Pengarang Buku ‘Locomotive’ Peroleh Medali Caldecott

Pengarang Buku 'Locomotive' Peroleh Medali Caldecott

Pengarang Buku ‘Locomotive’ Peroleh Medali Caldecott

Pengarang Buku 'Locomotive' Peroleh Medali Caldecott
Pengarang Buku ‘Locomotive’ Peroleh Medali Caldecott

Brian Floca, memperoleh penghargaan Medali “The Randolph Caldecott” untuk buku cerita anak-anak bergambar terbaik dengan karyanya yang berjudul “Locomotive”.
Pustakawan Amerika telah memilih karya terbaik untuk buku anak-anak 2014. Salah satu dari buku yang memenangkan kontes ini berkisah tentang seekor tupai dan seorang anak yang dipenuhi imajinasi yang mengagumkan. Sebuah buku lainnya berkisah tentang kereta api.

Deborah Taylor adalah seorang pustakawan di Perpustakaan Enoch Pratt Free di Baltimore, Maryland.Dia bersama beberapa anggota panitia pemilih lain melakukan seleksi pemenang kontes buku terbaik ini.

“Yang mereka nilai adalah mutu penulisan, mutu penuturan ceritanya,” ungkap Deborah Taylor.

 

Penghargaan medali untuk sumbangan terbaik dalam kesusateraan anak-anak “The John Newberry”, dimenangkan oleh Kate DiCamillo, untuk bukunya yang berjudul “Flora & Ulysses: The Illuminated Adventures”. Ini merupakan kedua kalinya Kate DiCamillo, memenangkan penghargaan Newberry.

Buku dengan kisah sangat lucu ini menceritakan pengalaman seekor tupai bernama Ulysses dan seorang anak perempuan bernama Flora. Mereka berdua tinggal di dunia baik nyata maupun khayal.

“Ia memanfaatkan unsur mencipta dan masuk kedalam benak pembacanya, benak yang kreatif, pemikiran anak-anak yang menyukai dongeng, Kate Di Camillo berhasil melakukan ini lebih baik dari penulis lain.

Kate DiCamillo juga menjadi Duta Besar Nasional untuk Pustaka Generasi Muda di Amerika.

Penghargaan Newberry dan tanggung jawab sebagai Duta Besar membuatnya akan banyak melakukan perjalanan tahun ini. DiCamillo akan berbicara tentang pentingnya buku cerita dan kegemaran membaca bagi perkembangan anak-anak.

Sementara itu, penghargaan berupa medali “The Randolph Caldecott” untuk buku cerita anak-anak bergambar terbaik, dimenangkan oleh Brian Floca dan bukunya yang berjudul “Locomotive”.

Buku ini sangat memahami aspirasi anak-anak. Dalam buku ini ditampilkan hal-hal yang diminati oleh seorang anak, seperti misalnya, bagaimana memakai kamar mandi di kereta apai, makan di dalam mobil.

Semakin banyak penghargaan diberikan dalam kategori buku untuk remaja,

juga buku untuk penyandang cacat. Ada pula penghargaan untuk buku yang diterjemahkan dari bahasa lain, seperti misalnya hadiah Pura Belpre yang memberi penghargaan untuk penulis Amerika Latin.

Sebuah buku berjudul, “P.S. Be Eleven” yang ditulis Rita Williams-Garcia memenangkan penghargaan Coretta Scott King, sebuah hadiah yang khusus ditujukan untuk penulis Amerika keturunan Afrika.

 

Baca Juga :

 

Siswa-siswa Asia Mendominasi Ujian Pendidikan Global

Siswa-siswa Asia Mendominasi Ujian Pendidikan Global

Siswa-siswa Asia Mendominasi Ujian Pendidikan Global

Siswa-siswa Asia Mendominasi Ujian Pendidikan Global
Siswa-siswa Asia Mendominasi Ujian Pendidikan Global

Para siswa negara-negara Asia mendominasi ujian global untuk usia 15 tahun, dengan siswa dari Shanghai, China meraih skor rata-rata tertinggi dalam setiap bidang.
Para siswa negara-negara Asia mendominasi ujian global untuk usia 15 tahun, sedangkan para siswa Amerika tidak banyak menunjukkan perbaikan dan gagal mencapai 20 besar di bidang matematika, ilmu alam atau membaca.

Menurut hasil ujian yang dirilis Selasa (3/12), para siswa Amerika mendapat skor di bawah nilai rata-rata internasional untuk matematika dan kurang lebih rata-rata untuk ilmu alam dan membaca.

Skor rata-rata tertinggi dalam setiap bidang diraih siswa dari Shanghai, kota terbesar di China dengan penduduk lebih 20 juta. Singapura, Korea Selatan, Jepang dan Hong Kong termasuk dalam peserta yang siswanya rata-rata mendapat skor tertinggi dalam tiap bidang. Vietnam, yang berpartisipasi untuk pertama kali, mendapat skor rata-rata lebih tinggi dalam matematika dan ilmu alam daripada Amerika.

Hasil Penilaian untuk Program Siswa Internasional (PISA) 2012,

yang dipublikasikan Selasa, menunjukkan bahwa Shanghai memimpin lebih dari 60 negara di mata kuliah matematika, kemampuan membaca dan sains.

Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi melakukan tes bagi siswa berusia 15-16 tahun setiap tiga tahun.

Di survei terbaru, Asia Timur menduduki peringkat tertinggi, tujuh dari 10 tempat menguasai ketiga subyek tersebut.

Remaja AS secara umum berada di peringkat ke-36, di bawah rata-rata internasional dalam matematika dan rata-rata dalam kemampuan membaca dan sains.

Lebih dari setengah juta siswa dari 65 negara dan sekolah mewakili lebih dari 80 persen ekonomi dunia ikut berpartisipasi dalam penilaian di musim gugur 2012.

Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD)

mengatakan hasil survei tersebut mengindikasikan “siswa hanya bisa meraih hasil terbaik kalau mereka percaya bahwa mereka punya kendali atas kesuksesan mereka dan mereka bisa mencapai nilai tertinggi. ”

Laporan OECD mengidentifikasi Shanghai sebagai contoh, menyebutkan bahwa siswa di sana “tidak hanya percaya kalau mereka punya kendali atas kemampuan mereka untuk sukses, tapi mereka juga siap untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk menjadi sukses.”

Menteri Pendidikan AS Arne Duncan menyebut temuan PISA

sebagai “gambaran dari stagnasi pendidikan yang bertentangan dengan aspirasi Amerika Serikat untuk menjadi negara dengan tenaga kerja yang mendapatkan pendidikan terbaik dan paling kompetitif di dunia.”

Sekitar setengah juta siswa di 65 negara dan sistem pendidikan ikut serta dalam Program Untuk Ujian Siswa Internasional atau PISA, yang dikelola oleh Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi

 

Sumber :

https://publiclab.org/profile/ojelhtcmandiri

Warga Kanada, Alice Munro, Raih Hadiah Nobel Sastra

Warga Kanada, Alice Munro, Raih Hadiah Nobel Sastra

Warga Kanada, Alice Munro, Raih Hadiah Nobel Sastra

Warga Kanada, Alice Munro, Raih Hadiah Nobel Sastra
Warga Kanada, Alice Munro, Raih Hadiah Nobel Sastra

Komite Nobel di Stockholm telah mengumumkan Alice Munro,

warga Kanada sebagai pemenang Hadiah Nobel 2013 untuk bidang Sastra, Kamis (10/10).
Dalam pengumuman hadiah, Kamis (10/10), Komite Nobel menyebut Alice Munro, warga Kanada berusia 82 tahun sebagai “master” cerita pendek kontemporer.

Cerita-cerita Munro umumnya berlokasi di Kanada, dan sering menggunakan daerah asalnya di barat daya Ontario. Karyanya, sering menyiratkan pencerahan, dan telah dibandingkan dengan penulis Rusia Anton Chekhov, yang juga dianggap sebagai “master” cerita pendek.

Penulis Kanada, Alice Munro dalam sebuah konferensi pers di Trinity College,

Dublin, Irlandia, 25 Juni 2009 (Foto: dok).
Penulis Kanada, Alice Munro dalam sebuah konferensi pers di Trinity College, Dublin, Irlandia, 25 Juni 2009 (Foto: dok).
Menggambarkan Munro, kritikus sastra Amerika David Homel mengatakan kepada kantor berita Perancis baru-baru ini, “Dia menulis tentang perempuan untuk perempuan, tetapi tidak mengutuk lelaki.”

Munro telah memenangi berbagai hadiah sastra lainnya,

termasuk tiga Penghargaan Gubernur Jenderal Kanada, Man Booker International Prize dari Inggris, dan U.S. O. Henry Award untuk prestasi terus-menerus dalam fiksi pendek.

Hadiah untuk prestasi di bidang ilmu pengetahuan, sastra dan perdamaian pertama kali diberikan pada tahun 1901 sesuai dengan wasiat penemu dan pengusaha, Alfred Nobel.

Pemenang Nobel Sastra sebelumnya termasuk Ernest Hemingway, Albert Camus, dan Rudyard Kipling.

 

Sumber :

https://www.edocr.com/v/pnxvgw53/ojelhtcmandiri/Evolusi-Dan-Implementasi-Teknik-SEO-Sebagai-Traffi

Jenis Pekerjaan Anak

Jenis Pekerjaan Anak

Jenis Pekerjaan Anak 

Jenis Pekerjaan Anak
Jenis Pekerjaan Anak

 

Meningkatnya partisipasi

dan peran anak untuk bekerja menjadi isu ketenagakerjaan yang cukup menarik. “Peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja anak berkaitan dengan proses transformasi sosial ekonomi yang diikuti oleh peningkatan dan pergeseran dalam permintaan tenaga kerja, termasuk didalamnya tenaga kerja anak usia dewasa”[11]. Saat ini banyak anak pekerja berambisi untuk bekerja, baik anak tunggal atau beberapa saudara dari mereka bekerja pada tempat yang sama hal ini memang dimungkinkan karena anak pada usia tersebut menunjukan produktivitas yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan kaum hawa , dan karena meningkatnya biaya kebutuhan hidup, sehingga anak turun bersama orang tua mencari nafkah/ kebutuhan hidup di dalam keluarga yang tidak dapat terpenuhi dengan baik.

Dengan demikian, tidak jarang ditemui sebuah keluarga

yang anaknya mempunyai peran ganda. Yaitu disamping melakukan pekerjaan di dalam rumah seperti membantu pekerjaan kedua orang tuanyan mereka juga melakukan pekerjaan di luar rumah. Profesi anak bekerja di luar rumah untuk mencari tambahan nafkah, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya itu berbe-da-beda.

Di bawah ini peneliti

akan memaparkan beberapa situasi kerja yang mana jenis pekerjaan tersebut banyak membutuhkan tenaga kerja anak produktif. Namun sebelumnya perlu diketahui bahwa sektor pekerjaan yang banyak membutuhkan tenaga kerja anak produktif lebih cenderung pada sektor industri dan pada sektor jasa.

Anak Pekerja dalam Pandangan Islam

Anak Pekerja dalam Pandangan Islam

Anak Pekerja dalam Pandangan Islam

Anak Pekerja dalam Pandangan Islam
Anak Pekerja dalam Pandangan Islam

 

Dalam buku Hak-Hak Asasi Manusia

Dalam Islam, Abu A’la Maududi menjelaskan bahwa “kaum pria dan anak pekerja berhak untuk memperoleh kesempatan-kesempatan kerja yang sama”[10], Jadi tidak satupun pekerjaan yang dihalalkan agama diharamkan atas anak dan hanya diperbolehkan bagi kaum pria dewasa saja.

Sebagian ulama menyimpulkan

bahwa Islam membenarkan kaum laki-laki (anak) boleh bekerja dalam berbagai bidang dalam batas-batas tertentu selama tidak melanggar hak-hak seoarang anak, di dalam ataupun di luar rumahnya, baik secara mandiri atau bersama orang lain, dengan lembaga swasta atau pemerintah, selama pekerjaan tersebut dilakukannya dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya.

Agama Islam memang membolehkan anak bekerja

mencari nafkah untuk keluarganya dengan memenuhi berbagai syarat, serta harus sesuai dengan kodratnya sebagai anak. Artinya pekerjaan yang sifatnya kasar dan berat tentu bukan bidangnya anak, karena secara fisik mereka tidak selayak seperti kaum pria yang telah mencapai kedewasaan yang dikaruniai kelebihan dengan kekekaran tubuh dan kekhususan-kekhususan jiwa lainnya. Secara kodrati anak dapat diserahi pekerjaan-pekerjaan yang ringan sesuai dengan kemampuan mereka, namun tidak berarti mereka tidak diperbolehkan mengerjakan pekerjaan yang berat dan kasar, tapi hanya saja tidak pantas dikerjakan oleh seorang anak.

Sebagai seoarang anak yang bekerja

juga dilingkungan keluarga dalam rangka membantu keluarga sebaiknya mencari jalan tengah antara mengerjakan pekerjaan rumah dan kerja diluar rumah. Pada prinsipnya Islam mengarahkan anak supaya dalam bekerja harus mengutamakan tugasnya yang utama yaitu mengatur perkembangan potensi anak dengan berbagai pendidikan yang diperlukan anak agar kelak dapat menjadi generasi penerus yang sholeh, dan agar anak mempunyai prestasi yang tinggi di dalam pendidikannya, sehingga dapat mengelola dunia ini dengan baik sesuai dengan tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah. Dari uraian di atas dapat peneliti pahami, bahwa Islam tidak melarang anak untuk bekerja, selama pekerjaan tersebut dilakukannya dalam suasana terhormat, sopan, serta selama mereka dapat memelihara agamanya, serta dapat pula menghindari dampak-dampak negatif dari pekerjaan tersebut terhadap diri dan lingkungannya dan harus sesuai dengan kodratnya sebagai seoarng anak.

Pengertian Anak Pekerja

Pengertian Anak Pekerja

Pengertian Anak Pekerja 

Pengertian Anak Pekerja
Pengertian Anak Pekerja

 

Pekerja berasal dari kata kerja yang berarti

“perbuatan melakukan sesuatu kegiatan yang bertujuan mendapatkan hasil, hal pencarian nafkah”[1]. Sedang kerja dalam arti luas adalah “semua bentuk usaha yang dilakukan manusia dalam hal materi atau non materi, intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan keduniaan atau keakhiratan”[2]. Dan mendapatkan imbuhan pe- sehingga menjadi pekerja yang berarti “orang yang bekerja.” Anak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai “keturunan dari ikatan perkawinan”[3].

Dengan memahami pengertian pekerja anak

diatas maka dapat diketahui siapa anak pekerja itu. Anak pekerja adalah anak yang bekerja. Dan juga bisa diartikan anak dewasa yang melakukan sesuatu kegiatan dan bertujuan mendapatkan hasil. Sehingga anak untuk mendapatkan hal itu biasanya banyak dilakukan di luar rumah. Oleh karena itu, peneliti dapat memberikan pengertian bahwa anak pekerja adalah anak dewasa yang melakukan kegiatan secara teratur atau berkesinambungan dalam jangka waktu tertentu sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk melakukannya yang dapat mengurangi waktu untuk keluarga dengan tujuan untuk menghasilkan atau mendapatkan sesuatu dalam bentuk benda atau uang untuk kemajuan dalam kehidupan.

Guna memperkuat argument tersebut

pada bagian ini dideskripsikan identifikasi anak usia dewasa yang pada umumnya mereka sudah menunjukkan aktivitas yang lebih kerap bersentuhan dengan pekerjaan orang yang lebih dewasa. Dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia dibagi menjadi dua bagian, yaitu masa anak sebelum dilahirkan dan masa anak sesudah dilahirkan. Ketika anak sudah menunjukkan kerapnya aktivitas dimulai ketika anak menginjak usia 12-18 tahun setelah kelahiran anak yang dikenal dengan usia remaja.

Perkembangan remaja dibagi dua masa, “yaitu

masa pra pubertas (pueral) 12-14 tahun dan masa pubertas 14-18 tahun”[4]. Masa puber adalah suatu masa saat perkembangan fisik dan intelektual berkembang sangat cepat, baik secara organis maupun anatomis dan psikis. Pada akhir masa pubertas dan awal masa dewasa perubahan secara cepat mulai berhenti dan akan kembali tenagng serta stabil. Dijelaskan Salman, “Remaja merupakan masa perkembangan sikap tergantung (dependence) terhadap orang tua ke arah kemandirian, minat-minat, seksual, perenungan diri dan perhatian terhadap nilai-nilai estetika serta isu-isu moral”[5]
Menurut Maria Montessori “anak Usia 12-18 tahun merupakan masa penemuan diri dan pemuasan masalah-masalah moral”[6]. Hal senada juga dikemukakan oleh Ch. Bucler seperti yang telah dikutip oleh Sumadi Suryabrata, bahwa “usia 13-17 tahun merupakan fase penemuan diri dan kematangan”[7].
Lebih tegas berdasarkan didaktis, Maria Montessori membagi masa perkembangan anak menjadi empat bagian, yaitu :
  1. Usia 1;0-7;0 tahun, yaitu masa penerimaan dan pengaturan rangsangan dari luar melalui alat indra.
  2. Usia 7;0-12;0 tahun, yaitu masa abstrak. Pada masa ini anak sudah mulai memperhatikan masalah kesusilaan, mulai berfungsinya perasaan etnisnya yang bersumber dari kata hatinya. Dia mulai tahu akan kebutuhan orang lain.
  3. Usia 12;0-18;0 tahun, yaitu masa penemuan diri serta kepuasan terhadap masalah-masalah moral.
  4. Usia 18;0-24;0 tahun, yaitu masa pendidikan di perguruan tinggi. Masa ini untuk melatih anak akan realitas kepentingan dunia. Ia harus mampu berpikir secara jernih, jauh dari perbuatan tercela”[8].
Dari beberapa pendapat tentang perkembangan anak yang telah dikemukakan oleh para ahli tersebut di atas, nampaknya terdapat perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya. Namun perbedaan tersebut, hanya sebatas redaksi mengenai istilah dan batasan umur. Remaja memiliki penampilan yang bersifat reflectivity atau kecenderungan untuk berpikir tentang apa yang terjadi pada diri seseorang dan mempelajari dirinya sendiri. Mereka mulai mengkritik sifat-sifat pribadi meeka, membandingkan diri mereka sendiri dengan orang lain, dan mencoba mengubah dirinya seperti orang lain atau teman lain.
Identitas lain dari remaja yaitu menaruh perhatian yang besar pada cara orang lain memandang mereka, mereka senang mencari sesuatu yang sudah berlalu, mereka bertindak berdasarkan perasaan serta suka mengekspresikan kepercayaan dan pendapat mereka.
Perkembangan kepribadian lain yang penting pada masa remaja adalah tuntutan otonomi yang bertambah untuk menentukan diri sendiri dan pada saaat itulah anak menyesuaikan diri (conformity) untuk dapat diterima oleh kelompok anak tersebut. Menurut Albert Bandura, proses yang mengantarai perubahan tingkah laku remaja dipengaruhi oleh pengalaman yang mengarahkan untuk menuntaskan keterampilan-keterampilan atau tugas-tugas anak. Mekanisme sosial yang mempasilitasi harapan-harapan pribadi remaja meliputi empat sumber pokok yang berpengaruh :
  1. Pengembangan keterampilan yang kondusif bagi perubahan tingkah laku, yaitu remaja diberi kesempatan berprilaku, mengobservasi orang lain yang menampilkan prilaku yang layak secara berhasil, atau diberikan pengalaman instruksi tau mengajar sendiri.
  2. Pengalaman yang beragam, dimana remaja mempunyai kesempatan untuk memandang model-model simbolik memberikan sumber informasi penting yang dapat meningkatkan harapan-harapan dirinya.
  3. Persuasi verbal, seperti sugesti dan teguran.
  4. Penciptaan situasi yang dapat mengurangi dorongan emosional, yang mempunyai nilai-nilai informative bagi kompetensi pribadi.

Sumber : https://dcc.ac.id/blog/sejarah-perumusan-teks-proklamasi-kemerdekaan-indonesia/

Tahun Ini, Kemendikbud Targetkan Revitalisasi 280 SMK

Tahun Ini, Kemendikbud Targetkan Revitalisasi 280 SMK

Tahun Ini, Kemendikbud Targetkan Revitalisasi 280 SMK

Tahun Ini, Kemendikbud Targetkan Revitalisasi 280 SMK
Tahun Ini, Kemendikbud Targetkan Revitalisasi 280 SMK

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan sebanyak 280

sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia mendapatkan program revitalisasi. Revitalisasi SMK untuk mengoneksikan antara industri dan pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan 280 SMK ikut program revitalisasi. Sehingga total SMK terevitalisasi hingga 2019 diharapkan mencapai 2.580 sekolah.

“Saat ini SMK yang sudah direvitalisasi baru 2.300 SMK. Untuk Jawa Barat baru 21 sekolah,” kata Muhadjir saat memantau SMKN 9 Kota Bandung, di Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/2/2019).

Baca Juga:

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Sinergi Komunitas Penting untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Dia mengakui masih banyak SMK yang belum bisa direvitalisasi. Jumlahnya sekitar 10.000 SMK. Di Indonesia, jumlah SMK mencapai 13.000 sekolah. Dia menekankan, agar revitalisasi SMK dilakukan secara besar besaran. Sehingga hasilnya terlihat dan bermalam terhadap dunia pendidikan.

Walaupun, kata dia, program revitalisasi SMK terbentur persoalan dana. Karena untuk merevitalisasi satu sekolah, dibutuhkan biaya antara Rp10 hingga Rp11 miliar. Namun besarannya dapat berkurang bila SMK tersebut telah memiliki fasilitas memadai.

Menurut Mendikbud, program revitalisasi SMK merupakan tindak lanjut melalui instruksi presiden. Program ini mulai dilakukan April 2017. “Sekarang saya pastikan agar program ini berjalan baik,” tegas dia.

 

Revitalisasi SMK, sambung dia, dilakukan untuk menghubungkan dunia usaha dan pendidikan.

Sehingga dalam pelaksanaannya melibatkan industri dan dunia usaha sebagai partner. Mereka mengirim tenaga ahli membantu siswa praktik.

“Di SMK 9 Bandung, produk yang dihasilkan saya lihat sudah mulai standarisasi sehingga bisa dipasarkan. Hotel sudah ada. Tinggal gandeng pelaku usaha hotel, supaya standarnya meningkat,” imbuh dia. Arif budianto

 

Baca Juga :

 

 

Kemendikbud Pertahankan Persentase Soal HOTS Sebesar 10%

Kemendikbud Pertahankan Persentase Soal HOTS Sebesar 10%

Kemendikbud Pertahankan Persentase Soal HOTS Sebesar 10%

Kemendikbud Pertahankan Persentase Soal HOTS Sebesar 10%
Kemendikbud Pertahankan Persentase Soal HOTS Sebesar 10%

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan tidak mengubah persentase

soal high order thinking skills (HOTS) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi/penalaran pada ujian nasional (UN) tahun ini. Keputusan itu dilakukan agar siswa bisa beradaptasi dengan soal bernalar tinggi tersebut. Dengan demikian standar soal UN 2019 ini tidak berbeda dengan tahun belumnya.

Hal ini berarti soal yang berbasis HOTS tidak akan dinaikkan jumlahnya. Kemendikbud meminta siswa tidak perlu khawatir karena komposisi soal HOTS 2019 ini masih sama dengan UN 2018. “Tingkat kesulitan dan komposisi soal UN 2019 ini mirip tahun lalu. Tingkat kesulitan biasa, ada yang mudah, sedang, agak sulit, dan sulit,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud Totok Suprayitno di Kantor Kemendikbud, Jakarta, kemarin.

Soal HOTS di UN tahun lalu mencapai 10% dari total soal yang harus dijawab oleh peserta ujian. Totok menyampaikan, meski pemberian soal HOTS sudah dimulai sejak tahun lalu, Kemendikbud ingin tahun ini seluruh siswa dan guru beradaptasi lagi dengan soal HOTS tersebut. Dengan tidak adanya kenaikan persentase soal HOTS, diharapkan siswa dan guru bisa berlatih lebih intensif untuk menguasai soal tersebut.

Baca Juga:

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Sinergi Komunitas Penting untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

Totok menjelaskan, sejatinya soal HOTS itu bertujuan melatih siswa memahami konsep. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya mampu untuk sekadar menghafal soal ujian saja. Dia yakin, jika siswa terbiasa untuk dilatih dengan cara berpikir kritis dan kreatif, soal HOTS yang sebelumnya dinilai sulit akan dengan mudah dijawab siswa. “Soal HOTS melatih siswa untuk memahami konsep, menerapkan konsep, dan menganalisis untuk memecahkan masalah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Totok menuturkan, adanya soal berbasis HOTS ini juga untuk mengukur kelemahan dan kelebihan setiap sekolah pada setiap materi pembelajaran. Dengan begitu proses pelatihan guru tidak lagi dilakukan secara umum, tetapi akan disesuaikan dengan hasil UN. Sebab salah satu tujuan UN ialah sebagai alat refleksi guru untuk memperbaiki keadaan.

Selain itu para guru tersebut juga didorong untuk bisa menyusun soal berbasis HOTS

sehingga siswa terbiasa dan terpola untuk menyelesaikan masalah menggunakan cara berpikir kritis. Berdasarkan rekap data, sekolah yang siap menjalankan UN berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP, MTs, SMA/MA, dan SMK ada 88,71% UNBK. Perinciannya, SMP dan MTS 82,03%, SMA dan MA 95,35%, dan SMK 98,75%.

 

Sumber :

https://telegra.ph/Contoh-Teks-Eksplanasi-Tentang-Sosial-Pengangguran-07-05

Menangi Persaingan, Generasi Muda Dituntut Kompetitif

Menangi Persaingan, Generasi Muda Dituntut Kompetitif

Menangi Persaingan, Generasi Muda Dituntut Kompetitif

Menangi Persaingan, Generasi Muda Dituntut Kompetitif
Menangi Persaingan, Generasi Muda Dituntut Kompetitif

Di era digital seperti sekarang, jiwa kompetitif generasi perlu diasah sejak dini. Tujuannya agar mereka siap bersaing keras di tengah ketatnya gesekan dalam mencari atau menciptakan lapangan pekerjaan.

Budaya pendidikan seperti inilah yang dibangun oleh Universitas Mercu Buana (UMB). Sejak awal mereka mengasah mahasiswanya dengan kompetensi yang dibutuhkan guna memenangkan persaingan.

“Dua tahun terakhir kami dipercaya mengasuh sejumlah perguruan tinggi di luar Pulau Jawa. Dari sekian banyak yang terpilih, UMB adalah perguruan non-PTN,” kata Rektor UMB Ngadino Surip di hadapan ratusan siswa SMA/SMK sederajat se-Jabodetabek dalam Festival UMB ke-11 tahun 2019.

Baca Juga:

DPR Nilai Pernyataan Praktisi Pendidikan Setyono Bisa Menyulut Polemik

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah

Bukti penciptaan generasi muda yang kompetitif terlihat dari agenda rektorat yang sangat ambisius guna mendongkrak kemampuan para mahasiswa dan dosennya.

“Tujuh prodi dalam proses akreditasi internasional. Jadi target go international bukan omong kosong, semua kami lakukan bertahap. Ini bagian dari tahap akreditasi internasional (ada festival dan open house),” sebutnya.

Pihaknya mencoba memberikan pemahaman kepada calon mahasiswa tentang dunia kampus.

 

“Open House ini untuk memberikan pemahaman apa yang ingin dilakukan dan akan dilakukan oleh kampus. Ada juga kompetisi agar kalian (siswa SMA/SMK sederajat) mengetahui betapa dinamisnya kehidupan di Kampus UMB. Bahkan tiap semester ada pertukaran mahasiswa ke Asia, Eropa dan AS,” ungkap Rektor seraya menambahkan tahun 2020 seluruh prodi akreditasi A dan akreditasi internasional.

Sementara itu, Badrun, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta,

mengatakan, UMB telah membawa siswa untuk melihat tantangan Industri 4.0. Di mana mereka harus bersaing dengan lingkungan sekitar.
“Kalian harus menjual kompetensi, baru bisa bicara untuk memenangi persaingan,” ucap Badrun.

Dia mengatakan, tantangan paling mendasar adalah dimensi pengetahuan dan fakta apa yang ada. “Di Industri 4.0 tantangannya harus dikenali. Setelah itu wajib tahu harus berbuat apa. Kemudian membuat perencanaan yang diikuti dengan prosedurnya. Dengan langkah-langkah itu, maka siswa akan terbiasa dengan kompetisi,” tuturnya.

 

Sumber :

https://telegra.ph/Pengertian-Teks-Ulasan-Contoh-Ciri-Tujuan-Struktur-07-05

Pengiriman Pasukan Garuda-Sejarah

Pengiriman Pasukan Garuda-Sejarah

Pengiriman Pasukan Garuda -Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser menasionalisasi Terusan Suez, akibatnya Inggris & Perancis yang memiliki saham atas Terusan Suez jadi marah & mengirimkan pasukannya untuk menggempur Mesir (pada tanggal 26 Juli 1956). Serangan Inggris & Perancis yang di bantu Israel pada Mesir terlampau membahayakan perdamaian dunia agar PBB terpaksa turun tangan bersama mengirimkan pasukan perdamaian. Indonesia mengirimkan pasukan Garuda I untuk bergabung bersama pasukan negara – negara lain di bawah PBB. Pasukan perdamaian PBB yang dikirim ke Timur Tengah (Mesir) dinamakan United Nations Emergency Force (UNEF). Pasukan Garuda I di bawah pimpinan Mayor Sudiyono berkekuatan 550 personil terbagi atas kesatuan Teriotium IV Diponegoro, Teritorium V Brawijaya bersama komando Letkol Infantri Suyudi Sumodiharjo Pasukan Garuda I berhasil melakukan tugasnya bersama baik dan tanggal 12 September 1957 pasukan Garuda I tersebut sebabkan Indonesia tetap meraih kepercayaan berasal dari PBB untuk turut dan juga membantu pelihara perdamaian diberbagai belahan dunia seandainya berlangsung sengketa, diantaranya sebagai tersebut :

Pasukan Garuda 11 di bawah pimpinan Kolonel Priyanto diberangkatkan ke Kongo 10 September 1960 untuk bergabung bersama pasukan perdamaian PBB bersama United Nations Operation for the Congo (UNOC), bertugas sampai bersama bulan Mei 1961.
Pasukan Garuda III di bawah pimpinan Brigjen Kemal bertugas di Kongo berasal dari bulan Desember 1962 sampai bulan Agustus 1964.
Pasukan Garuda IV di bawah pimpinan Brigjen TNI Wivono, bertugas di Vietnam merasa bulan Januari 1973 sampai Juli 1972.
Pasukan Garuda VII di bawah pimpinan Kolonel Rudini & wakilnya Mayor Basofi Sudirman di kirim ke Timur Tengah pada 3 Desember 1973.
Pasukan Garuda VII di bawah pimpinan Brigjen Sukemi Sumantrio bertugas di Vietnam berasal dari bulan AF 1974 sampai bersama November 1974, sesudah itu digantikan Pasukan Garuda VlII di bawah pimpinan Brigjen T, Bambang Sumantri merasa berasal dari bulan November 1974 sampai bulan Juni 1975. Pada tahun tersebut pula pasukan perdamaian PBB untuk Vietnam ICCS (Intemasional Commision for Control plus Supervision) di tarik mendadak, sefelah semua Vietnam jatuh ke tangan Vietnam Utara / Vietkong yang berhaluan komunis.
Pasukan Garuda VIII di bawah pimpinan Kolonel Gunawan Wibisono, Kontingen Garuda VI & V bergabung di dalam pasukan perdamaian PBB yang di beri nama United Nations Emergency Force (UNIEF)
Bagi bangsa Indonesia bersama pengiriman Misi Garuda untuk mencukupi permohonan PBB sudah memiliki alasan kuat. Yaitu, sesuai bersama Pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi turut melaksanaka ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi & keadilan sosial & ke dua sesuai bersama politik Luar Negeri Indonesia bebas aktif.

Sumber : www.kumpulansurat.co.id

Baca Juga :