Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google
Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :

Etika Profesi Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi

Etika Profesi Akuntansi
Etika Profesi Akuntansi

Abdullah (2006:4) menjelaskan arti kata etika berdasarkan etimologinya yang berasal dari bahasa Yunani, ethos, yang bermakna kebiasaan atau adat-istiadat.

Bertens (1993:4) memaparkan pengertian etika dalam dalam bentuk jamak ta etha yang juga berarti adat kebiasaan.

Riady (2008:189) menjelaskan bahwa etika dalam bahasa Latin diartikan sebagai  Moralis yang berasal dari kata Mores dengan makna adat-istiadat yang realistis bukan teoritis.

Dra. Hj. Mimin Emi Suhaemi (2002:7) Etika adalah kode prilaku yang memperlihatkan perbuatan yang baik bagi kelompok tertentu. Etika juga merupakan peraturan dan prinsip bagi perbuatan yang benar. Etika berhubungan dengan hal yang baik dan hal yang tidak baik dan dengan kewajiban moral.

Murtanto &  Marini   (2003:   240)   etika merupakan   filsafat   atau pemikiran  kritis  dan  mendasar  tentang  ajaran-ajaran dan  pandangan  moral. Kamus Besar Bahasa Indonesia   mendefinisikan etika sebagai  ilmu mengenai apa yang baik dan  apa  yang  buruk  dan  tentang  hak  dan  kewajiban   moral (akhlak).

Etika Mahasiswa

            Etika dalam mahasiswa, sebagai mahasiswa kita harus menjaga sikap dan harus sopan santun terhadap dosen, ketika dosen menerangkan perkuliahan mahasiswa harus memiliki etika yang baik seperti menghargai penjelasan dosen yang berikan, berbicara kepada dosen itu harus memiliki etika dala berbicara dengan menggunakan bahasa yang sopan, dan di dalam area kampus mahasiswa harus mematuhi peraturan kampus seperti berpakaian yang rapih dan sopan supaya kita terlihat memiliki etika dan perilaku yang baik.

Etika Anggota Keluarga

            Etika dalam anggota keluarga, di dalam keluarga kita harus memiliki etika seperti berperilaku yang baik terhadap orang tua dan jangan sekali-kali melawan kepada orang tua, karena itu akan membuat hati orang tua sakit, ketika kita mau pergi main maupun ke kampus kita harus berpamitan terlebih dahulu karena itu perilaku yang baik dan ketika berbicara terhadap orang tua nada suara kita harus sopan dan jangan memakai nada suara yang tinggi.

Etika Anggota Masyarakat

            Etika dalam anggota masyarakat itu contohnya seperti kita berada di lingkungan rumah kita harus bertegur sapa dengan tetangga dan berperilaku baik, bertingkah laku baik dengan tetangga, dengan cara menghargai dan sopan terhadap tetangga, itu akan membuat etika kita dalam anggota masyarakat terlihat baik

Etika Sebagai Akuntan Publik

            Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme. Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Sumber : https://merkbagus.id/

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah
Kasus Bank Mutiara terhadap Nasabah

Bank Mutiara tidak akan membayar sepeserpun kepada 27 nasabah yang menggugat melalui Pengadilan Negeri Surakarta ataupun nasabah lainnya dalam kasus pembelian reksadana Antaboga. Bank Mutiara berpegang pada hasil putusan Mahkamah Agung (MA) dalam perkara gugatan Wahyudi Prasetio terhadap PT Bank Century, Tbk yang kini bernama PT Bank Mutiara, Tbk.

“Kami tidak akan membayar sepeserpun karena mereka bukan nasabah Bank Century, melainkan PT Antaboga Delta Securitas Indonesia. Tidak perlu menagih-nagih lagi karena tidak akan kami bayar. Kami pakai dasar kasus di Surabaya, MA memutuskan Bank Mutiara tidak perlu membayar gugatan nasabah,” papar kuasa hukum Bank Mutiara, Mahendradatta, di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (28/11/2012).

Mahendradatta didampingi Sekretaris Perusahaan Bank Mutiara Rohan Hafas. Menurut Mahendradatta, pihaknya akan mengajukan permohonan penundaan eksekusi kepada Pengadilan Negara (PN) Surakarta. Surat permohonan rencananya akan disampaikan hari Senin pekan depan.

Salah satu nasabah, Sutrisno, yang tergabung dalam Forum Nasabah Bank Century, mengatakan, pihaknya telah mengajukan sita eksekusi kepada PN Surakarta karena Bank Mutiara dinilai tidak beritikad baik memenuhi putusan hukum untuk membayar nasabah. “Soal nasabah Antaboga yang dikatakan bukan nasabah Century itu lagu lama. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Surakarta itu terbantahkan,” tutur Sutrisno.

Kuasa hukum Forum Nasabah Bank Century Solo, Herkus Wijayadi, mengatakan, upaya peninjauan kembali tidak menghalangi sita eksekusi, terlebih hanya surat permohonan penundaan sita eksekusi. “Apa yang terjadi di Surabaya tidak bisa dijadikan yurisprudensi untuk kasus nasabah di kota lain karena kasusnya tidak persis sama. Kalau dikatakan ada nasabah yang tanda tangan perjanjian dengan kop PT Antaboga, di Solo tidak terjadi demikian dan itu sudah terbukti di pengadilan,” ungkap Herkus.

Pendapat :

Menurut kelompok kami ini merupakan pelanggaran kode etik dalam akuntansi karena bank mutiara tidak beritikad baik dalam kasus ini maka hak-hak dari nasabah atau konsumen yang tidak terpenuhi yang disebabkan bank mutiara tidak memenuhi putusan hukum untuk membayar gugatan nasabah. Oleh karena itu banyak nasabah yang dirugikan dalam kasus ini.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa
Metode Mindfulness Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa

Metode mindfulness diyakini dapat memberikan dampak positif dalam proses belajar mengajar.

Metode ini merupakan sebuah metode atau program yang dilakukan untuk melatih siswa atau seseorang untuk menyadari pikiran dan tingkat emosi.

Dari penelitian, kemampuan konsentrasi anak-anak milenial saat ini, khususnya terkait dengan pembelajaran terjadi penurunan. Oleh karena itu, diperlukan metode-metode yang harus dilakukan dan dikembangkan sekolah untuk meningkatkan kembali daya konsentrasi siswa, khususnya saat proses belajar di sekolah.

“Anak-anak milenial ini kemampuan konsentrasinya pendek. Dengan program mindfulness

yang kita lakukan, dapat mengajarkan anak untuk kembali meningkatkan daya konsentrasi belajar mereka,” kata Direktur Sekolah Global Sevilla Robertus Budi Setiono, Selasa (20/11) di Jakarta.

Selain dapat meningkatkan daya konsentrasi, metode mindfulness juga diyakini dapat menekan tingkat stress pada siswa. Robertus mengakui, pihaknya telah menjalankan metode itu selama empat tahun terakhir di sekolahnya.

“Melalui mindfulness, siswa dapat menyeimbangkan emosi dalam situasi dan kondisi apapun. Salah satunya anak-anak tidak menjadi reaktif terhadap sesuatu,” ungkapnya.

Saat ini, metode yang sama juga telah dikembangkan dan dijalankan banyak sekolah di luar negeri

. Di Indonesia juga tengah membuat semacam kurikulum berbasis mindfulness yang digunakan secara internal.

Namun demikian, metode pembelajaran yang disampaikan oleh para guru tentu tetap mempengaruhi penerimaan siswa akan materi ajar. Untuk itu, perlu juga dikembangkan pola pembelajaran di sekolah yang menarik. Dengan demikian, siswa tidak memiliki rasa jenuh. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi para guru.

“Maka semua guru harus mampu mengajar secara kreatif. Karena sudah bukan zamannya lagi siswa hanya mencatat saat di kelas,” ujar Robertus. [Y-7]

 

Baca Juga :

 

 

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis
Kunjungi Sulteng, Mendikbud Serahkan Bantuan 40.000 Paket Alat Tulis

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, kembali mengunjungi wilayah

terdampak gempa di Sulawesi Tengah (Sulteng), Sabtu (17/11).

Muhadjir mengatakan, kunjungan kerja kali ini dilakukan untuk memastikan dan percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar (KBM) di provinsi tersebut, serta menyerahkan bantuan 40.000 paket alat-alat sekolah, yang terdiri dari tas, seragam sekolah, dan alat tulis untuk semua jenjang.

“Semoga Sulteng kembali bangkit,” kata Muhadjir pada saat Melepas Armada Truk Bantuan Kemdikbud

, di kantor Gubernur Sulteng, Sabtu (17/11).

Muhadjir juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kemdikbud, Pemerintah Daerah dan masyarakat yang telah bekerja keras dalam penanganan dampak bencana gempa dan tsunami.

“Mari kita teruskan kerja keras kita untuk Palu Bangkit. Kita harus bergerak bersama-sama

ntuk kebangkitan dan kemajuan Sulteng. Sulteng Bangkit Lebih Hebat,” ucapnya.

Sekolah Darurat

Sebelum melakukan apel Gerakan Kembali ke Sekolah, Mendikbud dan rombongan mengunjungi siswa SDN 21 Palu dan SDI Boya Oge Palu, Sulawesi Tengah yang sedang melaksanakan (KBM) di sekolah darurat dan Tenda Darurat Unicef.

Muhadjir sempat berdialog langsung dengan siswa dan memberi motivasi untuk tetap semangat belajar meski berada di tenda ataupun kelas darurat.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa
Korpri Ajak Milenial Ikut Bangun Bangsa

Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) ingin menggandeng generasi milenial

untuk membangun karakter bangsa.

Ketua Panitia Nasional HUT Korpri ke-47, Ukus Kuswara menjelaskan. milenial perlu dilibatkan untuk menentukan karakter bangsa. Sebab. saat ini mereka jauh lebih melek terhadap laju perkembangan teknologi.

“Pada era sekarang ini, pelayanan semua sudah berbasis teknologi. Untuk itu kami mengajak

generasi milenial ini untuk dapat berkontribusi menyampaikan informasi dengan tepat lewat sosial media,” ujar Ukus, Kamis (15/11).

Menurut Ukus, pernyataan tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden No 12/3016 bahwa Korpri ingin bersinergi dengan milenial dalam membentuk karakter bangsa yang memiliki integritas, etos kerja dan gotong royong.

Dalam rangka menyambut HUT Korpri ke-47, pihaknya juga telah menyusun serangkaian kegiatan

yang diperuntukkan untuk anak muda, di antaranya lomba fotografi bertemakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja melayani dan menyatukan bangsa. Ada pula lomba foto dan video antihoax oleh Kemkominfo.

Akan diselenggarakan pula Pasar Rakyat pada 24 hingga 29 November 2018 di Plaza Timur Senayan, Jakarta.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa
E-Learning Mudahkan Interaksi Dosen dan Mahasiswa

Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) Universitas Bina Sarana Informatika

(UBSI), melakukan sosialisasi perkuliahan e-learning, serta program magang mandiri dan magang bersertifikat, kepada mahasiswa dan mahasiswi UBSI, di kampus UBSI Margonda, Depok, Jawa Barat.

Wakil Rektor UBSI Bidang Akademik, Diah Puspitasari, memaparkan, acara ini dihadiri dan diikuti oleh mahasiswa dan mahasiswi UBSI kampus Margonda dan UBSI kampus Fatmawati. Kegaiatan ini bertujuan mensosilisasikan proses belajar mengajar dengan sistem perkuliahan e-learning, sekaligus meningkatkan kualitas dari proses belajar mengajar.

“Sosialisasi e-learning ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa-mahasiswi,

di mana proses pembelajaran jarak jauh saat ini sedang gencar di sosialisasikan di tingkat perguruan tinggi. Konsep e-learning juga memudahkan interaksi antara dosen dan mahasiswa,” jelas Diah Puspitasari, Kamis (15/8/2019)

Diah menambahkan, e-learning merupakan media yang dapat digunakan sebagai penghubung antara mahasiswa dengan sumber belajar (database matakuliah) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan, namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, dan berkolaborasi.

“Proses pembelajaran e-learning yang ada di UBSI dilakukan secara formal dengan menggunakan kurikulum, silabus, dan materi perkuliahan yang disajikan dalam setiap pertemuan,” ujar Diah Puspitasari.

Selain itu, Diah menambahkan, dalam sistem e-learning UBSI juga telah terdapat forum

diskusi dan live chat yang dapat dilakukan secara langsung apabila mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan dengan cara bertanya melalui media forum atau live chat tersebut.

“Sistem e-learning UBSI sejauh ini terus berupaya mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih interaktif untuk dosen dan mahasiswanya. Dan hal ini merupakan upaya UBSI dalam mewujudkan perkuliahan jarak jauh dengan kualitas yang baik,” kata  Ketua Bagian (Pendidikan) PJJ dan e-learning UBSI, Elin Panca Saputra.

Selain mensosialisasikan e-learning, jelas Istianti, UBSI juga membahas mengenai program magang mandiri dan magang bersertifikat mahasiswa.

“Mahasiswa diarahkan mengenai alur magang atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) mulai dari penyusunan proposal magang, proses magang, sampai pembuatan laporan PKL,” kata Istianti.

 

Baca Juga :

Empat Tokoh Inspiratif Raih Penghargaan Achmad Bakrie XVII

Empat Tokoh Inspiratif Raih Penghargaan Achmad Bakrie XVII

Empat Tokoh Inspiratif Raih Penghargaan Achmad Bakrie XVII

Empat Tokoh Inspiratif Raih Penghargaan Achmad Bakrie XVII
Empat Tokoh Inspiratif Raih Penghargaan Achmad Bakrie XVII

Yayasan Achmad Bakrie bekerja sama dengan Freedom Institute dan Bakrie Group

kembali mempersembahkan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XVII/2019 untuk Negeri. Acara ini, digelar dalam menyambut 74 tahun Kemerdekaan Indonesia, sekaligus sebagai rangkaian meperingati 77 tahun Kelompok Usaha Bakrie.

Ketua Penyelenggara PAB XVII, Ardiansyah Bakrie, mengatakan, Penghargaan Achmad Bakrie merupakan tradisi penganugerahan kepada para tokoh inspirasional yang telah berjasa bagi kehidupan bangsa Indonesia.

“Tokoh-tokoh yang dipilih adalah insan-insan terbaik dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan,

serta mereka yang telah membaktikan hidupnya di bidang kemanusiaan. Selama kurun waktu tujuh belas tahun berturut-turut, Penghargaan Achmad Bakrie telah diberikan kepada 76 penerima yang terdiri dari 72 individu dan 4 lembaga,” ujar Ardiansyah Bakrie, dalam jumpa pers di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (14/8/2019) malam.

Ardiansyah Bakrie menambahkan, tahun ini adalah tahun ke-17 Yayasan Achmad Bakrie memberikan Penghargaan Achmad Bakrie (PAB) kepada anak bangsa yang telah menuangkan pikirannya dalam menghasilkan karya inspiratif yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Semoga, penghargaan ini juga mampu memotivasi anak-anak bangsa untuk terus berjuang

menghasilkan karya-karya terbaik mereka bagi masyarakat,” pungkas Ardiansyah Bakrie.

Adapun empat tokoh yang menerima Penghargaan Achmad Bakrie XVII yakni:

Jakob Oetama (Jurnalisme)

Kecerdikan visionernya membangun jurnalisme kepiting yang memungkinkan Kompas bertahan sebagai bagian pilar demokrasi yang keempat di tengah iklim politik yang otoriter, sekaligus kelompok usaha yang dinamis di tengah situasi ekonomi yang tak menentu.

Ashadi Siregar (Sastra Populer)

Lewat trilogi Cintaku di Kampus Biru (1974), Kugapai Cintamu (1974), dan Terminal Cinta Terakhir (1975), Ashadi berhasil membuka babak baru penulisan novel populer di negeri ini. Temanya memang lazim dalam genre sastra pop, dunia anak muda dan mahasiswa yang diwarnai liku-liku percintaan, pendobrakan, dan pencarian diri. Namun, semua itu dituturkan Ashadi dengan bahasa yang segar-lugas, dengan pandangan yang lebih terpelajar.

Anna Alisjahbana (Kedokteran)

Dedikasinya memperbaiki kualitas anak Indonesia secara holistik dan integratif, antara lain mengilhami pengembangan perangkat inovatif dan tepat guna DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kembang). Temuannya ini, bertujuan menjaring anak dengan gangguan perkembangan pada masyarakat rentan dan kurang mampu, yang diterapkan pada Taman Posyandu, PAUD dan pendidikan keluarga, untuk mempersempit kesenjangan anak desa-kota.

Anawati (Sains)

Rela meninggalkan gemerlap karir dan gemerincing mata uang Euro karena melihat kualitas air minum perdesaan di Sumbawa hampir sebagiannya terkontaminasi logam berat. Risetnya tentang Tubular Anodic Aluminium Oxide (AAO) dan gagasannya memanfaatkan teknologi pelapis bahan lokal, telah membantu masyarakat Sumbawa.

 

Sumber :

https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/08/sejarah-siti-fatimah-lodaya.html

387 Sekolah Internasional Berkumpul Bahas Kesetaraan Pendidikan

387 Sekolah Internasional Berkumpul Bahas Kesetaraan Pendidikan

387 Sekolah Internasional Berkumpul Bahas Kesetaraan Pendidikan

387 Sekolah Internasional Berkumpul Bahas Kesetaraan Pendidikan
387 Sekolah Internasional Berkumpul Bahas Kesetaraan Pendidikan

Sebanyak 387 Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) atau dulu disebut sekolah internasional,

berkumpul di Sekolah BPK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dalam Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia, Jumat (1/3/2019) untuk membahas kesetaraan pendidikan.

Ketua Panitia Konvensi Nasional IV Sekolah SPK Indonesia, Shirley Puspitawati mengatakan kegiatan ini untuk menjembatani komunikasi antara SPK dengan pembuat kebijakan mulai tingkat kementerian hingga dinas pendidikan di daerah. “Para SPK yang hadir membahas akreditasi definitif pada 2019,” kata ujar Shirley Puspitawati kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Shirley Puspitawati mengatakan, pihaknya sudah mengarahkan anggota SPK

di Jakarta untuk berkolaborasi dengan sekolah-sekolah di sekitar lingkungan, sehingga bisa membawa perkembangan lebih baik bagi sistem pendidikan di Indonesia.

Shirley Puspitawati menyebutkan dalam sesi hari ini hadir 300 peserta dan 120 yayasan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. “Ada banyak sekolah negeri dan swasta yang hadir dan ingin berkembang menjadi SPK seiring perkembangan teknologi dan kurikulum,” kata Shirley Puspitawati.

Sementara Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Kemdikbud) , Supriano mengatakan, kegiatan konvensi SPK merupakan hal positif karena mendorong kesetaraan sekolah lainnya yang ingin meningkatkan prestasi.

“Kreativitas dan inovasi bisa disalurkan kepada sekolah non-SPK, baik sekolah yang dikelola pemerintah maupun swasta. Kolaborasi itu misalkan dengan mencontoh program sekolah yang inovatif, materi yang mudah dibaca, menghubungkan ekosistem, dan peningkatan kompetensi,” kata Supriano.

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/08/12/sejarah-masjid-agung-sang-cipta-rasa/

Penemuan berasal dari Abbot Gregor Mendel (1857)

Penemuan berasal dari Abbot Gregor Mendel (1857)

Penemuan berasal dari Abbot Gregor Mendel (1857)
Seorang biarawan Austria bernama Gregor Mendel, pernah mengadakan penelitian pada kacang-kacang yang warna bunganya berbeda-beda. Mendel mengadakan perkawinan silang pada kacang yang berbunga putih bersama dengan kacang yang berbunga merah. Ketika Mendel mengawinkan kacang yang berbunga putih bersama dengan kacang yang berbunga merah, ia mendapatkan apa yang disebut sebagai “elements” yang terlampau kecilnya agar tidak mampu diraba. Elemen-elemen itulah yang mampu membuahkan pergantian warna bunga pada kacang silang (perkawinan). Masing-masing bunga pada “elements” dan bila dikawinkan berlangsung percampuran antar elemen. Di pada “elements” bunga merah dan “elements” bunga putih tersedia yang berpengaruh kuat (dominant) dan tersedia yang berpengaruh lemah (recessive). Elemen mana yang dominan itulah yang akan memilih karakter keturunan kacang, menjadi berbunga merah ataukah putih.

Dalam eksperimennya itu, Mendel mengadakan tiga step pengamatan.
Tahap pertama, pada ratusan tanaman kacang-kacangnya, ia mengadakan perkawinan pada kacang yang berbunga putih bersama dengan kacang yang berbunga merah. Hasilnya ternyata tumbuh mirip bersama dengan bunga merah semua. Jadi, generasi ke dua pada kacang ini tidak tersedia yang berbunga putih.
Tahap kedua, Mendel mengawinkan sepasang tanaman kacang generasi ke dua hasil perkawinan pertama tadi yang bunganya sama-sama berwarna merah. Hasil perkawinan itu adalah kacang-kacang generasi ketiga bersama dengan bunga- bunga yang berseling warna, yaitu tiga di pada empat bunga berwarna merah, namun satu di pada empat bunga ternyata berwarna putih seperti warna bunga putih pada kacang nenek moyangnya. Ini berarti, bahwa efek elemen putih tersembunyi selama didalam generasi sebelumnya.
Tahap ketiga, Mendel melanjutkan eksperimentasi di atas, semula mengamati warna keempat bunga pada kacang generasi ketiga selanjutnya di atas. Meskipun pada ketiga warna merah itu seolah-olah sama, tapi ternyata hanya satu di antaranya yang terlampau berwarna merah seperti warna merah bunga nenek moyangnya. Dan bila pada bunga warna merah sama juga bersama dengan merahnya warna bunga nenek moyang dikawinkan, membuahkan kacang yang semua bunganya berwarna merah yaitu pada kacang generasi keempat ini, hasilnya terlihat di pada bunga-bunga yang berwarna merah yaitu bunga berwarna putih, seputih warna bunga nenek moyangnya.

Setiap hasil pengamatan di atas ditekan oleh Mendel serta dianalisis bersama dengan membuahkan kesimpulan yang tenar bersama dengan sebutan “Hukum Mendel”. Hukum Mendel terdiri berasal dari 3 item, masing-masing berbunyi;
Sifat-sifat warisan atau turunan dihasilkan oleh apa yang disebut Mendel “elements” atau “factors” yang diteruskan bersama dengan tidak beralih berasal dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.
Dalam masing-masing individu, elemen-elemen atau faktor-faktor itu bersifat pasangan-pasangan, di mana didalam satu pasangan 2 elemennya mempunyai efek berbeda, salah satu elemen mendominasi elemen lainnya, agar mampu dikatakan, bahwa elemen yang satu adalah “dominant” dan elemen lain “recessive”.
Ketika benih-benih terbentuk di didalam individu, para bagian masing-masing pasangan elemen mengantarai diri berasal dari pasangan-pasangan lainnya agar membentuk pasangan baru di mana satu berasal dari dua elemen yang berpasangan berasal berasal dari masing-masing induk (orang tuanya), dan ini diturunkan kepada keturunan atau anak cucunya.
Hukum Mendel itu dilaporkan didalam bentuk sebuah paper pada tahun 1865 yang sesudah itu diterbitkan pada tahun 1866. Namun demikian, dunia ilmiah tidak menyimpan perhatian pada jasa Mendel ini. Hal ini disebabkan dikarenakan pada sementara itu manusia tengah dimabuk oleh teori evolusi Darwin. apakah kaitan antara ciri khusus makhluk hidup dengan karakteristik habitatnya

Demikianlah ulasan perihal Penemuan berasal dari Abbot Gregor Mendel, yang pada peluang ini mampu dibahas bersama dengan lancar. Semoga ulasan di atas berfaedah dan untuk kurang lebihnya mohon maaf. Cukup sekian dan sampai jumpa!

Baca Juga :