Revitalisasi Dan Reaktualisasi sikap Nasionalisme Dan Patriotisme

Revitalisasi Dan Reaktualisasi sikap Nasionalisme Dan Patriotisme

Revitalisasi Dan Reaktualisasi sikap Nasionalisme Dan Patriotisme – Nasionalisme adalah persoalan yang fundamental bagi sebuah negara, terlebih-lebih terkecuali negara berikut punyai cii-ciri primordial yang amat pluralistik. Klaim udah dicapainya Bhineka Tunggal Ika, apalagi melalui politik homogenisasi, memang tidak dulu benar-benar jadi kenyataan sejarah, melainkan sebuah agenda nation-building yang syarat beban harapan. Oleh gara-gara itu, ia kerap menjadi hambar. Dengan penafsiran tersendiri, ini wujud imagined community seperti makna Benedict Anderson. Anderson (19830 memakai makna imajinasi untuk menggambarkan kemiripan makna perihal fantasi. Penjelasannya lebih cenderung memakai asumsi seperti politik untuk mengatakan kaitan antara imajinasi kolektif yang mengikat suatu komunitas. Orang disatukan sebagai suatu negara gara-gara persamaan identitas darah, ideologi, dan kepentingan.

Sementara itu, Gellner (1997) lihat bahwa persatuan budaya sebagai hubungan antar manusia yang melandasi nasionalisme. Begitu terhitung bersama Ibn Khaldun didalam Nuseibeh (1969) menyatakan bahwa bahasa sebagai penegak alunvial bagi tumbuhnya nasionalisme. Teori Renan tampaknya amat berpengaruh pada elit terpelajar Indonesia didalam memunculkan Nasionalisme. Karena melalui hasrat bersama yang amat diutamakan oleh kaum nasionalisme Indonesia didalam rangka menghadapi kaum kolonialis. Elit terpelajar inidengan sengaja mengusahakan menciptakan mentalitas nasionalisme Indonesia Hal ini kerap di ungkapkan oleh para tokoh penggerak, terlebih Soekarno. Melalui pidatonya dan karya-karyanya, ia selamanya mengajak bangsa Indonesia untuk menengok kejayaan bangsa Indonesia di masa lampau (Sriwijaya, Majapahit) dan Bersatu-padu untuk mengusir penjajah berasal dari bumi Nusantara. Soekarno (1964: 3) terhitung kerap mngutip gagasan renan, bahwa keberadaan suatu bangsa hanya bisa saja andaikata rakyat punyai satu jiwa, gara-gara rakyat indonesia punyai latar belakang peristiwa yang mirip dan untuk mesti punyai hasrat untuk bersatu, bersama tidak membeda-beda suku, ras, dan agama.

Staub (1997: 214) membagi patriotime didalam dua anggota yakni:

1) blind patriotism (patriotisme buta),

Patriotisme buta didefinisikan sebagai sebuah keterikatan kepada negara bersama ciri khas tidak mempertanyakan segala sesuatu, loyal dan tidak toleran pada kritik.

2) constructive patriotism (patriotisme konstruktif),

Patriotisme Konstruktif ini didefinisikan sebagai sebuah keterikatan kepada negara bersama ciri khas mendukung terdapatnya kritik dan pertanyaan berasal dari anggotanya pada berbagai kesibukan yang dilaksanakan atau berlangsung agar diperoleh suatu perubahan positif fungsi raih kesejahteran bersama. Patriotisme konstruktif ini didalam makna Humbermas (Latcheva, 2010) adalah patriotisme konstitusional, yaitu patriotisme yang dilandasi bersama prinsip-prinsip konstitusi dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal berasal dari pada tekankan pada identitas peristiwa dan budaya. Dari rencana patriotisme konstruktif atau konstitusi berikut diatas, maka seorang yang layak disebut patriot adalah orang yang menghormati dan mencintai grup baik itu grup (partai, suku, bangsa, atau negara), tetapi lebih berasal dari itu ia mesti menghormati nilai-nilai dan konstitusi dan senang terima kritik yang konstruktif.

Perubahan pandangan yang amat vital berlangsung pada awal abad ke-20, disaat bangsa indonesia menjadi sadar eksistensinya di tengah bangsa lain, terlebih bangsa-bangsa dikawasan Asia. Ada dua segi utama yang mengakibatkan bangkitnya kesadaran nasionalisme indonesia, Pertama peninggalan nenek moyang didalam wujud epos dan narasi-narasi lain, peninggalan peristiwa didalam wujud monumen, dokumen, dan institusi sosial lainnya yang sesudah itu dipicu oleh kemenangan Jepang atas Rusia (1905). Bangsa indonesia bukanlah bangsa yang kecil, bangsa indonesia mesti melepaskan diri berasal dari kekuasaan kolonial, bangsa indonesia mesti berdiri sejajar bersama bangsa lain terhitung bangsa barat. Ilmu ilmu bukanlah mitos, bukan milik ras tertentu. Ilmu ilmu semua umat manusia, yang sanggup dimiliki oleh siapa saja yang sanggup mempelajarinya. Orientasimelah yang berfaedah sebagai pencipta mitos, menciptakan dunia timur bersama berbagai referensinya (stereotipe) barat perihal dunia timur, sebagai bangsa yang lebih rendah dibandingkan bangsa barat bersama berbagai atribut yang mereka berikan. Oleh gara-gara itu orientalisme didekonstruksi. Kedua, kesuksesan bangsa indonesia didalam menyerap ilmu pengetahuan, melalui bisnis intelektualnya agar sadar bersama sadar perkembangan yang berlangsung di dunia internasional. Selama masa kolonial perkembangan yaang berlangsung di dunia internasional ini disembunyikan oleh pemerintahan kolonial, bersama jalan halangi dunia pendidikan dan pengajaran. Namun kerap bersama perjalanan waktu kolonialisme yang berlangsung di belahan dunia udah mendekati ambang kehancuran.

Kesadaran nasional didalam kerangka postkolonial berbeda bersama pengertian pada umumnya. Kesadaran pertama menimbulkan etos kerja, yakin diri dan apalagi bisa saja simpati. Kesadaran ke-2 menimbulkan sikap patriotik, balas dendam, benci, antipati, dan marah. Kesadaran nasional postkolonial mengakibatkan intelektualitas bukan emiosionalitas, bersama alasan bahwa penjajahan udah sadar bakal kekeliruannya. Dengan demikian, balas dendam tidak ulang ada manfaatnya, justru berkerjasamalah yang penting. Kesadaran nasional postkolonial adalah gejala yang terlihat kepermukaan, yang bisa saja dulu diakui hal yang tidak penting, tetapi sekarang justru amat mutlak dan dibutuhkan. Perubahan paragdima, penataan ulang bangsa butuh butuh kesadaran konseptual ini, gara-gara di masa paksa kolonial semata-mata pertanggungjawaban inilah yang sanggup mengantarkan bangsa indonesia pada kondisi-kondisi yang lebih bermakna. Pada masa lalu bangsa belanda, jepang dan inggris kita sebut sebagai kolonial, tetapi sekarang udah berubah jadi kolgial (Subaryana, 2011).

Sikap nasionalisme dan patriotisme di indonesia memang udah ada sejak zaman dahulu, tetapi baru sehabis timbulnya pergerakan nasional, terlebih ditandai bersama berdirinya budi utomo tahun 1908, dan sesudah itu sumpah pemuda pada tahun 1928, nasionalisme dan patriotisme bangsa indonesia udah mengemuka. Hal ini seperti yang udah dikatakan oleh Tasa (2009: 113) bahwa sumpah pemuda merupakan suatu tonggak peristiwa yang monumental dan mengandung ilham kepatriotan dan kepahlawanan. Pada menjelang dan awal kemerdakaan indonesia nasionalisme dan patriotisme amat kuat dikalangan pemimpin maupun rakyat indonesia. Namun sayang di akhir orde baru apalagi sampai sekarang ini sikap patriotisme itu tambah lutur, seiring bersama maraknya korupsi, kolusi, dan nepotisme di negeri ini.

Sikap nsionalisme dan patriotisme tidak hanya dimiliki oleh para pahlawan. Saat ini tiap tiap warga negara indoonesia mesti punyai cii-ciri patriotisme gara-gara sehabis indonesia merdeka, bangsa ini masih dihadapkan bebagai tantangan, seperti: kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, KKN dan lain sebagainya. Hal berikut mesti dilawan, terkecuali bangsa ini tidak senang ketinggalan berasal dari bangsa lain. Karena itu mesti terdapatnya revitalisasi dan reaktualisasi sikap nasionalisme dan patriotisme yang sanggup diwujudkan didalam berbagai bentuk, seperti: mencintai dan mengunakan product didalam negeri; menjaga lingkungan hidup; menjaga layanan umum; melestarikan budaya; dan berpartisipasi didalam pembangunan bangsa, menaati aturan dan hukum, melawan kejahatan dan lain sebagainya.

Dalam segala tindakannya sebagai warga negara yang punyai cii-ciri nasionalisme dan patriotisme tidak bakal mengejar hadiah atau penghargaan atas jasa-jasanya. Mereka diresapi oleh rasa tanggungjawab pada hati nurani dan pada perasaan cinta kepada tanah air dan bangsa. Berkaitan bersama hal berikut mereka bakal mengusahakan untuk berpegang pada norma-norma kebaikan bersama obyek memperbaiki hasil atau prestasi kerjanya dan juga berkontribusi didalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai bersama cita-cita para founding father.

Baca Juga :

Kampus Bela Negara UPN Veteran Jatim Gandeng Seluruh PTNB

Kampus Bela Negara UPN Veteran Jatim Gandeng Seluruh PTNB

Kampus Bela Negara UPN Veteran Jatim Gandeng Seluruh PTNB

Kampus Bela Negara UPN Veteran Jatim Gandeng Seluruh PTNB
Kampus Bela Negara UPN Veteran Jatim Gandeng Seluruh PTNB

Komitmen Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jatim meningkatkan kualitas terus terlihat. Sukses mengantongi akreditasi A, kini UPN menularkan konsep kampus bela negara ke 36 perguruan tinggi negeri baru (PTNB). Selasa (20/6) penandatanganan deklarasi kampus bela negara itu dilakukan bersama dengan seluruh rektor PTNB dan direktur politeknik negeri se-Indonesia.

Prosesi deklarasi kampus bela negara itu dipimpin langsung oleh Ketua PTNB

Prof Syafsir Aklus. Momen tersebut menjadi komitmen awal kampus dalam menyebarkan nasionalisme. Syafsir menegaskan, peneguhan kampus bela negara memang paling sesuai dengan kondisi sekarang. Apalagi, banyak kasus yang berkaitan dengan melemahnya ideologi bangsa. ’’Ini menjadi pas jika kembali diajarkan. Salah satunya di kampus,’’ ujarnya.

Menurut Syafsir, hal itu bisa melalui penambahan kurikulum untuk sisipan materi kebangsaan bagi mahasiswa. ’’Tidak harus lewat mata kuliah, bisa diimplementasikan di banyak kegiatan pengembangan lain,’’ ungkapnya.

Salah satu perwakilan kampus datang dari ujung barat wilayah Indonesia. Rektor Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, Jasman Jakfar Ma’ruf sepakat dengan deklarasi tersebut. ’’Ini penting ketika serbuan asing terus meningkat. Kita harus tanamkan jiwa bela negara lagi,’’ katanya.

Sama halnya dengan Direktur Politeknik Negeri Ketapang,

Kalimantan Barat, Nurmala. Pihaknya siap menjalankan implementasi tersebut. ’’Kualitas lulusan akan semakin komplet untuk diserap industri,’’ terangnya.

Sementara itu, Rektor UPN Prof Teguh Soedarto menyatakan bahwa kegiatan bela negara menjadi hal yang wajib. Kampus harus punya peranan untuk mengobarkan hal tersebut ke civitas academica. Semangat itu akan ditularkan ke seluruh PTNB yang kebanyakan berada di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

PTNB juga siap menyambut proses sertifikasi profesi.

Pada kesempatan yang sama, UPN mengajak seluruh kampus berkomitmen mendirikan LSP (lembaga sertifikasi profesi). Dalam peneguhan komitmen pendirian LSP itu, hadir Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Sumarna F. Abdurrahman.

 

Baca Juga :

 

 

I Ketut Aria Pria Utama, Pakar Teknik Perkapalan ITS

I Ketut Aria Pria Utama, Pakar Teknik Perkapalan ITS

I Ketut Aria Pria Utama, Pakar Teknik Perkapalan ITS

I Ketut Aria Pria Utama, Pakar Teknik Perkapalan ITS
I Ketut Aria Pria Utama, Pakar Teknik Perkapalan ITS

Dunia maritim dan perkapalan masih menyisakan banyak penelitian yang belum tersentuh. Prof I Ketut Aria Pria Utama atau biasa disapa Prof IKAP mengkaji marine fouling. Inilah organisme laut yang sering menempel di bagian bawah kapal.

Prof IKAP Utama menjelaskan, bagian kapal yang terendam air berpotensi besar ditempeli organisme laut. Ada yang berasal dari tumbuhan seperti ganggang dan gulma. Ada juga hewan-hewan seperti kerang atau tiram. Semakin banyak marine fouling, pergerakan kapal makin lambat.
I Ketut Aria Pria Utama, Pakar Teknik Perkapalan ITS
Serba-serbi Prof IKAP Utama (Grafis: Rizky Janu/Jawa Pos/JawaPos.com)

Perubahan gerak tersebut cukup signifikan. Kecepatan kapal yang ditumbuhi banyak marine fouling bisa berkurang 2–3 knot per tahun. Agar bisa bergerak lebih cepat, biasanya operator kapal menambahkan bahan bakar. ”Otomatis penggunaan BBM yang semakin tinggi akan meningkatkan polusi di laut,” ucap alumnus University of Southampton yang juga anggota Royal Institution of Naval Architects (RINA) itu.

Cara lain yang biasa digunakan, membersihkan bagian dasar kapal dari marine fouling.

Tentu, kapal mesti diangkat dari laut ke daratan, kemudian dibawa ke dok untuk proses pembersihan. Namun, cara tersebut juga tidak efektif. Sebab, selama proses pembersihan, otomatis kapal tidak beroperasi selama 1–2 bulan.

Karena itu, IKAP membuat penelitian untuk mengetahui pola perkembangan marine fouling di kapal. Setelah memahami proses pertumbuhannya, peneliti memungkinkan menentukan penanganan yang tepat untuk membersihkan kapal dari tumbuhan dan hewan-hewan tersebut. Penggunaan BBM pun bisa tetap hemat.

Penelitian yang dilakukan sejak 2015 itu bekerja sama dengan dua universitas. Yaitu, University of Melbourne Australia dan University of Southampton Inggris serta PT Birokrasi Klasifikasi Indonesia (BKI) dan PT Dharma Lautan Utama. Selain itu, perusahaan cat Hempel asal Denmark ikut berpartisipasi. Tiga mahasiswa ITS pun terlibat dalam penelitian tersebut. Riset itu telah menghasilkan 2 tesis dan 1 skripsi.

Tidak hanya itu, penelitian kolaborasi peneliti tiga benua tersebut mendapat dana selama dua tahun

dari Newton Fund. PT Dharma Lautan Utama bersedia meminjamkan kapalnya untuk objek penelitian. Kapal itu adalah kapal penumpang yang berlayar dengan rute Merak–Bakauheni.

Dalam riset tersebut, para peneliti melubangi bagian dasar kapal, kemudian menutupnya kembali dengan bahan transparan. Dari kaca itu, mereka bisa melihat perkembangan pertumbuhan marine fouling. ”Baru 3–4 hari saja sudah dipenuhi kotoran,” tutur anggota Akademi Ilmu Penelitian Indonesia (AIPI) sejak 2015 tersebut.

Penelitian itu pun mendapat apresiasi dari pemerintah Australia karena dianggap unik

. Selain itu, hasil penelitian tersebut digunakan sebagai acuan para pemilik kapal untuk memantau penggunaan BBM. ”Kadang ada operator yang nakal dengan melaporkan penggunaan BBM tidak sesuai kenyataan sehingga anggaran penggunaan BBM melambung tinggi,” jelasnya.

Peraih Distinction Medal Award dari RINA itu menuturkan, saat ini penelitiannya belum selesai. Akhir tahun nanti, dia berencana melakukan riset terakhir untuk menguji semua teori. Setelah berhasil, risetnya baru dipublikasikan.

IKAP menjelaskan bahwa hasil penelitian tersebut diharapkan mampu membuat waktu pembersihan kapal dari marine fouling lebih cepat. Yang biasanya 1–2 bulan menjadi dua pekan saja.

Ahli dinamika fluida itu menuturkan, masih banyak peluang studi untuk mengurangi penggunaan BBM pada kapal. Meski banyak peneliti yang mengupayakan energi terbarukan, penelitian pengurangan BBM tetap dibutuhkan. ”Sebab, belum tentu energi terbarukan bisa menggantikan bahan bakar saat ini,” ucapnya. (

 

Sumber :

How Some Informational Websites Helping People Garner Information at One Place?

Pemerintah Perbanyak Buka Sekolah Menengah Terbuka Gratis

Pemerintah Perbanyak Buka Sekolah Menengah Terbuka Gratis

Pemerintah Perbanyak Buka Sekolah Menengah Terbuka Gratis

Pemerintah Perbanyak Buka Sekolah Menengah Terbuka Gratis
Pemerintah Perbanyak Buka Sekolah Menengah Terbuka Gratis

Masyarakat di Jawa Barat khususnya para pelajar tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang-jenjang berikutnya.

Sebab, Dinas Pendidikan Jabar telah membuka berbagai program mulai dari sekolah negeri, swasta,

juga sekolah terbuka, dan kualitasnya pun terakreditasi.

“Jadi kami memberikan jaminan untuk anak-anak yang miskin, insyaallah bisa melanjutkan sekolah, dan nanti kami juga akan membuka sekolah menengah terbuka, itu juga gratis,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi kepada RMOLJabar (Jawa Pos Grup), Kamis (22/6).

Ia juga mengatakan, untuk nominal biaya yang didapat oleh setiap siswa tahunnya adalah Rp1,9 juta rupiah.

 

“Jadi setiap anak dari BOS pusat dapat Rp1,4 juta rupiah dan dari provinsi diberi Rp 500 ribu rupiah anak pertahun, jadi ada Rp1,9 juta rupiah untuk anak pertahunnya,” ungkapnya.

Sehingga, kata dia, untuk masyarakat yang tergolong miskin akan dibebaskan untuk membayar

sekolah sampai akhir sekolahnya.

“Jadi yang miskin aja yang dibebaskan, kalau yang mampu ya harus ikut kontribusi,” tandasnya

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372236/geography-concept.html

Menristekdikti Tantang PT untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim

Menristekdikti Tantang PT untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim

Menristekdikti Tantang PT untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim

Menristekdikti Tantang PT untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim
Menristekdikti Tantang PT untuk Optimalkan Sumber Daya Maritim

Indonesia yang memiliki sumber daya laut yang luas memiliki potensi

yang luas dalam dunia maritim. Hanya saja potensi itu belum dioptimalkan dengan baik.

Mengetahui fenomena itu, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menantang perguruan tinggi (PT) di Indonesia, terutama yang berada di wilayah pesisir.

Menurutnya, Aceh, terutama Aceh Barat memiliki potensi pada sektor kelautan

dan pertanian yang sangat kaya. Maka dianjurkan untuk menciptakan pengembangan dengan berbagai penelitian. ”Hasil penelitian, harus melahirkan kualitas yang lebih bagus dan unggul,” ungkapnya saat mengisi kuliah umum pada Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Minggu (5/11).

Lebih jauh dia menuturkan, saat ini pola pengembangan sektor kemaritiman di Indonesia perlu didorong melalui sejumlah penelitian akademisi perguruan tinggi. Kelak harus melahirkan inovasi baru dari hasil riset. “Tentu jika hasilnya diaplikasikan oleh industri dunia usaha, akan sangat bagus,” katanya seperti dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Senin (6/11).

Dia mencontohkan pengembangan budidaya perikanan di lepas pantai. Pengembangan itu

tentu masih membutuhkan inovasi sempurna dari peneliti perguruan tinggi. Pengelolaan harus bersifat representatif secara ilmiah, sebab selama ini pengembangan perikanan hanya dominan terkonsentrasi di darat.

Sistem penjualan ekspor perikanan di Indonesia lebih condong memasarkan produk ikan telah mati, padahal telah ada inovasi baru pemasaran ikan masih hidup. “Jual ikan masih gidup, nilainya lebih besar. Di Maluku telah mulai terapkan seperti itu,” katanya.

Proses ekspor ikan di Maluku mulai memenuhi pasar Jepang, Korea, China, hingga Arab Saudi. Ia mengharapkan UTU melihat peluang tersebut, sehingga menciptakan inovasi baru melalui Pusat Riset Kemaritiman Taman Energi Perikanan.

Sektor pertanian, kaji Mohamad, tidak kalah menarik jika UTU juga berperan melakukan pengembangan. Seperti budidaya Talas, kalkulasi Mohamad sangat menjanjikan karena dengan hanya biaya modal Rp 40—60 juta pertahun mampu menghasilkan keuntungan besar mencapai Rp 150 juta per tahun. Di Sulawesi telah terapkan budidaya ini,” katanya.

 

Baca Juga :

 

 

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia
Universitas Islam Madinah Cetak Ahli Ushul Fiqh dari Indonesia

Kamis (12/10) menjadi hari istimewa bagi Musyaffa. Bagaimana tidak, kandidat doktor ushul fiqh

Universitas Islam Madinah pertama dari Indonesia bahkan Asia Tenggara itu berhasil menamatkan studi doktoralnya dengan predikat summa cum laude.

Disertasinya yang berjudul “Metodologi Ulama Syafi’iyah Dalam Mengklasifikan Dalil, Dan Cara Mentarjih Dalil-Dalil Yang Bertentangan” -studi teori dan penerapannya- berhasil dia pertahankan pada sidang yang berlangsung di Auditorium Munaqosyah Fakultas Hadist UIM.

’’Setelah melaksanakan sidang yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.30 siang

. Lajnah Munaqosyah memutuskan untuk menerima disertasi yang diajukan serta memberikannya gelar doktor dengan predikat mumtaz ma’a martabati syarofil ‘ula (summa cum laude),” ujar Syaikh Prof. Dr. Tarhib Ad-Duwaisiry.

Musyaffa atau yang lebih dikenal dengan nama Musyaffa Ad-Dariny,

pria kelahiran Jepara, 29 Juni 1982 ini menamatkan SMA-nya di tahun 2000. Setamat SMA dia melanjutkan studinya di UNISMA Malang, hanya bertahan dua semester di sana karena namanya masuk ke dalam daftar mahasisawa yang diterima di Universitas Islam Madinah.

Mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah ini memulai studinya di Universitas Islam Madinah dari jenjang persiapan bahasa selama dua semester. Selanjutnya ia memilih kuliah Syariah di jenjang S-1nya. Dan di S2 dia masuk di jurusan ushul fiqh fakultas syariah UIM.

Gelar magister dia dapatkan dengan predikat summa cum laude. Sedangkan untuk S3nya, bapak empat anak ini memilih untuk tetap mengambil jurusan yang sama, dan Musyaffa resmi menyandang gelar doktor. (*)

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/apa-itu-frase.html

Wujudkan Kampus Technopreneur, Rektor Trilogi Fokus Genjot SDM

Wujudkan Kampus Technopreneur, Rektor Trilogi Fokus Genjot SDM

Wujudkan Kampus Technopreneur, Rektor Trilogi Fokus Genjot SDM

Wujudkan Kampus Technopreneur, Rektor Trilogi Fokus Genjot SDM
Wujudkan Kampus Technopreneur, Rektor Trilogi Fokus Genjot SDM

Lulusan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi technopreneur punya posisi

strategis di masyarakat. Ya, ketika alumnus lain sibuk mencari peluang kerja, seorang tehchnopreneur justru sebaliknya.

Mereka meng-create lapangan pekerjaan dan fokus pada pengurangan jumlah pengangguran.

“Maka dari pendekatan pengajaran di perguruan tinggi, harus berorientasi pada technopreneurship,” ujar Rektor Universitas Trilogi, Subiakto Tjakrawerdaja disela-sela pelantikan pejabat struktural dan nonstruktural, Jumat (3/11).

Subiakto menjelaskan, sejak beberapa tahun ke belakang, seluruh program studi di kampusnya

mulai diarahkan menjadi seorang technopreneur.

Salah satu upayanya adalah menerapkan muatan-muatan mata kuliah yang berkaitan dengan technopreneur.

“Nah, itu semua didukung dengan peningkatan kapasitas SDM, khususnya dosen serta jajarannya. Dengan begitu, kami berharap Trilogi bisa menjadi Universitas Technopreneur,” ungkap dia.

Terkait SDM, Subiakto mengatakan bahwa pihaknya melakukan perombakan jajaran struktural dan non struktural, sebagai bagian dari penyegaran sekaligus meningkatkan sinergitas para civitas Universitas Trilogi.

Basisnya, kata dia, adalah sejauh mana mereka mampu adaptble terhadap perubahan-perubahan

yang terjadi di internal maupun eksternal.

“Istilahnya Champions Change. Punyan kemampuan menghadapi perubahan, ” beber Subiakto.

“Kami ingin membentuk super team, bukan superman. Saya berharap mereka yang dilantik hari ini bisa menerapkan spirit itu,” ungkapnya.

Mantan menteri di era Soeharto itu memastikan bahwa tiap perombakan yang dilakukan di kampusnya, selalu obyektif alias berbasis kompetensi.

“Tak ada yang namanga like and dislike. Bahkan, kami libatkan konsultan manajemen dari luar kampus sebagai second opinion,” tutup dia.

 

Sumber :

https://nouw.com/danuaji/understanding-and-examples-of-explanator-36084748

Urgensi Manajemen Pendidikan

Urgensi Manajemen Pendidikan

Urgensi Manajemen Pendidikan

Urgensi Manajemen Pendidikan
Urgensi Manajemen Pendidikan

 

Dalam ranah aktivitas, implementasi manajemen

terhadap pengelolaan pendidikan haruslah berorientasi pada efektivitas (ketepatgunaan) terhadap segala aspek pendidikan baik dalam pertumbuhan, perkembangan, maupun keberkahan (dalam perspektif syariah). Berikut ini merupakan urgensi manajemen terhadap bidang manajemen pendidikan:

a) Manajemen Kurikulum

1) Mengupayakan efektifitas perencanaan
2) Mengupayakan efektifitas pengorganisasian dan koordinasi
3) Mengupayakan efektifitas pelaksanaan
4) Mengupayakan efektifitas pengendalian/pengawasan

b) Manajemen Personalia

Manajemen ini berkisar pada staff development (teacher development), meliputi (Pengembangan Staff dan Guru):
1) Training (Pelatihan)
2) Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
3) Inservice Education (Intern Pendidikan/Pendidikan Lanjutan)

c) Manajemen Siswa

1) Penerimaan Siswa (Daya Tampung, Seleksi)
2) Pembinaan Siswa (Pengelompokkan, Kenaikan Kelas, Penentuan Program, Ekskul)
3) Pemberdayaan OSIS

d) Manajemen Keuangan
Dalam keuangan pengelolaan pendidikan, manajemen harus berlandaskan pada prinsip: efektivitas(ketepatgunaan), efisiensi (penghematan) dan pemerataan. Dalam kaitannya dengan uang dan pendidikan, pegawai administrasi sekolah memiliki tugas dan harus bertanggung jawab dalam hal-hal sebagai berikut:
1) Hubungan dengan masyarakat
2) Penyusunan dan pengembangan rencana anggaran pengeluaran belanja sekolah (RAPBS)
3) Penataran
4) Pengaturan pemasokan
5) Perencanaan dan peningkatan fasilitas sekolah
6) Pelaksanaan apa yang telah direncanakan
7) Evaluasi dan pertanggung jawaban keuangan sekolah/laporan keuangan

e) Manajemen Lingkungan

Urgensi manajemen terhadap lingkungan pendidikan bertujuan dalam merangkul seluruh pihak terkait yang akan berpengaruh dalam segala kebijakan dan keberlangsungan pendidikan, dan memberdayakan masyarakat sekitar sekolah.

Sekian artikel dari Tugas Sekolah Dan Kuliah mengenai Urgensi Manajemen Pendidikan, yang dapat kalian jadikan acuan untuk belajar.

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/19505/seni-rupa-murni

Prinsip Manajemen Pendidikan

Prinsip Manajemen Pendidikan

Prinsip Manajemen Pendidikan

Prinsip Manajemen Pendidikan
Prinsip Manajemen Pendidikan

Berikut ulasan mengenai Prinsip Prinsip Manajemen Pendidikan

Douglas (1963:13-17) merumuskan prinsip-prinsip manajemen pendidikan sebagai berikut :
1. Memprioritaskan tujuan diatas kepentingan pribadi dan kepentingan mekanisme kerja.
2. Mengkoordinasikan wewenang dan tanggung jawab
3. Memberikan tanggung jawab pada personil sekolah sesuai dengan sifat-sifat dan kemampuannya
4. Mengenal secara baik faktor-faktor psikologis manusia
5. Relativitas nilai-nilai

Prinsip-prinsip diatas memiliki esensi bahwa manajemen dalam ilmu dan praktiknya

harus memperhatikan tujuan, orang-orang, tugas-tugas, dan nilai-nilai. Tujuan dirumuskan dengan tepat sesuai dengan arah organisasi, tuntutan zaman, dan nilai-nilai yang berlaku. Tujuan suatu organisasi dapat dijabarkan dalam bentuk visi, misi dan sasaran-sasaran. Ketiga bentuk tujuan itu harus dirumuskan dalam satu kekuatan tim yang memiliki komitmen terhadap kemajuan dan masa depan organisasi.

 

Drucker (1954) melalui MBO (management by objective)

memberikan gagasan prinsip manajemen berdasarkan sasaran sebagai suatu pendekatan dalam perencanaan. Penerapan pada manajemen pendidikan adalah bahwa kepala dinas memimpin tim yang beranggotakan unsur pejabat dan fungsional dinas, dan lebih baik terapat stakeholdersuntuk merumuskan visi, misi dan objektif dinas pendidikan.

Pada tingkat sekolah, kepala sekolah

wakil kepala sekolah, siswa, orang tua siswa, masyarakat dan stakeholders duduk bersama membahas rencana strategis sekolah dengan mengembangkan tujuh langkah MBO yaitu:
1. Menentukan hasil akhir apa yang ingin dicapai sekolah
2. Menganalisis apakah hasil akhir itu berkaitan dengan tujuan sekolah
3. Berunding menetapkan sasaran-sasaran yang dibutuhkan
4. Menetapkan kegiatan apa yang tepat untuk mencapai sasaran
5. Menyusun tugas-tugas untuk mempermudah mencapai sasaran
6. Menentukan batas-batas pekerjaan dan jenis pengarahan yang akan dipergunakan oleh atasan
7. Lakukan monitoring dan buat laporan.

Sekian artikel dari Tugas Sekolah Dan Kuliah mengenai Prinsip Prinsip Manajemen Pendidikan, yang dapat kalian jadikan acuan untuk belajar.

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/19502/resensi-adalah

Dosen Udinus Bawa Macapat Mendunia

Dosen Udinus Bawa Macapat Mendunia

Dosen Udinus Bawa Macapat Mendunia

Dosen Udinus Bawa Macapat Mendunia
Dosen Udinus Bawa Macapat Mendunia

Budaya dan seni Indonesia bercita rasa tinggi tak henti-hentinya dipamerkan ke mata dunia. Kali ini giliran macapat atau puisi tradisional Jawa yang terkemas sedemikian modern dan siap diajarkan kepada pemuda di Korea Selatan.

Adalah sebuah aplikasi berbasis android bernama Elektronik Macapat

Kampus Udinus (e-macapatku), bikinan sederet dosen Fakultas Ilmu Komputer Unversitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang rencananya diseminarkan di depan masyarakat Korsel, Rabu (3/10) mendatang.

“Oktober nanti semoga produk yang mendekati sempurna ini akan kami bawa ke Korea Selatan. Akan diseminarkan dan ada pelatihan macapat, gamelan serta presentasi wayang. Sebagai bentuk bakti kami terhadap budaya Indonesia,” tutur Ketua penelitian e-macapatku, Yuventius Catur Pramudi, Sabtu (29/9).

Dalam acara tersebut nantinya, Catur berujar bahwa e-macapatku akan diseminarkan bersama dengan e-gamelanku dan wayang sotil yang merupakan karya dari mahasiswi Ilmu Komunikasi Udinus. Tujuannya, melestarikan budaya bangsa, serta untuk mengenalkan inovasi terbaru dari kampus.

Sementara Catur mengatakan, penelitian e-macapatku sudah dimulai sejak tahun 2017 oleh dirinya bersama empat dosen lain. Diawali dengan mencari info mengenai macapat di Kota Solo. Penelitian program e-macapatku sendiri merupakan dana hibah dari Dikti Skim Penelitian Startegi Nasional Institusi (PSNI).

Catur mengungkap, rasa kegelisahan dengan perkembangan

budaya saat ini, terutama pada perkembangan macapat sebagai pengetahuan lisan. Hal itu yang menjadi tujuan utama dalam pembuatan e-macapatku.

“Pengetahuan itu dibagi menjadi dua, pengetahuan lisan dan tulisan. Pengetahuan lisan kalau di era sekarang akan terlibas oleh pengetahuan tulis yang menarik dan mudah diserap oleh generasi muda,” kata Catur.

Ia menilai bahwa yang paham macapat saat ini adalah orang-orang sepuh. Dan kala saat mereka tiada nanti, pengetahuan lisan juga ikut hilang. “Sehingga dengan e-macapatku ini kami bisa menggali ilmu-ilmu yang terlisankan dan dapat ditulis kembali oleh anak-anak muda secara menarik,” ungkapnya.

Proses penelitian e-macapatku, menurut Catur, tak hanya melibatkan dosen semata, namun mahasiswa juga. Dosen berperan di bagian analisis dan desain, lalu diimplementasikan mahasiswa yang nantinya juga akan menjadi skripsi mereka.

Ia menambahkan, sejauh ini e-macapatku sudah mengembangkan dua software.

Pertama yaitu website emacapatku.com yang digunakan untuk mengunggah artikel macapat dan merekam macapat. Dengan adanya website ini, harapannya bakal menjadi ruang diskusi untuk umum.

Software yang kedua merupakan aplikasi android e-macapatku. Aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan ini nantinya bisa diunduh melalui Playstore. “Aplikasi e-macapatku terbagi dua tipe nantinya yakni gratis dan ada yang berbayar. Pendapatan dari aplikasi berbayar akan dibagi dua untuk Sobokarti (salah satu gedung kesenian di Semarang) dan pengembangan e-macapatku sendiri,” tandasnya.

 

Baca Juga :