Mengenal Tentang Anthurium

Mengenal Tentang Anthurium

Mengenal Tentang Anthurium

Mengenal Tentang Anthurium
Mengenal Tentang Anthurium

Anthurium

termasuk tanaman dari keluarga Araceae. Asal tanaman hias ini adalah dari daratan Amerika. Tanaman berdaun indah ini masih berkerabat dengan sejumlah tanaman hias populer semacam aglaonemaphilodendronkeladi hias, dan alokasia. Dalam keluarga araceae, anthurium adalah genus dengan jumlah jenis terbanyak. Diperkirakan ada sekitar 1000 jenis anggota marga anthurium.

Anthurium termasuk jenis tanaman evergreen atau tidak mengenal masa dormansi. Di alam, biasanya tanaman ini hidup secara epifit dengan menempel di batang pohon. Dapat juga hidup secara terestrial di dasar hutan.

Dimasa lalu, anthurium banyak menjadi hiasan taman dan istana kerajaan-kerajaan di Jawa. Konon, dipuja sebagai tanaman para raja.

Anthurium

adalah tanaman hias tropis, memiliki daya tarik tinggi sebagai penghias ruangan, Daya tarik utama dari anthurium adalah bentuk daunnya yang indah, unik, dan bervariasi serta bunganya yang indah.Keunikan daun dari tanaman hias ini adalah memiliki daun yang tumbuh raksasa dan kebiasaannya bermutasi menyebabkan susah untuk mendapat bibit yang persis sama dengan induknya. Daun umumnya berwarna hijau tua dengan urat dan tulang daun besar dan menonjol. Sehingga membuat sosok tanaman ini tampak kekar namun tetap memancarkan keanggunan tatkala dewasa.

Tidak heran bila tanaman ini memiliki kesan mewah dan eksklusif. Anthurium yang berdaun indah adalah asli Indonesia, sedangkan yang untuk bunga potong berasal dari Eropa.Biasanya jenis anthurium bunga dijadikan untuk bunga potong.

Secara umum anthurium dibedakan menjadi dua yaitu jenis anthurium daun dan jenis anthurium bunga. Anthurium daun memiliki daya pikat terutama dari bentuk-bentuk daunya yang istimewa. Sedangkan anthurium bunga lebih menonjolkan keragaman bunga baik hasil hibrid maupun spesies. Biasanya jenis anthurium bunga dijadikan untuk bunga potong.

Ada 3 penggolongan utama yaitu Gelombang Cinta atau sering disebut Gelcin, Hookeri, dan terakhir Jenmani.

Di Indonesia tidak kurang terdapat 7 jenis anthurium, yaitu Anthurium cyrstalinum (kuping gajah), Anthurium pedatoradiatum (wali songo), Anthurium andreanum, Anthurium rafidooa, Anthurium hibridum (lidah gajah), Anthurium makrolobum dan Anthurium scherzerianum.

Di Indonesia tanaman anthurium dapat beradaptasi dengan baik di segala tempat, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Namun untuk menjamin pertumbuhan yang baik. Tanaman ini ideal berkembang di dataran sedang antara tiga ratus sampai lima ratus meter diatas permukaan laut.

Perbanyakan

Anthurium dapat diperbanyak dengan 2 cara, yaitu generatif (biji) dan vegetatif (stek).

  1. Perbanyakan dengan cara generatif (biji)

Tanaman anthurium memiliki 2 macam bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan ditandai oleh adanya benang sari, sedangkan bunga betina ditandai oleh adanya lendir. Biji diperoleh dengan menyilangkan bunga jantan dan bunga betina.

Dengan menggunakan jentik, bunga sari diambil dan dioleskan sampai rata di bagian lendir pada bunga betina. Sekitar 2 bulan kemudian, bunga yang dihasilkan sudah masak, di dalamnya terdapat banyak biji anthurium. Biji-biji tersebut di kupas, dicuci sampai bersih dan diangin-anginkan, kemudian ditabur  pada medium tanah halus. Persemaian ditempatkan pada kondisi lembab dan selalu disiram.

  1. Perbanyakan dengan cara vegetatif (stek)

Ada 3 cara perbanyakan secara vegetatif, yaitu stek batang, stek pucuk dan pemisahan anakan. Cara perbanyakan dengan stek batang adalah memotong bagian atas tanaman (batang) dengan menyertakan 1 – 3 akar, bagian atas tanaman ‘yang telah dipotong kemudian ditanam, pada medium tumbuh yang telah disiapkan.

Sebaliknya perbanyakan dengan mata tunas adalah mengambil satu mata pada cabang, kemudian menanam mata tunas pada medium tumbuh yang telah disiapkan.

Agar anthurium tampil prima, jangan abaikan faktor lokasi, suhu, kelembaban, sinar matahari dan media tanam.

Anthurium membutuhkan media tanam tersendiri. Media yang paling tepat yaitu akar pakis. Anterium memerlukan sirkulasi udara dalam perakaran tanamannnya yang poros dan baik, karena itu pakis yang steril dari tanah adalah media tanam yang paling ideal. Bila tersisa tanah, akan menjadi lahan empuk bagi keong dan cacing untuk bersarang,  yang selanjutnya akan dapat menyerang batang bawah tanaman.

Penyiapan Medium Tumbuh

Berdasarkan kegunaannya, medium tumbuh dibagi menjadi 2 macam, yaitu medium tumbuh untuk persemaian dan untuk tanaman dewasa. Medium tumbuh terdiri dari campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali. Humus  atau tanah hutan dan pupuk kandang yang sudah jadi di ayak dengan ukuran ayakan 1 cm, sedangkan pasir kali di ayak dengan ukuran ayakan 3 mm.

Humus, pupuk kandang dan pasir kali yang telah di ayak, dicampur dengan perbandingan 5 : 5 : 2. Untuk persemaian, medium tumbuh perlu disterilkan dengan cara mengukus selama satu jam.

Penyiapan Pot

Untuk menanam bunga anthurium, dapat digunakan pot tanah, pot plastik atau pot straso. Pot yang paling baik adalah pot tanah karena memiliki banyak pori-pori yang dapat meresap udara dari luar pot. Apabila digunakan pot yang masih baru, pot perlu direndam dalam air selama 10 menit. Bagian bawah pot diberi pecahan genting/pot yang melengkung, kemudian di atasnya diberi pecahan batu merah setebal 1/4 tinggi pot. Medium tumbuh berupa campuran humus, pupuk kandang dan pasir kali dimasukkan dalam pot

Pemeliharaan

Setelah tanam, tanaman dipelihara dengan menyiram 1 – 2 kali sehari. Daun yang sudah tua atau rusak karena hama dan penyakit, dipotong agar tanaman tampak bersih dan menarik. Anthurium tidak tahan terhadap terpaan sinar matahari langsung. Habitat asli tanaman ini adalah daerah pegunungan tropis yang banyak terlindung oleh pepohonan besar. Maka dalam perawatan nya anthurium perlu ruangan yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Hama Anthurium dan Pengelolaannya

Anthurium memang cenderung tahan terhadap serangan hama. Tetapi tetap saja ada kemungkinan tanaman Anda terserang. Berikut informasi mengenai hama dan cara penanganannya.

  1. AphidHama kutu ini berwarna kuning. Aphid biasanya hidup bergerombol pada pucuk tanaman dan pangkal bunga. Penyebarannya terhitung cepat. Karena aphid menghisap cairan daun, daun yang terserang tumbuh tidak sempurna, cenderung keriting, menghitam, dan kering.

    Penanggulangan: gunakan insektisida sepertiYe Man Te,Demiter, Supracide, Decis, Curacron, atau Basudin. Insektisida ini bersifat kombinasi antara contact killing dan nervous disturbing. Artinya, bila insektisida mengenai serangga, serangga langsung mati. Jika tidak mati kemampuan reproduksinya hilang, sehingga terputuslah siklus hidup serangga. Semprotkan insektisida ke bagian tanaman yang terserang aphid seminggu sekali dalam kurun waktu tiga minggu.

    Pencegahan: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida sekali dalam sebulan.

    b. Fungus Gnat

    Fungus gnat adalah hama yang bentuknya menyerupai nyamuk berwarna hitam. Ia hidup pada media tanam yang lembab. Adenium yang terserang ditandai dengan adanya bintik hitam di kuncup bunganya. Kemudian kuncup bunga akan membusuk dan gugur.

    Penanggulangan: semprotkan insektisida, seperti Ye Man Te, Demier,atau Proleaf ke bagian tanaman yang terserang. Alternatif lain Trigard dan Agrimec dengan dosis 0.5/liter air.

    c. Mealy Bug

    Hama ini berupa kutu berwarna putih dan mempunyai sejenis tepung yang dijumpai pada ketiak dan pucuk daun muda. Serangannya menyebabkan pertumbuhan pucuk yang abnormal.

    Penanggulangan: semprotkan insektisida, seperti Proleaf ke bagian tanaman yang terserang.

    d. Nematoda

    Nematoda umumnya ditemukan di media tanam yang diberi pupuk kandang. Gejala awal adalah menguningnya daun dan gugurnya kuncup bunga yang masih muda. Bagian yang diserang nematode adalah akar adenium. Jika adenium yang sakit dicabut dari potnya akan terlihat semacam umbi di akar serabut. Di samping itu ujung akar serabut banyak yang mati dan pangkal akar mengeriput atau berlubang. Jika dilihat dengan mikroskop akan tampak banyak cacing kecil menggerogoti akar adenium.

    Kerusakan tanaman disebabkan sekresi air ludah yang diinjeksikan ke dalam tanaman saat nematoda menggigit atau memakan tanaman. Proses ini bisa menyebabkan kematian karena kekuatan akar dan tunas hilang, terbentuk luka, jaringan tanaman membengkak dan pecah.

    Penanggulangan: cabut tanaman dari pot dan cuci akarnya pada air yang mengalir. Potong dan buang semua akar serabut yang rusak dan busuk. Selanjutnya akar direndam dalam larutan insektisida atau nematisida (misalnya nematisida Dazomet 98%dengan dosis sesuai anjuran) hingga seluruh akar dan pangkal batang terendam selama setengah jam. Selanjutnya angkat tanaman dan angin-anginkan di tempat teduh selama 1—2 minggu. Setelah tanaman sehat sebaiknya ditanam pada media tanam baru yang steril. Gunakan media tanam yang bersih dan bahan organik yang sudah matang benar. Jika perlu bisa ditambahkan nematisida butiran seperti Furadan 3G yang dicampur dalam media tanam.

    e. Root Mealy Bug

    Hama berupa kutu rambut berwarna putih ini umumnya dijumpai pada media tanam yang lembab. Tanaman yang terserang mengalami layu pucuk, kerusakan batang, dan disertai pembusukan akar. Jika media tanam dibongkar akan tampak hewan kecil bertepung putih yang menempel pada akar yang busuk.

    Penanggulangan: gunakan gabungan nematisida, insektisida, dan fungisida, seperti Sursban atau Diainon (dosis 1 ml/l) atau Dazomet 98%dengan cara disiramkan langsung ke media tanam, atau ganti seluruh media tanam dengan media tanam baru yang steril. Untuk pencegahan,bisa dilakukan penyemprotan insektisida sebulan sekali.

    f. Semut

    Semut sering bersarang di dalam media tanam atau di bawah pot, sehingga bisa merusak akar dan tunas adenium. Semut tergolong vektor penyakit.

    Penanggulangan: merendam sebentar pot adenium ke dalam air atau menyiramnya menggunakan obat antisemut.

    g. Spider Mite

    Hama ini bentuknya mirip laba-laba dan berwarna merah. Nama lainnya motes atau tungau merah. Hama ini senang bersembunyi di bawah daun dan ketiak daun. Adenium yang daunnya berbulu sangat rentan terhadap serangan hama ini karena si tungau suka bersembunyi di sela-sela bulu halus tadi sembari menghisap carian daun dan batang. Pada tanaman sakit di bagian bawah daun atau batang ditemukan sarang tungau merah berupa benang halus.

    Gejala awalnya, daun akan berwarna kusam. Selanjutnya daun menguning dan cepat berguguran. Di samping itu tampak titik-titik kecil warna merah kecoklatan di permukaan daun. Serangannya bisa fatal ditandai dengan gugurnya daun dan keringnya pucuk batang karena cairan tanaman terhisap habis.

    Penanggulangan: gunakan akarisida, misalnya Kelthane atau Omite.Semprotkan ke seluruh tanaman dan lingkungan sekitar dengan dosis yang dianjurkan. Penyemprotan dilakukan 2—4 kali setiap minggu. Tak perlu khawatir jika setelah disemprot daun-daun adenium berguguran, karena daun yang baru dan sehat akan segera muncul. Pencegahan paling efektif adalah meletakkan tanaman di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik, terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. Hama ini tidak menyukai tempat yang berangin kencang dan terkena siraman air hujan terus menerus.

    h. Thrips

    Hama kutu ini berwarna hitam yang bergerak cepat. Thrips menyerang kuncup bunga sehingga gagal mengembang dan menjadi kering.

    Penanggulangan: dengan menyemprotkan insektisida, seperti Detimer, ke bagian yang terkena serangan.

Baca Artikel Lainnya:

Cara budidaya terong di polybag berasal dari awal hingga panen

Cara budidaya terong di polybag berasal dari awal hingga panen

Menanam terong di polybag amat cocok sekali ditanam dihalaman rumah. Terong yang ditanam di didalam polybag umumnya untuk mengonsumsi sendiri, namun kamu bisa membuatnya untuk usaha berkebun. Kenapa kamu mesti pakai polybag ? Menggunakan polybag miliki keistimewaan dibandingkan ditanam dilahan. Kelebihan pakai polybag bisa terkontrolnya perkembangan tanaman dan pemeliharaan lebih mudah sebab kamu bisa melindungi secara terkontrol.

Penanaman secara kecil-kecilan atau kamu pakai lahan sempit jadi lebih berfungsi sebetulnya harusnya telah dilaksanakan sejak sekarang. Menanam terong amat mudah, yang mesti kamu jalankan adalah memilih varietas yang bagus untuk di budidayakan.

Untuk persiapan ukuran polybag yang dapat kamu pakai tergantung permintaan anda, namun saya sarankan kamu menanam bersama dengan polybag yang berukuran lumayan besar. Ukuran yang besar memungkinkan perakaran terong yang dapat kami budidayakan menghasilkan pembuahan yang maksimal namun jangan amat besar terhitung yah. Banyak di toko pertanian paling dekat di area kamu saya yakin ada, terkecuali sebetulnya sukar membeli online saja.

Menanam terong di polybag bukan bermakna kurangi kemudahan semata, kamu selalu mesti memeliharanya sebaik mungkin. Pemeliharaan ini amat dianjurkan sekali untuk kamu yang baru saja memulai berkebun. Tanaman dapat berbuah lebat bila cara kami melakukannya baik terhadap mereka, jadi intinya kemungkinannya sangat kecil bila tanaman itu bisa berbuah bagus bersama dengan perlakuan yang alakadarnya atau lebih-lebih yang buruk.

Bibit terong

Untuk meraih bibit tersedia dua cara yakni bersama dengan menyita berasal dari terong yang telah dewasa dan berproduksi atau bersama dengan membeli yang telah siap dibudidayakan. Ada cara spesifik untuk mengakibatkan bibit sendiri kamu mesti memilih indukan yang sehat, tidak cacat dan tidak mudah diserang hama penyakit tentu saja berproduksi bagus.

Cara mengakibatkan bibit terong sendiri

Saya anggap kamu telah meraih indukan terong yang cocok beberapa syarat indukan. Langkah pertama ambil buah terong yang telah matang lantas pisahkan pada daging buah dan biji. Ambil biji yang seragam dan mulus lantas jemur hingga kadar air yang terkandung 20%. Dalam kasus ini umumnya petani langsung menyemai biji terung namun biji yang kamu bikin tadi atau kamu yang baru membeli itu tetap dormansi jadi kamu mesti merendamnya di air hangat selama 6 jam.

Jika kamu membelinya maka tidak usah pusing kembali memilih biji yang seperti apa, umumnya yang tersedia didalam kemasan itu telah diseleksi oleh penyedia benih, namun sama tetap dormansi. Saya sarankan terkecuali kamu baru saja berkebun mending kamu membeli dulu setelah itu kamu belajar bagaimana tumbuhnya tanaman terong kamu dan bisa belajar untuk tahap selanjutnya. Kelas pemula ini bisa terhitung mengakibatkan benih sendiri namun mesti mengerti dulu beberapa syarat indukan yah.

Cara Menanam Terong Di Polybag

Saya anggap kamu telah mendapat benihnya kamu tinggal menyemainya. Untuk menyemai benis amat mudah, kamu siapkan terlebihdahulu media semainya bersama dengan pakai tanah dan pupuk dasar seperti pupuk kandang bersama dengan komposisi 1:2 yakni kompos 1 dan tanah 2 jadi terkecuali 1 kilo pupuk di campurkan bersama dengan 2 kilo tanah. Campurkan terhitung sekam padi supaya tanah gembur.

Anda bisa pakai gelas plastik bekas minuman mineral atau pot spesifik persemaian, lantas letakan biji-biji terong kamu satu persatu kedalamnya dan siram tiap-tiap pagi dan sore, setelah bibit tumbuh daun 3 helai maka bibit siap untuk ditanam.

Karena kamu dapat menanam bersama dengan polybag, kamu mesti buat persiapan polybag bersama dengan ukuran tengah sekitar 40 cm. Isikan bersama dengan tanah yang gembur dan campurkan bersama dengan pupuk kandang atau kompos. Perbandingan pada tanah dan pupuk kandang adalah 1 : 3. Isi tanah hingga lumayan untuk menanam.

Sebenarnya kamu bisa pakai tanah semai namun sepertinya kamu mesti membuatnya kembali bersama dengan campuran tanah dan pupuk kandang serta sekampadi bersama dengan komposisi 2:1:1. Kemudian mengisi polybag bersama dengan tanah yang kamu bikin tadi ke didalam plybag, polybag yang telah kamu bikin tadi siap untuk ditanami bibit. Hati-hati kala kamu memindahkan bibit terong kedalam polybag.

Perawatan

Untuk perawatan kamu lumayan menyiram 2 kali sehari pagi dan sore, namun terkecuali tanah tetap lembab maka kamu tidak mesti menyiramnya kembali. Jika telah berumur 3 minggu kamu bisa menambahkan NPK ke tanaman.

Selengkapnya : https://www.lele.co.id/

Cara membawa dampak cocopeat dari sabut kelapa yang baik dan benar

Cara membawa dampak cocopeat dari sabut kelapa yang baik dan benar

Bagaimana menghasilkan cocopeat yang bagus ? dari awal pembuatan cocopeat kami kudu jelas lebih-lebih dahulu apa kegunaan dan bagaimana cocopeat ini layak atau tidaknya sebagai media. Memang bagus sekali untuk tanaman yang kami akan budidayakan. Terkadang kami bingung memilih tempat tanam yang bagus itu layaknya apa menjadi dari kekuatan peyimpanan air yang bagus hingga tempat tumbuh yang sesuai untuk perakaran dan sebagai penegak tanaman.

Cocopeat bahanya enteng kami dapatkan yaitu sabut kelapa, aku yakin di area anda tentu banyak sekali kelapa. Sabut kelapa ini akan kami olah jadi tempat tanam yang pas maka langsung saja kami buat.

Untuk menghasilkan cocopeat yang bagaimana bentuk yang sudah dibuat berbentuk butiran-butiran gabus. Yang diambil alih untuk pembuatan ini adalah kulit ari buah kelapa, anda dapat membawa dampak bersama kuantitas banyak kecuali bahan yang tersedia di area anda melimpah. Biasanya yang banyak ini dijadikan olahan cocopeat sebagai tempat tanam adalah petani hidroponik yang menghimpit pengeluaran untuk budidaya tanaman.

Kenapa anda kudu menggunakan cocopeat sebagai tempat tanam ?

Cocopeat sebanding dalam mempertahankan kelembaban bersama artian tanaman tidak enteng sekali layu karena air yang tersimpan lumayan lama pada cocopeat. Selain itu cocopeat terhitung dapat menetralkan kadar pH dan menyimpan unsur hara yang diberikan olah kita. Media ini benar-benar bagus sekali untuk anda yang memiliki hidroponik atau sebagai tanaman rumahan.

Jika anda mendambakan rapih dan menghasilkan cocopeat yang bagus sedikitnya anda kudu memiliki mesin untuk menolong kami menghasilkan cocopeat yang bagus. Namun tidak menutup barangkali kecuali tidak tersedia mesin anda dapat mencacah setipis mungkin. Kita langsung membuat saja cocopeatnya.

Alat – alat :

1. Siapkan sabut kelapa (sediakan seberapa kebutuhan anda yang akan dibuat)
2. Mesin pengayakan
3. Mesin pengepress

Cara membawa dampak :

1. Yang pertamakali yang kudu anda jalankan adalah mengurangi kadar air yang terkandung pada sabut kelapa. Jemur di bawah cahaya matahari secara langsung. Prosentase di bawah 15%, untuk capai dibawah 15% biasanya perlu waktu hingga satuhari penih. Untuk memastikan kadar air lumayan enteng yaitu bersama menggunakan uji kekuatan kadar air, kecuali anda membawa dampak cocopeat seberat 5 kg maka sesudah di jemur biasanya capai setengah kg.

2. Saya anggap anda sudah menyiapkan bahan cocopeat bersama kadar yang di tentukan. Langkah seterusnya anda tinggal mengayak serbuk sabut kelapa. Hasil dari ayakan sabut kelapa itu namanya dust. Serbuk-serbuk yang anda ayak tadi kudu dipisahkan bersama sabut kelapa yang masih besar-besar atau masih kasar.

3. Yang akan kami menggunakan untuk membawa dampak cocopeat adalah dust itu yang anda pisahkan tadi. Jadi sabut kelapa yang kasar biasanya digunakan untuk bahan bakar bata atau guci dari kerajinan. Jika anda mendambakan membawa dampak bentuk dan ukuran anda dapat menggunakan pertolongan mesin pengepress, bentuknya dapat begitu banyak ragam dapat kotak-kotak atau lingkaran bulat bergantung permohonan anda.

Jika anda membawa dampak cocopeat sebagai sumber pendapatan anda, biasa anda kemas semenarik mungkin. Target pasaran biasanya berasal dari petani yang membudidayakan bersama hidroponik atau tanaman hias. Untuk pengaplikasiannya anda dapat memberi tambahan air kedalam cocopeat yang sudah jadi dan memasukan nutrisi atau unsur hara. Mengingat bahwa cocopeat ini benar-benar rendah sekali unsur hara yang terkandung pada serat-serat lapisannya maka anda kudu memberi tambahan secara manual.

Anda dapat memberi tambahan nutrisi berbentuk cair atau merendamnya sebentar pada nutrisi tersebut, kecuali diaplikasikan langsung maka pertolongan pupuk kudu teratur diberikan sesuai type tanaman yang anda budidayakan.

Panduan teknis budidaya wortel

Panduan teknis budidaya wortel

Wortel (Daucus carota L.) merupakan tanaman sayuran yang diambil umbinya. Umbi wortel berwarna oranye terang, rasanya gurih, renyah dan sedikit manis. Sayuran ini dikenal sebagai sumber vitamin A, tak sekedar itu wortel juga mempunyai kandungan banyak vitamin B dan vitamin C.

Dilihat berasal dari bentuknya terdapat tiga tipe wortel. Pertama, tipe imperator. Umbinya bulat dan panjang, ujungnya lancip, terdapat akar serabut pada umbinya. Kedua, tipe chantenay. Umbinya bulat dan panjang bersih berasal dari akar serabut, ujungnya tumpul condong membulat. Ketiga, tipe nantes. Sifat dan bentuknya campuran berasal dari kedua tipe di atas.

Budidaya wortel paling sesuai dikerjakan di dataran tinggi dengan ketinggian lebih berasal dari 1000 mtr. dpl. Meskipun begitu, budidaya wortel tetap dapat dikerjakan pada lahan di atas 500 mtr. dpl. Tanaman wortel menyukai tanah yang mempunyai kandungan banyak humus dan gembur dengan tingkat keasaman pada pH 5,5-6,5.

Persiapan lahan budidaya wortel
Lahan untuk budidaya wortel mesti dibajak atau dicangkul sedalam kurang lebih 40 cm. Kedalaman ini terlalu mutlak mengingat tanaman wortel dapat dipanen umbinya. Tanah yang gembur memberikan keleluasaan pada umbi untuk tumbuh dengan sempurna.
Budidaya wortel pada struktur tanah yang keras dapat menghindar perkembangan umbi. Bentuk umbi menjadi pendek-pendek dan tumbuh cabang pada badan umbi.

Setelah tanah digemburkan bikin bedengan dengan lebar satu mtr. dan panjang sesuai dengan bentuk lahan. Ketinggian bedengan kurang lebih 20-30 cm. Saat membentuk bedengan, campurkan pupuk kompos atau pupuk kandang sebagai pupuk dasar. Dosis pertolongan pupuk sebanyak 15-20 ton per hektar. Jumlah tepatnya sesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah.

Buat larikan pada permukaan bedengan untuk menaburkan benih. Jarak antar larikan 20 cm dengan kedalaman kurang lebih 5 cm.

Penanaman benih wortel
Penanaman benih didalam budidaya wortel dapat dikerjakan secara langsung, tanpa bagian penyemaian lebih-lebih dahulu. Kebutuhan benih untuk budidaya wortel kurang lebih sebanyak 3-5 kg per hektar.

Benih wortel berasal berasal dari biji, bentuknya kecil-kecil dan condong menempel dikarenakan membawa serabut layaknya bulu pada permukaannya. Jadi, sebelum ditaburkan gosok-gosokkan lebih-lebih dahulu dengan telapak tangan supaya benih tidak saling menempel. Atau, campurkan abu pada benih tersebut.

Taburkan benih diatas larikan lantas tutup dengan tanah. Apabila tanahnya kering siram sedikit untuk merawat kelembabannya. Tanaman wortel dapat tumbuh sesudah 10 hari.

Pemeliharaan tanaman wortel
Pemupukan susulan diberikan sesudah tanaman berumur satu bulan. Untuk budidaya wortel secara organik, pakai kompos atau pupuk kandang. Bisa juga dengan mengimplementasikan pupuk cair organik atau pupuk hayati. Pupuk kompos ditaburkan dipermukaan bedengan kurang lebih tanaman. Dosisnya 10-15 kg per hektar.

Untuk budidaya wortel non organik, pakai campuran pupuk urea dan KCl dengan perbandingan 2:1 sebanyak 300 kg per hektar. Pemberian pupuk ditaburkan didalam bentuk kronologis yang berjarak 5 cm berasal dari pangkal tanaman.

Selain pemupukan lakukan juga penyiangan gulma dan penjarangan tanaman. Agar perkembangan umbinya sempurna, atur penjarangan tanaman supaya jarak pada satu tanaman dengan yang lainnya berkisar 5-10 cm.

Hama dan penyakit
Hama yang paling umum dijumpai didalam budidaya wortel adalah ulat tanah dan kutu daun. Ulat tanah dapat diberantas dengan langkah melacak sarangnya, lantas diambil manual dan dibasmi. Lakukan pada pagi hari.

Untuk menghindar serangan ulat, jaga selamanya kebersihan lahan dan siangi gulma secara teratur. Bila serangan mengganas, dapat pakai pestisida tipe furadan.

Kutu daun menyerang pucuk daun dengan menghisap cairan dan mengakibatkan kerusakan bentuk daun menjadi keriting. Untuk mengendalikan kutu daun lakukan rotasi tanaman supaya siklus hidupnya terputus. Penyemprotan dapat pakai insektisida.

Sedangkan penyakit yang sering menyerang budidaya wortel adalah bercak daun dan bintil akar. Bercak daun disebabkan oleh sejenis cendawan Cercospora. Penyakit ini menyerang daun tua, gejalanya berwujud bercak-bercak coklat dengan pinggiran hitam.

Penyakit bercak daun dapat dikendalikan dengan menentukan benih yang sehat atau benih diberi larutan fungisida lebih-lebih dahulu. Untuk menurunkan resiko serangan penyakit bercak daun, jaga selamanya kebersihan kebun.

Penyakit bintil akar disebabkan oleh nematoda. Gejalanya bentuk umbi benjol-benjol tak karuan. Pencegahan dapat dikerjakan dengan rotasi tanaman. Gilir tanaman dengan tipe lain yang berbeda keluarga. Penyemprotan kimia yang diaplikasikan adalah nematisida.

Cara panen budidaya wortel
Usaha tani budidaya wortel udah dapat diambil hasilnya sesudah 3 bulan hitung sejak benih ditanam. Waktu pemanenan mesti terlalu diperhatikan. Apabila umur tanaman terlalu tua tekstur umbi menjadi keras dan rasanya tidak enak.

Cara memanen dikerjakan dengan dicabut. Kemudian cuci atau membersihkan kotoran tanah yang menempel pada umbi dengan air bersih. Batang dipangkal umbi dapat dipotong atau dibiarkan. Tergantung berasal dari permohonan pasar yang dituju.

sumber : https://www.budidayaternak.com/

Hama dan penyakit tanaman cabe

Hama dan penyakit tanaman cabe

Hama dan penyakit tanaman cabe

Budidaya tanaman cabe merupakan kesibukan bisnis tani yang menjanjikan keuntungan menarik. Di Indonesia, keinginan akan cabe lumayan tinggi. Cabe seakan-akan sudah menjadi bahan keperluan pokok masyarakat. Di masa-masa tertentu, layaknya menjelang hari raya harga cabe dapat meningkat sampai puluhan kali lipat.

Hama dan penyakit tanaman cabe

Usaha tani tanaman cabe (Capsicum annuum L.) membutuhkan modal besar dan keterampilan yang cukup. Tidak jarang petani cabe merugi sebab abai mempertimbangkan aspek cuaca, fluktuasi harga atau serangan hama dan penyakit. Oleh sebab itu, segala efek didalam budidaya tanaman cabe wajib dipertimbangkan secara matang.

Serangan hama dan penyakit merupakan keliru satu aspek efek yang lumayan besar didalam budidaya cabe. Agar sukses menjalankan bisnis tani cabe, ada baiknya kita mengenal jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe.

Hama tanaman cabe
Hampir seluruh hama yang menyerang tanaman terung-terungan dapat menyerang tanaman cabe. Serangan hama ini dapat menurunkan produktivitas tanaman, lebih-lebih pada tingkat tertentu menyebabkan gagal panen. Berikut ini beberapa style hama utama yang kerap menyerang tanaman cabe di Indonesia.

a. Hama ulat
Ulat yang kerap menyarang tanaman cabe diantaranya ulat grayak (Spodoptera litura). Ulat style ini memakan daun sampai bolong-bolong sehingga menganggu kekuatan fotosintesis tanaman. Pada tingkat yang kronis ulat grayak memakan habis seluruh daun dan hanya menyisakan tulang-tulang daun.

Selain itu ada terhitung style ulat yang menyerang buah cabai, yakni style Helicoverpa sp. dan Spodoptera exigua. Ulat style ini menyebabkan lubang pada buah cabe baik yang masih hijau maupun merah.

Ulat biasanya menyerang pada malam hari atau kala matahari teduh. Pada siang yang terik, ulat bersembunyi di pangkal tanaman atau berlindung di balik mulsa sehingga ulat-ulat ini dapat lolos dari penyemprotan.

Pengendalian teknis. Ulat diambil kala malam hari ketika mereka terasa berkeliaran. Pengambilan ulat sebaiknya dijalankan secara menyeluruh dan serempak. Bisa terhitung dipasang perangkap imago hama. Pencegahannya adalah bersama dengan melindungi kebersihan kebun. Siangi gulma pada selasar bedengan, parit atau lubang-lubang mulsa.
Pengendalian kimiawi. Penyemprotan dijalankan andaikan serangan sudah parah. Jenis obat yang digunakan adalah insektisida. Penyemprotan sebaiknya dijalankan kala malam hari.
b. Hama tungau
Tungau yang biasa menyerang tanaman cabe ialah tungau kuning (Polyphagotarsonemus latus) dan tungau merah (Tetranycus sp.). Tungau dijumpai terhitung menyerang tanaman tanaman singkong.

Pada tanaman cabe, serangan tungau menyebabkan daun keriting menggulung ke anggota kebawah layaknya sendok terbalik. Daun menjadi tidak tipis dan kaku sehingga pembentukan pucuk terhambat. Lama kelamaan daun akan menjadi coklat dan mati.

Pengendalian teknis. Tanaman yang di serang kronis dicabut sedang yang belum kronis dipotong pucuk-pucuknya. Sisa tanaman yang di serang dibakar sehingga tidak menjangkiti yang lain. Untuk mencegahnya, usahakan areal penanaman cabe tidak berdekatan bersama dengan tanaman singkong. Menjaga kebersihan kebun efisien mengurangi serangan tungau.
Pengendalian kimiawi. Tungau hanya dapat diberantas bersama dengan racun tungau layaknya akarisida, bukan bersama dengan insektisida. Dilihat dari fisiknya, tungau berkaki delapan berlainan bersama dengan serangga (insek) yang berkaki empat.
c. Hama kutu daun
Kutu daun yang menyerang tanaman cabe biasanya berasal dari style Myzus persicae. Kutu daun menyerang bersama dengan menghisap cairan pada daun. Daun menjadi kering dan permukaan daun keriting.

Selain itu, kutu daun dapat mengakibatkan beragam penyakit secara tidak langsung. Kutu ini dapat menjadi vektor pembawa virus, membuahkan cairan berwarna kuning kehijaun yang mengakibatkan semut dan mengakibatkan datangnya cendawan yang mengakibatkan jelaga hitam pada permukaan daun.

Pengendalian teknis. Petik daun-daun yang di serang kemudian musnahkan. Hindari terhitung penanaman cabe berdekatan bersama dengan semangka, melon dan kacang panjang. Menjaga kebersihan kebun dan penggunaan plastik mulsa perak efisien menghimpit pertumbuhan kutu daun.
Pengendalian kimiawi. Gunakan style insektisida yang mengandung fipronil atau diafenthiuron. Penyempotan paling efisien dijalankan pada sore hari.
d. Hama lalat buah
Serangan lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada tanaman cabe menyebabkan kerontokan buah. Buah cabe tidak sempat dipanen sebab keburu rontok ke tanah. Pada buah yang di serang andaikan di belah terdapat larva lalat. Bila tidak dibersihkan, larva pada buah cabe yang rontok akan menjadi pupa di didalam tanah, sehingga siklus serangan akan terus berulang.

Pengendalian teknis. Pungut dan kumpulkan buah cabe yang rontok, kemudian musnahkan bersama dengan cara membakarnya. Hal berikut penting, sehingga lalat tidak menjadi pupa yang dapat bersemayam di didalam tanah. Lalat buah biasa terhitung menyerang style buah-buahan lain layaknya belimbing, pisang, jeruk, dll. Jadi menjauhi membudidayakan tanaman cabe berdekatan bersama dengan kebun buah.
Pengendalian kimiawi. Bisa memanfaatkan perangkap lalat bersama dengan memanfaatkan atraktan yang mengandung methyl eugenol. Teteskan obat berikut pada kapas dan masukkan pada botol bekas air mineral. Pemasangan perangkap dapat dijalankan sehabis usia tanaman cabe satu bulan. Bila serangan parah, semprot bersama dengan insektisida pada pagi hari, ketika daun masih berembun dan lalat belum berkeliaran.
e. Hama trips (Thrips)
Tanaman cabe yang di serang trips daunnya akan nampak garis-garis keperakan, terdapat bercak-bercak kuning sampai kecoklatan dan pertumbuhannya kerdil. Bila dibiarkan daun akan kering dan mati. Serangan trips biasanya menghebat pada musim kemarau. Hama ini terhitung berperan sebagai pembawa virus dan ringan sekali menyebar.

Pengendalian teknis. Bisa memanfaatkan predator alami hama ini, layaknya kumbang dan kepik. Pemakaian mulsa dan melindungi kebersihan kebun efisien menghimpit perkembangannya. Selain itu, rotasi tanaman menunjang mengendalikan hama style ini.
Pengendalian kimiawi. Penyemprotan dijalankan andaikan serangan meluas. Gunakan insektisida yang berbahan aktif fipronil dan jalankan pada sore hari.
Penyakit tanaman cabe
Penyakit yang menyerang tanaman cabe dapat disebabkan virus, bakteri, cendawan maupun jamur. Setidaknya ada enam macam penyakit yang biasa menyerang tanaman cabe, diantranya:

a. Bercak daun
Penyakit bercak daun yang menyerang tanaman cabe disebabkan oleh jamur Cercospora capsici. Gejalanya terdapat bercak-bercak bundar berwarna abu-abu bersama dengan pinggiran coklat pada daun. Bila serangan menghebat daun akan berwarna kuning dan selanjutnya berguguran. Penyakit ini biasanya menyerang pada musim hujan dimana suasana kelembaban lumayan tinggi.

Penyakit ini menyebar kala jamur masih berupa spora dan dapat dibawa oleh angin, air hujan, hama vektor, dan alat pertanian. Spora jamur terhitung dapat terikut pada benih atau biji cabe.

Pencegahan pada penyakit ini bersama dengan memilih benih yang sehat bebas patogen. Merenggangkan jarak tanam berfungsi meminimalkan serangan sehingga lingkungan tidak benar-benar lembab. Pengendalian teknis dapat dijalankan bersama dengan memusnahkan tanaman yang terinfeksi bersama dengan cara dibakar. Bila serangan menghebat dapat diberikan fungisida.

b. Patek atau antraknosa
Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Pada fase pembibitan penyakit ini menyebabkan kecambah layu kala disemaikan. Sedangkan pada fase dewasa menyebabkan mati pucuk, serangan pada daun dan batang menyebabkan busuk kering. Sementara itu, pada buah akan menjadi busuk layaknya terbakar.

Penyakit ini dapat terbawa dari benih atau biji cabe. Pencegahan dapat dijalankan bersama dengan memilih benih yang sehat dan bebas patogen. Pengendalian dapat dijalankan bersama dengan memusnahkan tanaman yang di serang dan penyemprotan fungisida.

c. Busuk
Terdapat dua macam penyakit busuk yang biasa menyerang tanaman cabe, yakni busuk cabang dan busuk kuncup. Busuk cabang pada tanaman cabe disebabkan oleh Phytophthora capsici. Menyerang kala musim hujan dan penyebarannya benar-benar cepat.

Busuk kuncup disebabkan oleh cendawan Choanosearum sp. Penyakit ini masih jarang dijumpai di Indonesia. Gejalanya, kuncup tanaman berwarna hitam dan lama kelamaan mati.

Penyakit ini dapat dikendalikan bersama dengan mengurangi dosis pemupukan nitrogen layaknya urea dan ZA. Kemudian menyesuaikan jarak tanam sehingga sirkulasi hawa berjalan lancar. Tanaman yang terinfeksi sebaiknya dicabut dan dibakar. Penyemprotan dapat dijalankan bersama dengan fungisida, andaikan dijalankan kala musim hujan memilih fungisida yang mempunyai perekat.

d. Layu
Penyakit layu merupakan penyakit yang lumayan sulit dikendalikan pada budidaya tanaman cabe. Penyakit layu dapat ditumbulkan oleh begitu banyak ragam jasad penganggu tanaman layaknya beragam style cendawan dan bakteri.
Layu yang disebabkan cendawan disebut layu fusarium. Jenis cendawannya adalah Fusarium sp., Verticilium sp. dan Pellicularia sp. Cendawan ini hidup di lingkungan yang masam.

Sedangkan layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum. Bakteri ini hidup di jaringan batang. Pengendalian penyakit layu wajib dilihat bersama dengan lebih tertentu sehingga penanganannya dapat lebih tepat.

e. Bule atau virus kuning
Tanaman cabe yang di serang virus kuning, daun dan batangnya akan nampak menguning. Penyakit ini disebut terhitung penyakit bule atau bulai. Penyebabnya adalah virus gemini, penyakit ini dapat dibawa dari benih atau biji dan ditularkan oleh kutu.

Penyakit yang disebabkan virus tidak akan mempan bersama dengan penyemprotan racun-racun kimia. Pengendalian wajib dijalankan semenjak dini, bersama dengan memilih benih unggul dan tahan serangan virus. Selain itu dapat terhitung bersama dengan membasmi hama yang menjadi vektornya, layaknya kutu.

Untuk menaikan daya tahan tanaman cabe pada serangan virus kuning, dapat bersama dengan mengintensifkan pemupukan, andaikan penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap. Tujuannya sehingga tanaman cabe tumbuh subur sehingga lebih tahan pada patogen.

f. Keriting daun atau mosaik
Penyebab serangan penyakit mosaik adalah Cucumber Mosaic Virus (CMV). Gejalanya, pertumbuhan menjadi kerdil, warna daun belang-belang hijau tua dan hijau muda, ukuran daun lebih kecil, tulang daun akan beralih menguning.

Penyakit ini dapat menyebar dan menular ke tanaman lain oleh kesibukan serangga. Penyemprotan kimia mempunyai tujuan untuk menghalau serangga bukan penyakitnya. Untuk mengurangi penyakit, musnahkan tanaman cabe yang sudah kronis terserang.

Pemilhan benih tahan virus menunjang menjauhi efek serangan penyakit ini. Hal lain yang dapat menunjang mengurangi efek serangan adalah pemupukan yang baik dan tepat.