Cara budidaya terong di polybag berasal dari awal hingga panen

Cara budidaya terong di polybag berasal dari awal hingga panen

Menanam terong di polybag amat cocok sekali ditanam dihalaman rumah. Terong yang ditanam di didalam polybag umumnya untuk mengonsumsi sendiri, namun kamu bisa membuatnya untuk usaha berkebun. Kenapa kamu mesti pakai polybag ? Menggunakan polybag miliki keistimewaan dibandingkan ditanam dilahan. Kelebihan pakai polybag bisa terkontrolnya perkembangan tanaman dan pemeliharaan lebih mudah sebab kamu bisa melindungi secara terkontrol.

Penanaman secara kecil-kecilan atau kamu pakai lahan sempit jadi lebih berfungsi sebetulnya harusnya telah dilaksanakan sejak sekarang. Menanam terong amat mudah, yang mesti kamu jalankan adalah memilih varietas yang bagus untuk di budidayakan.

Untuk persiapan ukuran polybag yang dapat kamu pakai tergantung permintaan anda, namun saya sarankan kamu menanam bersama dengan polybag yang berukuran lumayan besar. Ukuran yang besar memungkinkan perakaran terong yang dapat kami budidayakan menghasilkan pembuahan yang maksimal namun jangan amat besar terhitung yah. Banyak di toko pertanian paling dekat di area kamu saya yakin ada, terkecuali sebetulnya sukar membeli online saja.

Menanam terong di polybag bukan bermakna kurangi kemudahan semata, kamu selalu mesti memeliharanya sebaik mungkin. Pemeliharaan ini amat dianjurkan sekali untuk kamu yang baru saja memulai berkebun. Tanaman dapat berbuah lebat bila cara kami melakukannya baik terhadap mereka, jadi intinya kemungkinannya sangat kecil bila tanaman itu bisa berbuah bagus bersama dengan perlakuan yang alakadarnya atau lebih-lebih yang buruk.

Bibit terong

Untuk meraih bibit tersedia dua cara yakni bersama dengan menyita berasal dari terong yang telah dewasa dan berproduksi atau bersama dengan membeli yang telah siap dibudidayakan. Ada cara spesifik untuk mengakibatkan bibit sendiri kamu mesti memilih indukan yang sehat, tidak cacat dan tidak mudah diserang hama penyakit tentu saja berproduksi bagus.

Cara mengakibatkan bibit terong sendiri

Saya anggap kamu telah meraih indukan terong yang cocok beberapa syarat indukan. Langkah pertama ambil buah terong yang telah matang lantas pisahkan pada daging buah dan biji. Ambil biji yang seragam dan mulus lantas jemur hingga kadar air yang terkandung 20%. Dalam kasus ini umumnya petani langsung menyemai biji terung namun biji yang kamu bikin tadi atau kamu yang baru membeli itu tetap dormansi jadi kamu mesti merendamnya di air hangat selama 6 jam.

Jika kamu membelinya maka tidak usah pusing kembali memilih biji yang seperti apa, umumnya yang tersedia didalam kemasan itu telah diseleksi oleh penyedia benih, namun sama tetap dormansi. Saya sarankan terkecuali kamu baru saja berkebun mending kamu membeli dulu setelah itu kamu belajar bagaimana tumbuhnya tanaman terong kamu dan bisa belajar untuk tahap selanjutnya. Kelas pemula ini bisa terhitung mengakibatkan benih sendiri namun mesti mengerti dulu beberapa syarat indukan yah.

Cara Menanam Terong Di Polybag

Saya anggap kamu telah mendapat benihnya kamu tinggal menyemainya. Untuk menyemai benis amat mudah, kamu siapkan terlebihdahulu media semainya bersama dengan pakai tanah dan pupuk dasar seperti pupuk kandang bersama dengan komposisi 1:2 yakni kompos 1 dan tanah 2 jadi terkecuali 1 kilo pupuk di campurkan bersama dengan 2 kilo tanah. Campurkan terhitung sekam padi supaya tanah gembur.

Anda bisa pakai gelas plastik bekas minuman mineral atau pot spesifik persemaian, lantas letakan biji-biji terong kamu satu persatu kedalamnya dan siram tiap-tiap pagi dan sore, setelah bibit tumbuh daun 3 helai maka bibit siap untuk ditanam.

Karena kamu dapat menanam bersama dengan polybag, kamu mesti buat persiapan polybag bersama dengan ukuran tengah sekitar 40 cm. Isikan bersama dengan tanah yang gembur dan campurkan bersama dengan pupuk kandang atau kompos. Perbandingan pada tanah dan pupuk kandang adalah 1 : 3. Isi tanah hingga lumayan untuk menanam.

Sebenarnya kamu bisa pakai tanah semai namun sepertinya kamu mesti membuatnya kembali bersama dengan campuran tanah dan pupuk kandang serta sekampadi bersama dengan komposisi 2:1:1. Kemudian mengisi polybag bersama dengan tanah yang kamu bikin tadi ke didalam plybag, polybag yang telah kamu bikin tadi siap untuk ditanami bibit. Hati-hati kala kamu memindahkan bibit terong kedalam polybag.

Perawatan

Untuk perawatan kamu lumayan menyiram 2 kali sehari pagi dan sore, namun terkecuali tanah tetap lembab maka kamu tidak mesti menyiramnya kembali. Jika telah berumur 3 minggu kamu bisa menambahkan NPK ke tanaman.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Cara membawa dampak cocopeat dari sabut kelapa yang baik dan benar

Cara membawa dampak cocopeat dari sabut kelapa yang baik dan benar

Bagaimana menghasilkan cocopeat yang bagus ? dari awal pembuatan cocopeat kami kudu jelas lebih-lebih dahulu apa kegunaan dan bagaimana cocopeat ini layak atau tidaknya sebagai media. Memang bagus sekali untuk tanaman yang kami akan budidayakan. Terkadang kami bingung memilih tempat tanam yang bagus itu layaknya apa menjadi dari kekuatan peyimpanan air yang bagus hingga tempat tumbuh yang sesuai untuk perakaran dan sebagai penegak tanaman.

Cocopeat bahanya enteng kami dapatkan yaitu sabut kelapa, aku yakin di area anda tentu banyak sekali kelapa. Sabut kelapa ini akan kami olah jadi tempat tanam yang pas maka langsung saja kami buat.

Untuk menghasilkan cocopeat yang bagaimana bentuk yang sudah dibuat berbentuk butiran-butiran gabus. Yang diambil alih untuk pembuatan ini adalah kulit ari buah kelapa, anda dapat membawa dampak bersama kuantitas banyak kecuali bahan yang tersedia di area anda melimpah. Biasanya yang banyak ini dijadikan olahan cocopeat sebagai tempat tanam adalah petani hidroponik yang menghimpit pengeluaran untuk budidaya tanaman.

Kenapa anda kudu menggunakan cocopeat sebagai tempat tanam ?

Cocopeat sebanding dalam mempertahankan kelembaban bersama artian tanaman tidak enteng sekali layu karena air yang tersimpan lumayan lama pada cocopeat. Selain itu cocopeat terhitung dapat menetralkan kadar pH dan menyimpan unsur hara yang diberikan olah kita. Media ini benar-benar bagus sekali untuk anda yang memiliki hidroponik atau sebagai tanaman rumahan.

Jika anda mendambakan rapih dan menghasilkan cocopeat yang bagus sedikitnya anda kudu memiliki mesin untuk menolong kami menghasilkan cocopeat yang bagus. Namun tidak menutup barangkali kecuali tidak tersedia mesin anda dapat mencacah setipis mungkin. Kita langsung membuat saja cocopeatnya.

Alat – alat :

1. Siapkan sabut kelapa (sediakan seberapa kebutuhan anda yang akan dibuat)
2. Mesin pengayakan
3. Mesin pengepress

Cara membawa dampak :

1. Yang pertamakali yang kudu anda jalankan adalah mengurangi kadar air yang terkandung pada sabut kelapa. Jemur di bawah cahaya matahari secara langsung. Prosentase di bawah 15%, untuk capai dibawah 15% biasanya perlu waktu hingga satuhari penih. Untuk memastikan kadar air lumayan enteng yaitu bersama menggunakan uji kekuatan kadar air, kecuali anda membawa dampak cocopeat seberat 5 kg maka sesudah di jemur biasanya capai setengah kg.

2. Saya anggap anda sudah menyiapkan bahan cocopeat bersama kadar yang di tentukan. Langkah seterusnya anda tinggal mengayak serbuk sabut kelapa. Hasil dari ayakan sabut kelapa itu namanya dust. Serbuk-serbuk yang anda ayak tadi kudu dipisahkan bersama sabut kelapa yang masih besar-besar atau masih kasar.

3. Yang akan kami menggunakan untuk membawa dampak cocopeat adalah dust itu yang anda pisahkan tadi. Jadi sabut kelapa yang kasar biasanya digunakan untuk bahan bakar bata atau guci dari kerajinan. Jika anda mendambakan membawa dampak bentuk dan ukuran anda dapat menggunakan pertolongan mesin pengepress, bentuknya dapat begitu banyak ragam dapat kotak-kotak atau lingkaran bulat bergantung permohonan anda.

Jika anda membawa dampak cocopeat sebagai sumber pendapatan anda, biasa anda kemas semenarik mungkin. Target pasaran biasanya berasal dari petani yang membudidayakan bersama hidroponik atau tanaman hias. Untuk pengaplikasiannya anda dapat memberi tambahan air kedalam cocopeat yang sudah jadi dan memasukan nutrisi atau unsur hara. Mengingat bahwa cocopeat ini benar-benar rendah sekali unsur hara yang terkandung pada serat-serat lapisannya maka anda kudu memberi tambahan secara manual.

Anda dapat memberi tambahan nutrisi berbentuk cair atau merendamnya sebentar pada nutrisi tersebut, kecuali diaplikasikan langsung maka pertolongan pupuk kudu teratur diberikan sesuai type tanaman yang anda budidayakan.

Panduan teknis budidaya wortel

Panduan teknis budidaya wortel

Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman sayuran yang diambil umbinya. Umbi wortel berwarna oranye terang, rasanya gurih, renyah dan sedikit manis. Sayuran ini dikenal sebagai sumber vitamin A, tak sekedar itu wortel juga mempunyai kandungan banyak vitamin B dan vitamin C.

Dilihat berasal dari bentuknya terdapat tiga tipe wortel. Pertama, tipe imperator. Umbinya bulat dan panjang, ujungnya lancip, terdapat akar serabut pada umbinya. Kedua, tipe chantenay. Umbinya bulat dan panjang bersih berasal dari akar serabut, ujungnya tumpul condong membulat. Ketiga, tipe nantes. Sifat dan bentuknya campuran berasal dari kedua tipe di atas.

Budidaya wortel paling sesuai dikerjakan di dataran tinggi dengan ketinggian lebih berasal dari 1000 mtr. dpl. Meskipun begitu, budidaya wortel tetap dapat dikerjakan pada lahan di atas 500 mtr. dpl. Tanaman wortel menyukai tanah yang mempunyai kandungan banyak humus dan gembur dengan tingkat keasaman pada pH 5,5-6,5.

Persiapan lahan budidaya wortel
Lahan untuk budidaya wortel mesti dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 40 cm. Kedalaman ini terlalu mutlak mengingat tanaman wortel dapat dipanen umbinya. Tanah yang gembur memberikan keleluasaan pada umbi untuk tumbuh dengan sempurna.
Budidaya wortel pada struktur tanah yang keras dapat menghindar perkembangan umbi. Bentuk umbi menjadi pendek-pendek dan tumbuh cabang pada badan umbi.

Setelah tanah digemburkan bikin bedengan dengan lebar satu mtr. dan panjang sesuai dengan bentuk lahan. Ketinggian bedengan kurang lebih 20-30 cm. Saat membentuk bedengan, campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Dosis pertolongan pupuk sebanyak 15-20 ton per hektar. Jumlah tepatnya sesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.

Buat larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih. Jarak antar larikan 20 cm dengan kedalaman kurang lebih 5 cm.

Penanaman benih wortel
Penanaman benih didalam budidaya wortel dapat dikerjakan secara langsung, tanpa bagian penyemaian lebih-lebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya wortel kurang lebih sebanyak 3-5 kg per hektar.

Benih wortel berasal berasal dari biji, bentuknya kecil-kecil dan condong menempel dikarenakan membawa serabut layaknya bulu pada permukaannya. Jadi, sebelum ditaburkan gosok-gosokkan lebih-lebih dahulu dengan telapak tangan supaya benih tidak saling menempel. Atau, campurkan abu pada benih tersebut.

Taburkan benih diatas larikan lantas tutup dengan tanah. Apabila tanahnya kering siram sedikit untuk merawat kelembabannya. Tanaman wortel dapat tumbuh sesudah 10 hari.

Pemeliharaan tanaman wortel
Pemupukan susulan diberikan sesudah tanaman berumur satu bulan. Untuk budidaya wortel secara organik, pakai kompos atau pupuk kandang. Bisa juga dengan mengimplementasikan pupuk cair organik atau pupuk hayati. Pupuk kompos ditaburkan dipermukaan bedengan kurang lebih tanaman. Dosisnya 10-15 kg per hektar.

Untuk budidaya wortel non organik, pakai campuran pupuk urea dan KCl dengan perbandingan 2:1 sebanyak 300 kg per hektar. Pemberian pupuk ditaburkan didalam bentuk kronologis yang berjarak 5 cm berasal dari pangkal tanaman.

Selain pemupukan lakukan juga penyiangan gulma dan penjarangan tanaman. Agar perkembangan umbinya sempurna, atur penjarangan tanaman supaya jarak pada satu tanaman dengan yang lainnya berkisar 5-10 cm.

Hama dan penyakit
Hama yang paling umum dijumpai didalam budidaya wortel adalah ulat tanah dan kutu daun. Ulat tanah dapat diberantas dengan langkah melacak sarangnya, lantas diambil manual dan dibasmi. Lakukan pada pagi hari.

Untuk menghindar serangan ulat, jaga selamanya kebersihan lahan dan siangi gulma secara teratur. Bila serangan mengganas, dapat pakai pestisida tipe furadan.

Kutu daun menyerang pucuk daun dengan menghisap cairan dan mengakibatkan kerusakan bentuk daun menjadi keriting. Untuk mengendalikan kutu daun lakukan rotasi tanaman supaya siklus hidupnya terputus. Penyemprotan dapat pakai insektisida.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang budidaya wortel adalah bercak daun dan bintil akar. Bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cercospora. Penyakit ini menyerang daun tua, gejalanya berwujud bercak-bercak coklat dengan pinggiran hitam.

Penyakit bercak daun dapat dikendalikan dengan menentukan benih yang sehat atau benih diberi larutan fungisida lebih-lebih dahulu. Untuk menurunkan resiko serangan penyakit bercak daun, jaga selamanya kebersihan kebun.

Penyakit bintil akar disebabkan oleh nematoda. Gejalanya bentuk umbi benjol-benjol tak karuan. Pencegahan dapat dikerjakan dengan rotasi tanaman. Gilir tanaman dengan tipe lain yang berbeda keluarga. Penyemprotan kimia yang diaplikasikan adalah nematisida.

Cara panen budidaya wortel
Usaha tani budidaya wortel udah dapat diambil hasilnya sesudah 3 bulan hitung sejak benih ditanam. Waktu pemanenan mesti terlalu diperhatikan. Apabila umur tanaman terlalu tua tekstur umbi menjadi keras dan rasanya tidak enak.

Cara memanen dikerjakan dengan dicabut. Kemudian cuci atau membersihkan kotoran tanah yang menempel pada umbi dengan air bersih. Batang dipangkal umbi dapat dipotong atau dibiarkan. Tergantung berasal dari permohonan pasar yang dituju.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Hama dan penyakit tanaman cabe

Hama dan penyakit tanaman cabe

Hama dan penyakit tanaman cabe

Budidaya tanaman cabe merupakan kesibukan bisnis tani yang menjanjikan keuntungan menarik. Di Indonesia, keinginan akan cabe lumayan tinggi. Cabe seakan-akan sudah menjadi bahan keperluan pokok masyarakat. Di masa-masa tertentu, layaknya menjelang hari raya harga cabe dapat meningkat sampai puluhan kali lipat.

Hama dan penyakit tanaman cabe

Usaha tani tanaman cabe (Capsicum annuum L.) membutuhkan modal besar dan keterampilan yang cukup. Tidak jarang petani cabe merugi sebab abai mempertimbangkan aspek cuaca, fluktuasi harga atau serangan hama dan penyakit. Oleh sebab itu, segala efek didalam budidaya tanaman cabe wajib dipertimbangkan secara matang.

Serangan hama dan penyakit merupakan keliru satu aspek efek yang lumayan besar didalam budidaya cabe. Agar sukses menjalankan bisnis tani cabe, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe.

Hama tanaman cabe
Hampir seluruh hama yang menyerang tanaman terung-terungan dapat menyerang tanaman cabe. Serangan hama ini dapat menurunkan produktivitas tanaman, lebih-lebih pada tingkat tertentu menyebabkan gagal panen. Berikut ini beberapa style hama utama yang kerap menyerang tanaman cabe di Indonesia.

a. Hama ulat
Ulat yang kerap menyarang tanaman cabe diantaranya ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat style ini memakan daun sampai bolong-bolong sehingga menganggu kekuatan fotosintesis tanaman. Pada tingkat yang kronis ulat grayak memakan habis seluruh daun dan hanya menyisakan tulang-tulang daun.

Selain itu ada terhitung style ulat yang menyerang buah cabai, yakni style Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua. Ulat style ini menyebabkan lubang pada buah cabe baik yang masih hijau maupun merah.

Ulat biasanya menyerang pada malam hari atau kala matahari teduh. Pada siang yang terik, ulat bersembunyi di pangkal tanaman atau berlindung di balik mulsa sehingga ulat-ulat ini dapat lolos dari penyemprotan.

Pengendalian teknis. Ulat diambil kala malam hari ketika mereka terasa berkeliaran. Pengambilan ulat sebaiknya dijalankan secara menyeluruh dan serempak. Bisa terhitung dipasang perangkap imago hama. Pencegahannya adalah bersama dengan melindungi kebersihan kebun. Siangi gulma pada selasar bedengan, parit atau lubang-lubang mulsa.
Pengendalian kimiawi. Penyemprotan dijalankan andaikan serangan sudah parah. Jenis obat yang digunakan adalah insektisida. Penyemprotan sebaiknya dijalankan kala malam hari.
b. Hama tungau
Tungau yang biasa menyerang tanaman cabe ialah tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Tungau dijumpai terhitung menyerang tanaman tanaman singkong.

Pada tanaman cabe, serangan tungau menyebabkan daun keriting menggulung ke anggota kebawah layaknya sendok terbalik. Daun menjadi tidak tipis dan kaku sehingga pembentukan pucuk terhambat. Lama kelamaan daun akan menjadi coklat dan mati.

Pengendalian teknis. Tanaman yang di serang kronis dicabut sedang yang belum kronis dipotong pucuk-pucuknya. Sisa tanaman yang di serang dibakar sehingga tidak menjangkiti yang lain. Untuk mencegahnya, usahakan areal penanaman cabe tidak berdekatan bersama dengan tanaman singkong. Menjaga kebersihan kebun efisien mengurangi serangan tungau.
Pengendalian kimiawi. Tungau hanya dapat diberantas bersama dengan racun tungau layaknya akarisida, bukan bersama dengan insektisida. Dilihat dari fisiknya, tungau berkaki delapan berlainan bersama dengan serangga (insek) yang berkaki empat.
c. Hama kutu daun
Kutu daun yang menyerang tanaman cabe biasanya berasal dari style Myzus persicae. Kutu daun menyerang bersama dengan menghisap cairan pada daun. Daun menjadi kering dan permukaan daun keriting.

Selain itu, kutu daun dapat mengakibatkan beragam penyakit secara tidak langsung. Kutu ini dapat menjadi vektor pembawa virus, membuahkan cairan berwarna kuning kehijaun yang mengakibatkan semut dan mengakibatkan datangnya cendawan yang mengakibatkan jelaga hitam pada permukaan daun.

Pengendalian teknis. Petik daun-daun yang di serang kemudian musnahkan. Hindari terhitung penanaman cabe berdekatan bersama dengan semangka, melon dan kacang panjang. Menjaga kebersihan kebun dan penggunaan plastik mulsa perak efisien menghimpit pertumbuhan kutu daun.
Pengendalian kimiawi. Gunakan style insektisida yang mengandung fipronil atau diafenthiuron. Penyempotan paling efisien dijalankan pada sore hari.
d. Hama lalat buah
Serangan lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada tanaman cabe menyebabkan kerontokan buah. Buah cabe tidak sempat dipanen sebab keburu rontok ke tanah. Pada buah yang di serang andaikan di belah terdapat larva lalat. Bila tidak dibersihkan, larva pada buah cabe yang rontok akan menjadi pupa di didalam tanah, sehingga siklus serangan akan terus berulang.

Pengendalian teknis. Pungut dan kumpulkan buah cabe yang rontok, kemudian musnahkan bersama dengan cara membakarnya. Hal berikut penting, sehingga lalat tidak menjadi pupa yang dapat bersemayam di didalam tanah. Lalat buah biasa terhitung menyerang style buah-buahan lain layaknya belimbing, pisang, jeruk, dll. Jadi menjauhi membudidayakan tanaman cabe berdekatan bersama dengan kebun buah.
Pengendalian kimiawi. Bisa memanfaatkan perangkap lalat bersama dengan memanfaatkan atraktan yang mengandung methyl eugenol. Teteskan obat berikut pada kapas dan masukkan pada botol bekas air mineral. Pemasangan perangkap dapat dijalankan sehabis usia tanaman cabe satu bulan. Bila serangan parah, semprot bersama dengan insektisida pada pagi hari, ketika daun masih berembun dan lalat belum berkeliaran.
e. Hama trips (Thrips)
Tanaman cabe yang di serang trips daunnya akan nampak garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning sampai kecoklatan dan pertumbuhannya kerdil. Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan trips biasanya menghebat pada musim kemarau. Hama ini terhitung berperan sebagai pembawa virus dan ringan sekali menyebar.

Pengendalian teknis. Bisa memanfaatkan predator alami hama ini, layaknya kumbang dan kepik. Pemakaian mulsa dan melindungi kebersihan kebun efisien menghimpit perkembangannya. Selain itu, rotasi tanaman menunjang mengendalikan hama style ini.
Pengendalian kimiawi. Penyemprotan dijalankan andaikan serangan meluas. Gunakan insektisida yang berbahan aktif fipronil dan jalankan pada sore hari.
Penyakit tanaman cabe
Penyakit yang menyerang tanaman cabe dapat disebabkan virus, bakteri, cendawan maupun jamur. Setidaknya ada enam macam penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe, diantranya:

a. Bercak daun
Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Gejalanya terdapat bercak-bercak bundar berwarna abu-abu bersama dengan pinggiran coklat pada daun. Bila serangan menghebat daun akan berwarna kuning dan selanjutnya berguguran. Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan dimana suasana kelembaban lumayan tinggi.

Penyakit ini menyebar kala jamur masih berupa spora dan dapat dibawa oleh angin, air hujan, hama vektor, dan alat pertanian. Spora jamur terhitung dapat terikut pada benih atau biji cabe.

Pencegahan pada penyakit ini bersama dengan memilih benih yang sehat bebas patogen. Merenggangkan jarak tanam berfungsi meminimalkan serangan sehingga lingkungan tidak benar-benar lembab. Pengendalian teknis dapat dijalankan bersama dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi bersama dengan cara dibakar. Bila serangan menghebat dapat diberikan fungisida.

b. Patek atau antraknosa
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Pada fase pembibitan penyakit ini menyebabkan kecambah layu kala disemaikan. Sedangkan pada fase dewasa menyebabkan mati pucuk, serangan pada daun dan batang menyebabkan busuk kering. Sementara itu, pada buah akan menjadi busuk layaknya terbakar.

Penyakit ini dapat terbawa dari benih atau biji cabe. Pencegahan dapat dijalankan bersama dengan memilih benih yang sehat dan bebas patogen. Pengendalian dapat dijalankan bersama dengan memusnahkan tanaman yang di serang dan penyemprotan fungisida.

c. Busuk
Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabe, yakni busuk cabang dan busuk kuncup. Busuk cabang pada tanaman cabe disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang kala musim hujan dan penyebarannya benar-benar cepat.

Busuk kuncup disebabkan oleh cendawan Choanosearum sp. Penyakit ini masih jarang dijumpai di Indonesia. Gejalanya, kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan mati.

Penyakit ini dapat dikendalikan bersama dengan mengurangi dosis pemupukan nitrogen layaknya urea dan ZA. Kemudian menyesuaikan jarak tanam sehingga sirkulasi hawa berjalan lancar. Tanaman yang terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar. Penyemprotan dapat dijalankan bersama dengan fungisida, andaikan dijalankan kala musim hujan memilih fungisida yang mempunyai perekat.

d. Layu
Penyakit layu merupakan penyakit yang lumayan sulit dikendalikan pada budidaya tanaman cabe. Penyakit layu dapat ditumbulkan oleh begitu banyak ragam jasad penganggu tanaman layaknya beragam style cendawan dan bakteri.
Layu yang disebabkan cendawan disebut layu fusarium. Jenis cendawannya adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Cendawan ini hidup di lingkungan yang masam.

Sedangkan layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan batang. Pengendalian penyakit layu wajib dilihat bersama dengan lebih tertentu sehingga penanganannya dapat lebih tepat.

e. Bule atau virus kuning
Tanaman cabe yang di serang virus kuning, daun dan batangnya akan nampak menguning. Penyakit ini disebut terhitung penyakit bule atau bulai. Penyebabnya adalah virus gemini, penyakit ini dapat dibawa dari benih atau biji dan ditularkan oleh kutu.

Penyakit yang disebabkan virus tidak akan mempan bersama dengan penyemprotan racun-racun kimia. Pengendalian wajib dijalankan semenjak dini, bersama dengan memilih benih unggul dan tahan serangan virus. Selain itu dapat terhitung bersama dengan membasmi hama yang menjadi vektornya, layaknya kutu.

Untuk menaikan daya tahan tanaman cabe pada serangan virus kuning, dapat bersama dengan mengintensifkan pemupukan, andaikan penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap. Tujuannya sehingga tanaman cabe tumbuh subur sehingga lebih tahan pada patogen.

f. Keriting daun atau mosaik
Penyebab serangan penyakit mosaik adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi kerdil, warna daun belang-belang hijau tua dan hijau muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan beralih menguning.

Penyakit ini dapat menyebar dan menular ke tanaman lain oleh kesibukan serangga. Penyemprotan kimia mempunyai tujuan untuk menghalau serangga bukan penyakitnya. Untuk mengurangi penyakit, musnahkan tanaman cabe yang sudah kronis terserang.

Pemilhan benih tahan virus menunjang menjauhi efek serangan penyakit ini. Hal lain yang dapat menunjang mengurangi efek serangan adalah pemupukan yang baik dan tepat.