tersebut sebagai uswah (suri tauladan).

Kisah-kisah dalam al-Qur’an dan hadis, secara umum bertujuan untuk memberikan pengajaran terutama kepada orang-orang yang mau menggunakan akalnya. Relevansi antara cerita (kisah) qur’āni dengan metode penyampaian cerita dalam lingkungan pendidikan ini sangat tinggi. Metode ini merupakan suatu bentuk teknik pnyampaian informasi dan instruksi yang amat bernilai, dan seorang pendidik harus dapat memanfaatkan potensi kisah bagi pembentukan sikap yang merupakan bagian esensial pendidikan qur’āni dan nabawi.

  1. Metode Perumpamaan
    Metode ini, disebut pula metode “amstāl” yakni cara mendidik dengan memberikan perumpamaan, sehingga mudah memahami suatu konsep. Perumpamaan yang diungkapkan al-Qur’an memiliki tujuan psikologi edukatif, yang ditunjukkan oleh kedalaman makna dan ketinggian maksudnya.

Dampak edukatif dari perumpamaan al-Qur’an dan Nabawi di antaranya :

  • Memberikan kemudahan dalam memahami suatu konsep yang abstrak, ini terjadi karena perumpamaan itu mengambil benda sebagai contoh konkrit dalam al-Qur’an.
  • Mepengaruhi emosi yang sejalan dengan konsep yang diumpamakan dan untuk mengembangkan aneka perasaan ketuhanan.
  • Membina akal untuk terbiasa berpikir secara valid pada analogis melalui penyebutan premis-premis.
  • Mampu menciptakan motivasi yang menggerakkan aspek emosi dan mental manusia.

Perilaku Dan Karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif

Perilaku Dan Karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif

Perilaku Dan Karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif
Perilaku Dan Karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif

Perilaku kerja prestatif

  1. Pengertian perilaku kerja prestatif

Perilaku kerja prestatif artinya orang yang selalu ingin maju atau berambisi maju. Seorang wirausaha yang mempunyai perilaku kerja prestatif harus memiliki komitmen tinggi terhadap pekerjaannya dan setiap pikirannya tidak lepas dari bisnisnya. Wirausaha yang menerapkan perilaku kerja prestatif sebagai modal dasar untuk keberhasilan seorang wirausaha.

  1. Sumber daya manuasia yang presentatif

Di era globalisasi dibutuhkan SDM yang tangguh karena di era ini perdagangan bebas dengan cara membuka dan memperluas lapangan kerja dengan mempersiapkan SDM yang siap kerja. Ciri – ciri milinum ketiga adalah :

  1. Persaingan bebas
  2. Perubahan yang semakin cepat
  3. Derasnya arus informasi antar Negara
  1. Karakteristik wirausaha yang berperilaku kerja prestatif
  • Ada 4 sisi potensial manuasia menurut Stephen Covey dalam bukunya First Thing’s First yaitu :
  1. Self awareness ( sikap mawas diri )
  2. Conscience ( mempertajam suara hati )
  3. Independent will ( pandangan mandiri untuk bekal bertindak )
  4. Creative Imagination ( berpikir kedepan untuk memecahkan masalah serta adaptasi yang tepat

  • Karakteristik perilaku kerja prestatif menurut para ahli yaitu :

  1. Zimmerer
  1. Komitme tinggi terhadap tugasnya
  2. Bertanggung jawab
  3. Yakin pada dirinya
  4. Kreatif dan fleksibel
  5. Mempunyai obsesi untuk mencapai prestasi yang tinggi
  6. Toleransi untuk mencapai resiko kebimbangan dan ketidakpastian
  7. Ingin memperoleh balikan dengan segera
  8. Energik
  9. Motivasi untuk lebih unggul
  10. Berorientasi ke masa depan
  11. Mau belajar dari kegagalan
  12. Mempunyai kemampuan memimpin
  1. Murpy dan Peck
  1. Kemauan bekerja keras
  2. Bekerjasama dengan pihak lain
  3. Penampilan yang baik
  4. Keyakinan diri
  5. Pandai membuat keputusan
  6. Mau menambah ilmu pengetahuan
  7. Ambisi untuk maju
  8. Pandai berkomunikasi

  • Ciri dan sifat kerja prestatif

Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil harus memiliki ciri – ciri karakteristik prestatif sebagai berikut :

Ciri – ciri Prestatif Sifat – sifat profil wirausahawan
Percaya diri

Berorientasi pada hasil

Pengambilan resiko

Kepemimpinan

Keorisinilan

Berorientasi ke masa depan

Ø  Keyakinan dan optimisme

Ø  Individualistic

Ø  Mandiri / ketidaktergantungan

·         Kebutuhan akan prestasi dan orientasi pada laba

·         Ketekunan dan ketabahan

·         Kerja keras dan mempunyai dorongan kuat

ü  Energik dan inisiatif

ü  Kemampuan mengambil resiko

ü  Suka pada tantangan

o   Bertingkah laku sebagai pemimpin

o   Dapat bergaul dengan orang lain

o   Menanggapi saran dan kritik

v  Inovatif

v  Mengetahui banyak

v  Punya banyak sumber

§  Prestatif

§  Pandangan ke masa depan

  1. Bentuk – bentuk kerja prestatif
  2. Kerja ikhlas

Adalah bekerja dengan baik bersungguh – sungguh dapat menghasilkan sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus.

Contohnya :

Seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas – pasan, namun tetap bekerja dengan baik , melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata – mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.

  1. Kerja mawas terhadap emosional

Adalah bekerja dengan baik tidak terpengaruh oleh perasaan atau kemarahan yang sedang melanda jiwanya.

Contohnya :

Seorang pemimpin perusahaan, di rumah mempunyai masalah pribadi dengan keluarga. Di tempat kerja ada bawahannya yang membuat masalah yang merugikan perusahaan. Sebagai pemimpin yang bijaksana maka pemimpin tersebut harus membedakan urusan pribadi dengan perusahaan . Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional.


  1. Kerja cerdas

Adalah bekerja harus pandai memperhitungkan resiko,mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.

Contohnya :

Sikap pekerja cerdas dalam melakukan setiap pekerjaannya menggunakan tehnologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung, mampu menggunakan bahasa global, pandai bernegosiasi / berkomunikasi dan pandai mengelola informasinya.

  1. Kerja keras

Adalah didalam bekerja mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai, dapat memanfaatkan waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi.

Contohnya :

Seorang penjual kayu bakar yang rumahnya di pegunungan setiap hari berangkat pagi – pagi buta, meskipun cuaca masih gelap, kadang – kadang membawa obor penerang jalan, sesampainya di pasar dengan sabar menawarkan dagangan sampai laku kadang kala sampai siang baru laku.

  1. Kerja tuntas

Adalah dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk menghasilkan usaha sampai selesai dan maksimal.

Contohnya :

Seorang pengusaha warung apung dapat mengorganisasikan usahanya alat yang dibutuhkan, proses pembuatan menu makanan, kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil akhir yaitu laba.


Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/

Yuk, Jalin Kerukunan bersama Sekitar di Hari Perdamaian Internasional!

Yuk, Jalin Kerukunan bersama Sekitar di Hari Perdamaian Internasional!

Yuk, Jalin Kerukunan bersama Sekitar di Hari Perdamaian Internasional!

Indeks Perdamaian Global (GPI) pun dikabarkan semakin memburuk sebesar 0.27%, lho. Berdasarkan laporan Global Peace Index (GPI) dari Institute for Economics and Peace (IEP) 6 Juni 2018, selama empat th. paling akhir GPI tetap menurun. Kali ini tersedia 92 negara yang situasinya memburuk dan 71 negara situasinya membaik. Bahkan tren tingkat perdamaian yang tetap mengalami penurunan ini udah berjalan selama sepuluh th. terakhir. Salah satu keutamaannya karena terpengaruh situasi di tempat Timur Tengah.

Yuk, Jalin Kerukunan bersama Sekitar di Hari Perdamaian Internasional!

Negara Paling Tidak Damai
Timur Tengah sendiri bersama Afrika Utara sesungguhnya berdasarkan penelitian GPI menjadi kawasan yang paling tidak aman di dunia. Sedangkan untuk negara secara spesifik, negara peringkat perdamaian paling bawah ialah Suriah, Afghanistan, Sudan Selatan, Irak, dan Somalia.

Lalu negara apa saja yang paing damai? Data membuktikan negara-negara di kawasan Eropa-lah yang menjadi kawasan terdamai. Islandia, Estonia, Austria, Portugal, dan Denmark menjadi lima negara terdamai di dunia. Selain itu tersedia pula Selandia Baru yang masuk di dalam negara paling damai di dunia.

Indonesia sendiri berada di urut ke-55. Peringkatnya lebih rendah dibanding lebih dari satu negara tetangga, seperti Malaysia yang menduduki peringkat ke-25 dan Laos di peringkat ke-46. Di Asia, Jepang dan Singapura menjadi perwakilan di dalam sepuluh besar negara terdamai di dunia.

Hari Perdamaian Internasional
Untuk menekan konflik dan menciptakan kehidupan damai, terhadap 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional atau International Day of Peace. Setiap tahunnya, Hari Perdamaian Internasional menjadi momentum nih untuk merenungkan lagi berkenaan situasi dunia. Berbagai konflik dan problem dunia menjadi bahan yang tetap dikoreksi bersama supaya tercipta penduduk yang rukun.

Awalnya Hari Perdamaian Internasional udah pertama kali digagas terhadap 1981, lho. Lalu terhadap 2001 dikukuhkan lagi supaya diperingati tiap-tiap tanggal 21 September melalui Resolusi Nomor 55/282. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) lah yang menjadi pihak di balik ini semua.

Lembaga tersebut tetap mengusahakan untuk merancang dan memelihara perdamaian dunia setelah selesainya Perang Dunia II. Peringatan ini sendiri didedikasikan untuk memperkuat perdamaian dunia, terlebih demi selesainya perang dan kekerasan.

Setiap tanggal 21 September, di Markas Besar PBB tepatnya di New York, Lonceng Perdamaian PBB dibunyikan sebagai sinyal pembuka. Lonceng itu sendiri terbuat dari bermacam koin hasil sumbangan anak-anak semua benua kalau Afrika yang menjadi pengingat korban manusia sebagai efek perang.

Peranan Menjaga Perdamaian Dunia
Saat ini, Indonesia sendiri udah menjadi bagian tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020. Melalui keanggotaan tersebut, Indonesia punyai tanggung jawab besar berkaitan perdamaian dan keamanan internasional. Jadi nantinya Indonesia dan 4 negara bagian tetap bersama 10 negara bagian tidak tetap dapat menentukan perihal apa saja yang menjadi ancaman di dalam perdamaian dunia.

Tidak cuma pemerintah Indonesia saja yang punyai peranan di dalam memelihara perdamaian dunia. Kita sebagai penduduk pun punyai andil besar, di mulai dari tingkat kecil di keluarga dan lingkungan pertemanan.

Sudah mestinya nih kami sebagai bangsa yang punyai tingkat keragaman tinggi dapat memelihara kesatuan dan persatuan bangsa. Meskipun rentan konflik karena terdiri dari ratusan suku, kami kudu tekankan kerukunan dan kemajemukan dan juga menjadi perumpamaan sebagai negara yang damai.

sumber : https://www.ruangguru.co.id/

Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Ini 7 Perpus Keren di Indonesia!

Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Ini 7 Perpus Keren di Indonesia!

Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Ini 7 Perpus Keren di Indonesia!

Sejak awal diperingati sampai sekarang, perpustakaan-perpustakaan di Indonesia serta pemerintah konsisten mengusahakan menaikkan minat baca dan minat kunjung masyarakat, khususnya anak muda kayak kita nih.

Peringati Hari Kunjung Perpustakaan, Ini 7 Perpus Keren di Indonesia!

Banyak kesibukan seru dan mengasyikkan yang umumnya diselenggarakan. Mulai berasal dari workshop dan pelatihan, pameran, sampai kompetisi-kompetisi. Selain itu, pemerintah terhitung konsisten menaikkan fasilitas dan kuantitas serta kualitas perpustakaan di Indonesia, biar kita betah main-main ke perpus.

1. Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok
Dari namanya, telah mengerti dong perpustakaan satu ini ada di mana? Benar sekali, perpustakaan keren yang pertama adalah perpus pusat punya Universitas Indonesia yang terletak di dalam lokasi universitas UI, Depok.

Dengan luas mencapai 2,5 hektar, perpus UI sediakan tiga sampai lima juta judul buku! Perpus yang terhitung disebut sebagai crystal of information ini bahkan dikunjungi sebanyak 20.000 pengunjung tiap tiap harinya.

Selain koleksi buku dan jurnalnya yang super lengkap, wujud dan arsitektur Perpustakaan Universitas Indonesia terhitung unik dan keren banget. Perpus ini berfasilitas lengkap dan terintegrasi, serta sudah pasti mempunyai panorama langsung ke danau UI. Bikin belajar tambah asyik!

2. Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru
Pekanbaru bukan cuma mempunyai Tugu Zapin, namun terhitung ada Perpustakaan Soeman HS yang terhitung menjadi tidak benar satu ikon kota tersebut. Nama perpus ini diambil berasal dari nama sastrawan sekaligus pejuang nasional asal Riau keturunan Tapanuli, Soeman Hasibuan.

Tidak heran jikalau perpus ini populer banget dan banyak dikunjungi bukan cuma penduduk lokal, namun terhitung wisatawan. Bentuk arsitekturnya memadukan budaya melayu dan modern. Kalau Quipperian mampir ke perpus Soeman HS, kamu akan disuguhi panorama kota Pekanbaru yang nampak berasal dari dinding kaca lebar yang memutari gedung setinggi 6 lantai.

Selain menjadi daerah membaca dan pusat koleksi buku, perpus ini terhitung menjadi ruang publik membuat penduduk Pekanbaru. Biasanya pameran, bedah buku, sampai kumpul komunitas diselenggarakan di sini.

3. Perpustakaan Grahatama Pustaka, Yogyakarta
Dengan luas mencapai 2,4 hektar, kamu bukan cuma sanggup membaca buku, dikarenakan Grahatama Pustaka sediakan terhitung fasilitas untuk anak-anak serta penyandang disabilitas. Buka berasal dari pagi sampai malam hari, ada banyak kesibukan seru yang sanggup kamu jalankan di sini.

4. Perpustakaan Universitas Malahayati, Bandar Lampung
Soalnya, perpustakaan ini dikelilingi kolam ikan di dalamnya! Yup, di sepanjang rak-rak buku, ada kolam ikan yang turut menaikkan keadaan menjadi tambah asyik dan betah untuk berlama-lama. Selain itu Perpustakaan Universitas Malahayati terhitung disempurnakan bersama miniatur rumah adat berasal dari semua Indonesia.

5. Micro Library Bima, Bandung
Kalau sudi yang lebih modern, kamu sanggup mampir ke Micro Library Bima yang ada di Kota Bandung. Beda berasal dari perpustakaan lainnya yang umumnya berukuran besar, micro library mempunyai ukuran yang lebih mini.

Uniknya, perpustakaan yang dirancang oleh SHAU Architects ini dibangun bersama memakai bahan-bahan daur ulang lho, terhitung 2.000 ember plastik! Dan jikalau Quipperian jeli, dinding ember berikut terhitung membentuk kode biner berasal dari kata-kata “Buku adalah jendela dunia.”

6. Freedom Institute, Jakarta
Terletak di kawasan Menteng, Jakarta, Perpustakaan Freedom Institute mempunyai gaya minimalis lengkap bersama deretan sofa empuk yang akan memicu Quipperian betah. Di sini, ada banyak koleksi buku bertema sosial politik, budaya, sampai buku-buku asing yang langka di pasaran.

Sayangnya, buku-buku di Freedom Institute tidak boleh dipinjam. Jadi, kamu sanggup membaca langsung di sudut-sudut perpustakaan yang cozy, atau kamu sanggup memfotokopi anggota buku yang kamu inginkan, dikarenakan di sini disajikan fasilitas fotokopi. Puas membaca? Kamu sanggup mampir ke kafenya yang terhitung unik. Cocok deh membuat hangout bareng teman-teman!

7. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta
Tidak lengkap jikalau tidak memasukkan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia! Perpus yang satu ini baru diresmikan pada Oktober 2017 lalu. Digadang-gadang sebagai perpustakaan tertinggi di dunia, Perpustakaan Nasional RI mempunyai 27 lantai, lho. Letaknya ada di Jalan Medan Merdeka Selatan, berhadapan langsung bersama Tugu Monumen Nasional (Monas).

Di sini, kamu bukan cuma sanggup mendapatkan koleksi buku yang super lengkap, namun terhitung sanggup nikmati beragam fasilitas lainnya. Dari fasilitas anak dan penyandang disabilitas, auditorium, ruang pameran, kafe, atau membaca buku sambil nikmati panorama kota Jakarta berasal dari rooftop yang disediakan. Keren, ya!

PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR

PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR

PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR
PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU KUALITAS BELAJAR MENGAJAR

Pendahuluan

Dewasa ini, banyak kita temui orang yang menjadi guru seperti pilihan profesi terakhir. Dengan kata lain, kalau sudah mendesak tidak ada pekerjaan lain atau sebuah status sosial yang lekat  dengan kemarginalan, gaji kecil, tidak sejahtera malah di bawah garis kemiskinan. Bahkan ada guru yang dipilih asal pilih yang penting ada yang mengajar. Sehingga sebagian besar peserta didik di negeri ini tidak mempunyai minat yang tinggi dalam belajar. Sekolah hanya sekedar waktu kosong atau ikut-ikutan, setelah itu pulang. Apalagi harus  mendengarkan materi pelajaran yang monoton. Sangat disyukuri bila guru tidak masuk. anak-anak bersorai gembira karena tidak terbebani hari itu. Sehingga yang menyebabkan semua ini terjadi adalah hilangnya kreatifitas guru untuk menciptakan proses belajar mengajar yang sempurna sehingga mempengaruhi atas peningkatan mutu kualitas belajar mengajar itu sendiri.
Dalam manajemen sumber daya manusia, menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Dalam hal ini, termasuk guru saat ini harus profesional. Sebab guru adalah pihak ujung tombak dalam proses belajar mengajar. Untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi, tentu berawal dari seorang guru yang memberikan ilmu kepada mereka. Guru saat ini masih sangat sedikit yang antusias untuk menambah ilmunya sendiri. Juga masih rendah minat guru untuk membaca dan membeli buku.
Padahal semua itu adalah sumber pengetahuan yang bisa mereka aplikasikan untuk mereka para peserta didik di dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kualifikasi dan latar belakang pendidikan guru tidak sesuai dengan bidang tugas. Di lapangan banyak di antara guru yang mengajarkan mata pelajaran yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya. Sehingga semua itu jelas nantinya akan berdampak buruk pada kualitas (mutu) belajar mengajar di kelas, bahkan berdampak buruk pada potensi dan masa depan siswa.
Parkey (1998: 3) mengemukakan bahwa guru tidak hanya sekedar sebagai guru di depan kelas, akan tetapi juga sebagai bagian dari organisasi yang turut serta menentukan kemajuan sekolah bahkan di masyarakat. Sehingga bila disimpulkan dari pendapat tadi, maka kita dapat menemukan beberapa faktor yang menyebabkan semakin tingginya tuntutan terhadap keprofesionalan yang harus dimiliki oleh guru. Faktor pertama adalah karena cepatnya perkembangan dan perubahan yang terjadi saat ini terutama perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi.
Implikasi bagi guru adalah dimana guru harus memiliki keterampilan-keterampilan yang cukup untuk mampu memilih topik, aktivitas, dan cara kerja dari berbagai kemungkinan yang ada.
Faktor kedua adalah terjadinya perubahan pandangan dalam masyarakat yang memiliki implikasi pada upaya-upaya pengembangan terhadap siswa. Sebagai contoh, banyak guru yang memberikan motivasi seperti mendorong anak-anak bekerja keras di sekolah agar nanti mereka memperoleh suatu pekerjaan yang baik, tidak lagi menarik bagi mereka. Faktor ketiga adalah perkembangan teknologi baru yang mampu menyajikan berbagai informasi yang lebih cepat dan menarik. Perkembangan-perkembangan ini menguji fleksibilitas dan adaptabilitas guru untuk memodifikasi gaya mengajar mereka dalam mengakomodasi sekurang-sekurangnya sebagian dari perkembangan baru tersebut yang memiliki suatu potensi untuk meningkatkan proses pembelajaran.
Berdasarkan hal di atas, maka pentingnya keprofesionalan guru ini sangat berpengaruh terhadap meningkatnya (mutu) kualitas belajar mengajar. Seorang guru harus mengetahui apa yang dilakukannya di dalam proses itu dan menciptakan berbagai pengajaran-pengajaran yang memungkinkan membangkitkan minat siswa untuk belajar. Oleh karena itu, dalam artikel ini penulis akan membahas secara umum tentang kompetensi guru yang profesional dalam proses belajar mengajar.

Guru Profesional

Kata profesional berasal dari bahasa Inggris yang berarti ahli, pakar, mampu dalam bidang yang digeluti. Menjadi profesional berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan tetapi, tidak semua ahli dapat menjadi berkualitas karena menjadi berkualitas bukan hanya menjadi persoalan ahli. Tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personaliti. Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, mejadi profesional adalah satu kesatuan antara konsep personaliti dan integritas yang yang dipadupadankan dengan skil atau keahliannya. Menjadi profesional adalah tuntutan setiap profesi yang telah familiar di tengah masyarakat.
Dalam kaitannya dengan guru, maka guru juga jelas sebuah profesi yang idealis dan membutuhkan keprofesionalannya dalam menjalani profesi tersebut. Kalau mengacu pada konsep di atas, menjadi profesional adalah meramu kualitas dengan integritas menjadi guru profesional adalah keniscayaan. Namun demikian, profesi guru juga sangat lekat dengan peran psikologis, humanis, bahkan identik dengan citra kemanusiaan. Ibarat sebuah laboratorium, seorang guru seperti ilmuwan yang sedang bereksperimen terhadap nasib anak manusia dan juga suatu bangsa. Guru merupakan tokoh sentral dalam dunia pendidikan yang sangat menentukan ke arah mana sebuah bangsa menuju tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, menjadi guru yang memiliki keahlian dalam mendidik atau mengajar perlu pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang memadai. Sementara itu, menurut Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidik adalah tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran. Oleh karena itu, guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas pendidikan dan pengajaran.
Dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar, guru profesional harus menjadikan siswanya sebagai fokus utama dalam proses tersebut terkait dengan materi yang diajarkan, disamping guru juga harus menguasai materi yang diajarkannya. Hal ini berkaitan dengan kompetensi profesional yang harus dimiliki guru dalam PP RI No. 19/2005 yang merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut, serta menambah wawasan keilmuan sebagai guru. Pengajar harus lebih memperhatikan minat, bakat, dan kebutuhan pelajar ketimbang dengan target-target untuk menyelesaikan kurikulum yang sebagian mungkin tidak relevan dengan minat, bakat, dan kebutuhan pelajar setempat. Guru profesional juga harus memperhatikan dan memfasilitasi proses-proses aktualisasi potensi, bakat, dan talenta murid-muridnya. Di samping itu masih banyak beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru yang profesional dalam meningkatkan mutu (kualitas) belajar mengajar yang berikut ini akan dibahas satu persatu mengenai hal tersebut.

Personaliti Guru

Peran guru sangat identik dengan peran mendidik seperti membimbing, membina, mengasuh ataupun mengajar. Reece dan Walker (1997:92) mempertegas pernyataannya bahwa afektif adalah daerah yang paling sulit dan relatif kurang literatur menyangkut sikap. Sikap dapat diajarkan melalui pemberian contoh, misalnya bilamana guru sering terlambat, maka siswa pun akan berbuat sama. Dalam hal ini, siswa menjadikan guru sebagai “lukisan” yang akan ditiru oleh anak didiknya. Baik buruk hasil lukisan tersebut tergantung contohnya. Guru (digugu dan ditiru) otomatis menjadi teladan. Melihat peran tersebut, sudah menjadi kemutlakkan bahwa guru harus memiliki integritas dan personaliti yang baik dan benar. Hal sangat mendasar, karena tugas guru bukan hanya mengajar (transfer knowledge) tetapi juga menanamkan nilai-nilai dasar dari bangun karakter atau akhlak anak.
Pembelajaran yang baik tidak dapat dipahami terutama hanya dari sebuah pengetahuan dan keterampilan-keterampilan, sebab sentral dari pembelajaran tersebut mencakup tindakan-tindakan moral dalam konteks yang bersifat khusus. Oleh sebab itu menurut Shulman dan Socket, guru yang baik harus menggunakan penilaian terhadap tindakan situasi kelas secara khusus. Penilaian dan tindakan-tindakan guru  terhadap situasi haris mencakup tindakan-tindakan siswa sebagai sumber-sumber (agen) moral.

Di samping itu, personaliti guru ini juga menyangkut kepribadian seorang guru sebagaimana dalam PP RI No. 19/2005 menetapkan 4 kompetensi yang harus dimiliki guru, salah satunya yaitu kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak mulia. Memiliki kepribadian yang stabil dan mantap dimaksudkan guru harus bangga sebagai pendidik dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. Memiliki kepribadian yang dewasa dimaksudkan agar guru menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai pendidik. Memiliki kepribadian yang arif dimakduskan agar guru menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. Memiliki kepribadian yang berwibawa agar guru memiliki perilaku yang berpengaruh yang positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. Memiliki akhlak mulia dan dapat menjadi teladan, guru bertindak sesuai dengan norma (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. Oleh karena itu, jika personaliti guru ini tidak mencerminkan sesuatu yang baik maka akan berpengaruh kepada proses belajar mengajar.Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

Tips Tingkatkan Kemampuan Membaca pada Anak

Membaca adalah salah satu kegiatan atau pun aktifitas yang sangat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari. Pada saat anak Anda masuk taman kanak-kanak, dia nantinya juga akan mulai banyak membaca dan juga menulis.

Tips Tingkatkan Kemampuan Membaca pada Anak
Tips Tingkatkan Kemampuan Membaca pada Anak

Akan tetapi, tak ada yang salah jika Anda ingin ajarkan pada sih kecil sedari dini. Nah, di bawah ini ada beberapa tips jitu yang bisa anda lakukan untuk dapat meningkatkan kemampuan baca bagi anak-anak.

Tips tingkatkan kemampuan membaca pada anak

Sisihkan waktu untuk baca bagi anak di setiap harinya

Riset telah menunjukkan bahwasannya membaca dengan suara yang lantang  seperti ini dan dilakukan secara rutin pada anak nantinya akan menghasilkan keuntungan yang sangat signifikan, seperti halnya pemahaman membaca dan juga kosa kata anak yang meningkat.

Kelilingi anak dengan  buku bacaan

Mungkin saja anak tak akan langsung suka membaca begitu saja. Untuk bisa mensiasati hal tersebut Anda bisa meletakkan buku di setiap sudut ruangan dalam rumah Anda, sehingga mau tidak mau dia nantinya akan mengambil buku tersebut lalu membacanya. Atau pun Anda juga bisa lakukan aktifitas membaca di depan sih kecil, walaupun terkadang anak Anda sedang tak membaca atau pun bermain, dengan melihat anak lagi membaca, anak Anda pun akan terinspirasi untuk lakukan hal yang sama.

Buat acara membaca bersama-sama keluarga

Silakan Anda sediakan waktu di setiap harinya, kurang lebih selama 15 hingga 30 menit untuk membaca bersama dengan anak-anak. Walaupun hanya 15 menit saja akan tetapi yang demikian ini jika dilakukan secara rutin maka bisa meningkatkan minat membaca pada anak Anda.

Mendorong berbagai kegiatan atau aktifitas membaca

Silakan Anda jadikan membaca sebagai salah satu bagian dari kehidupan anak Anda. Pada saat sedang berjalan bersama anak, minta dia untuk membaca tanda-tanda yang ada di tepian jalan, membaca menu, atau yang lainnya, selain hal tersebut pastikan anak Anda untuk selalu memiliki sesuatu untuk bisa dia baca di waktu luangnya, contohnya saja pada saat dia sedang menunggu teman atau pun mengendarai mobil.

Membiasakan pergi ke perpustakaan

Jangan sampai anak Anda jadi bosan dengan kegiatan atau aktifitas membaca yang monoton. Ajak anak Anda untuk pergi ke perpuastakaan di setiap beberapa minggu sekali, supaya dia bisa mendapatkan bahan bacaan yang baru juga.

Menggunakan berbagai alat bantu

Untuk bisa bantu mengembangkan kemampuan baca anak Anda, maka Anda dapat menggunakan buku, video, program komputer, dna lain-lain. game juga bisa jadi pilihan terbaik sebab anak tak akan merasa sednag belajar.

Demikian informasi tentang tips tingkatkan kemampuan membaca pada anak yang bisa kami bagikan. Semoga bermanfaat. referensi  https://www.sekolahbahasainggris.com/

Tips Mendidik Anak Berkelakuan yang Baik

Mendidik anak untuk mempunyai kebiasaan yang baik seperti ini merupakan salah satu tugas bagi setiap orangtua. Terkadang mudah dan tak jarang juga terasa cukup sulit. Anak-anak akan belajar dari melihat orang yang ada di sekitarnya, khususnya orangtua mereka.

Tips Mendidik Anak Berkelakuan yang Baik
Tips Mendidik Anak Berkelakuan yang Baik

Bila Anda menggunakakan sopan santun serta contoh yang baik, maka Anda sudah mengajarkan kepada anak Anda untuk bersikap yang serupa. Contoh yang baik dari orangtua nantinya akan hasilkan generasi yang tidak hanya cerdas akan tetapi juga bermental yang sehat.

Tips mendidik anak berkelakuan yang baik

  • Anak akan melakukan apa yang Anda lakukan. Anak nantinya akan lihat sikap Anda untuk memperoleh petunjuk tentang bagaimana cara dalam bersikap. Anda merupakan model, maka silakan gunakan sikap Anda untuk mendidik atau pun membimbingnya. Apa yang telah Anda lakukan tersebut jauh lebih penting dibandingkan dengan apa yang telah Anda katakana.
  • Menunjukan apa yang Anda rasakan. Katakan saja dengan jujur bagaimana sikapnya pengaruhi perasaan Anda. Ini nantinya akan membantu anak untuk lihat perasaannya sendiri pada Anda. Selain itu, yang demikian ini umumnya yang disebut dengan empati. Di usia anak sekitar 3 tahun, anak sudah bisa tunjukkan rasa empatinya.
  • Berikan pujian untuk sikap baik anak Anda. Pada saat anak Anda bersikap baik seperti yang telah Anda harapkan. Maka Anda yang terlalu pelit untuk memberikan pujian dan juga menyemangatinya untuk terus bersikap yang baik. pujian yang cukup dan juga wajar nantinya akan menajdikan dirinya merasa diperhatikan. Ingat, bila anak memiliki pilihan antara tidak mendapat perhatian atau pun perhatian negative, maka dia akan pilih mendapat perhatian lewat cara negative.
  • Aktif untuk mendengarkan nantinya akan membantu anak memahami emosinya sendiri dan juga terhindar dari perasaan frustasi. Ulangi saja perkaaan mereka untuk bisa pahami apa yang telah merasak rasa dan inginkan. Cara yang satu ini nantinya akan kurangi perasaan tegang yang dirasa oleh anak-anak.
  • Tepati janji. Anda di sini juga harus berpegang kepada apa yang sudah pernah Anda ucapkan atau pun janjikan. Pada saat Anda selalu tepati ucapan Anda, maka anak Anda juga akan belajar untuk mempercayai dan juga menghormati Anda.
  • Kurangi godaan. Barang-barang miliki orang tua atau orang dewasa memang sering sekali memancing rasa keingin tahuan anak, kurangi resiko mereka untuk menemukan dan juga merusaknya dengan cara menyimpan benda tersebut di tempat yang aman dan juga tidak mudah dia jangkau.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan mengenai tips mendidik anak berkelakuan yang baik. Semoga saja bisa bermanfaat dan menginspirasi. sumber : www.dosenpendidikan.com

Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini

Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini

Perlu Anda tahu bahwasannya di masa usia dini (0 – 5 tahun) merupakan masa golden age bagi anak. Pendidikan di usia dini ini memang bisa dibilang cukup penting sekali, sebab stimulasi yang telah diberikan pada anak bisa memberi hasil yang lebih optimal.

Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini
Ini Alasan Pentingnya Mendidik Anak di Usia Dini

Nah, sebagai aset yang memiliki peranan cukup penting sekali untuk kemajuan Negara, pendidikan harus diajarkan sejak anak masih usia dini. Apabila dulunya pendidikan hanya akan diperkenalkan oleh para orangtua, kini sudah ada banyak sekali sekolah khusus untuk pendidikan anak usia dini atau PAUD, yang merupakan salah satu upaya dari bentuk pembinaan yang telah ditujukan untuk anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.

Pendidikan anak usia dini ini juga mempunyai tujuan untuk kembangkan berbagai potensi anak sejak usia dini, sebagai persiapan untuk bisa menyesuaikan dirinya dengan lingkungan yang ada di sekitar dan lingkungan sekolahnya nanti. Selain hal tersebut, di bawah ini ada beberapa alasan terpenting bagi orangtua untuk bisa mempertimbangkan apa pendidikan anak usia dini adalah salah satu pilihan yang paling tepat bagi sih kecil.

Alasan pentingnya pendidikan anak di usia dini

  • Pendidikan anak usia dini ini mempunyai metode yang cukup baik sekali di dalam melatih kemampuan motorik atau pun fisik sih anak itu sendiri. Perkembangan fisik bagi anak ini, sepetri motorik kasar dan juga halus, biasanya akan terlatih dengan sangat baik sekali di usia dini.
  • Anak Anda nantinya juga akan diajarkan mengenai bagaimana hidup di dalam lingkungannya, menghadapi sebuah masalah, sekaligus menemukan solusinya.
  • Anak juga akan diajarkan tentang cara beriteraksi dengan orang lain yang baik, sehingga nanti kemampuan sosialnya pun juga bertambah.
  • Lewat belajar dan juga bermain di pendidikan anak usia dini atau PAUD ini, maka sih kecil juga bisa belajar berkomunikasi dengan orang lain dan juga belajar mengenai bagaimana cara mengekspresikan imajinasi, emosi, dan juga pemikirannya lewat tutur bahasa yang baik.

Untuk bisa membantu tumbuh kembang anak yang lebih optimal lagi, Anda juga harus lebih rajin lagi dalam membantunya dengan mengulang materi yang telah diberikan dalam sekolah PAUD tersebut secara rutin di rumah. Tujuan hal ini adalah untuk membiasakan anak dengan materi yang telah diajarkan oleh pendidik. Tapi, harus Anda ingat juga, jangan sampai menjadikan anak Anda kelelahan dan bosan. Sebab ketahanan emosi dan juga fisiknya harus tetap dijaga, apalagi kemampuan anak dalam belajar serta berkomunikasi cenderung berbeda.

Demikianlah alasan pentingnya mendidik anak di usia dini yang bisa kami informasikan untuk Anda semuanya. Semoga saja bermanfaat. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/